وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ

Sesungguhnya orang-orang yang kufur itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar peringatan itu, dan mereka berkata, “Sesungguhnya dia benar-benar orang gila.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَwa-in yakaadu lladziina kafaruu la-yuzliquunaka bi-abshaarihim lammaa sami'uu dz-dzikrasesungguhnya orang-orang yang kufur itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar peringatan itu
  2. وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌwa-yaquuluuna innahu la-majnuunundan mereka berkata, 'sesungguhnya dia benar-benar orang gila'

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَإِنْwa-indan sesungguhnya
  2. يَكَادُyakaaduhampir
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. كَفَرُواkafaruukufur
  5. لَيُزْلِقُونَكَla-yuzliquunakasungguh mereka akan menggelincirkanmu
  6. بِأَبْصَارِهِمْbi-abshaarihimdengan penglihatan mereka
  7. لَمَّاlammaaketika
  8. سَمِعُواsami'uumereka mendengar
  9. الذِّكْرَdz-dzikraperingatan
  10. وَيَقُولُونَwa-yaquuluunadan mereka berkata
  11. إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
  12. لَمَجْنُونٌla-majnuununbenar-benar orang gila

Inti bacaan

Deskripsi kebencian yang intens: 'orang-orang yang kufur itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan matanya ketika mereka mendengar Al-Qur'an dan berkata: dia benar-benar orang gila', gambaran kekuatan emosional kebencian yang begitu intens hingga digambarkan seperti daya fisik yang hampir menjatuhkan, pengingat tentang tekanan psikologis yang dihadapi penyampai kebenaran dari penentang yang bermusuhan.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(Muhammad)' tidak dipakai. 'Adz-dzikra' diterjemahkan 'peringatan itu', bukan 'Al-Qur'an' seperti draf: nama tidak eksplisit di ayat ini, tetap literal sebagai gelar 'peringatan'.

Kata (لَيُزْلِقُونَكَ, la-yuzliquunaka) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 68:51. Rangkaian (بِأَبْصَارِهِمْ, bi-abshaarihim) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 68:51. Rangkaian (لَمَّا سَمِعُوا, lammaa sami'uu) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 68:51. Tiga bahan sekali pakai berkumpul di ayat kedua dari belakang surah ini.

Kata (لَمَجْنُونٌ, la-majnuun) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 15:6, 26:27, dan 68:51. Di 15:6 kalimat itu dilontarkan kepada orang yang kepadanya peringatan diturunkan, dan di 26:27 ia dilontarkan seorang penguasa tentang utusan yang datang kepadanya. Di ketiga tempat itu sasarannya selalu orang yang membawa berita, bukan orang biasa. Tuduhan tersebut ternyata punya satu bentuk tetap dan satu sasaran tetap.

Bentuk yang dinafikan, yaitu (بِمَجْنُونٍ, bi-majnuun), muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 68:2 dan 81:22, dan di dua tempat itu ia selalu berada di dalam kalimat yang menolak tuduhan. Surah ini memuat keduanya: penolakannya di ayat kedua dan tuduhannya di ayat kedua dari belakang. Jadi surah 68 dibuka dan ditutup dengan kata yang sama, sekali sebagai bantahan dan sekali sebagai kutipan ucapan mereka.

Kata kerja (يَكَادُ, yakaadu) berarti hampir, bukan terjadi. Jadi yang dilaporkan bukan bahwa mereka berhasil, melainkan bahwa keadaannya nyaris sampai ke situ. Terjemahan memakai 'hampir-hampir' dan menahan jarak itu. Menghilangkannya akan mengubah ayat ini menjadi laporan tentang sesuatu yang sudah terjadi, padahal yang direkam justru batas yang tidak terlewati.

Alat yang disebut pandangan mata mereka. Kata untuk mata dipakai juga di 68:43, dan di sana ia melukiskan pandangan yang tertunduk pada hari yang digambarkan. Di ayat ini pandangan yang sama menjadi alat untuk menekan. Satu anggota tubuh, dua kedudukan yang berlawanan, dan dua-duanya disebut di dalam satu surah dengan jarak delapan ayat.

Yang mereka dengar disebut dengan kata untuk peringatan. Kata yang sama dipakai lagi di 68:52 untuk menyatakan apa sebenarnya yang mereka dengar itu. Jadi dua ayat penutup surah ini memakai satu kata untuk dua kedudukan, yaitu sesuatu yang memancing tuduhan dan sesuatu yang ternyata diperuntukkan bagi semua. Al-Qur'an tidak menyambung keduanya dengan satu kalimat penghubung pun.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut siapa mereka, tidak disebut kapan, dan tidak disebut apa yang menahan mereka. Yang disebut cuma bahwa keadaannya nyaris sampai ke sana dan bahwa ucapan mereka begitu. Menahan nama membuat ayat ini tidak berhenti sebagai catatan tentang satu kelompok, dan menahan sebabnya membuat pembaca berhenti pada gambaran keadaannya.

Tafsiran

Ayat ini mencatat tuduhan gila dari orang kafir, yang hampir tergelincir pandangan kebencian mereka sendiri.

Ayat kedua dari belakang ini merekam tekanan yang nyaris berhasil dan ucapan yang menyertainya.

Kata (لَيُزْلِقُونَكَ, la-yuzliquunaka) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 68:51. Rangkaian (بِأَبْصَارِهِمْ, bi-abshaarihim) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 68:51, dan rangkaian (لَمَّا سَمِعُوا, lammaa sami'uu) juga cuma di 68:51.

Kata (لَمَجْنُونٌ, la-majnuun) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 15:6, 26:27, dan 68:51, dan di ketiga tempat itu sasarannya selalu orang yang membawa berita. Bentuk yang dinafikan, yaitu (بِمَجْنُونٍ, bi-majnuun), muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 68:2 dan 81:22, selalu di dalam kalimat yang menolak tuduhan.

Jadi surah ini dibuka dan ditutup dengan kata yang sama, sekali sebagai bantahan dan sekali sebagai kutipan ucapan mereka. Kata kerja pembukanya berarti hampir dan bukan terjadi, sehingga yang direkam justru batas yang tidak terlewati. Tidak disebut siapa mereka, tidak disebut kapan, dan tidak disebut apa yang menahan mereka.

Alat yang disebut pandangan mata mereka. Kata untuk mata dipakai juga di 68:43, dan di sana ia melukiskan pandangan yang tertunduk pada hari yang digambarkan, sedangkan di ayat ini pandangan yang sama menjadi alat untuk menekan. Yang mereka dengar pun disebut dengan kata untuk peringatan, dan kata yang sama dipakai lagi di 68:52.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka hampir menggelincirkan dengan pandangan mata mereka. Bukan dengan kekuatan. Yang paling menekan seseorang kadang cuma cara orang lain memandangnya. Kata kerja pembukanya berarti hampir, bukan terjadi. Jadi yang dilaporkan bukan keberhasilan mereka melainkan keadaan yang nyaris sampai ke situ. Terjemahan memakai 'hampir-hampir' dan menahan jarak tersebut. Menghilangkannya akan mengubah ayat ini menjadi laporan tentang sesuatu yang sudah berlangsung, padahal yang direkam justru batas yang tidak pernah terlewati sampai surah ini ditutup.
  • Allah menyebut itu terjadi ketika mereka mendengar peringatan itu. Justru saat menyimak. Yang menolak tidak selalu menutup telinga; kadang ia mendengar sambil melawan. Kata untuk mata di ayat ini dipakai juga di 68:43, dan di sana ia melukiskan pandangan yang tertunduk pada hari yang digambarkan. Di ayat ini pandangan yang sama menjadi alat untuk menekan. Satu anggota tubuh, dua kedudukan yang berlawanan, dan dua-duanya berada di dalam satu surah dengan jarak delapan ayat. Allah tidak menyambungkan keduanya dengan satu kalimat pun.
  • Allah merekam ucapan mereka: dia benar-benar orang gila. Bukan berdusta. Yang dipakai menutup perkara bukan bantahan atas isinya, melainkan penilaian atas orangnya. Tuduhan yang mereka lontarkan memakai bentuk yang muncul tiga kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 15:6, 26:27, dan 68:51. Di 15:6 ia dilontarkan kepada orang yang kepadanya peringatan diturunkan, dan di 26:27 ia dilontarkan seorang penguasa tentang utusan yang datang kepadanya. Sasarannya selalu orang yang membawa berita, jadi tuduhan itu punya satu bentuk tetap dan satu sasaran tetap.
  • Bentuk yang dinafikan dari kata itu muncul dua kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 68:2 dan 81:22, dan di dua tempat itu ia selalu berada di dalam kalimat yang menolak tuduhan. Surah ini memuat dua sisinya sekaligus: penolakannya di ayat kedua dan tuduhannya di ayat kedua dari belakang. Allah menjepit lima puluh ayat di antara dua pemakaian kata yang sama, dan pembaca yang sampai ke sini kembali bertemu kalimat yang dibacanya di awal.
  • Ayat ini memuat tiga bahan yang tidak muncul lagi di seluruh Al-Qur'an, yaitu kata kerja tekanannya, rangkaian yang menyebut alatnya, dan rangkaian yang menyebut saatnya. Allah memakai tiga bahan sekali pakai justru pada ayat kedua dari belakang. Kata yang tidak punya pasangan menahan pembaca dari melewatinya sebagai gambaran yang sudah dikenalnya, dan letaknya di ujung surah menuntutnya berhenti sekali lagi sebelum selesai.
  • Siapa mereka? Kapan itu terjadi? Apa yang menahan mereka sehingga tidak sampai berhasil? Tidak satu pun disebut. Yang disebut cuma bahwa keadaannya nyaris sampai ke sana dan bahwa ucapan mereka begitu. Allah menahan namanya, dan penahanan itu membuat ayat ini tidak berhenti sebagai catatan tentang satu kelompok di satu masa, melainkan tetap terbuka bagi siapa pun yang mendengar lalu menuduh.