وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir'aun, ketika dia berkata, “Tuhanku, bangunkanlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah di taman, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَwa-dharaba llaahu matsalan li-lladziina aamanuu imra'ata fir'awnadan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir'aun
  2. إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِidz qaalat rabbi bni lii 'indaka baytan fii l-jannatiketika dia berkata, 'Tuhanku, bangunkanlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah di taman'
  3. وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَwa-najjinii min fir'awna wa-'amalihi wa-najjinii mina l-qawmi zh-zhaalimiina'dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim'

Terjemahan per kata (24 kata)

  1. وَضَرَبَwa-dharabadan Dia membuat
  2. اللَّهُllaahuAllah
  3. مَثَلًاmatsalanperumpamaan
  4. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  5. آمَنُواaamanuuberiman
  6. امْرَأَتَimra'ataistri
  7. فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
  8. إِذْidzketika
  9. قَالَتْqaalatia berkata
  10. رَبِّrabbiTuhan
  11. ابْنِbniputra
  12. لِيliibagiku
  13. عِنْدَكَ'indakadi sisimu
  14. بَيْتًاbaytanrumah
  15. فِيfiidi
  16. الْجَنَّةِl-jannatitaman
  17. وَنَجِّنِيwa-najjiniidan selamatkanlah aku
  18. مِنْmindari
  19. فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
  20. وَعَمَلِهِwa-'amalihidan amalnya
  21. وَنَجِّنِيwa-najjiniidan selamatkanlah aku
  22. مِنَminadari
  23. الْقَوْمِl-qawmikaum
  24. الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim

Inti bacaan

Teladan iman yang berdiri sendiri melampaui lingkungan: perumpamaan istri Firaun yang berdoa 'bangunkanlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya'. Konkretnya: kontras dengan 66:10, iman sejati bisa tumbuh bahkan di lingkungan yang secara diametral bertentangan (istana Firaun sendiri), keteguhan personal tidak ditentukan oleh siapa yang berkuasa di sekitar seseorang.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(yaitu)' tidak dipakai. 'Al-jannati' diterjemahkan 'taman' sesuai kaidah baku meski bertanda nama diri (nama diri) di morfologi: disiplin ditentukan oleh konsep yang dimaksud, bukan status gramatikal kata.

Rangkaian (امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ, imra-ata fir'auna) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 66:11. Kata (وَنَجِّنِي, wa-najjinii) dipakai dua kali di dalam ayat ini sendiri, dan di luar surah ini ia dipakai di 26:118 di dalam sebuah permohonan yang lain. Rangkaian (الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ, al-qaumizh-zhaalimiin) muncul 8 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 6:68, 7:47, 7:150, 23:28, 23:94, 28:21, 28:25, dan 66:11.

Cara menyebut orangnya sama dengan cara di 66:10, yaitu lewat hubungan dengan suaminya. Yang dinamai suaminya, dan perempuannya tidak. Jadi dua ayat berturut-turut memakai cara penyebutan yang sama untuk dua keadaan yang berlawanan isinya, yaitu dua yang berkhianat dan satu yang berdoa. Yang membedakan bukan cara menyebutnya, melainkan apa yang dikerjakannya.

Permohonannya menyebut tempat lebih dahulu daripada keselamatan. Yang diminta pertama sebuah rumah di sisi-Nya, dan baru sesudahnya diminta keluar dari keadaan yang mengurungnya. Susunan tersebut membalik urutan yang biasa dipakai orang yang sedang terdesak, sebab yang terdesak biasanya meminta jalan keluar lebih dahulu. Terjemahan menahan urutan itu dan tidak menyusunnya ulang.

Keselamatan yang diminta disebut dua kali dengan kata yang sama, dan dua kali itu menyebut dua hal yang berbeda. Yang pertama dari orangnya beserta perbuatannya, dan yang kedua dari kaum yang melampaui batas. Jadi yang diminta bukan lepas dari satu orang saja, melainkan juga dari lingkungan yang lebih luas. Menyebut orangnya dan perbuatannya secara terpisah menutup bacaan bahwa yang dijauhi cuma pribadinya.

Rangkaian penutupnya dipakai juga di 6:68, 7:47, 23:28, dan 28:21. Di 23:28 dan 28:21 ia berada di dalam permohonan orang yang sedang menyingkir dari bahaya. Jadi rangkaian itu berulang di tempat yang membicarakan pemisahan diri, dan di ayat ini ia dipakai oleh orang yang berada di dalam rumah pihak yang dimaksud.

Perumpamaan ini dan yang di 66:10 memakai pembuka yang sama, sehingga keduanya terbaca sebagai satu pasangan. Yang pertama untuk pihak yang menolak, dan yang kedua untuk pihak yang percaya. Dua-duanya memakai perempuan sebagai contoh, dan dua-duanya mengambil bahan dari rumah yang paling dekat dengan pihak yang dibicarakan.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut namanya, tidak disebut apa yang menimpanya, dan tidak disebut apakah permohonannya dikabulkan. Yang disebut cuma ucapannya. Menahan akhirnya menjaga perumpamaan ini berhenti pada isi permohonan, dan isi permohonan itulah yang dijadikan contoh, bukan hasil yang diterimanya.

Tafsiran

Ayat ini menghadirkan perumpamaan istri Fir'aun sebagai teladan iman yang bertahan meski hidup dalam lingkungan kekuasaan yang zalim.

Ayat ini memasangkan satu perumpamaan dengan perumpamaan di ayat sebelumnya, dan keduanya memakai pembuka yang sama.

Rangkaian (امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ, imra-ata fir'auna) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 66:11. Rangkaian (الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ, al-qaumizh-zhaalimiin) muncul 8 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 6:68, 7:47, 7:150, 23:28, 23:94, 28:21, 28:25, dan 66:11.

Cara menyebut orangnya sama dengan cara di 66:10, yaitu lewat hubungan dengan suaminya, dan yang dinamai justru suaminya. Jadi dua ayat berturut-turut memakai cara penyebutan yang sama untuk dua keadaan yang berlawanan isinya.

Permohonannya menyebut tempat lebih dahulu daripada keselamatan, dan susunan itu membalik urutan yang biasa dipakai orang yang sedang terdesak. Keselamatan yang diminta disebut dua kali dan menyebut dua hal yang berbeda, yaitu orangnya beserta perbuatannya, lalu kaum yang melampaui batas. Perumpamaan ini dan yang di 66:10 memakai pembuka yang sama, sehingga keduanya terbaca sebagai satu pasangan: yang pertama untuk pihak yang menolak dan yang kedua untuk pihak yang percaya. Dua-duanya mengambil bahan dari rumah yang paling dekat dengan pihak yang dibicarakan. Tidak disebut namanya, tidak disebut apa yang menimpanya, dan tidak disebut apakah permohonannya dikabulkan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah membuat perumpamaan bagi orang beriman dengan istri Firaun. Bukan orang dari kaum yang beriman. Teladan yang diambil dari tempat yang paling tidak diduga menutup alasan siapa pun yang menyalahkan keadaan sekitarnya. Perumpamaan ini dan yang di 66:10 memakai pembuka yang sama, sehingga keduanya terbaca sebagai satu pasangan. Yang pertama untuk pihak yang menolak, dan yang kedua untuk pihak yang percaya. Dua-duanya memakai perempuan sebagai contoh, dan dua-duanya mengambil bahan dari rumah yang paling dekat dengan pihak yang sedang dibicarakan, bukan dari tempat yang jauh.
  • Yang ia minta lebih dahulu rumah di sisi Allah, baru keselamatan dari Firaun. Urutannya tidak terbalik. Yang dituju disebut sebelum yang hendak ditinggalkan, dan itu membedakan orang yang menuju sesuatu dari orang yang cuma melarikan diri. Permohonannya menyebut tempat lebih dahulu daripada keselamatan. Yang diminta pertama sebuah rumah di sisi-Nya, dan baru sesudahnya diminta keluar dari keadaan yang mengurungnya. Susunan tersebut membalik urutan yang biasa dipakai orang yang sedang terdesak, sebab yang terdesak biasanya meminta jalan keluar lebih dahulu. Terjemahan menahan urutan itu dan tidak menyusunnya ulang.
  • Ia meminta diselamatkan dari Firaun dan dari perbuatannya, dua-duanya disebut. Bukan cuma dari orangnya. Menjauh dari seseorang tidak dengan sendirinya menjauhkan dari kebiasaan yang sudah ditinggalkannya pada kita. Keselamatan yang diminta disebut dua kali dengan kata yang sama, dan dua kali itu menyebut dua hal yang berbeda. Yang pertama dari orangnya beserta perbuatannya, dan yang kedua dari kaum yang melampaui batas. Jadi yang diminta bukan lepas dari satu orang saja. Menyebut orangnya dan perbuatannya terpisah menutup bacaan bahwa yang dijauhi cuma pribadinya.
  • Cara menyebut orangnya sama dengan cara di 66:10, yaitu lewat hubungan dengan suaminya, dan yang dinamai justru suaminya. Jadi Allah memakai cara penyebutan yang sama untuk dua keadaan yang berlawanan isinya, yaitu dua yang berkhianat dan satu yang berdoa. Yang membedakan keduanya bukan cara menyebutnya, melainkan apa yang dikerjakan orangnya sendiri.
  • Rangkaian penutupnya dipakai juga di 6:68, 7:47, 23:28, dan 28:21. Di 23:28 dan 28:21 ia berada di dalam permohonan orang yang sedang menyingkir dari bahaya. Jadi rangkaian itu berulang di tempat yang membicarakan pemisahan diri, dan di ayat ini Allah menaruhnya di mulut orang yang berada di dalam rumah pihak yang dimaksud, bukan di luar.
  • Siapa namanya? Apa yang menimpanya? Apakah permohonannya dikabulkan? Tidak satu pun disebut. Yang disebut cuma ucapannya. Allah menahan akhirnya, dan penahanan itu menjaga perumpamaan ini berhenti pada isi permohonan. Isi permohonan itulah yang dijadikan contoh, bukan hasil yang diterimanya, sebab hasil bisa berbeda sedangkan permohonan bisa ditiru.