عُتُلٍّ بَعْدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ

Yang bertabiat kasar, sesudah itu terkenal kejahatannya,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. عُتُلٍّ بَعْدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ'utullin ba'da dzaalika zaniiminyang bertabiat kasar, sesudah itu terkenal kejahatannya

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. عُتُلٍّ'utullinyang kasar
  2. بَعْدَba'dasesudah
  3. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  4. زَنِيمٍzaniiminyang tidak jelas asal-usulnya

Inti bacaan

Penutup deskripsi karakter buruk: 'yang bertabiat kasar, di samping itu terkenal kejahatannya', reputasi buruk yang sudah dikenal luas, bukan kejahatan tersembunyi, peringatan bahwa pola perilaku konsisten pada akhirnya membangun reputasi yang sulit disembunyikan.

Penjelasan pilihan kata

Kata (عُتُلٍّ, 'utull) dan kata (زَنِيمٍ, zaniim) masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan keduanya berada di ayat ini. Dengan tiga kata langka di 68:11 dan satu di 68:10, daftar sifat ini memuat enam kata yang tidak dipakai lagi di mana pun dalam empat ayat berturut-turut.

Kata (عُتُلٍّ, 'utull) berarti kasar dan keras, dengan gambaran dasar sesuatu yang ditarik dengan paksa. Ia bukan sekadar tidak halus; ia menyiratkan tenaga yang dipakai untuk menyeret. Terjemahan memakai 'yang bertabiat kasar' supaya sifatnya terbaca sebagai watak yang menetap, bukan sebagai kelakuan sesaat.

Kata (زَنِيمٍ, zaniim) berasal dari akar yang dipakai untuk sesuatu yang menggantung dan tidak menyatu dengan pokoknya, seperti daging yang tergantung di telinga kambing. Dari situ lahir arti orang yang dikenal karena tanda buruk yang menempel padanya. Terjemahan memakai 'terkenal kejahatannya' supaya bagian yang menyangkut nama di mata orang tidak hilang, sebab itulah yang membedakannya dari sifat-sifat sebelumnya yang seluruhnya menyangkut perbuatan.

Rangkaian (بَعْدَ ذَٰلِكَ, ba'da dzaalik) muncul 11 kali di seluruh Al-Qur'an dalam 9 surah, antara lain di 2:178, 3:82, 5:12, 23:15, dan 68:13. Di dalam ayat ini ia tidak menyatakan urutan waktu, melainkan tambahan pada apa yang sudah disebut. Terjemahan memakai 'sesudah itu' dan tidak memakai 'kemudian', sebab 'kemudian' akan membuatnya terbaca sebagai kejadian yang menyusul, padahal yang dimaksud sifat yang ditambahkan pada daftar.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut apa tanda buruk yang menempel padanya, tidak disebut siapa yang menempelkannya, dan tidak disebut sejak kapan. Yang disebut cuma bahwa hal itu sudah melekat. Daftar yang dimulai dengan kelakuan berakhir pada nama, dan nama tidak dibuat dalam sehari.

Ayat ini menutup daftar yang dibuka di 68:10. Kalau dihitung, daftar tersebut memuat delapan sifat dalam empat ayat: banyak bersumpah, hina, suka mencela, banyak berjalan membawa cerita, sangat menghalangi kebaikan, melampaui batas, banyak dosa, dan bertabiat kasar, lalu ditutup dengan sifat kesembilan yang berbeda jenisnya, yaitu sudah dikenal keburukannya. Delapan yang pertama menyangkut orangnya, dan yang terakhir menyangkut kedudukannya di mata orang lain.

Tidak ada satu pun kata kerja penuh dalam empat ayat itu. Semuanya kata sifat yang menempel pada satu kata di 68:10, yaitu setiap orang. Susunan seperti itu menahan pembacanya dari membayangkan satu peristiwa tertentu, sebab tidak ada peristiwa yang diceritakan. Yang ada cuma gambaran yang menetap, dan gambaran yang menetap jauh lebih sulit dianggap sudah lewat.

Tafsiran

Ayat ini menutup daftar sifat tercela dengan tabiat kasar dan reputasi buruk.

Kata (عُتُلٍّ, 'utull) dan kata (زَنِيمٍ, zaniim) masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan keduanya berada di ayat ini. Dengan tiga kata langka di 68:11 dan satu di 68:10, daftar sifat ini memuat enam kata yang tidak dipakai lagi di mana pun dalam empat ayat berturut-turut.

Kata yang pertama berarti kasar dan keras, dengan gambaran dasar sesuatu yang ditarik dengan paksa, sehingga ia bukan sekadar tidak halus melainkan menyiratkan tenaga yang dipakai untuk menyeret. Kata yang kedua berasal dari akar untuk sesuatu yang menggantung dan tidak menyatu dengan pokoknya, dan dari situ lahir arti orang yang dikenal karena tanda buruk yang menempel padanya.

Rangkaian (بَعْدَ ذَٰلِكَ, ba'da dzaalik) muncul 11 kali dalam 9 surah, antara lain di 2:178, 3:82, 5:12, 23:15, dan 68:13. Di ayat ini ia tidak menyatakan urutan waktu melainkan tambahan pada apa yang sudah disebut, dan terjemahan menahannya dengan 'sesudah itu'. Tidak disebut apa tanda buruk yang menempel, tidak disebut siapa yang menempelkannya, dan tidak disebut sejak kapan. Ayat ini menutup daftar yang dibuka di 68:10, dan dalam empat ayat itu tidak ada satu pun kata kerja penuh; semuanya sifat yang menempel pada satu kata, yaitu setiap orang.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menutup daftar sifatnya dengan dua hal. Bertabiat kasar. Lalu terkenal kejahatannya. Dua hal itu berbeda jenisnya. Yang pertama tabiat yang ada pada orangnya, dan yang kedua kedudukannya di mata orang banyak. Menutup daftar dengan yang kedua memindahkan gambarannya dari apa yang ia kerjakan menjadi apa yang sudah tercatat tentangnya.
  • Yang disebut reputasinya, bukan perbuatannya. Bukan kejahatan tersembunyi. Sudah dikenal orang. Kejahatan yang sudah dikenal orang punya sifat yang aneh: ia berhenti mengejutkan. Orang di sekitarnya menyesuaikan diri, memaklumi, lalu berhenti menyebutnya sebagai perkara. Yang paling berbahaya dari nama buruk yang sudah mapan bukan namanya, melainkan bahwa ia tidak lagi menuntut siapa pun berbuat apa-apa.
  • Daftar ini disusun Allah menaik. Dari kelakuan ke nama. Yang berulang akhirnya membangun nama. Nama tidak dibuat dalam sehari, dan itu berlaku dua arah. Yang buruk menumpuk pelan, dan yang baik juga. Daftar ini menaik dari kelakuan ke nama justru untuk memperlihatkan bahwa yang di ujung bukan hukuman yang dijatuhkan, melainkan hasil yang dikumpulkan sendiri.
  • Kata عُتُلٍّ dan kata زَنِيمٍ masing-masing hanya muncul sekali di seluruh Al-Quran, dan keduanya berada di ayat ini. Ditambah tiga kata di 68:11 dan satu di 68:10, daftar sifat ini memuat enam kata yang tidak dipakai lagi di mana pun, semuanya dalam empat ayat berturut-turut. Kepadatan seperti itu tidak terjadi di banyak tempat. Allah menyusun gambaran ini dari bahan yang khusus dibuat untuknya, dan sesudah dipakai sekali, bahannya tidak dipakai lagi.
  • Daftar delapan sifat yang dimulai di 68:10 bergerak dengan arah yang tetap. Yang disebut lebih dahulu perbuatan yang bisa dilihat: banyak bersumpah, mencela, membawa cerita, menahan kebaikan. Yang disebut kemudian keadaan dirinya: melampaui batas, banyak dosa, bertabiat kasar. Yang disebut terakhir kedudukannya di mata orang, yaitu sudah dikenal keburukannya. Jadi susunannya bergerak dari apa yang dikerjakan menuju siapa dirinya, lalu menuju siapa dirinya menurut orang lain. Tiga lapis itu tersusun tanpa satu kata penghubung pun.
  • Allah tidak menyebut siapa yang memberinya nama buruk itu. Bentuk kalimatnya cuma menyatakan bahwa hal tersebut sudah melekat padanya. Ketiadaan pelaku di situ penting. Nama buruk jarang ditetapkan seseorang; ia mengendap dari banyak peristiwa kecil yang masing-masing tidak cukup besar untuk diingat. Yang berlaku bagi yang buruk berlaku juga bagi yang baik, dan keduanya sama-sama tidak bisa dipercepat. Kalau nama memang dikumpulkan sedikit demi sedikit, apa yang sedang kita kumpulkan hari ini tanpa menyadarinya? Yang menumpuk biasanya bukan perbuatan besar yang kita timbang masak-masak, melainkan yang kecil-kecil yang tidak pernah sempat kita anggap sebagai sebuah pilihan, sebab masing-masing terasa terlalu ringan untuk ditimbang.