فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌ
Maka pada hari ini tidak ada baginya di sini seorang teman setia,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌfa-laysa lahu l-yawma haahunaa hamiimunmaka pada hari ini tidak ada baginya di sini seorang teman setia
Terjemahan per kata (5 kata)
- فَلَيْسَfa-laysamaka tidaklah
- لَهُlahubaginya
- الْيَوْمَl-yawmahari ini
- هَاهُنَاhaahunaadi sini
- حَمِيمٌhamiimunteman setia
Inti bacaan
Isolasi total pada momen kritis: 'pada hari ini tidak ada baginya di sini seorang teman setia', konsekuensi kesendirian yang menyakitkan, kontras dengan jaringan sosial yang mungkin dimiliki di dunia, pengingat bahwa hubungan sejati diuji pada momen yang paling menentukan.
Penjelasan pilihan kata
Bukan bagian kutip apa pun: ayat ini murni narasi orang ketiga.
Kata (حَمِيمٌ, hamiimun) muncul di 4 ayat di seluruh Al-Qur'an, dan ia menyimpan dua arti yang berjauhan. Di 41:34 dan 70:10 ia berarti teman yang sangat dekat. Di 38:57 ia berarti air yang mendidih, yang di sana disebut sebagai minuman penghuni neraka. Satu kata menampung kehangatan persahabatan dan panasnya siksaan sekaligus.
Kesejajaran itu perlu ditahan. Yang dinyatakan tidak ada bagi orang ini adalah teman yang dekat, sementara kata yang sama di tempat lain justru menjadi nama bagi apa yang akan disuguhkan kepadanya. Yang tidak dimilikinya dan yang akan diterimanya disebut dengan satu kata yang sama. Bahasa Arab menyimpan pertemuan itu di dalam satu bentuk, dan tidak ada padanan Indonesia yang bisa memuat keduanya.
Kata (هَاهُنَا, haahunaa) muncul di 4 ayat di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti di sini, dengan penunjukan yang sangat dekat. Di 26:146 kata yang sama dipakai untuk kenyamanan dunia yang disangka aman selamanya. Di sini ia dipakai untuk tempat yang sama sekali berlawanan. Kata penunjuk yang sama menandai dua tempat berdiri yang bertolak belakang.
Susunan (فَلَيْسَ, falaisa) memakai kata pengingkar yang menyangkal keberadaan sesuatu. Kata ini muncul di 7 ayat di seluruh Al-Qur'an. Ia menyangkal secara mutlak, bukan menyatakan kekurangan atau keterlambatan. Terjemahan 'tidak ada baginya' menahan kemutlakannya.
Letak keterangan waktunya juga perlu diperhatikan. Rangkaian yang berarti pada hari ini diletakkan di tengah, sebelum keterangan tempat. Jadi urutannya menyangkal, lalu untuknya, lalu hari ini, lalu di sini, baru sebutan temannya. Sebutan teman jatuh paling belakang dan menerima tekanan paling berat, sehingga yang paling terasa hilang justru disebut terakhir.
Perhatikan pula bahwa yang disebut hilang di sini bukan harta dan bukan kekuasaan. Keduanya sudah dinyatakan lenyap di 69:28 dan 69:29 oleh orang itu sendiri. Sekarang yang dinyatakan tidak ada adalah teman. Jadi tiga sandaran disebut berturut-turut: harta, kuasa, lalu orang. Dua yang pertama diakuinya sendiri, dan yang ketiga diberitahukan tentang dirinya.
Perlu dicatat bahwa keterangan waktu dan tempat dipakai bersama-sama di ayat ini. Bukan sekadar tidak ada teman, melainkan tidak ada teman pada hari ini dan di tempat ini. Pembatasan ganda itu mengandaikan bahwa di hari lain dan di tempat lain teman-teman itu ada. Yang hilang bukan persahabatannya di dunia, melainkan gunanya pada saat yang paling dibutuhkan.
Ada satu hal lagi yang layak dicatat di sini. Bandingkan pula dengan 70:10, salah satu tempat lain yang memuat kata ini. Di sana disebutkan bahwa pada hari itu seorang teman tidak menanyakan keadaan temannya. Jadi dua ayat di dua surah berdampingan sama-sama berbicara tentang runtuhnya persahabatan pada hari yang sama. Yang satu menyatakan tidak ada temannya, yang lain menyatakan teman yang ada pun tidak bertanya. Dua sisi dari satu keadaan diletakkan di dua surah yang bersebelahan.
Perhatikan juga siapa yang berbicara di ayat ini. Sejak 69:19 yang terdengar adalah suara dua orang yang menerima catatannya, lalu suara perintah kepada malaikat. Di sini suaranya berganti lagi menjadi suara yang menerangkan keadaan. Jadi dalam satu bagian pendek, pembaca mendengar suara orang, suara perintah, dan suara keterangan berturut-turut. Pergantian suara seperti itu membuat pembaca berpindah kedudukan tanpa pernah diberi aba-aba.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan hukuman lanjutan: tiada kerabat penolong di akhirat. Ayat ini menyebut sandaran ketiga yang tidak dimiliki orang itu. Harta dan kekuasaan sudah dinyatakan lenyap di 69:28 dan 69:29 oleh dirinya sendiri, dan sekarang yang dinyatakan tidak ada adalah teman. Tiga sandaran disebut berturut-turut: harta, kuasa, lalu orang. Dua yang pertama diakuinya sendiri, dan yang ketiga diberitahukan tentang dirinya.
Kata untuk teman itu muncul di 4 ayat di seluruh Al-Qur'an, dan ia menyimpan dua arti yang berjauhan. Di 41:34 dan 70:10 ia berarti teman yang sangat dekat, sedangkan di 38:57 ia berarti air yang mendidih, yang di sana disebut sebagai minuman penghuni neraka. Satu kata menampung kehangatan persahabatan dan panasnya siksaan sekaligus. Yang dinyatakan tidak ada bagi orang ini adalah teman yang dekat, sementara kata yang sama di tempat lain justru menjadi nama bagi apa yang akan disuguhkan kepadanya. Bahasa Arab menyimpan pertemuan itu di dalam satu bentuk, dan tidak ada padanan Indonesia yang bisa memuat keduanya.
Keterangan waktu dan tempat dipakai bersama-sama di ayat ini. Bukan sekadar tidak ada teman, melainkan tidak ada teman pada hari ini dan di tempat ini. Pembatasan ganda itu mengandaikan bahwa di hari lain dan di tempat lain teman-teman itu ada. Yang hilang bukan persahabatannya di dunia, melainkan gunanya pada saat yang paling dibutuhkan. Dan kata penunjuk tempat yang dipakai muncul di 4 ayat di seluruh Al-Qur'an, salah satunya di 26:146 untuk kenyamanan dunia yang disangka aman selamanya.
Renungan dan Hikmah
- Kata untuk teman di ayat ini muncul di 4 ayat di seluruh Al-Qur'an, dan di 38:57 kata yang sama berarti air mendidih yang disuguhkan kepada penghuni neraka. Yang tidak dimilikinya dan yang akan diterimanya disebut dengan satu kata yang sama. Allah menyimpan pertemuan itu di dalam satu bentuk kata, dan tidak ada padanan Indonesia yang bisa memuat keduanya sekaligus. Kehangatan dan panas ternyata bisa berbagi satu nama, dan bedanya hanya terletak pada apa yang menyertainya.
- Harta dan kekuasaan sudah dinyatakan lenyap di 69:28 dan 69:29 oleh orang itu sendiri, dan sekarang yang dinyatakan tidak ada adalah teman. Tiga sandaran disebut berturut-turut: harta, kuasa, lalu orang. Dua yang pertama diakuinya sendiri, dan yang ketiga diberitahukan Allah tentang dirinya, sehingga ia bahkan tidak sempat menyadarinya sendiri. Yang paling terakhir runtuh biasanya yang paling tidak kita persiapkan, sebab kita menyangka ia tidak akan pernah runtuh.
- Bukan sekadar tidak ada teman, melainkan tidak ada teman pada hari ini dan di tempat ini. Pembatasan ganda itu mengandaikan bahwa di hari lain dan di tempat lain teman-teman itu ada. Yang hilang bukan persahabatannya di dunia, melainkan gunanya pada saat yang paling dibutuhkan. Yang berguna hanya di tempat yang mudah bukanlah pertolongan yang sebenarnya. Persahabatan yang hanya bertahan selama keadaan mudah adalah persahabatan yang belum pernah diuji sama sekali.
- Kata penunjuk tempat di ayat ini muncul di 4 ayat di seluruh Al-Qur'an, dan di 26:146 kata yang sama dipakai untuk kenyamanan dunia yang disangka aman selamanya. Di sini ia dipakai untuk tempat yang sama sekali berlawanan. Kata penunjuk yang sama menandai dua tempat berdiri yang bertolak belakang, dan Allah memakai kedekatan penunjuknya untuk keduanya. Rasa aman yang kita rasakan di tempat kita berdiri sekarang memakai kata yang sama dengan tempat yang paling tidak diinginkan.
- Kata pengingkar di ayat ini menyangkal keberadaan sesuatu secara mutlak, bukan menyatakan kekurangan atau keterlambatan, dan kata itu muncul di 7 ayat di seluruh Al-Qur'an. Terjemahan menahan kemutlakannya. Yang ditiadakan Allah bukan jumlah temannya melainkan adanya teman sama sekali, dan tidak ada celah untuk berharap satu orang pun tersisa. Peniadaan yang mutlak tidak menyisakan tawar-menawar, dan Allah memakainya justru pada perkara yang paling ingin ditawar manusia.
- Sebutan teman jatuh paling belakang di ayat ini dan menerima tekanan paling berat dalam susunan Arab, sehingga yang paling terasa hilang justru disebut terakhir. Harta dan kuasa disebut lebih dulu di ayat sebelumnya. Kalau kehilangan teman ternyata diletakkan Allah sesudah kehilangan harta dan kuasa, apa sebenarnya yang paling kita jaga selama ini? Kita menghabiskan tenaga untuk mengumpulkan yang lebih dulu disebut hilang, dan menyisakan sedikit sekali untuk yang disebut terakhir.