قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۖ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

Katakanlah, “Dialah yang menciptakan kalian dan menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. Sedikit sekali kalian bersyukur.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَqul huwa lladzii ansha'akum wa-ja'ala lakumu s-sam'a wa-l-absaara wa-l-af'idatakatakanlah, 'Dialah yang menciptakan kalian dan menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati nurani'
  2. قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَqaliilan maa tashkuruuna'sedikit sekali kalian bersyukur'
Catatan pilihan kata (ringkas)

ansha'aKUM/laKUM/tashkuruun 2MP diterjemahkan kalian ('Katakanlah' = qul 2MS). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Lih.. Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).

Aplikasi

Tiga anugerah indrawi yang jarang disyukuri: 'menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. Sedikit sekali kalian bersyukur', pengakuan jujur bahwa kemampuan dasar yang memungkinkan seluruh pengalaman hidup (mendengar, melihat, merasakan secara batin) sering dianggap remeh, pengingat untuk menghargai fungsi tubuh yang selama ini dianggap otomatis.