قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۖ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ
Katakanlah, “Dialah yang menciptakan kalian dan menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. Sedikit sekali kalian bersyukur.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَqul huwa lladzii ansya'akum wa-ja'ala lakumu s-sam'a wa-l-abshaara wa-l-af'idatakatakanlah, 'Dialah yang menciptakan kalian dan menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati nurani'
- قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَqaliilan maa tasykuruuna'sedikit sekali kalian bersyukur'
Terjemahan per kata (12 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- هُوَhuwaDia
- الَّذِيlladziiyang
- أَنْشَأَكُمْansya'akummenumbuhkan kalian
- وَجَعَلَwa-ja'aladan Dia menjadikan
- لَكُمُlakumubagi kalian
- السَّمْعَs-sam'apendengaran
- وَالْأَبْصَارَwa-l-abshaaradan penglihatan
- وَالْأَفْئِدَةَwa-l-af'idatadan hati
- قَلِيلًاqaliilansedikit
- مَاmaaapa
- تَشْكُرُونَtasykuruunabersyukur
Inti bacaan
Tiga anugerah indrawi yang jarang disyukuri: 'menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. Sedikit sekali kalian bersyukur', pengakuan jujur bahwa kemampuan dasar yang memungkinkan seluruh pengalaman hidup (mendengar, melihat, merasakan secara batin) sering dianggap remeh, pengingat untuk menghargai fungsi tubuh yang selama ini dianggap otomatis.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(Akan tetapi,)' dan kata 'Zat' tidak dipakai.
Kata (أَنْشَأَكُمْ, ansya-akum) muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 6:98, 6:133, 11:61, 53:32, dan 67:23. Rangkaian (السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ, as-sam'a wal-abshaara wal-af'idata) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 16:78, 23:78, 32:9, dan 67:23. Ketiga hal itu selalu disebut dengan urutan yang sama di keempat tempat tersebut.
Rangkaian yang lebih panjang, yaitu tiga hal itu ditutup pernyataan tentang sedikitnya syukur, muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 23:78, 32:9, dan 67:23. Jadi bukan cuma daftar ketiganya yang berulang, melainkan juga penutupnya. Tiga surah memuat satuan yang sama, dan yang berbeda cuma kalimat yang mendahuluinya.
Yang paling dekat dengan ayat ini 23:78. Di sana kalimatnya dibuka dengan pernyataan, yaitu 'dan Dialah yang', sedangkan di 67:23 kalimat yang hampir sama dibuka perintah menyampaikan. Perbedaan itu berlanjut ke ayat berikutnya, sebab 67:24 juga memuat perintah yang sama sedangkan 23:79 tidak. Jadi surah ini memakai bahan yang sudah ada dan mengubah kedudukannya dari keterangan menjadi ucapan yang diperintahkan.
Ketiga hal yang disebut punya urutan yang bergerak dari luar ke dalam, yaitu pendengaran, penglihatan, lalu hati. Dua yang pertama pintu masuk, dan yang ketiga tempat mengolah. Urutan tersebut tetap sama di keempat tempat, dan tidak pernah dibalik. Terjemahan mengikuti urutan aslinya dan tidak menyusunnya ulang menurut kebiasaan bahasa Indonesia.
Penutupnya memakai susunan yang mendahulukan kata untuk sedikit, sehingga penekanannya jatuh pada sedikitnya. Bahasa Arab memakai pendahuluan seperti itu untuk menegaskan. Terjemahan memakai 'sedikit sekali' dan menahan penekanan tersebut, sebab menaruhnya di belakang akan melemahkan bagian yang justru dikuatkan ayatnya.
Perintah menyampaikan di awal ayat memindahkan kedudukan kalimat ini. Yang berbicara bukan lagi suara yang menceritakan, melainkan seseorang yang diperintahkan mengucapkannya. Susunan itu sama dengan yang dipakai di 68:40, ketika seseorang diperintahkan bertanya kepada mereka. Jadi surah ini dan surah sebelumnya sama-sama memakai perintah pendek untuk memindahkan siapa yang bersuara.
Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut kepada siapa disampaikan, tidak disebut syukur berupa apa, dan tidak disebut seberapa yang seharusnya. Yang disebut cuma tiga pemberian dan satu penilaian. Menahan ukurannya membuat penilaian di penutupnya tidak bisa dijawab dengan menunjuk jumlah tertentu yang sudah dikerjakan.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan Allah sebagai pencipta indra manusia, disayangkan hanya sedikit yang bersyukur.
Ayat ini menyebut tiga pemberian yang paling dekat dengan tubuh, lalu menutupnya dengan satu penilaian.
Kata (أَنْشَأَكُمْ, ansya-akum) muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 6:98, 6:133, 11:61, 53:32, dan 67:23. Rangkaian (السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ, as-sam'a wal-abshaara wal-af'idata) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 16:78, 23:78, 32:9, dan 67:23, selalu dengan urutan yang sama.
Rangkaian yang lebih panjang, yaitu ketiganya ditutup pernyataan tentang sedikitnya syukur, muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 23:78, 32:9, dan 67:23.
Yang paling dekat 23:78, dan di sana kalimatnya dibuka pernyataan sedangkan di sini dibuka perintah menyampaikan. Urutan ketiga hal itu bergerak dari luar ke dalam dan tidak pernah dibalik. Penutupnya mendahulukan kata untuk sedikit, sehingga penekanannya jatuh di sana. Tidak disebut kepada siapa disampaikan dan syukur berupa apa.
Perintah menyampaikan di awal ayat memindahkan kedudukan kalimat ini: yang berbicara bukan lagi suara yang menceritakan, melainkan seseorang yang diperintahkan mengucapkannya. Susunan itu sama dengan yang dipakai di 68:40, dan ayat berikutnya memakainya lagi.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut penciptaan lebih dahulu, baru perangkatnya. Diciptakan, lalu diberi pendengaran. Urutannya dari ada ke bisa. Ketiga hal yang disebut punya urutan yang bergerak dari luar ke dalam, yaitu pendengaran, penglihatan, lalu hati. Dua yang pertama pintu masuk, dan yang ketiga tempat mengolah. Urutan tersebut tetap sama di keempat tempat yang memuatnya, dan tidak pernah dibalik. Terjemahan mengikuti urutan aslinya dan tidak menyusunnya ulang menurut kebiasaan bahasa Indonesia yang biasa mendahulukan mata. Urutan dari luar ke dalam tidak pernah dibalik di keempat tempatnya.
- Tiga hal disebut berurut dan berhenti di hati. Dua yang pertama menangkap dari luar. Yang ketiga menimbang di dalam. Penutupnya memakai susunan yang mendahulukan kata untuk sedikit, sehingga penekanannya jatuh pada sedikitnya. Bahasa Arab memakai pendahuluan seperti itu untuk menegaskan. Terjemahan memakai 'sedikit sekali' dan menahan penekanan tersebut, sebab menaruhnya di belakang akan melemahkan bagian yang justru dikuatkan ayatnya lewat urutan katanya. Urutan kata menanggung penekanan yang di bahasa lain butuh kata tambahan.
- Kalimat penutupnya pendek dan tanpa hiasan. Allah tidak merinci siapa yang dimaksud. Hitungannya dibiarkan ditimbang masing-masing. Yang paling dekat dengan ayat ini 23:78, dan di sana kalimatnya dibuka pernyataan sedangkan di sini dibuka perintah menyampaikan. Perbedaan itu berlanjut ke ayat berikutnya, sebab 67:24 juga memuat perintah yang sama sedangkan 23:79 tidak. Jadi surah ini memakai bahan yang sudah ada dan mengubah kedudukannya dari keterangan menjadi ucapan yang diperintahkan. Bahan yang sama berpindah kedudukan begitu satu kata ditambahkan di depannya.
- Bukan cuma daftar ketiga hal itu yang berulang, melainkan juga penutupnya. Rangkaian lengkapnya muncul tiga kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 23:78, 32:9, dan 67:23. Tiga surah memuat satuan yang sama, dan yang berbeda cuma kalimat yang mendahuluinya. Allah memakai satuan utuh itu di tiga tempat, dan pembaca yang menemukannya di satu surah sudah memegang isi yang di dua surah lainnya. Satuan utuh yang dipakai di tiga surah membawa isi yang sama ke tiga tempat.
- Perintah menyampaikan di awal ayat memindahkan kedudukan kalimat ini. Yang berbicara bukan lagi suara yang menceritakan, melainkan seseorang yang diperintahkan mengucapkannya. Susunan itu sama dengan yang dipakai di 68:40, ketika seseorang diperintahkan bertanya kepada mereka. Allah memakai perintah pendek untuk memindahkan siapa yang bersuara, dan pemindahan itu terjadi tanpa kalimat pengantar. Perintah pendek memindahkan siapa yang bersuara tanpa kalimat pengantar.
- Kepada siapa disampaikan? Syukur berupa apa? Seberapa yang seharusnya? Tidak satu pun disebut. Yang disebut cuma tiga pemberian dan satu penilaian. Allah menahan ukurannya, dan penahanan itu menutup satu jalan keluar: penilaian di penutupnya tidak bisa dijawab dengan menunjuk jumlah tertentu yang sudah dikerjakan, sebab jumlah yang dituntut memang tidak pernah disebutkan. Jumlah yang dituntut memang tidak pernah disebutkan, jadi tidak bisa diklaim tercapai.