يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api yang bahan bakarnya manusia dan batu. Atasnya ada malaikat-malaikat yang kasar lagi keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka, dan mengerjakan apa yang diperintahkan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُyaa ayyuhaa lladziina aamanuu quu anfusakum wa-ahliikum naaran waquuduhaa n-naasu wa-l-hijaaratuwahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api yang bahan bakarnya manusia dan batu
  2. عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ'alayhaa malaa'ikatun ghilaazhun syidaadun laa ya'shuuna llaaha maa amarahum wa-yaf'aluuna maa yu'maruunaatasnya ada malaikat-malaikat yang kasar lagi keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka, dan mengerjakan apa yang diperintahkan

Terjemahan per kata (23 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. قُواquupeliharalah kalian
  6. أَنْفُسَكُمْanfusakumdiri kalian
  7. وَأَهْلِيكُمْwa-ahliikumdan keluarga kalian
  8. نَارًاnaaranapi
  9. وَقُودُهَاwaquuduhaabahan bakarnya
  10. النَّاسُn-naasumanusia
  11. وَالْحِجَارَةُwa-l-hijaaratudan batu
  12. عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
  13. مَلَائِكَةٌmalaa'ikatunpara malaikat
  14. غِلَاظٌghilaazhunkeras
  15. شِدَادٌsyidaadunkeras
  16. لَاlaatidak
  17. يَعْصُونَya'shuunamereka mendurhakai
  18. اللَّهَllaahaAllah
  19. مَاmaaapa yang
  20. أَمَرَهُمْamarahummemerintahkan mereka
  21. وَيَفْعَلُونَwa-yaf'aluunadan mereka melakukan
  22. مَاmaaapa yang
  23. يُؤْمَرُونَyu'maruunamereka diperintahkan

Inti bacaan

Perintah perlindungan yang mencakup keluarga: 'jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api yang bahan bakarnya manusia dan batu', tanggung jawab spiritual yang secara eksplisit melampaui diri sendiri, mencakup kewajiban aktif membimbing dan melindungi anggota keluarga, bukan hanya fokus pada keselamatan pribadi.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (قُوا أَنْفُسَكُمْ, quu anfusakum) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 66:6. Rangkaian (غِلَاظٌ شِدَادٌ, ghilaazhun syidaad) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 66:6. Rangkaian (وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ, waquuduhan-naasu wal-hijaarah) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 2:24 dan 66:6.

Di 2:24 rangkaian ketiga itu berada di dalam kalimat yang menyuruh menjaga diri dari api tersebut sesudah sebuah tantangan tidak terpenuhi. Di 66:6 rangkaian yang sama berada di dalam perintah menjaga diri dan keluarga. Jadi dua tempat memakai gambaran yang sama untuk dua keadaan yang berbeda: yang satu sesudah bukti tidak sanggup didatangkan, dan yang satu lagi di dalam urusan rumah.

Yang diperintahkan menjaga dua pihak sekaligus, yaitu diri sendiri dan keluarga. Urutannya menaruh diri lebih dahulu. Susunan tersebut menutup bacaan bahwa seseorang bisa mengurus orang serumahnya sambil melewatkan dirinya. Terjemahan menahan urutan itu dan tidak membaliknya, sebab pembalikan akan memindahkan beban yang justru sedang ditempatkan.

Bahan bakarnya disebut manusia dan batu. Batu biasanya justru dipakai untuk menahan api, bukan untuk menyalakannya. Menyebut batu sebagai bahan bakar membalik kebiasaan yang dikenal siapa pun. Terjemahan menahan penyebutan itu apa adanya, sebab menghaluskannya akan menghilangkan pembalikan yang justru dikerjakan ayatnya.

Bagian akhirnya melukiskan yang menjaga dengan dua sifat, lalu menerangkan dua hal tentang mereka, yaitu tidak menyalahi apa yang diperintahkan dan mengerjakan apa yang diperintahkan. Dua keterangan itu berdampingan dan hampir sama bunyinya. Yang pertama menyebut ketiadaan penolakan, dan yang kedua menyebut adanya pelaksanaan. Dua-duanya diperlukan, sebab tidak menolak belum tentu mengerjakan.

Ayat ini membuka rangkaian empat ayat yang semuanya dimulai dengan panggilan. Di 66:6 yang dipanggil orang yang percaya, di 66:7 yang kufur, di 66:8 yang percaya lagi, dan di 66:9 yang menerima wahyu. Jadi empat ayat berturut-turut memakai bentuk pembuka yang sama untuk empat sasaran yang berbeda, dan pergantian sasarannya tidak diberi kalimat pengantar apa pun.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut caranya menjaga, tidak disebut siapa saja yang termasuk keluarga, dan tidak disebut berapa jumlah yang menjaga api itu. Yang disebut cuma perintahnya dan gambarannya. Menahan caranya membuat perintah ini berlaku pada setiap keadaan rumah, bukan cuma pada satu bentuk yang bisa dicontoh langsung.

Tafsiran

Ayat ini memerintahkan menjaga diri dan keluarga dari neraka, yang dijaga malaikat-malaikat yang taat mutlak kepada perintah Allah.

Ayat ini membuka rangkaian empat sapaan berturut-turut, dan yang pertama ditujukan kepada yang percaya.

Rangkaian (قُوا أَنْفُسَكُمْ, quu anfusakum) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 66:6. Rangkaian (غِلَاظٌ شِدَادٌ, ghilaazhun syidaad) juga cuma di 66:6. Rangkaian (وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ, waquuduhan-naasu wal-hijaarah) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 2:24 dan 66:6.

Di 2:24 gambaran itu berada sesudah sebuah tantangan yang tidak terpenuhi, sedangkan di sini ia berada di dalam perintah menjaga diri dan keluarga.

Urutannya menaruh diri lebih dahulu, sehingga tertutup bacaan bahwa seseorang bisa mengurus orang serumahnya sambil melewatkan dirinya. Batu disebut sebagai bahan bakar, padahal batu biasanya dipakai untuk menahan api. Bagian akhirnya menyebut ketiadaan penolakan dan adanya pelaksanaan, dan dua-duanya diperlukan. Tidak disebut caranya menjaga dan siapa saja yang termasuk keluarga.

Ayat ini membuka rangkaian empat ayat yang semuanya dimulai dengan panggilan, dan sasarannya berganti-ganti tanpa kalimat pengantar. Bagian akhirnya menyebut ketiadaan penolakan dan adanya pelaksanaan, dan dua-duanya diperlukan sebab tidak menolak belum tentu berarti mengerjakan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memperluas perintah menjaga sampai ke keluarga. Bukan diri sendiri saja. Yang serumah ikut tanggungan. Yang diperintahkan menjaga dua pihak sekaligus, yaitu diri sendiri dan keluarga, dan urutannya menaruh diri lebih dahulu. Susunan tersebut menutup bacaan bahwa seseorang bisa mengurus orang serumahnya sambil melewatkan dirinya. Terjemahan menahan urutan itu dan tidak membaliknya, sebab pembalikan akan memindahkan beban yang justru sedang ditempatkan oleh ayatnya. Beban yang ditempatkan itu berpindah begitu urutannya dibalik.
  • Bahan bakarnya disebut manusia dan batu. Dua-duanya. Yang biasanya tidak terbakar. Bahan bakarnya disebut manusia dan batu, padahal batu biasanya justru dipakai untuk menahan api. Menyebut batu sebagai bahan bakar membalik kebiasaan yang dikenal siapa pun. Terjemahan menahan penyebutan itu apa adanya, sebab menghaluskannya akan menghilangkan pembalikan yang justru dikerjakan ayatnya lewat pilihan bendanya. Pilihan bendanya sendiri yang mengerjakan pembalikan itu.
  • Malaikatnya disebut Allah tidak pernah membantah perintah. Bukan kejam tanpa alasan. Yang taat sepenuhnya. Bagian akhirnya menerangkan dua hal yang berdampingan dan hampir sama bunyinya, yaitu tidak menyalahi apa yang diperintahkan dan mengerjakan apa yang diperintahkan. Yang pertama menyebut ketiadaan penolakan, dan yang kedua menyebut adanya pelaksanaan. Dua-duanya diperlukan, sebab tidak menolak belum tentu berarti mengerjakan sampai selesai. Tidak menolak belum tentu berarti mengerjakan sampai selesai.
  • Rangkaian yang menyebut bahan bakarnya muncul dua kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 2:24 dan 66:6. Di 2:24 ia berada sesudah sebuah tantangan yang tidak terpenuhi, dan di sini ia berada di dalam perintah menjaga rumah. Allah memakai gambaran yang sama untuk dua keadaan yang berjauhan, yang satu tentang bukti dan yang satu lagi tentang orang terdekat. Satu gambaran dipakai untuk urusan bukti dan untuk urusan orang terdekat.
  • Ayat ini membuka rangkaian empat ayat yang semuanya dimulai dengan panggilan. Di 66:6 yang dipanggil orang yang percaya, di 66:7 yang kufur, di 66:8 yang percaya lagi, dan di 66:9 yang menerima wahyu. Allah memakai bentuk pembuka yang sama untuk empat sasaran yang berbeda, dan pergantian sasarannya tidak diberi kalimat pengantar apa pun di antaranya. Pergantian sasaran tanpa pengantar menuntut pembaca memperhatikan kata pertamanya.
  • Bagaimana caranya menjaga? Siapa saja yang termasuk keluarga? Berapa yang menjaga api itu? Tidak satu pun disebut. Yang disebut cuma perintahnya dan gambarannya. Allah menahan caranya, dan penahanan itu melebarkan jangkauannya: perintah ini berlaku pada setiap keadaan rumah, bukan cuma pada satu bentuk yang bisa ditiru langkah demi langkah. Bentuk yang bisa ditiru langkah demi langkah selalu lebih sempit daripada perintahnya.