وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ
Dan itu tidak lain kecuali peringatan bagi seisi alam.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَwa-maa huwa illaa dzikrun li-l-'aalamiinadan itu tidak lain kecuali peringatan bagi seisi alam
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- هُوَhuwaia
- إِلَّاillaakecuali
- ذِكْرٌdzikrunperingatan
- لِلْعَالَمِينَli-l-'aalamiinabagi seluruh alam
Inti bacaan
Penutup surah dengan cakupan universal: '(Al-Qur'an) itu tidak lain kecuali peringatan bagi seisi alam', penegasan bahwa pesan ini tidak terbatas pada satu kelompok atau zaman, cakupan yang menyeluruh melampaui batas waktu dan tempat mana pun.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(Al-Qur'an)' tidak dipakai: subjek 'huwa' merujuk balik pada 'adz-dzikr' di ayat sebelumnya.
Rangkaian (ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ, dzikrun lil-'aalamiin) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an dalam 4 surah, yaitu di 12:104, 38:87, 68:52, dan 81:27. Di keempat tempat itu ia selalu menutup sebuah bantahan atau sebuah penegasan, dan tidak satu pun memakainya di tengah uraian. Rangkaian tersebut memang dirancang sebagai kalimat penghabisan.
Susunan penafiannya berbeda dari tiga tempat lainnya. Rangkaian (إِنْ هُوَ إِلَّا, in huwa illaa) muncul 11 kali di seluruh Al-Qur'an dalam 10 surah, misalnya di 12:104, 38:87, dan 81:27. Ayat ini justru memakai susunan yang dibuka huruf sambung lalu kata penafian, sehingga kalimatnya tersambung ke ayat sebelumnya. Yang dinafikan di sini bukan berdiri sendiri, melainkan menjawab langsung tuduhan yang baru dikutip di 68:51.
Di 12:104 rangkaian penutup itu berdampingan dengan pernyataan bahwa yang menyampaikan tidak meminta imbalan apa pun. Dua hal tersebut ada juga di surah ini, tetapi dipisahkan: soal imbalan ditanyakan di 68:46, dan sebutan peringatan bagi seisi alam ditaruh di ayat terakhir. Jadi bahan yang di surah 12 berada dalam satu ayat, di surah ini dibentangkan sepanjang tujuh ayat.
Kata (ذِكْرٌ, dzikr) di ayat ini sama dengan kata yang dipakai di 68:51 untuk menyebut apa yang mereka dengar. Di ayat sebelumnya ia sesuatu yang memancing tuduhan, dan di ayat ini ia dinyatakan sebagai peringatan bagi semua. Satu kata, dua kedudukan, dan dua ayat yang berdampingan. Yang berubah bukan barangnya melainkan siapa yang menilainya.
Sasarannya disebut seisi alam, bukan satu kaum dan bukan satu negeri. Penutup surah ini melebarkan jangkauan sesudah lima puluh satu ayat yang sebagian besar berbicara tentang perorangan dan sekelompok kecil pemilik kebun. Terjemahan memakai 'bagi seisi alam' dan menahan keluasannya tanpa menyempitkannya menjadi 'bagi manusia'.
Ayat penutup ini berbentuk pernyataan, bukan perintah dan bukan pertanyaan. Surah ini memuat sumpah di pembukanya, kisah di tengahnya, rentetan pertanyaan sesudahnya, lalu perintah bertahan. Semuanya ditutup dengan satu kalimat yang cuma menerangkan apa sebenarnya barang yang sejak awal diperselisihkan itu. Menutup dengan keterangan, bukan dengan ancaman, memindahkan perhatian dari yang menolak ke yang ditolak.
Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut peringatan tentang apa, tidak disebut untuk siapa lebih dahulu, dan tidak disebut apa akibatnya bila diabaikan. Yang disebut cuma jangkauannya. Menutup surah dengan menyebut jangkauan tanpa menyebut isinya membuat kalimatnya berlaku bagi setiap pembaca yang memegangnya, termasuk yang belum pernah disinggung satu ayat pun di dalamnya.
Tafsiran
Ayat penutup surah ini menegaskan wahyu sebagai peringatan universal bagi seluruh alam.
Ayat terakhir surah ini menutup seluruh perselisihan dengan satu keterangan tentang barang yang diperselisihkan.
Rangkaian (ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ, dzikrun lil-'aalamiin) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an dalam 4 surah, yaitu di 12:104, 38:87, 68:52, dan 81:27, dan di keempat tempat itu ia selalu menutup sebuah bantahan atau penegasan.
Susunan penafiannya berbeda dari tiga tempat lainnya. Rangkaian (إِنْ هُوَ إِلَّا, in huwa illaa) muncul 11 kali di seluruh Al-Qur'an dalam 10 surah, misalnya di 12:104, 38:87, dan 81:27, sedangkan ayat ini dibuka huruf sambung lalu kata penafian, sehingga kalimatnya tersambung ke ayat sebelumnya dan menjawab langsung tuduhan yang baru dikutip.
Di 12:104 rangkaian penutup itu berdampingan dengan pernyataan bahwa yang menyampaikan tidak meminta imbalan; di surah ini dua hal tersebut dipisahkan, yaitu soal imbalan di 68:46 dan sebutan peringatan di ayat terakhir. Kata untuk peringatan di sini sama dengan kata di 68:51, sehingga dua ayat berdampingan memakai satu kata untuk dua kedudukan, yaitu sesuatu yang memancing tuduhan dan sesuatu yang ternyata diperuntukkan bagi semua.
Sasarannya disebut seisi alam, bukan satu kaum dan bukan satu negeri, sehingga penutup surah ini melebarkan jangkauan sesudah lima puluh satu ayat sebelumnya. Tidak disebut peringatan tentang apa, tidak disebut untuk siapa lebih dahulu, dan tidak disebut apa akibatnya bila diabaikan.
Renungan dan Hikmah
- Allah memperluas sasarannya di kalimat terakhir. Bukan untuk satu kaum. Untuk seisi alam. Sasarannya disebut seisi alam, bukan satu kaum dan bukan satu negeri. Penutup surah ini melebarkan jangkauan sesudah lima puluh satu ayat yang sebagian besar berbicara tentang perorangan dan sekelompok kecil pemilik kebun. Terjemahan memakai 'bagi seisi alam' dan menahan keluasannya tanpa menyempitkannya menjadi 'bagi manusia', sebab penyempitan itu akan menutup sebagian yang justru sedang dibuka Allah pada kalimat terakhir.
- Sesudah tuduhan gila, penutupnya menyebut peringatan. Yang dituduh justru pembawa pengingat. Bantahannya lewat fungsi. Ayat penutup ini berbentuk pernyataan, bukan perintah dan bukan pertanyaan. Surah ini memuat sumpah di pembukanya, kisah di tengahnya, rentetan pertanyaan sesudahnya, lalu perintah bertahan. Semuanya ditutup dengan satu kalimat yang cuma menerangkan apa sebenarnya barang yang sejak awal diperselisihkan. Menutup dengan keterangan, bukan dengan ancaman, memindahkan perhatian dari yang menolak kepada yang ditolak.
- Kata tidak lain dipakai Allah untuk mempersempit sekaligus menegaskan. Bukan sihir. Bukan syair. Kata untuk peringatan di ayat ini sama dengan kata yang dipakai di 68:51 untuk menyebut apa yang mereka dengar. Di ayat sebelumnya ia sesuatu yang memancing tuduhan, dan di ayat ini ia dinyatakan sebagai peringatan untuk semua. Satu kata, dua kedudukan, dan dua ayat yang berdampingan. Yang berubah bukan barangnya melainkan siapa yang sedang menilainya, dan Allah menaruh dua penilaian itu bersebelahan tanpa menghubungkannya.
- Rangkaian penutup ayat ini muncul empat kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 12:104, 38:87, 68:52, dan 81:27. Di keempat tempat itu ia selalu menutup sebuah bantahan atau penegasan, dan tidak satu pun memakainya di tengah uraian. Allah memakainya sebagai kalimat penghabisan, dan pembaca yang bertemu rangkaian ini di surah mana pun sudah bisa mengukur bahwa bagian yang dibacanya sedang ditutup, bukan sedang dibuka.
- Tiga tempat lain memakai susunan penafian yang berdiri sendiri, dan susunan itu muncul sebelas kali di seluruh Al-Qur'an, misalnya di 23:25, 36:69, dan 53:4. Ayat ini justru dibuka huruf sambung lalu kata penafian, sehingga kalimatnya menempel pada ayat sebelumnya. Jadi bantahannya bukan pernyataan lepas melainkan jawaban langsung atas tuduhan yang baru dikutip di 68:51. Allah menaruh jawabannya persis di baris berikutnya, tanpa jeda satu ayat pun, dan jawaban yang menempel begitu tidak bisa dibaca terpisah dari tuduhannya.
- Peringatan tentang apa? Untuk siapa lebih dahulu? Apa akibatnya bila diabaikan? Tidak satu pun disebut. Yang disebut cuma jangkauannya. Allah menutup surah ini dengan menyebut seberapa luas sasarannya dan menahan isinya, sehingga kalimatnya berlaku bagi setiap orang yang memegangnya, termasuk yang tidak pernah disinggung satu ayat pun di dalam surah ini dan yang membacanya berabad-abad sesudahnya.