يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhan kalian akan menghapus kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًاyaa ayyuhaa lladziina aamanuu tuubuu ilaa llaahi tawbatan nashuuhanwahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya
  2. عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ'asaa rabbukum an yukaffira 'ankum sayyi'aatikum wa-yudkhilakum jannaatin tajrii min tahtihaa l-anhaarumudah-mudahan Tuhan kalian akan menghapus kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai
  3. يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُyawma laa yukhzii llaahu n-nabiyya wa-lladziina aamanuu ma'ahupada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya
  4. نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْnuuruhum yas'aa bayna aydiihim wa-bi-aymaanihimcahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka
  5. يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌyaquuluuna rabbanaa atmim lanaa nuuranaa wa-ghfir lanaa innaka 'alaa kulli syay'in qadiirunmereka berkata, 'ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu'

Terjemahan per kata (46 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. تُوبُواtuubuubertobatlah kalian
  6. إِلَىilaakepada
  7. اللَّهِllaahiAllah
  8. تَوْبَةًtawbatantobat
  9. نَصُوحًاnashuuhanyang tulus
  10. عَسَىٰ'asaaboleh jadi
  11. رَبُّكُمْrabbukumTuhan kalian
  12. أَنْanbahwa
  13. يُكَفِّرَyukaffiramenghapus
  14. عَنْكُمْ'ankumdari kalian
  15. سَيِّئَاتِكُمْsayyi'aatikumkeburukan kalian
  16. وَيُدْخِلَكُمْwa-yudkhilakumdan Dia memasukkan kalian
  17. جَنَّاتٍjannaatintaman-taman
  18. تَجْرِيtajriimengalir
  19. مِنْmindari
  20. تَحْتِهَاtahtihaabawahnya
  21. الْأَنْهَارُl-anhaarusungai-sungai
  22. يَوْمَyawmahari
  23. لَاlaatidak
  24. يُخْزِيyukhziimenghinakan
  25. اللَّهُllaahuAllah
  26. النَّبِيَّn-nabiyyaNabi
  27. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  28. آمَنُواaamanuuberiman
  29. مَعَهُma'ahubersamanya
  30. نُورُهُمْnuuruhumcahaya mereka
  31. يَسْعَىٰyas'aabersegera
  32. بَيْنَbaynadi antara
  33. أَيْدِيهِمْaydiihimtangan mereka
  34. وَبِأَيْمَانِهِمْwa-bi-aymaanihimdan di kanan mereka
  35. يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
  36. رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
  37. أَتْمِمْatmimsempurnakanlah
  38. لَنَاlanaabagi kami
  39. نُورَنَاnuuranaacahaya kami
  40. وَاغْفِرْwa-ghfirdan ampunilah
  41. لَنَاlanaabagi kami
  42. إِنَّكَinnakasesungguhnya Engkau
  43. عَلَىٰ'alaaatas
  44. كُلِّkullisegala
  45. شَيْءٍsyay'insesuatu
  46. قَدِيرٌqadiirunberkuasa

Inti bacaan

Standar tobat tertinggi: 'bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya', kualifikasi eksplisit bahwa tobat memerlukan kesungguhan mendalam (nasuha), bukan sekadar penyesalan sementara atau formalitas dangkal, disertai gambaran indah cahaya yang menyertai orang beriman sebagai hasil dari komitmen tulus tersebut.

Penjelasan pilihan kata

Kata (نَصُوحًا, nashuuhan) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 66:8. Jadi sifat yang dilekatkan pada tobat di ayat ini tidak dipakai lagi di mana pun, dan ia menjadi satu-satunya tempat sifat tersebut menerangkan tobat.

Akar kata (نَصُوحًا, nashuuhan) itu berkaitan dengan menasihati dengan tulus dan dengan menjahit sampai rapat. Dua arah makna tersebut sejalan: yang menasihati dengan tulus tidak menyisakan yang disembunyikan, dan yang menjahit rapat tidak menyisakan celah. Terjemahan memakai 'tobat yang semurni-murninya' dan menahan gagasan tidak menyisakan itu, sebab memakai 'tobat yang sungguh-sungguh' akan memindahkannya ke soal kekuatan niat.

Ayat ini menyapa kembali pihak yang sama dengan 66:6, sesudah satu ayat menyapa pihak yang lain. Jadi sapaan kepada yang percaya dipotong sekali lalu disambung lagi. Susunan tersebut membuat perintah di 66:6 dan perintah di ayat ini terbaca sebagai satu pasangan, yaitu menjaga lebih dahulu dan kembali sesudahnya.

Yang dijanjikan dua hal, yaitu penghapusan yang lalu dan pemasukan ke taman. Urutannya menaruh penghapusan lebih dahulu. Susunan itu sama dengan yang dipakai di 67:12, yang juga menaruh ampunan sebelum ganjaran. Jadi dua surah berdekatan memakai urutan yang sama untuk dua janji yang sama.

Kata pembuka janjinya, yaitu (عَسَىٰ, 'asaa), menyatakan harapan, bukan kepastian. Jadi perintah bertobat tidak disusul jaminan yang tertutup. Susunan tersebut menjaga tobat tetap berupa penyerahan, bukan transaksi yang hasilnya sudah dihitung lebih dahulu oleh yang mengerjakannya.

Bagian akhirnya melukiskan cahaya yang berjalan di depan dan di sebelah kanan mereka, lalu memuat permintaan agar cahaya itu disempurnakan. Jadi di dalam satu ayat ada perintah, janji, gambaran, dan doa sekaligus. Ayat yang memuat empat bentuk kalimat seperti itu tidak banyak, dan urutannya bergerak dari yang dikerjakan manusia ke yang diminta darinya kepada Allah.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut caranya bertobat, tidak disebut dosa yang mana, dan tidak disebut kapan janji itu dipenuhi. Yang disebut cuma sifat tobatnya dan apa yang diharapkan. Menahan caranya menjaga ayat ini tetap berupa keterangan tentang mutu, bukan daftar langkah yang bisa dikerjakan tanpa mutu itu.

Ayat ini menutup pasangan yang dimulai di 66:6, dan dua perintah itu bergerak dari menjaga ke kembali. Di antara keduanya disisipkan satu ayat yang memperlihatkan keadaan pihak yang tidak menjaga dan tidak kembali, sehingga urutan tiga ayat tersebut menyusun sendiri perbandingannya tanpa satu kalimat pembanding pun.

Bagian akhirnya berbentuk permintaan, bukan pernyataan. Jadi ayat yang dibuka perintah kepada manusia ditutup permintaan manusia kepada Allah. Perpindahan arah itu terjadi di dalam satu ayat, dan yang menyambungkannya cuma kata sambung, tanpa keterangan yang menjelaskan bahwa suaranya sudah berpindah.

Tafsiran

Ayat ini menyerukan tobat murni disertai janji penghapusan kesalahan dan cahaya penerang bagi orang-orang beriman di hari kiamat.

Ayat ini menyapa kembali pihak yang sama dengan 66:6, sesudah satu ayat menyapa pihak yang lain.

Kata (نَصُوحًا, nashuuhan) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 66:8, sehingga sifat yang dilekatkan pada tobat di sini tidak dipakai lagi di mana pun.

Akar kata itu berkaitan dengan menasihati dengan tulus dan dengan menjahit sampai rapat, dan dua arah makna tersebut sejalan pada satu hal, yaitu tidak menyisakan celah. Terjemahan menahan gagasan itu.

Yang dijanjikan dua hal, yaitu penghapusan yang lalu dan pemasukan ke taman, dan urutannya sama dengan yang dipakai di 67:12. Kata pembuka janjinya menyatakan harapan, bukan kepastian. Bagian akhirnya memuat gambaran cahaya dan sebuah permintaan, sehingga satu ayat memuat perintah, janji, gambaran, dan doa sekaligus. Tidak disebut caranya bertobat dan dosa yang mana.

Bagian akhirnya melukiskan cahaya yang berjalan di depan dan di sebelah kanan mereka, lalu memuat permintaan agar cahaya itu disempurnakan. Jadi satu ayat memuat perintah, janji, gambaran, dan doa sekaligus, dan urutannya bergerak dari yang dikerjakan manusia ke yang dimintanya kepada Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menuntut tobat yang bermutu, bukan sekadar menyesal. Ada sifat yang melekat padanya. Semurni-murninya. Akar kata sifatnya berkaitan dengan menasihati dengan tulus dan dengan menjahit sampai rapat. Dua arah makna itu sejalan: yang menasihati dengan tulus tidak menyisakan yang disembunyikan, dan yang menjahit rapat tidak menyisakan celah. Terjemahan menahan gagasan tidak menyisakan tersebut, sebab memakai kata untuk kekuatan niat akan memindahkannya ke soal yang lain. Ketulusan yang tidak menyisakan celah berbeda dari niat yang kuat sesaat.
  • Yang dijanjikan dua: dihapus dan dimasukkan. Bukan cuma bersih. Juga dipindahkan. Yang dijanjikan dua hal, yaitu penghapusan yang lalu dan pemasukan ke taman, dan urutannya menaruh penghapusan lebih dahulu. Susunan itu sama dengan yang dipakai di 67:12, yang juga menaruh ampunan sebelum ganjaran. Jadi dua surah berdekatan memakai urutan yang sama untuk dua janji yang sama, dan urutan tersebut tidak pernah dibalik di antara keduanya. Urutan ampunan sebelum ganjaran tidak pernah dibalik di dua surah itu.
  • Cahaya disebut Allah berjalan di depan mereka. Bukan menerangi dari atas. Ia bergerak bersama yang membawa. Bagian akhirnya melukiskan cahaya yang berjalan di depan dan di sebelah kanan mereka, lalu memuat permintaan agar cahaya itu disempurnakan. Jadi di dalam satu ayat ada perintah, janji, gambaran, dan doa sekaligus. Ayat yang memuat empat bentuk kalimat seperti itu tidak banyak, dan urutannya bergerak dari yang dikerjakan manusia ke yang dimintanya kepada Allah. Empat bentuk kalimat dalam satu ayat tidak banyak ditemukan.
  • Sifat yang dilekatkan pada tobat di ayat ini tidak muncul lagi di seluruh Al-Qur'an. Jadi Allah menerangkan mutu tobat dengan kata yang dipakai sekali saja. Kata yang tidak punya pasangan di tempat lain menahan pembaca dari mengukurnya dengan pemakaian lain, dan yang tersisa cuma akar katanya sendiri, yaitu ketulusan yang tidak menyisakan celah. Kata yang dipakai sekali saja tidak bisa diukur dari pemakaian lainnya.
  • Ayat ini menyapa kembali pihak yang sama dengan 66:6, sesudah 66:7 menyapa pihak yang lain. Jadi sapaan kepada yang percaya dipotong sekali lalu disambung lagi. Susunan tersebut membuat perintah di 66:6 dan perintah di ayat ini terbaca sebagai satu pasangan, yaitu menjaga lebih dahulu dan kembali sesudahnya, dengan satu peringatan disisipkan di antaranya. Peringatan yang disisipkan di tengah membuat dua perintah terbaca berpasangan.
  • Bagaimana caranya bertobat? Dosa yang mana? Kapan janji itu dipenuhi? Tidak satu pun disebut. Yang disebut cuma sifat tobatnya dan apa yang diharapkan. Allah menahan caranya, dan penahanan itu menjaga ayat ini tetap berupa keterangan tentang mutu. Daftar langkah bisa dikerjakan tanpa mutu tersebut, sedangkan mutu tidak bisa dikerjakan tanpa dirinya sendiri. Mutu tidak bisa dikerjakan tanpa dirinya sendiri, sedangkan langkah bisa.