قُلْ هُوَ الرَّحْمَٰنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Katakanlah, “Dialah Ar-Rahman, kami beriman kepada-Nya dan hanya kepada-Nya kami bertawakal. Kelak kalian akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ هُوَ الرَّحْمَٰنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَاqul huwa r-rahmaanu aamannaa bihi wa-'alayhi tawakkalnaakatakanlah, 'Dialah Ar-Rahman, kami beriman kepada-Nya dan hanya kepada-Nya kami bertawakal'
- فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍfa-sa-ta'lamuuna man huwa fii dhalaalin mubiinin'kelak kalian akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata'
Terjemahan per kata (13 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- هُوَhuwaDialah
- الرَّحْمَٰنُr-rahmaanuAr-Rahman
- آمَنَّاaamannaakami beriman
- بِهِbihikepada-Nya
- وَعَلَيْهِwa-'alayhidan atasnya
- تَوَكَّلْنَاtawakkalnaakami bertawakal
- فَسَتَعْلَمُونَfa-sa-ta'lamuunamaka kelak kalian mengetahui
- مَنْmanorang yang
- هُوَhuwaia
- فِيfiidalam
- ضَلَالٍdhalaalinkesesatan
- مُبِينٍmubiininyang nyata
Inti bacaan
Deklarasi keyakinan yang tegas dan terbuka: 'Dialah Ar-Rahman, kami beriman kepada-Nya dan hanya kepada-Nya kami bertawakal. Kelak kalian akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata', pernyataan iman yang tidak defensif melainkan percaya diri, disertai keyakinan bahwa waktu akan membuktikan siapa yang sesungguhnya berada di jalan yang benar.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(Muhammad)' tidak dipakai. 'Huwa r-rahmaanu' bentuk 'huwa + nama diri' (bukan 'huwa + gelar takrif'), dipertahankan 'Dialah Ar-Rahman' tanpa 'Sang'.
Kata (تَوَكَّلْنَا, tawakkalnaa) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 7:89, 10:85, 60:4, dan 67:29. Rangkaian (ضَلَالٍ مُبِينٍ, dhalaalin mubiin) muncul 18 kali di seluruh Al-Qur'an, misalnya di 3:164, 26:97, dan 36:24. Jadi pernyataan sikapnya memakai kata yang jarang, sedangkan penutupnya memakai rangkaian yang sudah sering dipakai.
Nama yang dipakai untuk menyebut yang diimani nama yang menyebut kasih sayang. Di surah ini nama tersebut dipakai di 67:3, 67:19, 67:20, dan 67:29. Jadi ia muncul pada ayat tentang keteraturan ciptaan, tentang burung yang ditahan, tentang pertolongan, dan di sini tentang tempat bersandar. Keempatnya tentang hal yang menopang, dan tidak satu pun tentang hukuman.
Ayat ini tidak membantah. Sesudah dua ayat yang mengajukan pertanyaan, yang datang bukan bantahan melainkan pernyataan sikap. Yang dinyatakan kepada siapa mereka beriman dan kepada siapa mereka bersandar. Terjemahan menahan bentuk pernyataan itu dan tidak mengubahnya menjadi ajakan. Menyatakan pendirian tanpa membantah menutup perdebatan dengan cara yang tidak bisa dibalas dengan bantahan lain.
Bagian kedua kalimatnya mendahulukan keterangan arah sebelum kata kerjanya, yaitu 'kepada-Nya kami bertawakal'. Dalam bahasa Arab pendahuluan seperti itu menyatakan pembatasan. Jadi yang dinyatakan bukan sekadar bahwa mereka bersandar kepada-Nya, melainkan bahwa cuma kepada-Nya. Susunan yang sama sudah dipakai di 67:1, 67:15, dan 67:24, sehingga surah ini memakainya empat kali.
Penutupnya memakai bentuk yang akan datang, yaitu 'kelak kalian akan mengetahui'. Rangkaian yang sama sudah dipakai di 67:17, dan di seluruh Al-Qur'an ia muncul di 20:135, 67:17, dan 67:29. Jadi dua di antara tiga tempat itu berada di surah ini. Dua kali surah ini menutup bagian dengan janji bahwa jawabannya akan datang sendiri, bukan dengan jawaban yang diberikan sekarang.
Yang ditanyakan di penutup itu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata. Jadi yang diserahkan kepada waktu bukan kebenaran pernyataannya, melainkan penentuan pihak mana yang keliru. Susunan tersebut memindahkan perkaranya dari perdebatan yang bisa berlarut menjadi sesuatu yang akan terjawab tanpa perlu dipersengketakan lebih dahulu.
Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut siapa 'kami' yang dimaksud, tidak disebut kapan mereka akan tahu, dan tidak disebut apa tandanya. Yang disebut cuma sikapnya dan janjinya. Menahan waktunya menjaga penutup ini sejalan dengan 67:26, yang menyatakan bahwa pengetahuan tentang waktu memang tidak berada pada yang berbicara.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan iman dan tawakal penuh kepada Ar-Rahman.
Ayat ini menyatakan sikap sebagai ganti bantahan, lalu menyerahkan penentuannya kepada waktu.
Kata (تَوَكَّلْنَا, tawakkalnaa) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 7:89, 10:85, 60:4, dan 67:29. Rangkaian (ضَلَالٍ مُبِينٍ, dhalaalin mubiin) muncul 18 kali di seluruh Al-Qur'an, misalnya di 3:164, 26:97, dan 36:24.
Nama yang dipakai untuk menyebut yang diimani nama yang menyebut kasih sayang, dan di surah ini nama tersebut dipakai di 67:3, 67:19, 67:20, dan 67:29, selalu pada ayat tentang hal yang menopang.
Ayat ini tidak membantah, melainkan menyatakan sikap. Bagian keduanya mendahulukan keterangan arah sehingga menyatakan pembatasan, dan susunan yang sama sudah dipakai di 67:1, 67:15, dan 67:24. Penutupnya memakai bentuk yang akan datang, sama seperti di 67:17. Tidak disebut siapa 'kami' yang dimaksud dan kapan mereka akan tahu.
Ayat ini tidak membantah; sesudah dua ayat yang mengajukan pertanyaan, yang datang pernyataan sikap. Yang ditanyakan di penutupnya siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata, jadi yang diserahkan kepada waktu bukan kebenaran pernyataannya melainkan penentuan pihak mana yang keliru, dan penentuan itu tidak dipersengketakan lebih dahulu.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruh menjawab dengan menyatakan diri, bukan membantah. Kami beriman. Yang disampaikan pendirian, bukan sanggahan. Sesudah dua ayat yang mengajukan pertanyaan, yang datang bukan bantahan melainkan pernyataan sikap. Yang dinyatakan kepada siapa mereka beriman dan kepada siapa mereka bersandar. Terjemahan menahan bentuk pernyataan itu dan tidak mengubahnya menjadi ajakan. Menyatakan pendirian tanpa membantah menutup perdebatan dengan cara yang tidak bisa dibalas dengan bantahan lain. Pendirian yang dinyatakan tanpa membantah tidak bisa dibalas dengan bantahan.
- Dua hal disebut: beriman kepada-Nya, dan bertawakal kepada-Nya. Sepasang. Yang diyakini dan yang disandari disebut bersama. Bagian kedua kalimatnya mendahulukan keterangan arah sebelum kata kerjanya, dan dalam bahasa Arab pendahuluan seperti itu menyatakan pembatasan. Jadi yang dinyatakan bukan sekadar bahwa mereka bersandar kepada-Nya, melainkan bahwa cuma kepada-Nya. Susunan yang sama sudah dipakai di 67:1, 67:15, dan 67:24, sehingga surah ini memakainya empat kali di tempat yang berjauhan. Alat pembatas yang sama dipakai empat kali di sepanjang surah ini.
- Allah menutup dengan kelak kalian akan tahu. Tanpa menunjuk siapa yang sesat. Pertanyaannya dibiarkan, jawabannya diserahkan kepada waktu. Yang ditanyakan di penutupnya siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata. Jadi yang diserahkan kepada waktu bukan kebenaran pernyataannya, melainkan penentuan pihak mana yang keliru. Susunan tersebut memindahkan perkaranya dari perdebatan yang bisa berlarut menjadi sesuatu yang akan terjawab sendiri tanpa perlu dipersengketakan lebih dahulu oleh siapa pun. Yang akan terjawab sendiri tidak perlu dipersengketakan lebih dahulu.
- Nama yang dipakai untuk menyebut yang diimani nama yang menyebut kasih sayang, dan di surah ini ia dipakai di 67:3, 67:19, 67:20, dan 67:29. Jadi ia muncul pada ayat tentang keteraturan ciptaan, tentang burung yang ditahan, tentang pertolongan, dan di sini tentang tempat bersandar. Keempatnya tentang hal yang menopang, dan tidak satu pun tentang hukuman. Keempat tempatnya tentang yang menopang, bukan tentang yang menghukum.
- Rangkaian penutupnya sudah dipakai di 67:17, dan di seluruh Al-Qur'an ia muncul di 20:135, 67:17, dan 67:29. Jadi dua di antara tiga tempat itu berada di surah ini. Allah dua kali menutup bagian dengan janji bahwa jawabannya akan datang sendiri, bukan dengan jawaban yang diberikan sekarang, sehingga surah ini dua kali menolak menyerahkan keterangan yang dituntut. Dua kali surah ini menolak menyerahkan keterangan yang dituntut.
- Siapa 'kami' yang dimaksud? Kapan mereka akan tahu? Apa tandanya? Tidak satu pun disebut. Yang disebut cuma sikapnya dan janjinya. Allah menahan waktunya, dan penahanan itu sejalan dengan 67:26, yang menyatakan bahwa pengetahuan tentang waktu memang tidak berada pada yang berbicara. Jadi penutup ini tidak melanggar batas yang baru saja diakuinya sendiri. Penutupnya tidak melanggar batas yang baru saja diakuinya sendiri.