أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي هُوَ جُنْدٌ لَكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِنْ دُونِ الرَّحْمَٰنِ ۚ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلَّا فِي غُرُورٍ

Atau, siapakah gerangan ini yang menjadi bala tentara bagi kalian, yang dapat menolong kalian selain Ar-Rahman? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam tertipu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي هُوَ جُنْدٌ لَكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِنْ دُونِ الرَّحْمَٰنِam-man haadzaa lladzii huwa jundun lakum yanshurukum min duuni r-rahmaaniatau, siapakah gerangan ini yang menjadi bala tentara bagi kalian, yang dapat menolong kalian selain Ar-Rahman
  2. إِنِ الْكَافِرُونَ إِلَّا فِي غُرُورٍini l-kaafiruuna illaa fii ghuruurinorang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam tertipu

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. أَمَّنْammanataukah siapa
  2. هَٰذَاhaadzaaini
  3. الَّذِيlladziiyang
  4. هُوَhuwaia
  5. جُنْدٌjundunbala tentara
  6. لَكُمْlakumbagi kalian
  7. يَنْصُرُكُمْyanshurukummenolong kalian
  8. مِنْmindari
  9. دُونِduuniselain
  10. الرَّحْمَٰنِr-rahmaaniAr-Rahman
  11. إِنِinijika
  12. الْكَافِرُونَl-kaafiruunaorang-orang kafir
  13. إِلَّاillaakecuali
  14. فِيfiidalam
  15. غُرُورٍghuruurintipuan

Inti bacaan

Tantangan terhadap ilusi perlindungan alternatif: 'siapakah yang akan menjadi bala tentara bagi kalian yang dapat menolongmu selain Ar-Rahman? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu', pembongkaran keyakinan keliru bahwa ada sumber perlindungan lain yang setara atau melebihi otoritas utama, peringatan terhadap kepercayaan diri palsu yang berakar pada kekuatan semu.

Penjelasan pilihan kata

'Haadzaa' (dekat) sempat hilang penerjemahannya pada draf, ditambahkan kembali sebagai 'gerangan ini' mengikuti idiom 'man haadzaa lladzii' (siapakah gerangan ini yang). Koreksi tunggal ke jamak: draf menulis 'menolongmu' (tunggal), padahal 'yansurukum' berakhiran jamak '-kum' (kalian), dikoreksi menjadi 'menolong kalian'. Tambahan kurung '(keadaan)' dihapus.

Rangkaian (جُنْدٌ لَكُمْ, jundun lakum) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:20. Rangkaian (فِي غُرُورٍ, fii ghuruur) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:20. Jadi dua rangkaian sekali pakai berdiri di dua ujung ayat ini, yang satu di dalam pertanyaan dan yang satu lagi di dalam pernyataan penutupnya.

Nama yang dipakai sama dengan yang dipakai di ayat sebelumnya, yaitu nama yang menyebut kasih sayang. Dua ayat berturut-turut memakainya, dan di surah ini nama tersebut muncul di 67:3, 67:19, 67:20, dan 67:29. Jadi ia dipakai pada ayat tentang keteraturan ciptaan, pada ayat tentang burung yang ditahan, dan pada ayat tentang pertolongan. Ketiganya tentang hal yang menopang, bukan tentang hal yang menghukum.

Yang ditanyakan bukan apakah ada penolong, melainkan siapa gerangan dia. Susunan pertanyaannya menuntut penunjukan, bukan pengakuan. Terjemahan memakai 'siapakah gerangan ini' dan menahan bentuk penunjukan itu. Mengubahnya menjadi 'adakah' akan melemahkan tuntutannya, sebab yang ditanya bukan keberadaannya melainkan namanya.

Kata yang dipakai untuk penolong berarti pasukan, bukan seorang pembela. Jadi yang ditanyakan bukan satu orang melainkan kekuatan yang bisa berdiri di hadapan. Terjemahan memakai 'bala tentara' dan menahan bentuk kelompoknya. Memakai 'penolong' saja akan memperkecil apa yang ditawarkan pertanyaan itu, padahal tawaran yang besar justru membuat kekosongan jawabannya lebih terasa.

Bagian penutupnya berbentuk pembatasan, yaitu bahwa mereka tidak berada dalam keadaan apa pun kecuali satu. Susunan Arabnya memakai penafian yang disusul pengecualian. Terjemahan memakai 'hanya' dan menahan pembatasan tersebut. Menghilangkannya akan mengubah kalimatnya menjadi keterangan biasa, padahal ayat ini menutup semua kemungkinan lain terlebih dahulu.

Kata penutupnya berarti tertipu, yaitu tersesat oleh sesuatu yang tampak menjanjikan. Jadi yang dinyatakan bukan bahwa mereka bodoh dan bukan bahwa mereka jahat, melainkan bahwa mereka sedang mengandalkan sesuatu yang tidak akan menahan apa pun. Susunan itu bersambung ke ayat sebelumnya, yang menyebut penahan yang sebenarnya bagi burung di udara.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut siapa yang mereka andalkan, tidak disebut apa bentuknya, dan tidak disebut sejak kapan. Yang disebut cuma pertanyaannya dan keadaannya. Menahan nama yang diandalkan membuat pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan membantah satu nama tertentu, sebab yang ditanya berlaku untuk apa pun yang menempati kedudukan itu.

Tafsiran

Ayat ini menantang secara retoris siapa penolong sejati selain Allah.

Ayat ini menuntut ditunjukkannya satu nama, lalu menutup semua kemungkinan lain dengan sebuah pembatasan.

Rangkaian (جُنْدٌ لَكُمْ, jundun lakum) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:20. Rangkaian (فِي غُرُورٍ, fii ghuruur) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:20.

Nama yang dipakai sama dengan yang dipakai di ayat sebelumnya, dan di surah ini nama tersebut muncul di 67:3, 67:19, 67:20, dan 67:29, yaitu pada ayat tentang keteraturan ciptaan, tentang burung yang ditahan, dan tentang pertolongan.

Yang ditanyakan bukan apakah ada penolong melainkan siapa gerangan dia, sehingga pertanyaannya menuntut penunjukan. Kata yang dipakai berarti pasukan, bukan seorang pembela, dan terjemahan menahan bentuk kelompok itu. Bagian penutupnya berbentuk pembatasan, dan kata terakhirnya berarti tertipu oleh sesuatu yang tampak menjanjikan. Tidak disebut siapa yang mereka andalkan dan apa bentuknya.

Yang ditanyakan menuntut sebuah nama, dan tuntutan berupa nama tidak bisa dipenuhi dengan keterangan yang panjang. Kedua rangkaian sekali pakai di ayat ini berdiri di dua ujungnya, yang satu di dalam pertanyaan dan yang satu lagi di dalam pernyataan penutupnya.

Renungan dan Hikmah

  • Nama yang dipakai dalam pertanyaan itu Ar-Rahman, nama tentang kasih, bukan nama tentang kekuatan. Padahal yang sedang dibicarakan pertolongan dalam pertempuran. Justru di situ nama itu yang dipilih Allah. Nama yang dipakai sama dengan yang dipakai di ayat sebelumnya, dan di surah ini ia muncul di 67:3, 67:19, 67:20, dan 67:29. Jadi ia dipakai pada ayat tentang keteraturan ciptaan, pada ayat tentang burung yang ditahan, dan pada ayat tentang pertolongan. Ketiganya tentang hal yang menopang, bukan tentang hal yang menghukum, dan pilihan nama itu terbaca jelas di susunan ayatnya. Nama yang menopang dipakai justru pada ayat tentang sandaran yang keliru.
  • Yang ditanyakan siapa yang menjadi bala tentara bagi mereka, bukan siapa yang mereka ikuti. Kalimat itu membalik kedudukan: yang mereka andalkan digambarkan sebagai pasukan yang seharusnya membela mereka, dan pertanyaannya siapa yang sanggup. Kata yang dipakai untuk penolong berarti pasukan, bukan seorang pembela. Jadi yang ditanyakan bukan satu orang melainkan kekuatan yang bisa berdiri di hadapan. Terjemahan memakai 'bala tentara' dan menahan bentuk kelompoknya. Memakai kata untuk seorang penolong akan memperkecil apa yang ditawarkan pertanyaan itu, padahal tawaran yang besar justru membuat kekosongan jawabannya lebih terasa. Tawaran yang besar membuat kekosongan jawabannya lebih terasa.
  • Penutupnya menyebut mereka tidak lain hanyalah dalam tertipu. Kata yang dipakai bukan salah atau lalai. Allah menyebut keadaan orang yang merasa aman padahal tidak, dan itu keadaan yang paling sulit disadari sendiri. Bagian penutupnya berbentuk pembatasan, yaitu bahwa mereka tidak berada dalam keadaan apa pun kecuali satu. Susunan Arabnya memakai penafian yang disusul pengecualian, dan terjemahan memakai 'hanya' untuk menahannya. Kata terakhirnya berarti tertipu oleh sesuatu yang tampak menjanjikan, jadi yang dinyatakan bukan bahwa mereka bodoh melainkan bahwa sandarannya tidak akan menahan apa pun. Sandaran yang tidak menahan apa pun tetap terasa menahan sampai diuji.
  • Susunan pertanyaannya menuntut penunjukan, bukan pengakuan. Yang ditanyakan bukan apakah ada penolong, melainkan siapa gerangan dia. Terjemahan menahan bentuk penunjukan itu dan tidak mengubahnya menjadi pertanyaan tentang keberadaan. Allah menuntut sebuah nama, dan tuntutan berupa nama tidak bisa dipenuhi dengan keterangan yang panjang, sebab yang diminta satu kata yang bisa disebutkan. Tuntutan berupa satu kata tidak bisa dipenuhi dengan keterangan yang panjang.
  • Rangkaian yang menyebut pasukan dan rangkaian yang menyebut keadaan tertipu sama-sama tidak muncul lagi di seluruh Al-Qur'an, dan keduanya berdiri di dua ujung ayat ini. Yang satu di dalam pertanyaan, dan yang satu lagi di dalam pernyataan penutupnya. Allah memakai dua bahan sekali pakai untuk menandai dua sisi dari satu perkara, yaitu apa yang diandalkan dan apa yang sebenarnya terjadi. Dua bahan sekali pakai menandai dua sisi dari satu perkara yang sama.
  • Siapa yang mereka andalkan? Apa bentuknya? Sejak kapan sandaran itu dipegang? Tidak satu pun disebut. Yang disebut cuma pertanyaannya dan keadaannya. Allah menahan nama yang diandalkan, dan penahanan itu menutup satu jalan keluar: pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan membantah satu nama tertentu, sebab yang ditanya berlaku untuk apa pun yang menempati kedudukan tersebut. Pertanyaan yang tidak menyebut nama tidak bisa dijawab dengan membantah satu nama.