فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَقِيلَ هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَدَّعُونَ

Maka ketika mereka melihatnya sudah dekat, muramlah wajah orang-orang yang kufur, dan dikatakan, “Inilah yang dahulu kalian minta.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُواfa-lammaa ra'awhu zulfatan sii'at wujuuhu lladziina kafaruumaka ketika mereka melihatnya sudah dekat, muramlah wajah orang-orang yang kufur
  2. وَقِيلَ هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَدَّعُونَwa-qiila haadzaa lladzii kuntum bihi tadda'uunadan dikatakan, 'inilah yang dahulu kalian minta'

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  2. رَأَوْهُra'awhumereka melihatnya
  3. زُلْفَةًzulfatandekat
  4. سِيئَتْsii'atmemburuk
  5. وُجُوهُwujuuhuwajah
  6. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  7. كَفَرُواkafaruukufur
  8. وَقِيلَwa-qiiladan dikatakan
  9. هَٰذَاhaadzaaini
  10. الَّذِيlladziiyang
  11. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  12. بِهِbihipadanya
  13. تَدَّعُونَtadda'uunakalian minta

Inti bacaan

Perubahan drastis ekspresi wajah pada momen kebenaran: 'ketika mereka melihatnya sudah dekat, muramlah wajah orang-orang yang kufur, dan dikatakan: inilah yang dahulu kalian minta (disegerakan)', ironi pahit ketika permintaan skeptis untuk mempercepat bukti akhirnya terkabul namun justru membawa kengerian, bukan kepuasan yang diharapkan.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(disegerakan)' tidak dipakai. 'Haadzaa' (dekat) sudah benar diterjemahkan 'inilah' pada draf.

Kata (زُلْفَةً, zulfatan) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:27. Kata (سِيئَتْ, sii-at) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:27. Kata (تَدَّعُونَ, tadda'uun) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 41:31 dan 67:27. Jadi dua kata sekali pakai berdiri di paruh pertama, dan penutupnya memakai kata yang punya pasangan di satu surah lain.

Di 41:31 kata terakhir itu berada di dalam kalimat tentang apa yang diminta dan disediakan bagi penghuni yang dijanjikan kebaikan. Di 67:27 kata yang sama dipakai untuk apa yang dahulu mereka minta disegerakan. Satu kata untuk dua permintaan yang berlawanan isinya, dan yang membedakannya siapa yang meminta serta apa yang dimintanya.

Yang berubah di ayat ini wajah, bukan ucapan. Ayat ini tidak merekam apa yang mereka katakan ketika melihatnya. Yang direkam perubahan pada wajah mereka. Terjemahan memakai 'muramlah wajah' dan menahan bahwa yang dilaporkan tampak luarnya. Melaporkan wajah dan bukan ucapan menutup kemungkinan menyusun kalimat, sebab wajah berubah lebih dahulu daripada mulut sempat memilih kata.

Kalimat yang diucapkan kepada mereka tidak disebut siapa yang mengucapkannya. Bentuk kata kerjanya menyatakan yang dikenai perbuatan, yaitu 'dikatakan'. Terjemahan menahan kekosongan itu tanpa menyebutkan pelakunya. Susunan tersebut sama dengan yang dipakai di 67:7, ketika mereka dilemparkan tanpa disebutkan siapa yang melempar.

Isi kalimat yang diucapkan itu cuma menunjuk, tidak menerangkan. Yang dikatakan bahwa inilah yang dahulu mereka minta. Tidak ada tambahan tentang akibat, tidak ada tambahan tentang lamanya, dan tidak ada celaan. Kalimat yang cuma menunjuk lebih berat daripada kalimat yang menjelaskan, sebab yang ditunjuk sudah ada di depan mata dan tidak menuntut pembuktian apa pun.

Letaknya menjawab pertanyaan di 67:25 dengan cara yang berbeda dari 67:26. Di 67:26 yang dijawab di mana pengetahuannya berada, dan di ayat ini yang diperlihatkan keadaan ketika waktunya tiba. Jadi satu keberatan dijawab dua kali dengan dua cara, yaitu dengan menyebut batas pengetahuan dan dengan memperlihatkan akhirnya.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut apa yang mereka lihat, tidak disebut sedekat apa, dan tidak disebut apa yang terjadi sesudah wajah itu berubah. Yang disebut cuma perubahan wajahnya dan satu kalimat yang ditujukan kepada mereka. Menahan rupanya menjaga ayat ini tetap berupa gambaran keadaan, bukan uraian tentang peristiwanya.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan keputusasaan orang kafir saat azab benar-benar tampak dekat.

Ayat ini memperlihatkan keadaan ketika yang mereka tanyakan waktunya sudah tampak dekat.

Kata (زُلْفَةً, zulfatan) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:27. Kata (سِيئَتْ, sii-at) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 67:27. Kata (تَدَّعُونَ, tadda'uun) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 41:31 dan 67:27.

Di 41:31 kata terakhir itu berada di dalam kalimat tentang apa yang diminta dan disediakan bagi yang dijanjikan kebaikan, sedangkan di sini ia dipakai untuk apa yang dahulu mereka minta disegerakan.

Yang berubah di ayat ini wajah, bukan ucapan, dan terjemahan menahan bahwa yang dilaporkan tampak luarnya. Kalimat yang diucapkan kepada mereka tidak disebut siapa pengucapnya, sama seperti susunan di 67:7. Isi kalimat itu cuma menunjuk, tidak menerangkan. Tidak disebut apa yang mereka lihat dan sedekat apa.

Yang berubah di ayat ini wajah, bukan ucapan, dan melaporkan wajah menutup kemungkinan menyusun kalimat, sebab wajah berubah lebih dahulu daripada mulut sempat memilih kata. Letaknya menjawab pertanyaan di 67:25 dengan cara yang berbeda dari 67:26: di sana yang dijawab batas pengetahuannya, dan di sini yang diperlihatkan keadaan ketika waktunya tiba.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut wajah mereka muram. Terbaca dari luar. Yang berubah pertama bukan ucapannya, melainkan rautnya. Ayat ini tidak merekam apa yang mereka katakan ketika melihatnya. Yang direkam perubahan pada wajah mereka. Terjemahan memakai 'muramlah wajah' dan menahan bahwa yang dilaporkan tampak luarnya. Melaporkan wajah dan bukan ucapan menutup kemungkinan menyusun kalimat, sebab wajah berubah lebih dahulu daripada mulut sempat memilih kata yang tepat untuk dipakai. Wajah berubah lebih dahulu daripada mulut sempat memilih kata.
  • Yang dikatakan kepada mereka inilah yang dahulu kalian minta. Permintaan mereka sendiri. Yang datang bukan yang tak diduga, melainkan yang diminta. Isi kalimat yang diucapkan itu cuma menunjuk, tidak menerangkan. Yang dikatakan bahwa inilah yang dahulu mereka minta. Tidak ada tambahan tentang akibat, tidak ada tambahan tentang lamanya, dan tidak ada celaan. Kalimat yang cuma menunjuk lebih berat daripada kalimat yang menjelaskan, sebab yang ditunjuk sudah ada di depan mata dan tidak lagi menuntut pembuktian. Yang ditunjuk sudah ada di depan mata dan tidak lagi menuntut pembuktian.
  • Allah menyebut waktunya ketika mereka melihatnya sudah dekat. Belum sampai. Perubahannya terjadi sebelum apa pun menyentuh mereka. Letaknya menjawab pertanyaan di 67:25 dengan cara yang berbeda dari 67:26. Di 67:26 yang dijawab di mana pengetahuannya berada, dan di ayat ini yang diperlihatkan keadaan ketika waktunya tiba. Jadi satu keberatan dijawab dua kali dengan dua cara, yaitu dengan menyebut batas pengetahuan dan dengan memperlihatkan akhirnya kepada yang bertanya. Satu keberatan dijawab dua kali dengan dua cara yang berbeda.
  • Kata penutup ayat ini juga dipakai di 41:31, dan di sana ia berada di dalam kalimat tentang apa yang diminta dan disediakan bagi yang dijanjikan kebaikan. Di ayat ini kata yang sama dipakai untuk apa yang dahulu mereka minta disegerakan. Allah memakai satu kata untuk dua permintaan yang berlawanan isinya, dan yang membedakannya siapa yang meminta serta apa yang dimintanya. Yang membedakan dua permintaan bukan katanya, melainkan siapa yang meminta.
  • Kalimat yang diucapkan kepada mereka tidak disebut siapa pengucapnya, sebab bentuk kata kerjanya menyatakan yang dikenai perbuatan. Terjemahan menahan kekosongan itu tanpa menyebutkan pelakunya. Susunan tersebut sama dengan yang dipakai di 67:7, ketika mereka dilemparkan tanpa disebutkan siapa yang melempar, sehingga surah ini dua kali menahan pelaku pada adegan yang sama beratnya. Dua kali surah ini menahan pelaku pada adegan yang sama beratnya.
  • Apa yang mereka lihat? Sedekat apa? Apa yang menyusul sesudah wajah itu berubah? Tidak satu pun disebut. Yang disebut cuma perubahan wajahnya dan satu kalimat yang ditujukan kepada mereka. Allah menahan rupanya, dan penahanan itu menjaga ayat ini tetap berupa gambaran keadaan, bukan uraian tentang peristiwa yang bisa dibayangkan menurut selera pembacanya. Gambaran keadaan lebih sulit dibantah daripada uraian tentang peristiwa.