قُلْ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ
Katakanlah, “Sesungguhnya ilmu hanya ada pada Allah. Aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قُلْ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌqul innamaa l-'ilmu 'inda llaahi wa-innamaa anaa nadziirun mubiinunkatakanlah, 'sesungguhnya ilmu hanya ada pada Allah; aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas'
Terjemahan per kata (9 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
- الْعِلْمُl-'ilmupengetahuan
- عِنْدَ'indadi sisi
- اللَّهِllaahiAllah
- وَإِنَّمَاwa-innamaadan hanyalah
- أَنَاanaaaku
- نَذِيرٌnadziirunpemberi peringatan
- مُبِينٌmubiinunyang nyata
Inti bacaan
Kejujuran tentang batas pengetahuan: 'sesungguhnya ilmu (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas', pengakuan rendah hati yang membedakan antara peran menyampaikan peringatan dan klaim mengetahui detail teknis yang berada di luar kapasitas manusia mana pun, batas yang jujur terhadap keterbatasan pengetahuan.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(Muhammad)' dan '(tentang hari Kiamat itu)' tidak dipakai.
Rangkaian (نَذِيرٌ مُبِينٌ, nadziirun mubiin) muncul 11 kali di seluruh Al-Qur'an, misalnya di 7:184, 26:115, dan 51:50. Jadi sebutan yang dipakai untuk diri sendiri di ayat ini bukan sebutan baru, melainkan sebutan yang sudah dipakai berulang kali di banyak surah untuk kedudukan yang sama.
Ayat ini dibuka perintah menyampaikan, sama seperti 67:23 dan 67:24. Di surah ini ada enam ayat yang dibuka kata tersebut, yaitu 67:23, 67:24, 67:26, 67:28, 67:29, dan 67:30. Empat di antaranya berada di lima ayat terakhir. Jadi penutup surah ini hampir seluruhnya berupa ucapan yang diperintahkan, bukan keterangan yang disampaikan suara yang menceritakan.
Kalimatnya memuat dua pembatasan berturut-turut. Yang pertama membatasi tempat pengetahuan, dan yang kedua membatasi kedudukan yang berbicara. Bahasa Arab memakai satu kata pembatas yang sama untuk keduanya, dan mengulangnya di dalam satu ayat pendek. Terjemahan memakai 'hanya' dua kali dan menahan pengulangan itu, sebab menghilangkan salah satunya akan memutus kesejajaran yang dibangun ayatnya.
Dua pembatasan tersebut menjawab pertanyaan di 67:25 tanpa menyebutkan jawabannya. Yang mereka tanyakan waktunya, dan yang dijawab di mana pengetahuan tentang waktu itu berada. Jadi jawabannya memindahkan pertanyaan, bukan mengisinya. Susunan seperti itu menutup tuntutan mereka tanpa memberi apa pun yang bisa dipakai untuk menuntut lagi.
Sebutan yang dipakai untuk diri sendiri tidak menyebut kekuasaan dan tidak menyebut kedudukan yang tinggi. Yang disebut tugas menyampaikan peringatan dengan terang. Susunan tersebut menjaga jarak antara yang menyampaikan dan yang menurunkan, dan jarak itu justru yang dipersoalkan tuntutan mereka di ayat sebelumnya.
Kata sifat penutupnya, yaitu (مُبِينٌ, mubiin), berarti terang dan menjelaskan. Jadi yang ditegaskan bukan kerasnya peringatan melainkan jelasnya. Terjemahan memakai 'yang jelas' dan menahan makna itu. Memakai 'yang keras' akan memindahkannya ke nada, padahal kata aslinya tentang kejelasan isi, dan kejelasan isi memang yang membuat penolakan tidak bisa beralasan tidak mengerti.
Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut ilmu tentang apa, tidak disebut peringatan tentang apa, dan tidak disebut kepada siapa disampaikan. Yang disebut cuma dua batas. Menahan isinya membuat dua pembatasan itu berlaku untuk setiap tuntutan serupa, bukan cuma untuk pertanyaan yang baru saja diajukan di 67:25.
Ayat ini juga menutup satu bagian dan membuka bagian lain. Sesudahnya datang gambaran tentang wajah yang berubah di 67:27, lalu dua pertanyaan yang menyuruh membayangkan di 67:28 dan 67:30. Jadi ayat ini berdiri sebagai batas: sebelumnya keberatan mereka, dan sesudahnya jawaban yang diberikan dengan tiga cara yang berbeda-beda.
Tafsiran
Ayat ini menjawab bahwa ilmu tentang waktu kepastian hanya milik Allah, Nabi sekadar pemberi peringatan.
Ayat ini menjawab pertanyaan sebelumnya dengan memindahkannya, bukan dengan mengisinya.
Rangkaian (نَذِيرٌ مُبِينٌ, nadziirun mubiin) muncul 11 kali di seluruh Al-Qur'an, misalnya di 7:184, 26:115, dan 51:50, sehingga sebutan yang dipakai untuk diri sendiri di sini bukan sebutan baru.
Ayat ini dibuka perintah menyampaikan, sama seperti 67:23 dan 67:24. Di surah ini ada enam ayat yang dibuka kata tersebut, yaitu 67:23, 67:24, 67:26, 67:28, 67:29, dan 67:30, dan empat di antaranya di lima ayat terakhir.
Kalimatnya memuat dua pembatasan berturut-turut, yaitu tentang tempat pengetahuan dan tentang kedudukan yang berbicara, dan terjemahan menahan pengulangan kata pembatasnya. Sebutan untuk diri sendiri tidak menyebut kekuasaan, melainkan tugas menyampaikan. Kata sifat penutupnya berarti terang, bukan keras. Tidak disebut ilmu tentang apa dan kepada siapa disampaikan.
Dua pembatasan itu menjawab pertanyaan di 67:25 tanpa menyebutkan jawabannya: yang mereka tanyakan waktunya, dan yang dijawab di mana pengetahuan tentang waktu itu berada. Jadi jawabannya memindahkan pertanyaan, bukan mengisinya, sehingga tuntutan mereka tertutup tanpa diberi apa pun yang bisa dipakai menuntut lagi.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruh menyebut ilmunya hanya ada pada-Nya. Bukan pada siapa pun. Pertanyaan mereka dijawab dengan menutup satu-satunya sumbernya. Kalimatnya memuat dua pembatasan berturut-turut. Yang pertama membatasi tempat pengetahuan, dan yang kedua membatasi kedudukan yang berbicara. Bahasa Arab memakai satu kata pembatas yang sama untuk keduanya dan mengulangnya di dalam satu ayat pendek. Terjemahan memakai 'hanya' dua kali dan menahan pengulangan itu, sebab menghilangkan salah satunya memutus kesejajaran yang dibangun ayatnya. Kesejajaran dua pembatasan itu runtuh begitu salah satunya dihilangkan.
- Yang disuruh diucapkan aku hanyalah pemberi peringatan yang jelas. Kata hanyalah. Perannya diperkecil sendiri oleh yang menjalankannya. Sebutan yang dipakai untuk diri sendiri tidak menyebut kekuasaan dan tidak menyebut kedudukan yang tinggi. Yang disebut tugas menyampaikan peringatan dengan terang. Susunan tersebut menjaga jarak antara yang menyampaikan dan yang menurunkan, dan jarak itu justru yang dipersoalkan oleh tuntutan mereka di ayat sebelumnya, yaitu tuntutan agar waktunya disebutkan. Jarak antara yang menyampaikan dan yang menurunkan justru yang dipersoalkan tuntutan mereka.
- Allah menyuruh menjawab, bukan mengabaikan. Diakui tak tahu. Yang ditanya tetap berbicara, meski jawabannya bukan yang mereka cari. Dua pembatasan itu menjawab pertanyaan di 67:25 tanpa menyebutkan jawabannya. Yang mereka tanyakan waktunya, dan yang dijawab di mana pengetahuan tentang waktu itu berada. Jadi jawabannya memindahkan pertanyaan, bukan mengisinya. Susunan seperti itu menutup tuntutan mereka tanpa memberi apa pun yang bisa dipakai untuk menuntut sekali lagi. Jawaban yang memindahkan pertanyaan tidak menyisakan bahan untuk tuntutan berikutnya.
- Sebutan yang dipakai untuk diri sendiri di ayat ini muncul sebelas kali di seluruh Al-Qur'an, misalnya di 7:184, 26:115, dan 51:50. Jadi ia bukan sebutan baru, melainkan sebutan tetap untuk kedudukan yang sama di banyak surah. Allah memakai kata yang sudah dikenal pembacanya untuk menjawab tuntutan yang baru diajukan, sehingga jawabannya tidak terbaca sebagai keterangan yang disusun khusus untuk mengelak. Kata yang sudah dikenal pembacanya menutup dugaan bahwa jawabannya disusun untuk mengelak.
- Di surah ini ada enam ayat yang dibuka perintah menyampaikan, yaitu 67:23, 67:24, 67:26, 67:28, 67:29, dan 67:30, dan empat di antaranya berada di lima ayat terakhir. Jadi penutup surah ini hampir seluruhnya berupa ucapan yang diperintahkan. Allah memindahkan suaranya dari yang menceritakan kepada yang diperintahkan berbicara, dan pemindahan itu makin rapat menjelang akhir. Suaranya berpindah makin rapat menjelang akhir surah.
- Ilmu tentang apa? Peringatan tentang apa? Kepada siapa disampaikan? Tidak satu pun disebut. Yang disebut cuma dua batas. Allah menahan isinya, dan penahanan itu melebarkan jangkauannya: dua pembatasan tersebut berlaku untuk setiap tuntutan yang serupa, bukan cuma untuk pertanyaan yang baru saja diajukan di ayat sebelumnya. Batas yang tidak menyebut isi berlaku bagi setiap tuntutan yang serupa.