إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا ۖ وَإِنْ تَظَاهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلَاهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ بَعْدَ ذَٰلِكَ ظَهِيرٌ
Jika kalian berdua bertobat kepada Allah, sungguh hati kalian berdua telah condong. Dan jika kalian berdua saling membantu menyusahkan dia, sesungguhnya Allah, Dialah pelindungnya, dan Jibril, dan orang saleh dari kalangan orang-orang mukmin. Dan malaikat-malaikat, sesudah itu, adalah penolong.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَاin tatuubaa ilaa llaahi fa-qad shaghat quluubukumaajika kalian berdua bertobat kepada Allah, sungguh hati kalian berdua telah condong
- وَإِنْ تَظَاهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلَاهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَwa-in tazhaaharaa 'alayhi fa-inna llaaha huwa mawlaahu wa-jibriilu wa-shaalihu l-mu'miniinadan jika kalian berdua saling membantu menyusahkan dia, sesungguhnya Allah, Dialah pelindungnya, dan Jibril, dan orang saleh dari kalangan orang-orang mukmin
- وَالْمَلَائِكَةُ بَعْدَ ذَٰلِكَ ظَهِيرٌwa-l-malaa'ikatu ba'da dzaalika zhahiirundan malaikat-malaikat, sesudah itu, adalah penolong
Terjemahan per kata (21 kata)
- إِنْinjika
- تَتُوبَاtatuubaakalian berdua bertobat
- إِلَىilaakepada
- اللَّهِllaahiAllah
- فَقَدْfa-qadmaka sungguh
- صَغَتْshaghatcondong
- قُلُوبُكُمَاquluubukumaahati kalian berdua
- وَإِنْwa-indan jika
- تَظَاهَرَاtazhaaharaakalian berdua saling membantu
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- هُوَhuwaDialah
- مَوْلَاهُmawlaahupelindungnya
- وَجِبْرِيلُwa-jibriiludan Jibril
- وَصَالِحُwa-shaalihudan yang saleh
- الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
- وَالْمَلَائِكَةُwa-l-malaa'ikatudan para malaikat
- بَعْدَba'dasesudah
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- ظَهِيرٌzhahiirunpenolong
Inti bacaan
Peringatan dan dukungan berlapis: 'jika kalian berdua bertobat kepada Allah, sungguh hati kalian berdua telah condong (pada kebenaran). Allahlah pelindungnya. Demikian juga Jibril dan orang-orang mukmin yang saleh', kombinasi teguran atas kesalahan dan pengakuan sistem dukungan berlapis (Allah, Jibril, komunitas beriman) yang melindungi pihak yang benar dalam situasi konflik.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(pada kebenaran)', '(Nabi)' dua kali, dan '(juga ikut)' dihapus. Bentuk dual Arab ('tatuubaa', 'quluubukumaa', 'tazhaaharaa') dipertahankan lewat 'kalian berdua' secara konsisten, sesuai draf awal: tepat karena ayat ini menyapa dua istri spesifik, berbeda dari bentuk jamak 'kunna' di 66:5 yang menyapa seluruh istri secara umum. 'Saalihu l-mu'miniina' diterjemahkan 'orang saleh dari kalangan orang-orang mukmin' (tunggal, sesuai gramatika Arab), bukan 'orang-orang mukmin yang saleh' (jamak) seperti draf.
Kata (صَغَتْ, shaghat) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 66:4. Kata (تَظَاهَرَا, tazhaaharaa) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 28:48 dan 66:4. Di 28:48 kata itu dipakai untuk dua hal yang saling menguatkan satu sama lain, dan bentuknya sama-sama menunjuk dua, bukan banyak.
Seluruh ayat ini memakai bentuk yang menunjuk dua orang, bukan satu dan bukan banyak. Bahasa Arab punya bentuk khusus untuk dua, dan bentuk itu dipakai berulang di sepanjang ayatnya. Bahasa Indonesia tidak punya bentuk semacam itu, dan terjemahan memakai 'kalian berdua' untuk menahannya. Menghilangkan bilangannya akan menyamarkan bahwa yang disapa memang dua, sebanyak apa pun jumlah yang hadir di sekitarnya.
Tawaran datang lebih dahulu daripada keterangan tentang keadaan hati. Kalimat pembukanya berbunyi jika kalian berdua kembali, dan baru sesudahnya disebutkan bahwa hati kalian berdua sudah condong. Jadi jalan kembali dibuka sebelum keadaannya dinyatakan. Susunan tersebut meneruskan cara 66:1 dan 66:2, yang juga menegur tanpa satu kata ancaman.
Kata untuk condong dipakai sekali saja di seluruh Al-Qur'an, dan letaknya di sini. Kata tersebut menggambarkan miring dari kedudukan lurus, bukan berbalik sepenuhnya. Terjemahan memakai 'condong' dan menahan gambaran kemiringan itu. Memakai kata yang lebih keras akan melampaui apa yang dinyatakan ayatnya, dan ayat ini memang memilih kata yang menyebut miring, bukan yang menyebut jatuh.
Bagian keduanya menyebutkan siapa saja yang berdiri di belakang orang yang disusahkan, yaitu Allah, lalu Jibril, lalu yang saleh di kalangan orang yang percaya, lalu para malaikat. Daftar itu panjang untuk menghadapi dua orang. Susunan seperti itu tidak menakut-nakuti dengan hukuman; ia cuma menyebutkan siapa yang ada, dan penyebutannya sudah cukup menjelaskan bagaimana perbandingannya.
Nama yang disebut di dalam daftar itu semuanya nama yang ada di dalam Al-Qur'an sendiri. Tidak ada nama yang ditambahkan dari luar, dan tidak ada satu pun nama dari dua orang yang disapa. Jadi yang dinamai justru yang mendukung, dan yang disapa dibiarkan tanpa nama sepanjang ayat.
Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut siapa dua orang itu, tidak disebut apa yang mereka kerjakan, dan tidak disebut apa akibatnya jika mereka tidak kembali. Yang disebut cuma dua jalan dan siapa yang berdiri di sebelah mana. Menahan namanya menjaga ayat ini tetap bisa dibaca sebagai keterangan tentang dua sikap, bukan sebagai catatan tentang dua orang tertentu.
Tafsiran
Ayat ini memperingatkan dua istri yang terlibat dalam insiden di ayat sebelumnya, disertai penegasan dukungan Allah, Jibril, dan malaikat bagi Nabi.
Ayat ini memakai bentuk yang menunjuk dua orang di sepanjang kalimatnya, dan membuka jalan kembali sebelum menyatakan keadaannya.
Kata (صَغَتْ, shaghat) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 66:4. Kata (تَظَاهَرَا, tazhaaharaa) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 28:48 dan 66:4, dan di 28:48 ia dipakai untuk dua hal yang saling menguatkan.
Bahasa Arab punya bentuk khusus untuk dua, dan bentuk itu dipakai berulang di sepanjang ayat ini. Terjemahan memakai 'kalian berdua' untuk menahannya.
Tawaran datang lebih dahulu daripada keterangan tentang keadaan hati, sehingga jalan kembali dibuka sebelum keadaannya dinyatakan. Kata untuk condong menggambarkan miring dari kedudukan lurus, bukan berbalik sepenuhnya. Bagian keduanya menyebutkan siapa saja yang berdiri di belakang orang yang disusahkan, dan daftarnya panjang. Tidak disebut siapa dua orang itu dan apa yang mereka kerjakan.
Nama yang disebut di dalam daftar itu semuanya nama yang ada di dalam Al-Qur'an sendiri, dan tidak satu pun nama dari dua orang yang disapa. Jadi yang dinamai justru yang mendukung, sedangkan yang disapa dibiarkan tanpa nama sepanjang kalimatnya.
Renungan dan Hikmah
- Kalimat pembukanya bukan tuduhan, melainkan syarat: 'jika kalian berdua bertobat kepada Allah'. Pintu diletakkan di kalimat pertama, sebelum kesalahannya bahkan dijabarkan. Allah menyebutkan jalan keluarnya lebih dulu, dan urutan itu menentukan bagaimana seluruh teguran ini terdengar. Kalimat pembukanya berbunyi jika kalian berdua kembali, dan baru sesudahnya disebutkan bahwa hati kalian berdua sudah condong. Jadi jalan kembali dibuka sebelum keadaannya dinyatakan. Susunan tersebut meneruskan cara 66:1 dan 66:2, yang juga menegur tanpa satu kata ancaman, sehingga tiga ayat berturut-turut memakai nada yang sama. Tiga ayat berturut-turut memakai nada yang sama, tanpa satu kata ancaman.
- Yang disebut sebagai pelindungnya berlapis: Allah, lalu Jibril, lalu orang saleh dari kalangan mukmin, lalu para malaikat. Sebuah daftar yang panjang untuk membela satu orang. Dan bagian pertamanya saja sudah cukup; sisanya disebutkan bukan karena diperlukan, melainkan supaya terdengar. Bagian keduanya menyebutkan siapa saja yang berdiri di belakang orang yang disusahkan, dan daftarnya panjang untuk menghadapi dua orang. Susunan seperti itu tidak menakut-nakuti dengan hukuman; ia cuma menyebutkan siapa yang ada. Nama-nama di dalam daftar itu semuanya nama yang ada di dalam Al-Qur'an sendiri, dan tidak satu pun ditambahkan dari luar. Menyebutkan siapa yang ada sudah cukup menjelaskan bagaimana perbandingannya.
- Alasan tobat itu disebut terang: 'sungguh hati kalian berdua telah condong'. Yang dipersoalkan bukan perbuatannya lebih dulu, melainkan arah hati yang sudah bergeser sebelum perbuatan itu muncul. Pergeseran kecil di dalam biasanya sudah lama berjalan ketika akibatnya baru mulai terlihat dari luar. Kata untuk condong di ayat ini menggambarkan miring dari kedudukan lurus, bukan berbalik sepenuhnya. Terjemahan memakai 'condong' dan menahan gambaran kemiringan itu. Memakai kata yang lebih keras akan melampaui apa yang dinyatakan ayatnya, sebab ayatnya memilih kata yang menyebut miring. Kata yang menyebut miring memang berbeda dari kata yang menyebut jatuh.
- Seluruh ayat ini memakai bentuk yang menunjuk dua orang, bukan satu dan bukan banyak. Bahasa Arab punya bentuk khusus untuk dua, dan Allah memakainya berulang di sepanjang kalimatnya. Bahasa Indonesia tidak punya bentuk semacam itu, dan terjemahan memakai 'kalian berdua' untuk menahannya. Menghilangkan bilangannya akan menyamarkan bahwa yang disapa memang dua orang saja. Bilangan dua itu hilang begitu bentuknya diratakan dalam terjemahan.
- Kata untuk saling membantu di ayat ini juga dipakai di 28:48, dan di sana ia dipakai untuk dua hal yang saling menguatkan satu sama lain. Bentuknya pun sama-sama menunjuk dua, bukan banyak. Allah memakai kata yang sama untuk dua yang bergabung, dan yang membedakan dua tempat itu bukan bentuk gabungannya melainkan untuk apa gabungan tersebut dipakai. Yang membedakan dua tempat itu untuk apa gabungannya dipakai.
- Siapa dua orang itu? Apa yang mereka kerjakan? Apa yang menyusul jika mereka tidak kembali? Tidak satu pun disebut. Sebaliknya nama-nama yang berdiri di belakang orang yang disusahkan justru dirinci. Jadi yang dinamai Allah yang mendukung, dan yang disapa dibiarkan tanpa nama sepanjang ayat, sehingga yang tertinggal dua sikap dan bukan dua orang. Yang tertinggal dua sikap, dan bukan dua orang yang bisa ditunjuk.