لَوْلَا أَنْ تَدَارَكَهُ نِعْمَةٌ مِنْ رَبِّهِ لَنُبِذَ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ مَذْمُومٌ

Sekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, niscaya dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. لَوْلَا أَنْ تَدَارَكَهُ نِعْمَةٌ مِنْ رَبِّهِ لَنُبِذَ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ مَذْمُومٌlawlaa an tadaarakahu ni'matun min rabbihi la-nubidza bi-l-araa'i wa-huwa madzmuumunsekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, niscaya dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela
Aplikasi

Konsekuensi yang nyaris terjadi tanpa pertolongan: 'sekiranya ia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, niscaya ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela', pengakuan bahwa bahkan seorang nabi bisa menghadapi konsekuensi berat atas kelalaian, namun pertolongan datang tepat waktu, dasar bagi harapan bahwa kesalahan yang disertai kesadaran tetap terbuka jalan pemulihan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar d-r-k, n-'-m, r-b-b, n-b-dz, '-r-y, dz-m-m): tadaarakahu ni'mah min rabbihi diterjemahkan 'nikmat dari Tuhannya menyusulnya' (akar d-r-k + akar n-'-m); nubidha bi-l-'araa' diterjemahkan 'dicampakkan ke tanah tandus' (akar n-b-dz + akar '-r-y); madhmuum diterjemahkan 'tercela' (akar dz-m-m, kisah Yunus, cf. 37:145). Selaras.