وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ
Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalamnya sebagian dari Ruh Kami. Dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya, dan dia termasuk orang-orang yang taat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَاwa-maryama bnata 'imraana llatii ahshanat farjahaa fa-nafakhnaa fiihi min ruuhinaadan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalamnya sebagian dari Ruh Kami
- وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَwa-shaddaqat bi-kalimaati rabbihaa wa-kutubihi wa-kaanat mina l-qaanitiinadan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya, dan dia termasuk orang-orang yang taat
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَمَرْيَمَwa-maryamadan Maryam
- ابْنَتَbnataputri
- عِمْرَانَ'imraanaImran
- الَّتِيllatiiyang
- أَحْصَنَتْahshanatmemelihara
- فَرْجَهَاfarjahaakemaluannya
- فَنَفَخْنَاfa-nafakhnaamaka Kami meniupkan
- فِيهِfiihidi dalamnya
- مِنْmindari
- رُوحِنَاruuhinaaruh Kami
- وَصَدَّقَتْwa-shaddaqatdan ia membenarkan
- بِكَلِمَاتِbi-kalimaatidengan kalimat-kalimat
- رَبِّهَاrabbihaaTuhannya
- وَكُتُبِهِwa-kutubihidan kitab-kitab-Nya
- وَكَانَتْwa-kaanatdan adalah
- مِنَminadari
- الْقَانِتِينَl-qaanitiinaorang-orang yang taat
Inti bacaan
Model kemurnian dan keyakinan yang utuh: Maryam 'yang memelihara kehormatannya. membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya, dan dia termasuk orang-orang yang taat', kombinasi integritas personal (kehormatan terjaga) dan kepercayaan intelektual penuh (membenarkan kalimat dan kitab-kitab), model keseimbangan antara kemurnian moral dan keyakinan teologis yang solid.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (ابْنَتَ عِمْرَانَ, ibnata 'imraan) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 66:12. Rangkaian (بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا, bi-kalimaati rabbihaa) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 66:12. Rangkaian (أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا, ahshanat farjahaa) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 21:91 dan 66:12.
Rangkaian (مِنْ رُوحِنَا, min ruuhinaa) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 21:91 dan 66:12. Jadi dua rangkaian sekaligus dipakai bersama di dua tempat yang sama. Bahkan susunan di antara keduanya pun hampir sama, dan yang berbeda cuma satu kata ganti: di 21:91 dipakai bentuk yang menunjuk perempuan, dan di 66:12 dipakai bentuk yang menunjuk benda.
Cara menyebut orangnya berbeda dari dua ayat sebelumnya. Di 66:10 dan 66:11 perempuannya disebut lewat hubungan dengan suaminya, dan yang dinamai suaminya. Di 66:12 perempuannya dinamai sendiri, dan yang disebut sesudahnya ayahnya, bukan suaminya. Jadi tiga ayat berturut-turut bergerak dari yang tidak dinamai sama sekali ke yang dinamai dengan namanya sendiri.
Yang disebutkan tentangnya dua macam, yaitu perbuatan dan pembenaran. Perbuatannya menjaga diri, dan pembenarannya terhadap kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya. Jadi ayat ini tidak memilih salah satu di antara perbuatan dan keyakinan; keduanya disebut berurutan di dalam satu kalimat. Terjemahan menahan urutan itu dan tidak menggabungkan keduanya menjadi satu keterangan.
Penutupnya menempatkannya di dalam barisan dengan bentuk jamak laki-laki, bukan dengan bentuk jamak perempuan. Bahasa Arab punya dua bentuk itu, dan yang dipilih di sini bentuk yang pertama. Jadi ia tidak diberi barisan tersendiri melainkan dimasukkan ke barisan yang sudah ada. Rangkaian penutup itu dipakai juga di 3:17 dan 33:35, dan di dua tempat tersebut ia menyebut sifat yang didaftar bersama sifat-sifat lain.
Surah ini ditutup dengan nama seorang perempuan. Ayat pertamanya dibuka panggilan kepada yang menerima wahyu, dan ayat terakhirnya menyebut nama seseorang yang tidak menerima wahyu tetapi membenarkan apa yang diturunkan. Jadi dua ujung surah ini berdiri pada dua kedudukan yang berbeda terhadap wahyu yang sama.
Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut kapan, tidak disebut apa yang dikatakan orang tentangnya, dan tidak disebut bagaimana akhirnya. Yang disebut cuma perbuatannya, pembenarannya, dan kedudukannya di dalam barisan. Menahan sisanya menjaga ayat ini tetap berupa keterangan tentang apa yang membuat seseorang layak dijadikan contoh.
Tafsiran
Ayat penutup surah ini menghadirkan Maryam sebagai teladan kesucian dan ketaatan, disertai peniupan Ruh dan pembenaran penuh atas wahyu Allah.
Ayat terakhir surah ini menyebut seseorang dengan namanya sendiri, berbeda dari dua ayat sebelumnya.
Rangkaian (ابْنَتَ عِمْرَانَ, ibnata 'imraan) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 66:12. Rangkaian (أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا, ahshanat farjahaa) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 21:91 dan 66:12, dan rangkaian (مِنْ رُوحِنَا, min ruuhinaa) juga muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 21:91 dan 66:12.
Susunan di antara kedua rangkaian itu pun hampir sama di dua tempat tersebut, dan yang berbeda cuma satu kata ganti.
Di 66:10 dan 66:11 perempuannya disebut lewat hubungan dengan suaminya, sedangkan di sini ia dinamai sendiri dan yang disebut sesudahnya ayahnya. Yang disebutkan tentangnya dua macam, yaitu perbuatan dan pembenaran. Penutupnya menempatkannya di dalam barisan dengan bentuk jamak laki-laki, bukan dengan bentuk jamak perempuan, sehingga ia tidak diberi barisan tersendiri melainkan dimasukkan ke barisan yang sudah ada.
Ayat pertama surah ini dibuka panggilan kepada yang menerima wahyu, dan ayat terakhirnya menyebut nama seseorang yang tidak menerima wahyu tetapi membenarkan apa yang diturunkan. Tidak disebut kapan dan bagaimana akhirnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menutup surah dengan nama seorang perempuan. Bukan nama seorang nabi. Maryam putri Imran. Cara menyebut orangnya berbeda dari dua ayat sebelumnya. Di 66:10 dan 66:11 perempuannya disebut lewat hubungan dengan suaminya, dan yang dinamai suaminya. Di sini perempuannya dinamai sendiri, dan yang disebut sesudahnya ayahnya, bukan suaminya. Jadi tiga ayat berturut-turut bergerak dari yang tidak dinamai sama sekali ke yang dinamai dengan namanya sendiri, dan gerak itu berhenti tepat di ayat terakhir surahnya.
- Dua sisi disebut bersama: kehormatan yang dijaga dan kitab yang dibenarkan. Yang satu perbuatan. Yang lain keyakinan. Yang disebutkan tentangnya dua macam, yaitu perbuatan dan pembenaran. Perbuatannya menjaga diri, dan pembenarannya terhadap kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya. Jadi ayat ini tidak memilih salah satu di antara perbuatan dan keyakinan; keduanya disebut berurutan di dalam satu kalimat. Terjemahan menahan urutan itu tanpa menggabungkan keduanya, sebab penggabungan akan menyamarkan bahwa dua hal yang berbeda memang disebut berdampingan oleh Allah.
- Maryam disebut Allah termasuk orang-orang yang taat. Ia dimasukkan ke dalam barisan, bukan diberi barisan sendiri. Penyebutannya menutup surah. Penutupnya menempatkannya di dalam barisan dengan bentuk jamak laki-laki, bukan dengan bentuk jamak perempuan. Bahasa Arab punya dua bentuk itu, dan yang dipilih di sini bentuk yang pertama. Jadi ia tidak diberi barisan tersendiri melainkan dimasukkan ke barisan yang sudah ada, dan rangkaian penutup itu dipakai juga di 3:17 dan 33:35, yaitu di dua tempat yang mendaftar sifat bersama sifat-sifat lain.
- Dua rangkaian di ayat ini sama-sama muncul dua kali di seluruh Al-Qur'an, dan dua tempatnya sama, yaitu 21:91 dan 66:12. Jadi keduanya tidak pernah dipakai terpisah. Bahkan susunan di antara keduanya hampir sama di dua tempat itu, dan yang berbeda cuma satu kata ganti: di 21:91 dipakai bentuk yang menunjuk perempuan, dan di sini bentuk yang menunjuk benda. Allah menaruh dua rangkaian itu bersama di dua surah, dan perbedaan satu huruf tersebut tidak diberi keterangan apa pun.
- Di 66:10 dua perempuan disebut lewat suaminya dan tidak dinamai. Di 66:11 satu perempuan disebut lewat suaminya dan juga tidak dinamai. Di ayat ini perempuannya dinamai sendiri. Allah menyusun tiga ayat berturut-turut yang bergerak dari yang tidak punya nama di dalam teksnya ke yang punya, dan gerak itu sejalan dengan isi yang dilekatkan pada masing-masing.
- Pada zaman apa ia hidup? Apa kata orang tentangnya? Bagaimana akhirnya? Tidak satu pun disebut. Ayat pertama surah ini dibuka panggilan kepada yang menerima wahyu, dan ayat terakhirnya menyebut nama seseorang yang tidak menerima wahyu tetapi membenarkan apa yang diturunkan. Jadi dua ujung surah ini berdiri pada dua kedudukan yang berbeda terhadap wahyu yang sama, dan Allah menutupnya dengan yang menerima kabar, bukan dengan yang membawanya.