مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ
Mengapa kalian? Bagaimana kalian mengambil putusan?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَmaa lakum kayfa tahkumuunamengapa kalian? bagaimana kalian mengambil putusan
Terjemahan per kata (4 kata)
- مَاmaamengapa
- لَكُمْlakumbagi kalian
- كَيْفَkayfabagaimana
- تَحْكُمُونَtahkumuunakalian memutuskan
Inti bacaan
Tantangan terhadap logika yang keliru: 'mengapa kalian (berbuat demikian)? Bagaimana kalian mengambil putusan?', konfrontasi langsung terhadap asumsi tak berdasar bahwa semua orang layak diperlakukan sama tanpa mempertimbangkan pilihan moral masing-masing.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(berbuat demikian)' tidak dipakai.
Rangkaian (كَيْفَ تَحْكُمُونَ, kaifa tahkumuun) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 10:35, 37:154, dan 68:36. Di 37:154 seluruh ayatnya sama persis huruf demi huruf dengan ayat ini. Di 10:35 rangkaian tersebut menjadi penutup ayat yang jauh lebih panjang. Jadi kalimat yang sama dipakai sebagai ayat utuh di dua tempat dan sebagai penutup di satu tempat.
Kesamaan dengan surah 37 tidak berhenti pada satu ayat. Sesudah 37:154 datang 37:156 yang membuka dengan susunan 'ataukah kalian mempunyai', dan susunan itu pula yang dipakai 68:37 sesudah ayat ini. Dua surah menjalankan urutan yang sama, yaitu pertanyaan keheranan lebih dahulu, lalu tuntutan agar ditunjukkan dasarnya. Yang berbeda cuma apa yang diminta ditunjukkan.
Kata kerja penutupnya tidak menyebutkan apa yang diputuskan. Ayat ini tidak berkata memutuskan tentang apa. Yang menerangkannya letaknya, sebab 68:35 baru saja menanyakan apakah dua golongan akan dijadikan sama. Jadi yang sedang dipersoalkan cara mereka menyamakan dua hal yang berbeda, dan ayat ini menanggapinya bukan dengan bantahan melainkan dengan keheranan.
Susunan (مَا لَكُمْ, maa lakum) berarti 'apa yang ada pada kalian' dan dipakai untuk menyatakan heran atas keadaan seseorang. Terjemahan memakai 'mengapa kalian' dan menahan bentuk pertanyaannya. Memakai 'kalian salah' akan mengubahnya menjadi pernyataan, padahal ayatnya tidak menyatakan apa pun. Ia bertanya, dan bertanya dengan nada terkejut.
Sasaran bicaranya berganti di ayat ini. Di 68:35 yang berbicara Allah tentang dua golongan, dan kata gantinya orang ketiga. Di 68:36 lawan bicaranya langsung disapa dengan 'kalian'. Pergantian itu memperpendek jarak. Yang tadi dibicarakan sekarang diajak bicara, dan ayat-ayat sesudahnya meneruskan sapaan tersebut sampai 68:39.
Ayat ini memuat dua pertanyaan berturut-turut di dalam ruang yang sangat pendek. Yang pertama tentang keadaan mereka, dan yang kedua tentang cara mereka menimbang. Pertanyaan bertumpuk seperti itu tidak menunggu jawaban satu per satu. Susunannya memang tidak dirancang untuk dijawab, melainkan untuk membuat yang ditanya berhenti pada tempatnya.
Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut siapa yang ditanya, tidak disebut apa yang mereka putuskan, dan tidak disebut apa jawabannya. Ketiadaan nama membuat pertanyaannya tidak bisa ditolak dengan alasan bahwa yang dimaksud pihak lain. Setiap pembaca yang pernah menyamakan dua hal yang tidak sama berdiri di tempat yang sama dengan yang ditanya.
Tafsiran
Ayat ini menegur standar putusan yang keliru.
Ayat ini membuka rentetan pertanyaan yang berlangsung sampai 68:41, dan pembukanya berupa keheranan, bukan bantahan.
Rangkaian (كَيْفَ تَحْكُمُونَ, kaifa tahkumuun) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 10:35, 37:154, dan 68:36. Di 37:154 seluruh ayatnya sama persis huruf demi huruf dengan ayat ini, sedangkan di 10:35 ia menjadi penutup ayat yang jauh lebih panjang.
Kesamaan dengan surah 37 tidak berhenti pada satu ayat, sebab sesudah 37:154 datang 37:156 yang membuka dengan susunan 'ataukah kalian mempunyai', dan susunan itu pula yang dipakai 68:37. Dua surah menjalankan urutan yang sama.
Kata kerja penutupnya tidak menyebutkan apa yang diputuskan, dan yang menerangkannya letaknya, sebab 68:35 baru saja menanyakan apakah dua golongan akan dijadikan sama. Sasaran bicaranya juga berganti di sini, dari orang ketiga di 68:35 menjadi sapaan langsung. Terjemahan menahan bentuk pertanyaannya dan tidak mengubahnya menjadi pernyataan, sebab ayatnya memang tidak menyatakan apa pun melainkan bertanya dengan nada terkejut.
Ayat sependek ini memuat dua pertanyaan berturut-turut, yang pertama tentang keadaan mereka dan yang kedua tentang cara mereka menimbang. Pertanyaan bertumpuk begitu tidak dirancang untuk dijawab satu per satu, melainkan untuk membuat yang ditanya berhenti di tempatnya. Tidak disebut siapa yang ditanya, tidak disebut apa yang mereka putuskan, dan tidak disebut apa jawabannya.
Renungan dan Hikmah
- Allah bertanya dua kali dalam satu ayat pendek. Mengapa kalian. Bagaimana memutuskan. Ayat sependek ini memuat dua pertanyaan berturut-turut, yang pertama tentang keadaan mereka dan yang kedua tentang cara mereka menimbang. Pertanyaan bertumpuk seperti itu tidak menunggu jawaban satu per satu. Susunannya memang tidak dirancang untuk dijawab, melainkan untuk membuat yang ditanya berhenti di tempatnya. Allah tidak menyodorkan bantahan; Dia menyodorkan keheranan, dan keheranan menuntut peninjauan diri.
- Yang dipersoalkan cara memutuskannya, bukan kesimpulannya. Bukan salah jawab. Salah menimbang. Kata kerja penutupnya tidak menyebutkan apa yang diputuskan. Yang menerangkannya letak ayatnya, sebab 68:35 baru saja menanyakan apakah dua golongan akan dijadikan sama. Jadi yang dipersoalkan bukan satu kesimpulan tertentu, melainkan cara menyamakan dua hal yang tidak sama. Membiarkannya tanpa objek membuat pertanyaan ini berlaku bagi setiap penyamaan yang serupa, bukan cuma bagi satu perkara.
- Kalimatnya terpotong-potong. Allah membiarkannya begitu. Nadanya seperti orang tercengang. Susunan pembukanya berarti 'apa yang ada pada kalian' dan dipakai untuk menyatakan heran atas keadaan seseorang. Terjemahan memakai 'mengapa kalian' dan menahan bentuk pertanyaannya. Mengubahnya menjadi pernyataan akan menghilangkan nada terkejutnya, padahal nada itulah yang membedakan ayat ini dari bantahan biasa. Yang heran tidak sedang berdebat; ia sedang menunjuk sesuatu yang seharusnya tidak perlu diperdebatkan.
- Seluruh kalimat ayat ini sama persis huruf demi huruf dengan 37:154. Kesamaannya tidak berhenti di situ, sebab sesudah 37:154 datang 37:156 yang membuka dengan susunan yang sama dengan 68:37. Dua surah menjalankan urutan yang sama, yaitu keheranan lebih dahulu lalu tuntutan agar ditunjukkan dasarnya. Allah memakai susunan yang sudah terpakai di tempat lain, dan yang berbeda cuma apa yang diminta ditunjukkan.
- Di 68:35 yang berbicara Allah tentang dua golongan dengan kata ganti orang ketiga. Di ayat ini mereka langsung disapa dengan 'kalian'. Pergantian itu memperpendek jarak, dan sapaan tersebut diteruskan sampai 68:39. Orang yang tadi menjadi bahan pembicaraan sekarang berdiri di hadapan yang berbicara. Perubahan kedudukan itu terjadi tanpa satu kalimat penghubung pun, cuma dengan berganti kata ganti, dan sapaan langsung selalu lebih sulit dilewati daripada pembicaraan tentang orang ketiga.
- Siapa yang ditanya? Apa yang mereka putuskan? Apa jawabannya? Tidak satu pun disebut. Allah membiarkan pertanyaan ini tanpa nama dan tanpa perkara tertentu. Kalimat yang tidak menunjuk orang tidak bisa ditolak dengan alasan bahwa yang dimaksud pihak lain. Setiap pembaca yang pernah menyamakan dua hal yang tidak sama berdiri di tempat yang sama dengan yang sedang ditanya di ayat ini, dan tidak ada pintu keluar yang disediakan baginya.