أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ ۚ بَلْ لَجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ
Atau siapakah gerangan ini yang memberi kalian rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Bahkan mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauh.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُam-man haadzaa lladzii yarzuqukum in amsaka rizqahuatau siapakah gerangan ini yang memberi kalian rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya
- بَلْ لَجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍbal lajjuu fii 'utuwwin wa-nufuurinbahkan mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauh
Terjemahan per kata (12 kata)
- أَمَّنْammanataukah siapa
- هَٰذَاhaadzaaini
- الَّذِيlladziiyang
- يَرْزُقُكُمْyarzuqukummemberi kalian rezeki
- إِنْinjika
- أَمْسَكَamsakamenahan
- رِزْقَهُrizqahurezekinya
- بَلْbalbahkan
- لَجُّواlajjuumereka terus-menerus
- فِيfiidalam
- عُتُوٍّ'utuwwinkesombongan
- وَنُفُورٍwa-nufuurindan lari
Inti bacaan
Ketergantungan total pada satu sumber rezeki: 'siapakah yang memberi kalian rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Bahkan mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhi (kebenaran)', pengakuan bahwa kelangsungan hidup bergantung sepenuhnya pada kesinambungan pemberian yang bisa dihentikan kapan saja, kontras dengan kesombongan yang mengabaikan ketergantungan fundamental ini.
Penjelasan pilihan kata
'Haadzaa' (dekat) sama seperti 67:20, ditambahkan kembali sebagai 'gerangan ini'. Tambahan kurung '(kebenaran)' tidak dipakai.
Rangkaian (أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي, ammann haadzal-ladzii) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:20 dan 67:21. Dua-duanya di surah ini, dan dua-duanya di ayat yang berdampingan. Jadi susunan pertanyaan itu tidak dipakai di surah mana pun yang lain, dan surah ini memakainya dua kali berturut-turut untuk dua hal yang berbeda, yaitu pertolongan dan rezeki.
Kata (أَمْسَكَ, amsaka) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 35:41 dan 67:21. Di 35:41 kata itu dipakai untuk menahan langit dan bumi supaya tidak lenyap, dan di sana yang ditahan justru diselamatkan oleh penahanan itu. Di 67:21 kata yang sama dipakai untuk menahan rezeki, dan di sini penahanannya berarti kehilangan. Satu kata, dua akibat yang berlawanan, dan yang membedakannya apa yang ditahan.
Kata (يَرْزُقُكُمْ, yarzuqukum) muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 10:31, 27:64, 34:24, 35:3, dan 67:21. Di 10:31 dan 34:24 ia berada di dalam pertanyaan yang menyuruh menyebutkan siapa, dan di 35:3 ia berada di dalam ajakan mengingat. Jadi kata itu hampir selalu dipakai di dalam kalimat yang menuntut penyebutan nama, bukan di dalam keterangan biasa.
Kata (لَجُّوا, lajjuu) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 23:75 dan 67:21. Di 23:75 kata tersebut dipakai untuk menggambarkan apa yang akan mereka kerjakan seandainya kesulitan mereka dilenyapkan, yaitu terus bertahan dalam pembangkangan. Jadi di dua tempat itu kata yang sama menggambarkan sikap yang tidak berubah oleh keadaan, baik ketika diberi maupun ketika ditanya.
Kata (عُتُوٍّ, 'utuwwin) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:21. Kata (وَنُفُورٍ, wa-nufuur) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:21. Dua kata sekali pakai berdiri berdampingan di penutupnya, dan keduanya menyebut dua arah yang berbeda: yang pertama tentang melampaui batas, dan yang kedua tentang menjauh dan lari.
Pertanyaannya tidak dijawab. Sesudah pertanyaan itu diajukan, kalimat berikutnya tidak menyebut jawabannya melainkan menyebut sikap mereka. Kata (بَلْ, bal) di tengah ayat memutar arah kalimatnya. Susunan tersebut menyatakan bahwa yang jadi masalah bukan ketiadaan jawaban, melainkan bahwa jawaban itu tidak dicari sama sekali.
Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut rezeki apa, tidak disebut berapa lama penahanannya, dan tidak disebut siapa yang ditanya. Yang disebut cuma pertanyaannya dan sikap yang menyusulnya. Menahan rincian rezekinya membuat pertanyaan ini berlaku untuk apa saja yang biasa diterima orang tanpa dipikirkan asalnya.
Tafsiran
Ayat ini menantang secara retoris siapa pemberi rezeki sejati selain Allah.
Ayat ini mengulang bentuk pertanyaan sebelumnya dengan pokok yang berbeda, lalu menutupnya dengan gambaran sikap.
Rangkaian (أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي, ammann haadzal-ladzii) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:20 dan 67:21, dua-duanya di surah ini dan berdampingan.
Kata (أَمْسَكَ, amsaka) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 35:41 dan 67:21. Di 35:41 ia dipakai untuk menahan langit dan bumi supaya tidak lenyap, sehingga penahanan di sana menyelamatkan, sedangkan di sini penahanan berarti kehilangan.
Kata (يَرْزُقُكُمْ, yarzuqukum) muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 10:31, 27:64, 34:24, 35:3, dan 67:21, dan hampir selalu di dalam kalimat yang menuntut penyebutan nama. Kata (لَجُّوا, lajjuu) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 23:75 dan 67:21.
Pertanyaannya tidak dijawab; kalimat berikutnya menyebut sikap mereka, dan kata di tengah ayat memutar arahnya. Tidak disebut rezeki apa, berapa lama penahanannya, dan siapa yang ditanya.
Kata (عُتُوٍّ, 'utuwwin) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:21, dan kata (وَنُفُورٍ, wa-nufuur) juga cuma di 67:21. Dua kata sekali pakai berdiri berdampingan di penutupnya, dan keduanya menyebut dua arah yang berbeda: yang pertama tentang melampaui batas, dan yang kedua tentang menjauh dan lari.
Renungan dan Hikmah
- Allah bertanya siapa yang memberi rezeki kalau Dia menahan. Andai berhenti. Yang tiap hari mengalir dibayangkan tak mengalir. Kata untuk menahan di ayat ini juga dipakai di 35:41, dan di sana ia menahan langit dan bumi supaya tidak lenyap. Jadi di tempat itu penahanan justru menyelamatkan yang ditahan, sedangkan di sini penahanan berarti kehilangan bagi yang menantikannya. Satu kata dengan dua akibat yang berlawanan, dan yang membedakannya bukan katanya melainkan apa yang ditahan olehnya. Yang ditahan menentukan apakah penahanan itu menyelamatkan atau merugikan.
- Jawabannya tak ditunggu: bahkan mereka terus-menerus dalam kesombongan. Ditutup sendiri. Pertanyaannya dijawab di kalimat yang sama. Sesudah pertanyaan itu diajukan, kalimat berikutnya tidak menyebut jawabannya melainkan menyebut sikap mereka. Kata di tengah ayat memutar arah kalimatnya. Susunan tersebut menyatakan bahwa yang jadi masalah bukan ketiadaan jawaban, melainkan bahwa jawabannya tidak dicari sama sekali oleh yang ditanya. Menyebut sikap sebagai ganti jawaban memindahkan perkaranya dari kekurangan bukti ke kemauan. Menyebut sikap sebagai ganti jawaban memindahkan perkaranya ke kemauan.
- Allah menyebut dua keadaan: kesombongan dan menjauh. Berpasangan. Yang di dalam dada disebut bersama gerak badannya. Dua kata penutupnya sama-sama tidak muncul lagi di seluruh Al-Qur'an, dan keduanya menyebut dua arah yang berbeda. Yang pertama tentang melampaui batas, dan yang kedua tentang menjauh dan lari. Jadi yang digambarkan bukan satu sikap melainkan dua gerak sekaligus, yaitu maju melewati garis dan mundur menjauhi sumbernya, dan keduanya dikerjakan orang yang sama. Maju melewati garis dan mundur menjauhi sumbernya dikerjakan orang yang sama.
- Rangkaian pembuka ayat ini muncul dua kali di seluruh Al-Qur'an, dan dua-duanya di surah ini pada ayat yang berdampingan, yaitu 67:20 dan 67:21. Jadi susunan pertanyaan itu tidak dipakai di surah mana pun yang lain. Allah memakainya dua kali berturut-turut untuk dua hal yang berbeda, yaitu pertolongan dan rezeki, sehingga dua ayat itu terbaca sebagai satu pasang tuntutan yang sama bentuknya. Dua tuntutan berbentuk sama terbaca sebagai satu pasang, bukan dua kalimat lepas.
- Kata untuk memberi rezeki di ayat ini muncul lima kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 10:31, 27:64, 34:24, 35:3, dan 67:21. Di 10:31 dan 34:24 ia berada di dalam pertanyaan yang menyuruh menyebutkan siapa, dan di 35:3 di dalam ajakan mengingat. Allah hampir selalu memakainya di dalam kalimat yang menuntut penyebutan nama, bukan di dalam keterangan yang berdiri sendiri. Kalimat yang menuntut penyebutan nama tidak bisa dijawab dengan keterangan panjang.
- Rezeki apa yang dimaksud? Berapa lama penahanannya? Siapa yang sedang dihadapkan pertanyaan ini? Tidak satu pun disebut. Yang disebut cuma pertanyaannya dan sikap yang menyusulnya. Allah menahan rinciannya, dan penahanan itu melebarkan jangkauannya: pertanyaan ini berlaku untuk apa saja yang biasa diterima orang setiap hari tanpa sekali pun dipikirkan dari mana asalnya. Yang diterima setiap hari paling jarang ditanyakan asalnya.