فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِ

Maka mereka mengakui dosa mereka. Maka jauhlah bagi para penghuni api yang menyala-nyala.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِfa-'tarafuu bi-dzanbihim fa-suhqan li-ashaabi s-sa'iirimaka mereka mengakui dosa mereka; maka jauhlah bagi para penghuni api yang menyala-nyala

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. فَاعْتَرَفُواfa-'tarafuumaka mereka mengakui
  2. بِذَنْبِهِمْbi-dzanbihimkarena dosa mereka
  3. فَسُحْقًاfa-suhqanmaka kebinasaan
  4. لِأَصْحَابِli-ashaabibagi golongan
  5. السَّعِيرِs-sa'iiriapi yang menyala

Inti bacaan

Pengakuan dosa yang datang terlambat: 'mereka mengakui dosa mereka; maka jauhlah bagi para penghuni api yang menyala-nyala', pengakuan yang benar namun terlambat waktunya, pelajaran bahwa kejujuran terhadap kesalahan diri paling berharga ketika dilakukan sebelum konsekuensi tak terhindarkan, bukan setelahnya.

Penjelasan pilihan kata

Kata (فَاعْتَرَفُوا, fa'tarafuu) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:11. Kata (فَسُحْقًا, fa-suhqan) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:11. Rangkaian (أَصْحَابِ السَّعِيرِ, ash-haabis-sa'iir) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 35:6, 67:10, dan 67:11.

Kata yang mereka akui berbentuk tunggal, yaitu 'dosa mereka', bukan bentuk jamak. Padahal dua ayat sebelumnya menyebut beberapa hal sekaligus, yaitu mendustakan, membantah adanya penurunan, dan melontarkan tuduhan. Semuanya dirangkum menjadi satu. Terjemahan menahan bentuk tunggal itu, sebab menjamakkannya akan memecah lagi apa yang sudah dijadikan satu oleh ayatnya.

Kata kedua berasal dari akar yang berarti jauh dan hancur. Terjemahan memakai 'jauhlah' dan menahan gagasan jarak yang ada di dalamnya. Susunannya berbentuk seruan yang tidak memakai kata kerja, sehingga tidak ada yang disebut sebagai pelakunya. Bahasa Indonesia menuntut kata kerja untuk seruan semacam itu, dan terjemahan memilih bentuk yang paling pendek supaya panjangnya tidak menjauh dari aslinya.

Pengakuan mereka diterima sebagai kenyataan, bukan dibantah. Ayat ini tidak berkata bahwa pengakuannya palsu, dan tidak berkata bahwa mereka masih menyembunyikan sesuatu. Yang datang sesudahnya bukan penilaian atas kejujurannya, melainkan seruan tentang jarak. Jadi yang menentukan bukan benar tidaknya ucapan itu, melainkan kapan ia diucapkan.

Letaknya menutup rangkaian yang dimulai di 67:6. Rangkaiannya bergerak dari penyebutan tempatnya, ke bunyinya, ke pertanyaan penjaganya, ke jawaban mereka, ke penyesalannya, dan berakhir pada pengakuan ini. Enam ayat berturut-turut membangun satu adegan tanpa satu kalimat pengantar pun yang menerangkan bahwa adegan itu sedang dimulai atau ditutup.

Ayat berikutnya langsung berpindah ke pihak yang berlawanan. Tidak ada kalimat penghubung, tidak ada penanda perpindahan, dan tidak ada ringkasan. Susunan seperti itu sama dengan cara 67:6 masuk sesudah 67:5. Surah ini berpindah antarpokok dengan cara memotong, bukan dengan cara menyambung.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut kepada siapa mereka mengaku, tidak disebut apakah ada yang menjawab, dan tidak disebut apa yang terjadi sesudahnya. Yang disebut cuma pengakuannya dan seruan tentang jarak. Menahan kelanjutannya membuat adegan itu berhenti pada satu kalimat pendek, dan berhenti mendadak lebih berat daripada uraian yang panjang.

Bunyi seruan penutupnya pendek dan berhenti mendadak, berbeda dari dua ayat sebelumnya yang memuat kalimat panjang berisi kutipan ucapan. Perbedaan panjang itu ikut bekerja: sesudah mereka berbicara panjang lebar di 67:9 dan 67:10, yang menjawab cuma satu seruan yang tidak sampai empat kata. Perbandingan panjangnya sendiri sudah menyatakan siapa yang masih perlu menjelaskan dan siapa yang tidak.

Tafsiran

Ayat ini mencatat pengakuan dosa disertai kutukan jauh bagi penghuni neraka.

Ayat ini menutup adegan yang dimulai di 67:6 dengan sebuah pengakuan dan sebuah seruan tentang jarak.

Kata (فَاعْتَرَفُوا, fa'tarafuu) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:11. Kata (فَسُحْقًا, fa-suhqan) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:11. Rangkaian (أَصْحَابِ السَّعِيرِ, ash-haabis-sa'iir) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 35:6, 67:10, dan 67:11.

Kata yang mereka akui berbentuk tunggal, padahal dua ayat sebelumnya menyebut beberapa hal sekaligus. Semuanya dirangkum menjadi satu, dan terjemahan menahan bentuk tunggal itu.

Kata kedua berasal dari akar yang berarti jauh dan hancur, dan susunannya berbentuk seruan tanpa kata kerja sehingga tidak ada yang disebut sebagai pelakunya. Pengakuan mereka diterima sebagai kenyataan dan tidak dibantah; yang datang sesudahnya bukan penilaian atas kejujurannya melainkan seruan tentang jarak. Tidak disebut kepada siapa mereka mengaku dan apa yang terjadi sesudahnya.

Letaknya menutup rangkaian yang dimulai di 67:6, yang bergerak dari penyebutan tempatnya, ke bunyinya, ke pertanyaan penjaganya, ke jawaban mereka, ke penyesalannya, dan berakhir pada pengakuan ini. Ayat berikutnya langsung berpindah ke pihak yang berlawanan tanpa kalimat penghubung.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut pengakuan itu datang, tetapi tidak menolong. Diakui. Tetap jauh. Pengakuan mereka diterima sebagai kenyataan, bukan dibantah. Ayat ini tidak berkata bahwa pengakuannya palsu, dan tidak berkata bahwa mereka masih menyembunyikan sesuatu. Yang datang sesudahnya bukan penilaian atas kejujurannya, melainkan seruan tentang jarak. Jadi yang menentukan bukan benar tidaknya ucapan itu, melainkan kapan ia diucapkan, dan waktunya sudah lewat. Waktu ucapan menentukan nilainya, bahkan ketika isinya sudah tepat.
  • Kata jauhlah dipakai, bukan kata celakalah. Bahasanya bahasa jarak. Disingkirkan. Kata kedua berasal dari akar yang berarti jauh dan hancur, dan terjemahan memakai 'jauhlah' untuk menahan gagasan jarak di dalamnya. Susunannya berbentuk seruan yang tidak memakai kata kerja, sehingga tidak ada yang disebut sebagai pelakunya. Yang dinyatakan keadaan, bukan perbuatan seseorang, dan keadaan yang dinyatakan tanpa pelaku tidak bisa dimintakan peninjauan kepada siapa pun. Keadaan yang dinyatakan tanpa pelaku tidak bisa dimintakan peninjauan kepada siapa pun.
  • Pengakuan disebut lebih dahulu, penjauhan menyusul. Allah menaruh urutannya. Jujur pun sudah lewat waktunya. Kata yang mereka akui berbentuk tunggal, padahal dua ayat sebelumnya menyebut beberapa hal sekaligus, yaitu mendustakan, membantah adanya penurunan, dan melontarkan tuduhan. Semuanya dirangkum menjadi satu. Terjemahan menahan bentuk tunggal itu, sebab menjamakkannya akan memecah lagi apa yang sudah dijadikan satu oleh ayatnya sendiri. Yang sudah dijadikan satu tidak perlu dipecah lagi oleh yang menerjemahkannya.
  • Rangkaian yang ditutup ayat ini dimulai di 67:6. Ia bergerak dari penyebutan tempatnya, ke bunyinya, ke pertanyaan penjaganya, ke jawaban mereka, ke penyesalannya, dan berakhir pada pengakuan ini. Enam ayat berturut-turut membangun satu adegan tanpa satu kalimat pengantar pun. Allah tidak memberi tahu bahwa adegan sedang dimulai atau ditutup; urutan ayatnya yang mengerjakan seluruh penandaan itu. Enam ayat yang berturut-turut membentuk satu adegan tanpa satu pengantar pun.
  • Ayat berikutnya langsung berpindah ke pihak yang berlawanan, tanpa kalimat penghubung, tanpa penanda perpindahan, dan tanpa ringkasan. Susunan itu sama dengan cara 67:6 masuk sesudah 67:5. Allah berpindah antarpokok dengan cara memotong, bukan menyambung. Pembaca yang membaca berurutan merasakan jatuhnya perpindahan itu pada pergantian baris, bukan pada satu kalimat yang menjelaskannya. Perpindahan yang memotong terasa pada pergantian baris, bukan pada kalimatnya.
  • Kepada siapa mereka mengaku? Adakah yang menjawab? Apa yang terjadi sesudahnya? Tidak satu pun disebut. Yang disebut cuma pengakuannya dan seruan tentang jarak. Allah menahan kelanjutannya, sehingga adegan itu berhenti pada satu kalimat pendek. Berhenti mendadak lebih berat daripada uraian yang panjang, sebab yang membaca terlanjur menunggu sesuatu yang tidak pernah datang. Berhenti mendadak menahan pembaca lebih lama daripada uraian yang lengkap.