تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ ۖ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ

Hampir-hampir ia meledak karena marah. Setiap kali suatu rombongan dilemparkan ke dalamnya, para penjaganya bertanya kepada mereka, “Bukankah seorang pemberi peringatan telah datang kepada kalian?”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِtakaadu tamayyazu mina l-ghayzhihampir-hampir ia meledak karena marah
  2. كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌkullamaa ulqiya fiihaa fawjun sa'alahum khazanatuhaa a-lam ya'tikum nadziirunsetiap kali suatu rombongan dilemparkan ke dalamnya, para penjaganya bertanya kepada mereka, 'bukankah seorang pemberi peringatan telah datang kepada kalian?'

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. تَكَادُtakaaduhampir
  2. تَمَيَّزُtamayyazuhampir terpecah
  3. مِنَminadari
  4. الْغَيْظِl-ghayzhikemarahan
  5. كُلَّمَاkullamaasetiap kali
  6. أُلْقِيَulqiyadijatuhkan
  7. فِيهَاfiihaake dalamnya
  8. فَوْجٌfawjunrombongan
  9. سَأَلَهُمْsa'alahumengkau menanyakan mereka
  10. خَزَنَتُهَاkhazanatuhaapara penjaganya
  11. أَلَمْa-lamtidakkah
  12. يَأْتِكُمْya'tikumdatang kepada kalian
  13. نَذِيرٌnadziirunpemberi peringatan

Inti bacaan

Konfrontasi terakhir yang menyingkap kelalaian: 'setiap kali suatu rombongan dilemparkan ke dalamnya, para penjaganya bertanya kepada mereka: bukankah seorang pemberi peringatan telah datang kepada kalian?', pertanyaan yang menegaskan bahwa konsekuensi bukan kejutan tanpa peringatan sebelumnya, setiap kelompok yang tiba dihadapkan pada bukti bahwa kesempatan mendengar peringatan sesungguhnya telah diberikan.

Penjelasan pilihan kata

Kata (تَمَيَّزُ, tamayyazu) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:8. Kata (الْغَيْظِ, al-ghaizh) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 3:119 dan 67:8. Kata (فَوْجٌ, fauj) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 38:59 dan 67:8.

Di 3:119 kata untuk kemarahan itu dipakai untuk manusia, yaitu ketika mereka menggigit ujung jari karena marah. Di 67:8 kata yang sama dilekatkan pada api. Jadi satu kata dipakai untuk perasaan manusia di satu tempat dan untuk keadaan sesuatu yang bukan manusia di tempat lain. Al-Qur'an tidak menerangkan bagaimana keduanya bisa disebut dengan kata yang sama.

Kata (خَزَنَتُهَا, khazanatuhaa) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 39:71, 39:73, dan 67:8. Yang menarik, dua di antaranya berada di dua ayat yang berdekatan tetapi menunjuk dua tempat yang berlawanan: di 39:71 mereka penjaga tempat yang buruk, dan di 39:73 mereka penjaga taman. Jadi kata yang sama dipakai untuk penjaga dua pintu yang berbeda arah, dan yang membedakan cuma kalimat di sekitarnya.

Di 39:71 penjaga itu bertanya juga, tetapi dengan susunan yang berbeda, yaitu menanyakan apakah belum datang kepada mereka para rasul dari kalangan mereka sendiri. Di 67:8 yang ditanyakan seorang pemberi peringatan. Dua tempat memakai bentuk pertanyaan yang sama, yaitu pertanyaan yang jawabannya sudah pasti, dan keduanya diajukan di tempat yang sama pula.

Kata (نَذِيرٌ, nadziir) muncul 22 kali di seluruh Al-Qur'an, misalnya di 11:2, 35:23, dan 51:50. Jadi yang ditanyakan penjaga itu bukan sesuatu yang jarang, melainkan sesuatu yang berulang disebut di banyak surah. Pertanyaannya menyangkut hal yang paling sering diberitakan, dan itu yang membuatnya tidak bisa dijawab dengan alasan tidak tahu.

Yang diajukan penjaga itu pertanyaan, bukan pengumuman hukuman. Mereka tidak menyebut dosa, tidak menyebut lamanya, dan tidak menyebut apa yang akan terjadi. Mereka cuma bertanya tentang satu hal yang sudah lewat. Pertanyaan yang diajukan sesudah semuanya selesai tidak menuntut jawaban untuk mengubah keadaan; ia menuntut yang ditanya mengucapkan sendiri apa yang dahulu terjadi.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut berapa penjaganya, tidak disebut rupa mereka, dan tidak disebut apakah mereka menunggu jawaban. Yang disebut cuma pertanyaannya. Ayat berikutnya memuat jawabannya, dan jawaban itu keluar dari mulut yang ditanya, bukan dari keterangan yang ditambahkan.

Kata pembukanya menyatakan hampir, bukan terjadi, sama seperti bentuk yang dipakai untuk melukiskan tekanan di 68:51. Jadi yang dilaporkan bukan bahwa api itu benar-benar terpisah-pisah, melainkan bahwa keadaannya nyaris sampai ke situ. Terjemahan memakai 'hampir-hampir' dan menahan jarak tersebut, sebab menghilangkannya akan mengubah gambaran yang belum selesai menjadi laporan tentang sesuatu yang sudah terjadi.

Tafsiran

Ayat ini menghadirkan pertanyaan retoris penjaga neraka kepada penghuni baru tentang peringatan yang pernah datang kepada mereka.

Ayat ini menyebutkan sebab dari gambaran sebelumnya lalu memindahkan pembicaraan ke sebuah pertanyaan.

Kata (تَمَيَّزُ, tamayyazu) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:8. Kata (الْغَيْظِ, al-ghaizh) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 3:119 dan 67:8, dan di 3:119 ia dipakai untuk manusia yang menggigit ujung jari karena marah.

Kata (خَزَنَتُهَا, khazanatuhaa) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 39:71, 39:73, dan 67:8. Dua di antaranya berada di ayat yang berdekatan tetapi menunjuk dua tempat yang berlawanan, yaitu penjaga tempat yang buruk di 39:71 dan penjaga taman di 39:73.

Di 39:71 penjaga itu bertanya juga, tetapi menanyakan apakah belum datang para rasul dari kalangan mereka sendiri, sedangkan di sini yang ditanyakan seorang pemberi peringatan. Kata (نَذِيرٌ, nadziir) muncul 22 kali di seluruh Al-Qur'an, misalnya di 11:2, 35:23, dan 51:50. Yang diajukan penjaga itu pertanyaan, bukan pengumuman hukuman. Tidak disebut berapa penjaganya dan apakah mereka menunggu jawaban.

Kata pembukanya menyatakan hampir, bukan terjadi, sehingga yang dilaporkan keadaan yang nyaris sampai ke situ. Jawaban atas pertanyaan penjaga itu ada di ayat berikutnya, dan jawabannya keluar dari mulut yang ditanya sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menggambarkannya hampir meledak karena marah. Diberi perasaan. Yang tak bernyawa digambarkan punya amarah. Kata untuk kemarahan di ayat ini juga dipakai di 3:119, dan di sana ia menyebut manusia yang menggigit ujung jari karena marah. Di sini kata yang sama dilekatkan pada api. Jadi satu kata dipakai untuk perasaan manusia di satu tempat dan untuk keadaan sesuatu yang bukan manusia di tempat lain. Al-Qur'an tidak menerangkan bagaimana keduanya bisa disebut dengan kata yang sama. Satu kata yang menampung dua hal berbeda dibiarkan tanpa penjelasan penghubung.
  • Yang bertanya para penjaganya. Bukan yang menghukum. Pertanyaannya datang dari pihak yang cuma bertugas menjaga. Yang diajukan penjaga itu pertanyaan, bukan pengumuman hukuman. Mereka tidak menyebut dosa, tidak menyebut lamanya, dan tidak menyebut apa yang akan terjadi. Mereka cuma bertanya tentang satu hal yang sudah lewat. Pertanyaan yang diajukan sesudah semuanya selesai tidak menuntut jawaban untuk mengubah keadaan; ia menuntut yang ditanya mengucapkan sendiri apa yang dahulu terjadi padanya. Pertanyaan sesudah semuanya selesai menuntut pengucapan, bukan perubahan.
  • Allah merekam pertanyaannya bukankah pemberi peringatan telah datang. Tiap rombongan ditanya. Yang sama diulang, dan jawabannya selalu sama. Kata untuk pemberi peringatan muncul dua puluh dua kali di seluruh Al-Qur'an, misalnya di 11:2, 35:23, dan 51:50. Jadi yang ditanyakan bukan sesuatu yang jarang, melainkan sesuatu yang berulang disebut di banyak surah. Pertanyaannya menyangkut hal yang paling sering diberitakan, dan itulah yang membuatnya tidak bisa dijawab dengan alasan tidak tahu oleh siapa pun yang ditanya. Hal yang paling sering diberitakan paling sulit dijawab dengan alasan tidak tahu.
  • Kata untuk penjaga di ayat ini muncul tiga kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 39:71, 39:73, dan 67:8. Dua di antaranya berada di ayat yang berdekatan tetapi menunjuk dua tempat yang berlawanan arah, yaitu penjaga tempat yang buruk dan penjaga taman. Allah memakai satu kata untuk penjaga dua pintu yang berbeda, dan yang membedakannya cuma kalimat di sekitarnya, bukan katanya. Kata yang sama untuk dua pintu memindahkan penentuan artinya ke kalimat di sekitarnya.
  • Di 39:71 penjaga itu bertanya juga, tetapi menanyakan apakah belum datang kepada mereka para rasul dari kalangan mereka sendiri. Di ayat ini yang ditanyakan seorang pemberi peringatan. Dua tempat memakai bentuk pertanyaan yang sama, yaitu pertanyaan yang jawabannya sudah pasti, dan keduanya diajukan di tempat yang sama pula. Yang berubah cuma bagaimana yang datang itu disebut. Bentuk pertanyaan yang jawabannya sudah pasti dipakai di dua surah pada tempat yang sama.
  • Mengapa yang keluar dari mulut penjaga itu pertanyaan, bukan pengumuman hukuman? Mereka tidak menyebut dosa dan tidak menyebut lamanya. Allah menyusun pertemuan pertama di sana sebagai tanya jawab. Jawabannya ada di ayat berikutnya, dan jawaban itu keluar dari mulut yang ditanya sendiri, bukan dari keterangan yang ditambahkan oleh suara dari luar cerita. Jawaban dari mulut yang ditanya sendiri tidak menuntut saksi tambahan.