وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ
Dan sungguh Kami telah menghiasi langit dunia dengan pelita-pelita, dan Kami jadikan ia pelempar bagi setan-setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab yang menyala-nyala.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِwa-la-qad zayyannaa s-samaa'a d-dunyaa bi-mashaabiiha wa-ja'alnaahaa rujuuman li-sy-syayaathiinidan sungguh Kami telah menghiasi langit dunia dengan pelita-pelita, dan Kami jadikan ia pelempar bagi setan-setan
- وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِwa-a'tadnaa lahum 'adzaaba s-sa'iiridan Kami sediakan bagi mereka azab yang menyala-nyala
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- زَيَّنَّاzayyannaaKami menghiasi
- السَّمَاءَs-samaa'alangit
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- بِمَصَابِيحَbi-mashaabiihadengan pelita
- وَجَعَلْنَاهَاwa-ja'alnaahaadan Kami menjadikannya
- رُجُومًاrujuumanalat pelempar
- لِلشَّيَاطِينِli-sy-syayaathiinibagi setan-setan
- وَأَعْتَدْنَاwa-a'tadnaadan Kami menyediakan
- لَهُمْlahumbagi mereka
- عَذَابَ'adzaabaazab
- السَّعِيرِs-sa'iiriapi yang menyala
Inti bacaan
Fungsi ganda keindahan langit: 'Kami telah menghiasi langit dunia dengan pelita-pelita, dan Kami jadikan ia alat pelempar setan', bintang-bintang memiliki nilai estetis (hiasan) sekaligus fungsi protektif (melawan gangguan setan), pengingat bahwa keindahan alam sering menyimpan fungsi yang lebih dalam dari yang tampak di permukaan.
Penjelasan pilihan kata
Kata (بِمَصَابِيحَ, bi-mashaabiih) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 41:12 dan 67:5. Kata (رُجُومًا, rujuuman) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:5. Jadi bahan yang dipakai untuk menghias sudah pernah disebut di tempat lain, sedangkan bahan yang dipakai untuk melempar cuma disebut di sini.
Di 41:12 dua hal itu juga disebut berdampingan, yaitu langit terdekat yang dihiasi dan penjagaan. Jadi dua surah sama-sama menaruh keindahan dan penjagaan di dalam satu kalimat. Yang berbeda kata yang dipakai untuk sisi keduanya: di 41:12 yang disebut penjagaan, dan di ayat ini yang disebut alat pelempar. Susunan yang sama diisi dengan dua kata yang berbeda ketajamannya.
Kata gantinya berpindah di ayat ini. Tiga ayat sebelumnya memakai bentuk orang ketiga, yaitu 'Yang menciptakan'. Ayat ini memakai bentuk orang pertama jamak, yaitu 'Kami'. Perpindahan tersebut memperpendek jarak antara yang berbicara dan yang dibicarakan, dan ia terjadi tepat pada ayat yang menyebut perbuatan terhadap sesuatu yang bisa dilihat setiap malam.
Satu benda diberi dua tugas di dalam satu kalimat. Yang pertama menghias, dan yang kedua melempar. Terjemahan menahan keduanya dan tidak memilih salah satunya. Susunan itu menutup bacaan bahwa keindahan dan kegunaan adalah dua hal yang terpisah, sebab ayat ini menaruh keduanya pada benda yang sama tanpa satu kata penghubung yang menerangkan hubungannya.
Bagian ketiganya menyebut sesuatu yang sudah disiapkan, dan kata kerjanya menyatakan penyediaan yang sudah selesai. Jadi urutan di dalam ayat ini bergerak dari yang terlihat ke yang tidak terlihat, dan dari yang sudah ada ke yang sudah disiapkan. Ketiganya disebut dengan bentuk kata kerja yang sama, yaitu perbuatan yang sudah dikerjakan, sehingga tidak ada satu pun yang digantungkan pada masa depan.
Ayat ini menutup rangkaian yang dimulai di 67:1. Rangkaiannya bergerak dari kekuasaan, ke mati dan hidup, ke langit yang tanpa cacat, ke pemeriksaan yang letih, dan berakhir pada langit yang dihias. Jadi yang tadi disuruh diperiksa sekarang disebut lagi dengan sebutan yang berbeda. Yang di 67:3 disebut ciptaan tanpa cacat, di sini disebut hiasan yang punya tugas.
Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut bagaimana caranya, tidak disebut berapa banyak, dan tidak disebut kapan itu semua dikerjakan. Yang disebut cuma perbuatannya dan tujuannya. Menahan caranya membuat ayat ini tetap bisa dibaca oleh siapa pun yang memandang langit malam, tanpa bergantung pada bagaimana ia menjelaskan apa yang dilihatnya.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan bintang-bintang berfungsi ganda: hiasan langit dan pelempar setan.
Ayat ini menutup rangkaian pembuka surah dengan menyebut satu benda yang diberi dua tugas sekaligus.
Kata (بِمَصَابِيحَ, bi-mashaabiih) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 41:12 dan 67:5. Kata (رُجُومًا, rujuuman) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:5.
Di 41:12 dua hal itu juga disebut berdampingan, yaitu langit terdekat yang dihiasi dan penjagaan, sehingga dua surah sama-sama menaruh keindahan dan penjagaan di dalam satu kalimat. Yang berbeda cuma kata untuk sisi keduanya.
Kata gantinya berpindah di ayat ini, dari bentuk orang ketiga di tiga ayat sebelumnya menjadi bentuk orang pertama jamak. Satu benda pun diberi dua tugas di dalam satu kalimat, dan terjemahan menahan keduanya tanpa memilih salah satunya. Bagian ketiganya menyebut sesuatu yang sudah disiapkan, dan seluruh perbuatannya memakai bentuk yang sudah selesai. Tidak disebut bagaimana caranya, berapa banyak, dan kapan dikerjakan.
Ayat ini menutup rangkaian yang dimulai di 67:1, yang bergerak dari kekuasaan, ke mati dan hidup, ke langit tanpa cacat, ke pemeriksaan yang letih, lalu berakhir di langit yang dihias. Yang di 67:3 disebut ciptaan tanpa cacat, di sini disebut hiasan yang punya tugas.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut satu benda dengan dua kerja. Menghias. Dan melempar. Satu benda diberi dua tugas di dalam satu kalimat, yaitu menghias dan melempar. Terjemahan menahan keduanya dan tidak memilih salah satunya. Susunan itu menutup bacaan bahwa keindahan dan kegunaan dua hal yang terpisah, sebab Allah menaruh keduanya pada benda yang sama tanpa satu kata penghubung yang menerangkan hubungan di antara keduanya. Dua tugas pada satu benda menutup pemisahan yang biasa dibuat orang.
- Yang indah dipandang ternyata juga menjaga. Bukan sekadar hiasan. Ada tugasnya. Kata untuk hiasannya juga dipakai di 41:12, dan di sana ia berdampingan dengan penjagaan, sama seperti di sini. Jadi dua surah menaruh keindahan dan penjagaan di dalam satu kalimat. Yang berbeda cuma kata yang dipakai untuk sisi keduanya: yang satu menyebut penjagaan, dan yang satu lagi menyebut alat pelempar. Susunan yang sama diisi dua kata yang berbeda ketajamannya. Susunan yang sama di dua surah bisa diisi kata dengan ketajaman berbeda.
- Azabnya disebut disediakan, bukan diadakan mendadak. Allah memakai kata siap. Sudah tersedia sebelumnya. Bagian ketiga ayat ini menyebut sesuatu yang sudah disiapkan, dan kata kerjanya menyatakan penyediaan yang sudah selesai. Seluruh perbuatan di ayat ini memakai bentuk yang sudah dikerjakan, sehingga tidak satu pun digantungkan pada masa depan. Urutannya bergerak dari yang terlihat ke yang tidak terlihat, dan dari yang sudah ada ke yang sudah disediakan. Bentuk yang sudah selesai menutup bacaan bahwa semuanya masih menunggu.
- Tiga ayat sebelumnya memakai bentuk orang ketiga, yaitu Yang menciptakan. Ayat ini memakai bentuk orang pertama jamak. Perpindahan itu memperpendek jarak antara yang berbicara dan yang dibicarakan, dan ia terjadi tepat pada ayat yang menyebut perbuatan terhadap sesuatu yang bisa dipandang setiap malam. Allah berpindah ke bentuk yang lebih dekat justru ketika yang dibicarakan bisa dilihat langsung. Jarak yang memendek biasanya menandai sesuatu yang bisa dijangkau pembacanya.
- Rangkaian pembuka surah ini bergerak dari kekuasaan di 67:1, ke mati dan hidup di 67:2, ke langit tanpa cacat di 67:3, ke pemeriksaan yang letih di 67:4, dan berakhir di sini. Jadi yang tadi disuruh diperiksa sekarang disebut lagi dengan sebutan yang berbeda. Yang di 67:3 disebut ciptaan tanpa cacat, di ayat ini disebut hiasan yang punya tugas, dan dua sebutan itu menunjuk benda yang sama. Dua sebutan untuk satu benda memperlihatkan dua sisi yang sama-sama benar.
- Bagaimana caranya? Berapa banyak? Kapan semua itu dikerjakan? Tidak satu pun disebut. Yang disebut cuma perbuatannya dan tujuannya. Allah menahan caranya, dan penahanan itu membuat ayat ini tetap terbaca oleh siapa pun yang memandang langit malam, tanpa bergantung pada bagaimana ia menjelaskan apa yang dilihatnya. Keterangan yang tidak menyebut cara tidak menjadi usang oleh penjelasan yang berganti. Keterangan yang tidak menyebut cara tidak menjadi usang oleh penjelasan yang berganti.