يَا أَيُّهَا الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَعْتَذِرُوا الْيَوْمَ ۖ إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Wahai orang-orang yang kufur, janganlah kalian mencari-cari alasan pada hari ini. Sesungguhnya kalian hanya dibalas atas apa yang kalian kerjakan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَعْتَذِرُوا الْيَوْمَyaa ayyuhaa lladziina kafaruu laa ta'tadziruu l-yawmawahai orang-orang yang kufur, janganlah kalian mencari-cari alasan pada hari ini
  2. إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَinnamaa tujzawna maa kuntum ta'maluunasesungguhnya kalian hanya dibalas atas apa yang kalian kerjakan

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. كَفَرُواkafaruukufur
  5. لَاlaajanganlah
  6. تَعْتَذِرُواta'tadziruukalian meminta maaf
  7. الْيَوْمَl-yawmahari ini
  8. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  9. تُجْزَوْنَtujzawnakalian dibalas
  10. مَاmaaapa yang
  11. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  12. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan

Inti bacaan

Penolakan alasan pada momen akhir: 'wahai orang-orang yang kufur, janganlah kalian mencari-cari alasan pada hari ini; sesungguhnya kalian hanya dibalas atas apa yang kalian kerjakan', penegasan bahwa masa untuk pembelaan diri sudah berlalu, tindakan nyata yang sudah dilakukan menjadi satu-satunya dasar penilaian, bukan penjelasan retrospektif.

Penjelasan pilihan kata

Panggilan (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا, yaa ayyuhal-ladziina aamanuu) muncul 89 kali di seluruh Al-Qur'an, misalnya di 2:104, 4:19, dan 5:1. Bentuk sapaan yang sama tetapi diarahkan kepada pihak yang sebaliknya cuma dipakai di 66:7, dan surah ini memuat dua-duanya berdampingan, yaitu di 66:6 dan 66:7.

Rangkaian (لَا تَعْتَذِرُوا, laa ta'tadziruu) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 9:66, 9:94, dan 66:7. Di 9:66 dan 9:94 larangan itu diucapkan ketika masih ada waktu, yaitu di dunia. Di 66:7 ia diucapkan pada hari yang disebut 'hari ini'. Jadi larangan yang sama dipakai di dua kedudukan waktu yang berbeda, dan yang berubah bukan larangannya melainkan apakah masih tersisa waktu sesudahnya.

Letak ayat ini di antara dua sapaan kepada orang yang percaya, yaitu 66:6 dan 66:8. Jadi satu sapaan kepada pihak yang lain disisipkan di tengah dua sapaan kepada pihak yang sama. Susunan tersebut membuat dua kelompok terbaca berdampingan tanpa satu kalimat pembanding pun, dan yang mengerjakan perbandingannya cuma letak ayatnya.

Yang dilarang bukan berbicara, melainkan mengajukan alasan. Ayat ini tidak melarang mereka bersuara dan tidak menyuruh mereka diam. Yang ditutup satu jenis ucapan saja. Terjemahan memakai 'janganlah mencari-cari alasan' dan menahan kekhususan itu, sebab memakai 'diamlah' akan menutup lebih banyak daripada yang ditutup ayatnya.

Penutupnya memakai susunan pembatas, yaitu bahwa mereka tidak dibalas kecuali dengan apa yang dahulu mereka kerjakan. Jadi alasan tidak diperlukan bukan karena ditolak, melainkan karena yang dihitung bukan alasan. Susunan tersebut menutup pintu dengan menerangkan ukurannya, bukan dengan menyatakan penolakan, dan menerangkan ukuran lebih sulit dibantah daripada menolak.

Kata kerja penutupnya memakai bentuk yang menyatakan sesuatu yang dahulu berlangsung terus. Jadi yang dihitung bukan satu perbuatan melainkan apa yang biasa dikerjakan. Terjemahan memakai 'apa yang dahulu kalian kerjakan' dan menahan bentuk itu. Menyempitkannya menjadi satu perbuatan akan memperkecil apa yang sedang dijadikan ukuran.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut alasan apa yang hendak mereka ajukan, tidak disebut siapa yang melarang, dan tidak disebut hari apa yang dimaksud. Yang disebut cuma larangannya dan ukurannya. Menahan alasannya membuat larangan ini berlaku bagi alasan apa pun, termasuk yang belum terpikirkan oleh yang membacanya sekarang.

Ayat ini juga satu-satunya di rangkaian empat sapaan itu yang isinya berupa larangan. Di 66:6 yang diberikan perintah menjaga, di 66:8 perintah kembali, dan di 66:9 perintah bersungguh-sungguh. Cuma di sini yang diberikan larangan, dan larangannya pun bukan larangan berbuat melainkan larangan berbicara dengan satu cara tertentu.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan tidak berlakunya alasan apa pun pada hari pembalasan.

Ayat ini menyapa pihak yang berlawanan dengan bentuk panggilan yang biasa dipakai untuk pihak yang lain.

Panggilan (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا, yaa ayyuhal-ladziina aamanuu) muncul 89 kali di seluruh Al-Qur'an, misalnya di 2:104, 4:19, dan 5:1, sedangkan bentuk sapaan yang sama diarahkan kepada pihak yang sebaliknya cuma dipakai di 66:7. Rangkaian (لَا تَعْتَذِرُوا, laa ta'tadziruu) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 9:66, 9:94, dan 66:7.

Di 9:66 dan 9:94 larangan itu diucapkan ketika masih ada waktu, sedangkan di sini ia diucapkan pada hari yang disebut 'hari ini'. Jadi yang berubah bukan larangannya melainkan apakah masih tersisa waktu sesudahnya.

Letak ayat ini di antara dua sapaan kepada orang yang percaya, yaitu 66:6 dan 66:8. Yang dilarang bukan berbicara melainkan mengajukan alasan. Penutupnya memakai susunan pembatas, sehingga alasan tidak diperlukan bukan karena ditolak melainkan karena yang dihitung bukan alasan. Tidak disebut alasan apa yang hendak diajukan dan hari apa yang dimaksud.

Letak ayat ini di antara dua sapaan kepada orang yang percaya, sehingga dua kelompok terbaca berdampingan tanpa satu kalimat pembanding pun. Ayat ini juga satu-satunya di rangkaian itu yang isinya berupa larangan, dan larangannya bukan larangan berbuat melainkan larangan berbicara dengan satu cara tertentu.

Renungan dan Hikmah

  • Allah melarang beralasan, bukan melarang berbicara. Yang ditutup pembelaannya. Bukan mulutnya. Yang dilarang bukan berbicara, melainkan mengajukan alasan. Ayat ini tidak melarang mereka bersuara dan tidak menyuruh mereka diam. Yang ditutup satu jenis ucapan saja. Terjemahan memakai 'janganlah mencari-cari alasan' dan menahan kekhususan itu, sebab memakai kata untuk diam akan menutup jauh lebih banyak daripada yang ditutup oleh ayatnya sendiri. Menutup satu jenis ucapan berbeda dari menutup mulut sama sekali.
  • Frasa pada hari ini menandai batas waktu. Kemarin masih boleh. Sekarang tidak. Larangan yang sama dipakai di 9:66 dan 9:94, dan di dua tempat itu ia diucapkan ketika masih ada waktu. Di ayat ini ia diucapkan pada hari yang disebut 'hari ini'. Jadi larangan yang sama dipakai di dua kedudukan waktu yang berbeda, dan yang berubah bukan bunyinya melainkan apakah masih tersisa waktu sesudah larangan itu diucapkan. Yang berubah bukan bunyi larangannya, melainkan sisa waktunya.
  • Alasannya disebut di kalimat kedua: dibalas atas apa yang dikerjakan. Allah menutup celahnya. Yang dihitung perbuatan. Penutupnya memakai susunan pembatas, yaitu bahwa mereka tidak dibalas kecuali dengan apa yang dahulu mereka kerjakan. Jadi alasan tidak diperlukan bukan karena ditolak, melainkan karena yang dihitung memang bukan alasan. Menerangkan ukurannya lebih sulit dibantah daripada menyatakan penolakan, sebab yang menolak masih bisa diminta meninjau ulang. Yang menolak masih bisa diminta meninjau ulang; yang menerangkan ukuran tidak.
  • Bentuk panggilan yang dipakai di ayat ini biasa diarahkan kepada orang yang percaya, dan sapaan itu muncul delapan puluh sembilan kali di seluruh Al-Qur'an, misalnya di 2:104, 4:19, dan 5:1. Diarahkan kepada pihak yang sebaliknya, ia cuma dipakai di ayat ini. Allah memakai bentuk sapaan yang sudah dikenal pembacanya, lalu mengarahkannya ke pihak yang tidak biasa disapa begitu, sehingga pembaca berhenti pada kata pertamanya. Sapaan yang tidak biasa membuat pembaca berhenti pada kata pertamanya.
  • Letak ayat ini di antara dua sapaan kepada orang yang percaya, yaitu 66:6 dan 66:8. Jadi satu sapaan kepada pihak yang lain disisipkan di tengah dua sapaan kepada pihak yang sama. Allah menaruh dua kelompok berdampingan tanpa satu kalimat pembanding pun, dan yang mengerjakan perbandingannya cuma letak ayat-ayatnya sendiri. Letak ayatnya sendiri yang mengerjakan perbandingan dua kelompok itu.
  • Alasan apa yang hendak mereka ajukan? Siapa yang melarang? Hari apa yang dimaksud? Tidak satu pun disebut. Yang disebut cuma larangannya dan ukurannya. Allah menahan isinya, dan penahanan itu melebarkan jangkauannya: larangan ini berlaku bagi alasan apa pun, termasuk yang belum terpikirkan oleh yang membacanya sekarang. Larangan yang isinya tidak dibatasi mencakup alasan yang belum terpikirkan.