وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ ۖ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Rahasiakanlah perkataan kalian atau nyatakanlah. Sesungguhnya Dia mengetahui segala isi hati.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِwa-asirruu qawlakum awi jharuu bihirahasiakanlah perkataan kalian atau nyatakanlah
  2. إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِinnahu 'aliimun bi-dzaati sh-shuduurisesungguhnya Dia mengetahui segala isi hati

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَأَسِرُّواwa-asirruudan rahasiakanlah kalian
  2. قَوْلَكُمْqawlakumperkataan kalian
  3. أَوِawiatau
  4. اجْهَرُواjharuunyaringkanlah kalian
  5. بِهِbihidengannya
  6. إِنَّهُinnahusesungguhnya Dia
  7. عَلِيمٌ'aliimunberilmu
  8. بِذَاتِbi-dzaatipada isi
  9. الصُّدُورِsh-shuduuridada

Inti bacaan

Kesetaraan pengawasan terhadap ucapan tersembunyi dan terbuka: 'rahasiakanlah perkataan kalian atau nyatakanlah. Sesungguhnya Dia berilmu akan segala isi hati', pengingat bahwa perbedaan antara berbisik dan berbicara terbuka tidak relevan bagi pengetahuan yang menyeluruh, dorongan untuk konsistensi ucapan terlepas dari siapa yang mendengar.

Penjelasan pilihan kata

'Aliimun' bentuk tak-bertakrif, diterjemahkan 'mengetahui' (diselaraskan dari 'berilmu' pada draf).

Kata (وَأَسِرُّوا, wa-asirruu) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:13. Rangkaian (بِذَاتِ الصُّدُورِ, bi-dzaatish-shuduur) muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, misalnya di 3:154, 8:43, dan 39:7. Jadi perintahnya memakai kata yang tidak berulang di mana pun, sedangkan penutupnya memakai rangkaian yang sudah sering dipakai.

Dua-duanya berbentuk perintah, yaitu merahasiakan dan menyatakan. Padahal keduanya berlawanan, dan tidak mungkin dikerjakan bersamaan. Bentuk perintah yang dipakai untuk dua hal yang berlawanan tidak menyuruh memilih; ia menyatakan bahwa pilihan mana pun tidak mengubah apa pun. Terjemahan menahan dua bentuk perintah itu dan tidak mengubah salah satunya menjadi keterangan.

Kata penghubungnya berarti 'atau', bukan 'dan'. Kata yang sama dipakai di 67:10 untuk menyambung dua hal yang seandainya dikerjakan akan mengubah keadaan mereka. Jadi dalam empat ayat, kata penghubung yang sama dipakai dua kali untuk dua maksud yang berbeda: di sana untuk menyatakan bahwa salah satu saja cukup, dan di sini untuk menyatakan bahwa keduanya sama saja.

Yang diketahui disebut bukan ucapannya melainkan isi dada. Padahal yang diperintahkan tadi tentang suara, yaitu dirahasiakan atau dinyatakan. Jadi ayat ini melompati apa yang diperintahkannya sendiri dan langsung menyebut yang berada di belakangnya. Melompat begitu menutup seluruh pembicaraan tentang suara, sebab yang lebih dalam sudah terjangkau lebih dahulu.

Rangkaian penutupnya berarti 'yang menjadi isi dada', bukan sekadar 'yang ada di dada'. Susunan Arabnya memakai kata yang menunjuk sesuatu yang melekat pada tempatnya. Terjemahan memakai 'segala isi hati' dan menahan cakupannya. Memakai 'apa yang dipikirkan' akan mempersempitnya ke satu jenis isi saja, padahal rangkaian aslinya tidak membedakan jenisnya.

Letaknya sesudah ayat tentang mereka yang takut ketika tidak ada yang melihat. Dua ayat itu saling menerangkan: yang satu menyebut orang yang menjaga sikapnya walau tidak dilihat, dan yang satu lagi menyebut bahwa tidak ada keadaan yang benar-benar tidak terlihat. Jadi sifat di 67:12 bukan sikap terhadap kekosongan, melainkan sikap yang sejalan dengan kenyataan yang disebut di sini.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut ucapan tentang apa, tidak disebut kepada siapa, dan tidak disebut apa akibatnya. Yang disebut cuma dua pilihan dan satu keterangan. Menahan isinya membuat perintah ini berlaku bagi setiap ucapan, bukan cuma bagi ucapan yang berkaitan dengan pokok yang sedang dibicarakan surah ini.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan pengetahuan Allah yang meliputi apa yang dirahasiakan maupun yang dinyatakan.

Ayat ini memberi dua perintah yang berlawanan sekaligus, lalu menyebutkan alasan mengapa keduanya sama saja.

Kata (وَأَسِرُّوا, wa-asirruu) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:13. Rangkaian (بِذَاتِ الصُّدُورِ, bi-dzaatish-shuduur) muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, misalnya di 3:154, 8:43, dan 39:7.

Dua-duanya berbentuk perintah, padahal keduanya berlawanan dan tidak mungkin dikerjakan bersamaan. Bentuk perintah yang dipakai untuk dua hal yang berlawanan tidak menyuruh memilih; ia menyatakan bahwa pilihan mana pun tidak mengubah apa pun.

Kata penghubungnya berarti 'atau', sama seperti yang dipakai di 67:10, tetapi dengan maksud yang berbeda. Yang diketahui disebut bukan ucapannya melainkan isi dada, sehingga ayat ini melompati apa yang diperintahkannya sendiri. Terjemahan memakai 'segala isi hati' dan menahan cakupannya. Tidak disebut ucapan tentang apa, kepada siapa, dan apa akibatnya.

Letaknya sesudah ayat tentang mereka yang takut ketika tidak ada yang melihat, sehingga dua ayat itu saling menerangkan: yang satu menyebut orang yang menjaga sikapnya walau tidak dilihat, dan yang satu lagi menyatakan bahwa tidak ada keadaan yang benar-benar tidak terlihat.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua-duanya sama: rahasiakan atau nyatakan. Tak berbeda. Yang membedakan bagi manusia tak membedakan apa pun di sisi-Nya. Dua-duanya berbentuk perintah, padahal keduanya berlawanan dan tidak mungkin dikerjakan bersamaan. Bentuk perintah yang dipakai untuk dua hal yang berlawanan tidak menyuruh memilih; ia menyatakan bahwa pilihan mana pun tidak mengubah apa pun. Terjemahan menahan dua bentuk perintah itu dan tidak mengubah salah satunya menjadi keterangan, sebab pengubahan akan menghilangkan kesetaraan yang sedang dinyatakan. Perintah untuk dua hal yang berlawanan menyatakan kesetaraan, bukan pilihan.
  • Bentuknya perintah, dan perintahnya untuk dua-duanya sekaligus. Silakan pilih. Yang diperbolehkan keduanya, sebab hasilnya sama. Kata penghubungnya berarti 'atau', bukan 'dan', dan kata yang sama dipakai di 67:10 untuk menyambung dua hal yang seandainya dikerjakan akan mengubah keadaan mereka. Jadi dalam empat ayat kata penghubung yang sama dipakai dua kali untuk dua maksud yang berbeda: di sana salah satu saja cukup, dan di sini keduanya sama saja hasilnya. Satu kata penghubung bisa mengerjakan dua tugas yang berbeda di dua ayat.
  • Allah menutup dengan Dia mengetahui segala isi hati. Sesudah bicara perkataan. Yang diperiksa bahkan yang belum sampai ke mulut. Yang diketahui disebut bukan ucapannya melainkan isi dada, padahal yang diperintahkan tadi tentang suara. Jadi ayat ini melompati apa yang diperintahkannya sendiri dan langsung menyebut yang berada di belakangnya. Melompat begitu menutup seluruh pembicaraan tentang suara, sebab yang lebih dalam sudah terjangkau lebih dahulu, dan yang di permukaan tidak perlu lagi dibahas. Yang lebih dalam sudah terjangkau, sehingga yang di permukaan tidak perlu dibahas.
  • Letaknya sesudah ayat tentang mereka yang takut ketika tidak ada yang melihat. Dua ayat itu saling menerangkan: yang satu menyebut orang yang menjaga sikapnya walau tidak dilihat, dan yang satu lagi menyatakan bahwa tidak ada keadaan yang benar-benar tidak terlihat. Jadi sifat di 67:12 bukan sikap terhadap kekosongan, melainkan sikap yang sejalan dengan kenyataan yang Allah sebutkan di ayat ini. Dua ayat berdampingan bisa saling menerangkan tanpa satu penunjuk pun.
  • Perintah pertamanya memakai kata yang tidak berulang di mana pun dalam Al-Qur'an, sedangkan penutupnya memakai rangkaian yang muncul dua belas kali, misalnya di 3:154, 8:43, dan 39:7. Jadi yang baru cara menyuruhnya, dan yang sudah dikenal alasannya. Allah menyusun perintah yang belum pernah dipakai di atas keterangan yang sudah berulang kali disebutkan, sehingga yang aneh terasa berpijak pada yang sudah pasti. Perintah yang belum pernah dipakai berpijak pada alasan yang sudah berulang disebut.
  • Ucapan tentang apa? Diucapkan kepada siapa? Apa akibatnya? Tidak satu pun disebut. Yang disebut cuma dua pilihan dan satu keterangan. Allah menahan isinya, dan penahanan itu melebarkan jangkauannya: perintah ini berlaku bagi setiap ucapan, bukan cuma bagi ucapan yang berkaitan dengan pokok yang sedang dibicarakan surah ini pada ayat-ayat sebelumnya. Yang tidak dibatasi isinya berlaku bagi semua, termasuk yang belum terpikirkan.