قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ

Yang paling bijak di antara mereka berkata, “Bukankah aku telah berkata kepada kalian, mengapa kalian tidak bertasbih?”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَqaala awsatuhum a-lam aqul lakum lawlaa tusabbihuunayang paling bijak di antara mereka berkata, 'bukankah aku telah berkata kepada kalian, mengapa kalian tidak bertasbih?'
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-w-l, w-s-t, s-b-h): awsatuhum diterjemahkan 'yang paling bijak (tengah)' (akar w-s-t); lawlaa tusabbihuun diterjemahkan 'mengapa tak bertasbih' (akar s-b-h, suara moderasi/nasihat yang diabaikan; bertasbih=mengakui kehendak Allah, lawan lupa 68:18). Selaras.

Aplikasi

Suara kebijaksanaan yang terlambat didengar: 'yang paling bijak di antara mereka berkata: bukankah aku telah berkata kepada kalian, mengapa kalian tidak bertasbih?', pengingat bahwa nasihat untuk mengingat Allah (bertasbih) sebelumnya telah disampaikan namun diabaikan, peran individu yang menyuarakan kebenaran meski suaranya awalnya tidak didengar kelompok.