أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ
Apakah yang menciptakan itu tidak mengetahui, sedangkan Dia Sang Halus lagi Sang Waskita?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَa-laa ya'lamu man khalaqaapakah yang menciptakan itu tidak mengetahui
- وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُwa-huwa l-lathiifu l-khabiirusedangkan Dia Sang Halus lagi Sang Waskita
Terjemahan per kata (7 kata)
- أَلَاa-laatidakkah
- يَعْلَمُya'lamumengetahui
- مَنْmanorang yang
- خَلَقَkhalaqamenciptakan
- وَهُوَwa-huwasedangkan Dia
- اللَّطِيفُl-lathiifuMahalembut
- الْخَبِيرُl-khabiiruYang Maha Teliti
Inti bacaan
Argumen logis tentang pencipta dan pengetahuan: 'apakah (pantas) Zat yang menciptakan itu tidak mengetahui, sedangkan Dia (juga) Sang Halus lagi Sang Waskita?', pertanyaan retoris yang menegaskan hubungan tak terpisahkan antara kemampuan mencipta dan pengetahuan menyeluruh atas ciptaan, argumen yang sulit dibantah secara logis.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(pantas)' dan '(juga)' dihapus. 'Man khalaqa' diterjemahkan langsung 'yang menciptakan' tanpa tambahan kata 'Zat' (istilah filosofis tambahan tak berpadanan kata Arab).
Rangkaian (اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ, al-lathiiful-khabiir) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 6:103 dan 67:14. Di 6:103 rangkaian itu menutup ayat yang menyatakan bahwa penglihatan tidak menjangkau-Nya, sedangkan Dia menjangkau segala penglihatan. Jadi di dua tempat itu rangkaian yang sama menutup pembicaraan tentang jangkauan pengetahuan, dan bukan tentang pokok yang lain.
Kesamaan letak itu bukan kebetulan susunan. Di 6:103 yang dibicarakan batas penglihatan manusia, dan di 67:14 yang dibicarakan batas kerahasiaan ucapan. Dua-duanya tentang sesuatu yang manusia sangka tertutup, dan dua-duanya ditutup dengan rangkaian nama yang sama. Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu dengan satu kalimat pun.
Kalimatnya berbentuk pertanyaan yang tidak menunggu jawaban. Susunan Arabnya memakai penafian yang dijadikan pertanyaan, sehingga jawabannya sudah tersimpan di dalam bentuknya. Terjemahan menahan bentuk pertanyaan itu dan tidak mengubahnya menjadi pernyataan. Mengubahnya akan menghilangkan cara ayat ini bekerja, sebab yang menjawabnya seharusnya yang membaca, bukan yang berbicara.
Rangkaian (مَنْ خَلَقَ, man khalaqa) di tengahnya bisa dibaca dua arah. Ia bisa berarti 'Dia yang mencipta' sebagai pihak yang mengetahui, atau 'apa yang Dia cipta' sebagai yang diketahui. Terjemahan memilih bacaan yang pertama. Bacaan yang kedua tidak dibuang oleh susunan aslinya, dan pilihan terjemahan di sini bersandar pada letak ayatnya, yaitu sesudah pernyataan tentang isi dada.
Nama pertama pada penutupnya menyebut kehalusan, yaitu menjangkau sesuatu yang sangat kecil dan tersembunyi. Nama kedua menyebut keterangan yang mendalam. Jadi dua nama itu bekerja bersama-sama: yang satu tentang seberapa halus jangkauannya, dan yang satu lagi tentang seberapa dalam keterangannya. Terjemahan memakai 'Sang Halus' dan 'Sang Waskita' untuk menahan dua sisi yang berbeda itu.
Letaknya tepat sesudah pernyataan bahwa isi dada diketahui. Jadi ayat ini tidak menambah keterangan baru, melainkan menyebut alasannya. Yang mengetahui isi dada disebut sebagai yang membuatnya. Susunan tersebut memindahkan perkaranya dari kemampuan menjadi kedudukan, dan kedudukan tidak bisa dibantah dengan menunjuk keterbatasan.
Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut apa yang diketahui, tidak disebut siapa yang ditanya, dan tidak disebut apa akibat dari jawabannya. Yang disebut cuma pertanyaan dan dua nama. Ayat berikutnya berpindah ke bumi dan rezeki, sehingga pertanyaan ini ditutup tanpa satu kalimat kesimpulan pun.
Tafsiran
Ayat ini menyampaikan argumen logis: Pencipta pasti mengetahui ciptaan-Nya, didukung sifat kehalusan dan kewaskitaan-Nya.
Ayat ini menyebutkan alasan bagi pernyataan sebelumnya, dan alasannya diajukan dalam bentuk pertanyaan.
Rangkaian (اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ, al-lathiiful-khabiir) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 6:103 dan 67:14. Di 6:103 ia menutup ayat yang menyatakan bahwa penglihatan tidak menjangkau-Nya sedangkan Dia menjangkau segala penglihatan, jadi di dua tempat itu rangkaian yang sama menutup pembicaraan tentang jangkauan pengetahuan.
Kalimatnya berbentuk pertanyaan yang tidak menunggu jawaban, dan terjemahan menahan bentuk itu tanpa mengubahnya menjadi pernyataan. Rangkaian di tengahnya bisa dibaca dua arah, dan terjemahan memilih bacaan bahwa yang dimaksud pihak yang mencipta.
Nama pertama pada penutupnya menyebut kehalusan jangkauan, dan nama kedua menyebut keterangan yang mendalam. Letaknya tepat sesudah pernyataan bahwa isi dada diketahui, sehingga ayat ini menyebut alasannya, bukan menambah keterangan baru. Tidak disebut apa yang diketahui dan siapa yang ditanya.
Kesamaan letak dengan 6:103 bukan kebetulan susunan. Di sana yang dibicarakan batas penglihatan manusia, dan di sini batas kerahasiaan ucapan; dua-duanya tentang sesuatu yang manusia sangka tertutup, dan dua-duanya ditutup rangkaian nama yang sama.
Renungan dan Hikmah
- Allah bertanya apakah Yang menciptakan tidak mengetahui. Jawabannya ada di dalam pertanyaannya. Yang membuat sesuatu pasti mengenali apa yang ia buat. Susunan Arabnya memakai penafian yang dijadikan pertanyaan, sehingga jawabannya sudah tersimpan di dalam bentuknya. Terjemahan menahan bentuk pertanyaan itu dan tidak mengubahnya menjadi pernyataan. Mengubahnya akan menghilangkan cara ayat ini bekerja, sebab yang seharusnya menjawab yang membaca, bukan yang berbicara, dan jawaban yang diucapkan sendiri tidak akan dibantah oleh yang mengucapkannya. Jawaban yang diucapkan sendiri tidak akan dibantah oleh yang mengucapkannya.
- Dua nama yang menutupnya: Sang Halus lagi Sang Waskita. Menjangkau yang lembut dan mengetahui yang tersembunyi. Keduanya persis yang diperlukan untuk mengetahui isi dada. Nama pertama pada penutupnya menyebut kehalusan, yaitu menjangkau sesuatu yang sangat kecil dan tersembunyi, dan nama kedua menyebut keterangan yang mendalam. Jadi dua nama itu bekerja bersama-sama: yang satu tentang seberapa halus jangkauannya, dan yang satu lagi tentang seberapa dalam keterangannya. Terjemahan memakai dua sebutan yang berbeda untuk menahan dua sisi tersebut. Dua nama yang berdampingan menutup dua sisi yang berbeda dari satu hal.
- Allah menaruh ayat ini sesudah menyebut Dia mengetahui isi dada, rahasiakan atau nyatakan. Sebagai penutup. Keterangan itu diakhiri dengan pertanyaan yang tak perlu dijawab siapa pun. Letaknya tepat sesudah pernyataan bahwa isi dada diketahui, jadi ayat ini tidak menambah keterangan baru melainkan menyebut alasannya. Yang mengetahui isi dada disebut sebagai yang membuatnya. Susunan itu memindahkan perkaranya dari kemampuan menjadi kedudukan, dan kedudukan tidak bisa dibantah dengan menunjuk keterbatasan, sebab yang membuat sesuatu selalu lebih dahulu daripada yang dibuatnya. Yang membuat sesuatu selalu lebih dahulu daripada yang dibuatnya.
- Rangkaian penutup ayat ini juga dipakai di 6:103, dan di sana ia menutup ayat yang menyatakan bahwa penglihatan tidak menjangkau-Nya sedangkan Dia menjangkau segala penglihatan. Di 6:103 yang dibicarakan batas penglihatan manusia, dan di sini batas kerahasiaan ucapan. Dua-duanya tentang sesuatu yang manusia sangka tertutup, dan Allah menutup keduanya dengan rangkaian nama yang sama tanpa menyatakan hubungannya. Dua tempat yang membicarakan hal serupa ditutup dengan penutup yang serupa pula.
- Rangkaian di tengah ayat ini bisa dibaca dua arah. Ia bisa berarti Dia yang mencipta sebagai pihak yang mengetahui, atau apa yang Dia cipta sebagai yang diketahui. Terjemahan memilih bacaan yang pertama, dan bacaan yang kedua tidak dibuang oleh susunan aslinya. Pilihan itu bersandar pada letak ayatnya, yaitu sesudah pernyataan tentang isi dada, bukan pada tata bahasanya sendiri. Bacaan yang tidak dibuang tata bahasanya tetap sah walau tidak dipilih.
- Apa yang diketahui? Siapa yang ditanya? Apa akibat dari jawabannya? Tidak satu pun disebut. Yang disebut cuma pertanyaan dan dua nama. Ayat berikutnya berpindah ke bumi dan rezeki, sehingga pertanyaan ini ditutup tanpa satu kalimat kesimpulan pun. Allah membiarkan pembacanya menutup sendiri, dan penutup yang dikerjakan sendiri tinggal lebih lama daripada yang disodorkan. Penutup yang dikerjakan sendiri tinggal lebih lama daripada yang disodorkan.