لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ

Niscaya Kami renggut dia dengan tangan kanan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِla-akhadznaa minhu bi-l-yamiininiscaya Kami renggut dia dengan tangan kanan

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. لَأَخَذْنَاla-akhadznaasungguh Kami akan mengambil
  2. مِنْهُminhudarinya
  3. بِالْيَمِينِbi-l-yamiinidengan tangan kanan

Inti bacaan

Konsekuensi tegas bagi klaim palsu: 'niscaya Kami renggut dia dengan tangan kanan (kekuatan)', jaminan bahwa pemalsuan atas nama wahyu tidak akan dibiarkan tanpa tindakan, standar yang menegaskan keseriusan konsekuensi bagi manipulasi otoritas spiritual.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(kekuatan)' tidak dipakai.

Kata (لَأَخَذْنَا, la-akhadznaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti niscaya Kami renggut, dengan huruf penguat di depannya dan bentuk pihak pertama jamak yang menunjuk kebesaran. Akarnya sama dengan akar kata kerja yang dipakai di 69:10 untuk kaum yang dicengkeram sesudah mendurhakai utusan mereka.

Pertemuan itu perlu ditahan baik-baik. Di 69:10 yang dicengkeram adalah kaum yang menolak utusan, dan di sini yang diandaikan dicengkeram adalah utusannya sendiri seandainya ia berbuat curang. Satu akar dipakai untuk dua pihak yang berlawanan kedudukan. Ukuran yang sama berlaku untuk yang menolak dan untuk yang membawa, dan tidak ada kekebalan bagi siapa pun.

Kata (بِالْيَمِينِ, bil-yamiini) muncul di 2 ayat di seluruh Al-Qur'an: 37:93 dan 69:45. Di 37:93 rangkaian itu dipakai untuk pukulan yang menghancurkan berhala. Jadi dua tempat yang memuatnya sama-sama berbicara tentang tindakan yang tegas dan menentukan, bukan tentang arah atau sisi tubuh belaka.

Satu hal terakhir tentang ayat ini pantas mendapat tempatnya sendiri di sini. Terjemahan menambahkan kata kekuatan di dalam kurung sesudah tangan kanan, dan tanda kurung itu jujur menandai bahwa penjelasannya bukan bagian dari teks. Dalam bahasa Arab, menyebut tangan kanan memang lazim dipakai untuk menyatakan kekuatan dan kesungguhan, sebab tangan kanan adalah tangan yang dipakai untuk pekerjaan yang menuntut tenaga.

Sebutan yang sama sudah muncul di 69:19 untuk catatan yang diterima di tangan kanan. Di sana ia menandai kabar baik, dan di sini ia menandai cengkeraman yang membinasakan. Sebutan yang sama membawa dua rasa yang berlawanan, dan yang menentukan adalah kalimat yang mengelilinginya.

Masih tersisa satu perkara yang belum diletakkan pada tempatnya sejauh ini. Huruf penguat di depan kata kerjanya juga perlu dicatat. Ia adalah jawaban wajib bagi kalimat pengandaian yang dibuka di 69:44. Dalam bahasa Arab, pengandaian jenis itu menuntut jawaban yang diawali huruf penguat tersebut. Jadi dua ayat itu terkunci satu sama lain oleh aturan tata bahasa, bukan sekadar oleh urutan pemikiran.

Hal berikut ini pun menentukan. Perlu diperhatikan bahwa yang mengerjakan disebut dengan bentuk pihak pertama jamak. Sepanjang bagian pembelaan ini, Allah berbicara sebagai pihak pertama, sama seperti di 69:11 dan 69:12 ketika berbicara tentang pertolongan. Kedekatan sapaan itu dipakai untuk dua perkara yang berlawanan: menyelamatkan dan membinasakan.

Bandingkan pula dengan bagian sebelumnya di surah ini. Di 69:30 sampai 69:32 hukuman dijatuhkan lewat perintah kepada pihak lain, sedangkan di sini Allah menyebut diri-Nya sendiri sebagai pelaku. Perbedaan itu bukan kebetulan: yang menyangkut penjagaan wahyu tidak diserahkan kepada siapa pun. Semakin penting perkaranya, semakin dekat sapaannya, dan kedekatan itu terbaca dari bentuk kata kerjanya saja.

Perhatikan pula bahwa ancaman ini justru menjadi penenang bagi pembacanya. Yang dijaga sekeras itu tidak mungkin dibiarkan berubah, dan pembaca yang menerima bacaan ini berabad-abad kemudian mendapat jaminan dari kalimat yang sekilas tampak mengancam. Kalimat yang paling keras di bagian ini ternyata bekerja sebagai kalimat yang paling menenangkan.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan konsekuensi keras jika wahyu dipalsukan. Ayat ini adalah jawaban wajib bagi kalimat pengandaian yang dibuka di 69:44. Dalam bahasa Arab, pengandaian jenis itu menuntut jawaban yang diawali huruf penguat, dan huruf itulah yang membuka ayat ini. Dua ayat tersebut terkunci satu sama lain oleh aturan tata bahasa, bukan sekadar oleh urutan pemikiran, sehingga membaca salah satunya sendirian menyisakan setengah bangunan.

Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya sama dengan akar kata kerja yang dipakai di 69:10 untuk kaum yang dicengkeram sesudah mendurhakai utusan mereka. Pertemuan itu perlu ditahan baik-baik. Di sana yang dicengkeram adalah kaum yang menolak utusan, dan di sini yang diandaikan dicengkeram adalah utusannya sendiri seandainya ia berbuat curang. Satu akar dipakai Allah untuk dua pihak yang berlawanan kedudukan, dan ukuran yang sama berlaku bagi keduanya tanpa kekebalan bagi siapa pun.

Rangkaian keduanya muncul di 2 ayat di seluruh Al-Qur'an, dan di 37:93 rangkaian itu dipakai untuk pukulan yang menghancurkan berhala. Dua tempat yang memuatnya sama-sama berbicara tentang tindakan yang tegas dan menentukan, bukan tentang arah atau sisi tubuh belaka. Sebutan yang sama sudah muncul pula di 69:19 untuk catatan yang diterima di tangan kanan; di sana ia menandai kabar baik, dan di sini menandai cengkeraman yang membinasakan. Sebutan yang sama membawa dua rasa yang berlawanan, dan yang menentukan adalah kalimat yang mengelilinginya.

Renungan dan Hikmah

  • Akar kata pertama ayat ini sama dengan akar kata kerja yang dipakai di 69:10 untuk kaum yang dicengkeram sesudah mendurhakai utusan mereka. Di sana yang dicengkeram adalah kaum yang menolak, dan di sini yang diandaikan dicengkeram adalah utusannya sendiri. Satu akar dipakai Allah untuk dua pihak yang berlawanan kedudukan, dan ukuran yang sama berlaku bagi keduanya tanpa kekecualian. Ukuran yang berlaku sama untuk semua adalah dasar keadilan, dan Allah memperlihatkannya justru pada orang yang paling dekat dengan-Nya.
  • Rangkaian kedua di ayat ini muncul di 2 ayat di seluruh Al-Qur'an, dan di 37:93 ia dipakai untuk pukulan yang menghancurkan berhala. Dua tempat yang memuatnya sama-sama berbicara tentang tindakan yang tegas dan menentukan, bukan tentang arah atau sisi tubuh belaka. Terjemahan menambahkan keterangan di dalam kurung, dan tanda kurung itu jujur menandai bahwa penjelasannya bukan bagian dari teks. Bahasa menyimpan banyak kiasan yang sudah menjadi kebiasaan, dan membacanya harfiah akan menyempitkan maksudnya.
  • Sebutan untuk tangan kanan sudah muncul di 69:19 untuk catatan yang diterima seorang yang berbahagia. Di sana ia menandai kabar baik, dan di sini menandai cengkeraman yang membinasakan. Sebutan yang sama membawa dua rasa yang berlawanan, dan yang menentukan adalah kalimat yang mengelilinginya. Allah memakai satu kata untuk dua keadaan, dan pembaca yang tergesa akan menyamakan keduanya. Kata yang sama bisa membawa kabar gembira atau kabar buruk, dan yang menentukan selalu kalimat yang mengelilinginya.
  • Huruf penguat di depan kata kerja ayat ini adalah jawaban wajib bagi kalimat pengandaian yang dibuka di 69:44. Dalam bahasa Arab, pengandaian jenis itu menuntut jawaban yang diawali huruf tersebut. Dua ayat itu terkunci satu sama lain oleh aturan tata bahasa, bukan sekadar oleh urutan pemikiran, sehingga membaca salah satunya sendirian menyisakan setengah bangunan. Dua ayat yang terkunci oleh aturan tata bahasa tidak bisa dibaca sendiri-sendiri tanpa kehilangan separuh maksudnya.
  • Yang mengerjakan di ayat ini disebut dengan bentuk pihak pertama jamak, sama seperti di 69:11 dan 69:12 ketika Allah berbicara tentang pertolongan. Kedekatan sapaan itu dipakai untuk dua perkara yang berlawanan: menyelamatkan dan membinasakan. Yang dekat tidak selalu berarti yang lembut, dan kedekatan justru membuat keduanya terasa lebih sungguh. Kedekatan tidak berarti kelunakan, dan Allah memakai suara yang sama untuk menyelamatkan dan untuk menghukum.
  • Ayat ini berisi ancaman terhadap utusan seandainya ia berbuat curang, dan justru ancaman itulah yang menjadi jaminan bagi pembaca. Yang dijaga sekeras itu tidak mungkin dibiarkan menambahkan apa pun ke dalamnya. Kalau penjagaan atas satu kalimat saja sekeras ini, apa yang sebenarnya sedang kita pegang setiap kali membuka bacaan ini? Penjagaan yang ketat atas sesuatu adalah tanda betapa bernilainya yang dijaga itu bagi yang menjaganya.