أَمْ عِنْدَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَ

Ataukah di sisi mereka ada yang gaib, lalu mereka menuliskannya?

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. أَمْ عِنْدَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَam 'indahumu l-ghaybu fa-hum yaktubuunaataukah di sisi mereka ada yang gaib, lalu mereka menuliskannya

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. أَمْamatau
  2. عِنْدَهُمُ'indahumudi sisi mereka
  3. الْغَيْبُl-ghaybuyang gaib
  4. فَهُمْfa-hummaka mereka
  5. يَكْتُبُونَyaktubuunamenulis

Inti bacaan

Tantangan terhadap klaim pengetahuan tersembunyi: 'ataukah di sisi mereka ada (pengetahuan) yang gaib, lalu mereka menuliskannya?', pembongkaran klaim akses terhadap informasi yang sebenarnya tidak mereka miliki, standar untuk menilai otoritas berdasarkan bukti bukan pengakuan sepihak.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(pengetahuan)' tidak dipakai.

Seluruh kalimat ayat ini muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 52:41 dan 68:47, sama persis huruf demi huruf. Ayat sebelumnya juga sama persis dengan 52:40. Jadi dua ayat berturut-turut di surah ini mengulang dua ayat berturut-turut di surah 52, sama seperti 68:44 dan 68:45 yang mengulang 7:182 dan 7:183.

Dua pasang pengulangan sepanjang dua ayat penuh berada di dalam satu surah, dan letaknya berdekatan. Yang pertama menutup rentetan tuntutan dengan penangguhan, dan yang kedua menutup pemeriksaan dua arah dengan pertanyaan tentang pengetahuan. Al-Qur'an tidak menandai satu pun pengulangan itu, dan keduanya cuma terbaca oleh pembaca yang membandingkan.

Kata kerja penutupnya, yaitu (يَكْتُبُونَ, yaktubuun), berarti mereka menuliskan. Tuntutan agar ada tulisan sudah muncul sebelumnya di 68:37, ketika ditanyakan adakah kitab yang mereka pelajari. Di ayat ini pertanyaannya bergerak satu langkah ke belakang, yaitu adakah sumber yang mereka tulis itu. Jadi yang diperiksa bukan lagi ada tidaknya kitab, melainkan ada tidaknya bahan untuk menulisnya.

Kata (الْغَيْبُ, al-ghaib) dipakai dengan kata sandang, sehingga yang dimaksud bukan sembarang hal yang tidak diketahui melainkan yang tidak terjangkau manusia sama sekali. Terjemahan memakai 'yang gaib' dan tidak menggantinya dengan 'masa depan', sebab penggantian itu akan menyempitkannya ke satu arah waktu saja, padahal kata aslinya tidak terbatas pada waktu.

Susunan 'di sisi mereka' menyatakan kepemilikan yang dekat dan siap dipakai. Bukan sesuatu yang pernah mereka dengar dan bukan yang pernah sampai kepada mereka, melainkan yang berada di tangan. Susunan itu menaikkan tuntutannya setinggi mungkin, sehingga tidak ada jawaban setengah yang bisa diterima.

Dua pertanyaan di 68:46 dan 68:47 memeriksa dua sisi sekaligus. Yang pertama memeriksa adakah keuntungan pada pihak yang menyampaikan, dan yang kedua memeriksa adakah pengetahuan pada pihak yang menolak. Jika dua-duanya kosong, penolakan mereka tidak bersandar pada apa pun. Dua ayat itu bekerja sebagai sepasang, dan itu sebabnya keduanya diulang bersama-sama dari surah 52.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut apa yang mereka tulis, tidak disebut untuk siapa, dan tidak disebut siapa yang membacanya. Yang disebut cuma kegiatannya. Menyebut kegiatan tanpa isinya membuat pertanyaannya tidak bisa dijawab dengan menunjukkan satu contoh, sebab yang dituntut keseluruhan sumbernya, bukan satu potong tulisan.

Letaknya menutup pemeriksaan yang dimulai di 68:46. Sesudah ayat ini, susunan 'ataukah' tidak dipakai lagi di surah ini, dan yang datang berikutnya perintah untuk bertahan. Jadi bagian pemeriksaan ditutup bukan dengan kesimpulan melainkan dengan perpindahan pokok, sama seperti rentetan tuntutan di 68:37 sampai 68:41 yang juga ditinggalkan tanpa penutup.

Tafsiran

Ayat ini membantah klaim akses mereka pada yang gaib.

Ayat ini melengkapi pemeriksaan sebelumnya dengan memeriksa sisi yang satu lagi, yaitu adakah pengetahuan pada pihak yang menolak.

Seluruh kalimat ayat ini muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 52:41 dan 68:47, sama persis huruf demi huruf. Ayat sebelumnya juga sama persis dengan 52:40, sehingga dua ayat berturut-turut di surah ini mengulang dua ayat berturut-turut di surah 52, sama seperti 68:44 dan 68:45 yang mengulang 7:182 dan 7:183.

Kata kerja penutupnya berarti mereka menuliskan, dan tuntutan agar ada tulisan sudah muncul di 68:37. Di sini pertanyaannya bergerak satu langkah ke belakang, yaitu adakah sumber yang mereka tulis itu.

Kata untuk yang gaib dipakai dengan kata sandang, jadi yang dimaksud bukan sembarang hal yang tidak diketahui, dan terjemahan tidak menggantinya dengan 'masa depan' supaya tidak menyempit ke satu arah waktu. Susunan 'di sisi mereka' menyatakan kepemilikan yang dekat dan siap dipakai. Tidak disebut apa yang mereka tulis dan untuk siapa.

Dua pertanyaan di 68:46 dan 68:47 memeriksa dua sisi sekaligus, yaitu adakah keuntungan pada pihak yang menyampaikan dan adakah pengetahuan pada pihak yang menolak. Jika dua-duanya kosong, penolakan mereka tidak bersandar pada apa pun. Sesudah ayat ini susunan 'ataukah' tidak dipakai lagi di surah ini.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menuntut sumber, bukan isi. Adakah yang gaib di tangan. Lalu dicatat. Kata untuk yang gaib dipakai dengan kata sandang, sehingga yang dimaksud bukan sembarang hal yang tidak diketahui melainkan yang tidak terjangkau manusia sama sekali. Terjemahan memakai 'yang gaib' dan tidak menggantinya dengan 'masa depan', sebab penggantian itu menyempitkannya ke satu arah waktu saja, padahal kata aslinya tidak terbatas pada urusan waktu. Kata yang cakupannya luas menahan pembaca dari menyempitkannya sendiri.
  • Kalimat ini muncul persis sama di satu tempat lain saja. Dua kali di seluruh kitab ini. Bunyinya identik. Seluruh kalimat ayat ini sama persis huruf demi huruf dengan 52:41, dan ayat sebelumnya sama persis dengan 52:40. Jadi dua ayat berturut-turut di surah ini mengulang dua ayat berturut-turut di surah 52. Ini pasangan kedua semacam itu di surah yang sama, sebab 68:44 dan 68:45 mengulang 7:182 dan 7:183, dan dua pasangan tersebut letaknya berdekatan. Dua pasangan pengulangan di satu surah bukan hal yang biasa ditemukan.
  • Yang ditanya kepemilikan, bukan kebenaran. Allah tidak membantah isinya. Ia menanyakan dari mana. Tuntutan agar ada tulisan sudah muncul di 68:37, ketika ditanyakan adakah kitab yang mereka pelajari. Di ayat ini pertanyaannya mundur satu langkah, yaitu adakah bahan yang mereka tulis itu. Allah tidak mengulang tuntutan yang sama dengan kata yang berbeda; Dia memindahkannya ke pangkalnya, dan yang tidak punya pangkal dengan sendirinya tidak punya ujung. Yang tidak punya pangkal tidak perlu diperiksa ujungnya satu per satu.
  • Pertanyaan di 68:46 memeriksa adakah keuntungan pada pihak yang menyampaikan, dan pertanyaan di ayat ini memeriksa adakah pengetahuan pada pihak yang menolak. Jika dua-duanya kosong, penolakan mereka tidak bersandar pada apa pun. Dua ayat itu bekerja sebagai sepasang, dan Allah mengulangnya bersama-sama dari surah 52 sebagai satu satuan, bukan satu per satu. Sepasang pertanyaan menutup dua arah sekaligus, dan tidak ada arah ketiga.
  • Susunan 'di sisi mereka' menyatakan kepemilikan yang dekat dan siap dipakai, bukan sesuatu yang pernah mereka dengar atau yang pernah sampai kepada mereka. Allah menaikkan tuntutannya setinggi mungkin, sehingga tidak ada jawaban setengah yang bisa diterima. Yang menuntut sebanyak itu tidak sedang berharap dipenuhi; ia sedang menutup satu-satunya celah yang tersisa. Tuntutan tertinggi dipasang justru ketika celahnya tinggal satu.
  • Apa yang mereka tulis? Untuk siapa? Siapa yang membacanya? Tidak satu pun ditanyakan. Yang disebut cuma kegiatannya. Allah menyebut kegiatan tanpa isinya, sehingga pertanyaannya tidak bisa dijawab dengan menunjukkan satu contoh tulisan. Yang dituntut keseluruhan sumbernya, dan sumber tidak bisa diwakili oleh satu potong yang kebetulan ada. Sumber tidak bisa diwakili oleh satu potong yang kebetulan tersedia.