عَسَىٰ رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ مُسْلِمَاتٍ مُؤْمِنَاتٍ قَانِتَاتٍ تَائِبَاتٍ عَابِدَاتٍ سَائِحَاتٍ ثَيِّبَاتٍ وَأَبْكَارًا

Jika dia menceraikan kalian, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya istri-istri yang lebih baik daripada kalian, yang berserah diri, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, dan yang berpuasa, baik yang janda maupun yang perawan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. عَسَىٰ رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ'asaa rabbuhu in thallaqakunna an yubdilahu azwaajan khayran minkunnajika dia menceraikan kalian, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya istri-istri yang lebih baik daripada kalian
  2. مُسْلِمَاتٍ مُؤْمِنَاتٍ قَانِتَاتٍ تَائِبَاتٍ عَابِدَاتٍ سَائِحَاتٍ ثَيِّبَاتٍ وَأَبْكَارًاmuslimaatin mu'minaatin qaanitaatin taa'ibaatin 'aabidaatin saa'ihaatin tsayyibaatin wa-abkaaranyang berserah diri, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, dan yang berpuasa, baik yang janda maupun yang perawan

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. عَسَىٰ'asaaboleh jadi
  2. رَبُّهُrabbuhuTuhannya
  3. إِنْinjika
  4. طَلَّقَكُنَّthallaqakunnamenceraikan kalian
  5. أَنْanbahwa
  6. يُبْدِلَهُyubdilahumenggantikan baginya
  7. أَزْوَاجًاazwaajanistri-istri
  8. خَيْرًاkhayrankebaikan
  9. مِنْكُنَّminkunnadi antara kalian
  10. مُسْلِمَاتٍmuslimaatinperempuan-perempuan yang berserah diri
  11. مُؤْمِنَاتٍmu'minaatinperempuan-perempuan mukmin
  12. قَانِتَاتٍqaanitaatinperempuan-perempuan yang taat
  13. تَائِبَاتٍtaa'ibaatinperempuan-perempuan yang bertobat
  14. عَابِدَاتٍ'aabidaatinperempuan-perempuan yang beribadah
  15. سَائِحَاتٍsaa'ihaatinyang mengembara
  16. ثَيِّبَاتٍtsayyibaatinjanda
  17. وَأَبْكَارًاwa-abkaarandan perawan

Inti bacaan

Peringatan tentang konsekuensi yang bisa dihindari: 'boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya istri-istri yang lebih baik daripada kalian', pengingat bahwa posisi istimewa bukan jaminan permanen tanpa syarat, dorongan untuk menghargai kesempatan yang ada alih-alih menganggapnya sebagai hak yang tak tergantikan.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(Nabi)' tidak dipakai.

Kata (طَلَّقَكُنَّ, thallaqakunna) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 66:5. Rangkaian (يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا, yubdilahu azwaajan) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 66:5. Kata (سَائِحَاتٍ, saa-ihaatin) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 66:5, dan kata (ثَيِّبَاتٍ, tsayyibaatin) juga cuma di 66:5.

Kata kerja penggantian di ayat ini seakar dengan kata (يُبْدِلَهُمَا, yubdilahumaa) yang dipakai di 18:81. Di sana yang diminta penggantian dengan yang lebih baik kesuciannya dan lebih dekat kasih sayangnya. Jadi akar tersebut dipakai di dua tempat untuk penggantian yang menaik, bukan sekadar penukaran. Yang berbeda cuma siapa yang diganti dan dengan ukuran apa.

Kata pembukanya menyatakan kemungkinan, bukan kepastian. Kata yang sama dipakai di 68:32 ketika pemilik kebun berharap diberi ganti yang lebih baik. Jadi bentuk yang sama dipakai di satu tempat oleh manusia yang berharap dan di tempat lain di dalam kalimat yang ditujukan kepada manusia. Susunan tersebut menahan ayat ini dari terbaca sebagai keputusan yang sudah dijatuhkan.

Sifat-sifat yang didaftar seluruhnya tentang perbuatan dan sikap, yaitu berserah diri, percaya, tekun beribadah, kembali kepada Allah, dan tekun mengembara dalam ketaatan. Tidak satu pun tentang rupa, tidak satu pun tentang keturunan, dan tidak satu pun tentang harta. Jadi ukuran yang dipakai untuk menyebut 'lebih baik' seluruhnya ukuran yang bisa diusahakan siapa saja.

Dua kata terakhir pada daftar itu menyebut dua keadaan yang berlawanan, yaitu yang pernah menikah dan yang belum. Menyebut keduanya membuat daftarnya tidak menyusun peringkat. Terjemahan menahan dua kata tersebut dan tidak menggabungkannya, sebab penggabungan akan menghilangkan justru bagian yang menyatakan bahwa keadaan yang mana pun tidak menentukan.

Sasaran bicaranya jamak perempuan, sedangkan 66:4 memakai bentuk untuk dua orang. Jadi ayat ini melebarkan sapaannya dari dua menjadi semua. Perpindahan itu terjadi tanpa satu kalimat penghubung, sama seperti perpindahan dari tunggal ke jamak antara 66:1 dan 66:2. Surah ini dua kali melebarkan sasaran bicaranya dalam lima ayat.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut apakah hal itu akan terjadi, tidak disebut kapan, dan tidak disebut siapa yang dimaksud. Yang disebut cuma satu kemungkinan dan sederet sifat. Menahan kepastiannya menjaga ayat ini tetap berupa peringatan yang menyisakan pintu, bukan keputusan yang menutupnya.

Tafsiran

Ayat ini memperingatkan secara hipotetis bahwa perceraian tidak akan merugikan Nabi, karena Allah dapat menggantikan dengan istri-istri yang lebih baik.

Ayat ini menyebut satu kemungkinan, bukan satu keputusan, lalu mendaftar sifat yang seluruhnya bisa diusahakan.

Kata (طَلَّقَكُنَّ, thallaqakunna) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 66:5. Rangkaian (يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا, yubdilahu azwaajan) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 66:5, dan dua kata terakhir pada daftarnya pun cuma ada di ayat ini.

Kata kerja penggantiannya seakar dengan kata yang dipakai di 18:81, dan di sana yang diminta penggantian dengan yang lebih baik kesuciannya. Jadi akar tersebut dipakai untuk penggantian yang menaik, bukan sekadar penukaran.

Kata pembukanya menyatakan kemungkinan, bukan kepastian, dan kata yang sama dipakai di 68:32. Sifat-sifat yang didaftar seluruhnya tentang perbuatan dan sikap, bukan tentang rupa atau keturunan. Sasaran bicaranya jamak perempuan, sedangkan 66:4 memakai bentuk untuk dua orang. Tidak disebut apakah hal itu akan terjadi dan kapan.

Dua kata terakhir pada daftarnya menyebut dua keadaan yang berlawanan, yaitu yang pernah menikah dan yang belum, sehingga daftarnya tidak menyusun peringkat. Perpindahan sasaran bicaranya pun terjadi tanpa kalimat penghubung, sama seperti antara 66:1 dan 66:2.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut kemungkinan, bukan keputusan. Boleh jadi. Peringatannya berbentuk andai. Kata pembukanya menyatakan kemungkinan, bukan kepastian, dan kata yang sama dipakai di 68:32 ketika pemilik kebun berharap diberi ganti yang lebih baik. Jadi bentuk yang sama dipakai di satu tempat oleh manusia yang berharap dan di tempat lain di dalam kalimat yang ditujukan kepada manusia. Susunan tersebut menahan ayat ini dari terbaca sebagai putusan yang sudah dijatuhkan. Kemungkinan yang dinyatakan menahan ayat ini dari terbaca sebagai putusan.
  • Sifat yang didaftar panjang, bukan rupa atau keturunan. Berserah, beriman, taat, bertobat, beribadah. Ukurannya perbuatan. Sifat yang didaftar seluruhnya tentang perbuatan dan sikap, yaitu berserah diri, percaya, tekun beribadah, kembali kepada Allah, dan tekun mengembara dalam ketaatan. Tidak satu pun tentang rupa, tidak satu pun tentang keturunan, dan tidak satu pun tentang harta. Jadi ukuran yang dipakai untuk menyebut lebih baik seluruhnya ukuran yang bisa diusahakan siapa saja. Ukuran yang bisa diusahakan siapa saja tidak menutup pintu bagi siapa pun.
  • Kedudukan istimewa tidak disebut Allah sebagai jaminan permanen. Ia tetap bersyarat. Yang diperingatkan justru yang paling dekat. Dua kata terakhir pada daftar itu menyebut dua keadaan yang berlawanan, yaitu yang pernah menikah dan yang belum. Menyebut keduanya membuat daftarnya tidak menyusun peringkat. Terjemahan menahan dua kata tersebut dan tidak menggabungkannya, sebab penggabungan akan menghilangkan bagian yang menyatakan bahwa keadaan yang mana pun tidak menentukan. Menggabungkan dua kata terakhir itu menghilangkan pernyataannya sendiri.
  • Kata untuk menceraikan, rangkaian yang menyebut penggantian, dan dua kata terakhir pada daftar sifatnya sama-sama tidak muncul lagi di seluruh Al-Qur'an. Jadi satu ayat memuat empat bahan sekali pakai sekaligus. Allah memakai kata yang tidak berulang di mana pun untuk kalimat yang paling berat di surah ini, dan kata yang tidak punya pasangan menahan pembaca dari menyamakannya dengan ayat lain. Empat bahan sekali pakai berkumpul di kalimat yang paling berat di surah ini.
  • Kata kerja penggantian di ayat ini seakar dengan kata yang dipakai di 18:81, dan di sana yang diminta penggantian dengan yang lebih baik kesuciannya dan lebih dekat kasih sayangnya. Jadi Allah memakai akar tersebut untuk penggantian yang menaik, bukan sekadar penukaran. Yang berbeda di dua tempat itu cuma siapa yang diganti dan dengan ukuran apa penggantinya dinilai. Penggantian yang menaik berbeda dari penukaran yang sekadar berpindah tangan.
  • Sasaran bicaranya jamak perempuan, sedangkan 66:4 memakai bentuk untuk dua orang. Jadi mengapa sapaannya melebar? Perpindahan itu terjadi tanpa satu kalimat penghubung, sama seperti perpindahan dari tunggal ke jamak antara 66:1 dan 66:2. Allah dua kali melebarkan sasaran bicaranya dalam lima ayat, dan tiap pelebaran memindahkan siapa yang ikut tersapa. Tiap pelebaran sasaran memindahkan siapa yang ikut tersapa oleh kalimatnya.