خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۖ وَقَدْ كَانُوا يُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ وَهُمْ سَالِمُونَ
Pandangan mereka tertunduk dan diliputi kehinaan. Sungguh, dahulu mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌkhaashi'atan absaaruhum tarhaquhum dzillatunpandangan mereka tertunduk dan diliputi kehinaan
- وَقَدْ كَانُوا يُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ وَهُمْ سَالِمُونَwa-qad kaanuu yud'awna ilaa s-sujuudi wa-hum saalimuunasungguh, dahulu mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat
Catatan pilihan kata (ringkas)
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: passthrough terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (probe 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = passthrough (cabang mata-hati didokumentasi). ⚠ Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. Lih.. of dariir'; glos ilahi: 'He who sees all things, both what are apparent and what are occult, WITHOUT ANY ORGAN'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.
Aplikasi
Kontras antara kesempatan yang diabaikan dan konsekuensi yang tak terelakkan: 'pandangan mereka tertunduk dan diliputi kehinaan. Sungguh, dahulu mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat', pengingat tajam bahwa penolakan terhadap kewajiban ibadah saat kondisi masih mendukung berujung pada ketidakmampuan menyesal di kemudian hari.