أَفَمَنْ يَمْشِي مُكِبًّا عَلَىٰ وَجْهِهِ أَهْدَىٰ أَمَّنْ يَمْشِي سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Maka apakah orang yang berjalan tertelungkup atas wajahnya lebih mendapat petunjuk, ataukah orang yang berjalan tegak di atas jalan yang lurus?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- أَفَمَنْ يَمْشِي مُكِبًّا عَلَىٰ وَجْهِهِ أَهْدَىٰ أَمَّنْ يَمْشِي سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍa-fa-man yamshii mukibban alaa wajhihi ahdaa am-man yamshii sawiyyan alaa siraatin mustaqiiminmaka apakah orang yang berjalan tertelungkup atas wajahnya lebih mendapat petunjuk, ataukah orang yang berjalan tegak di atas jalan yang lurus
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar m-sh-y, k-b-b, w-j-h, h-d-y, s-w-y, s-r-t, q-w-m): a-fa-man yamshii mukibban alaa wajhihi ahdaa am man yamshii sawiyyan alaa siraat mustaqiim diterjemahkan 'apakah yang berjalan tertelungkup lebih mendapat petunjuk, ataukah yang berjalan tegak di jalan lurus' (akar m-sh-y + akar k-b-b + akar w-j-h + akar h-d-y HDY + akar s-w-y + akar s-r-t, metafora: yang sesat tersaruk-buta vs yang mendapat petunjuk melangkah tegak-terang). Selaras.
Aplikasi
Perumpamaan tajam dua cara berjalan: 'apakah orang yang berjalan tertelungkup atas wajahnya lebih mendapat petunjuk, ataukah orang yang berjalan tegak di atas jalan yang lurus?', citra visual yang kuat membandingkan kekacauan tanpa arah (tertelungkup, tidak bisa melihat ke depan) dengan kejelasan tujuan (tegak, jalan lurus), metafora yang mudah dipahami untuk membedakan hidup tanpa arah dari hidup yang terarah.