وَإِنَّهُ لَتَذْكِرَةٌ لِلْمُتَّقِينَ
Dan sesungguhnya itu benar-benar peringatan bagi orang-orang yang bertakwa.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِنَّهُ لَتَذْكِرَةٌ لِلْمُتَّقِينَwa-innahu la-tadzkiratun li-l-muttaqiinadan sesungguhnya itu benar-benar peringatan bagi orang-orang yang bertakwa
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَإِنَّهُwa-innahudan sesungguhnya ia
- لَتَذْكِرَةٌla-tadzkiratunbenar-benar peringatan
- لِلْمُتَّقِينَli-l-muttaqiinabagi orang-orang yang bertakwa
Inti bacaan
Fungsi utama wahyu bagi yang bertakwa: 'sesungguhnya ia benar-benar peringatan bagi orang-orang yang bertakwa', pengakuan bahwa manfaat penuh dari pesan ini paling dirasakan oleh mereka yang sudah memiliki kesiapan hati untuk menerimanya.
Penjelasan pilihan kata
Kata (لَتَذْكِرَةٌ, latadzkiratun) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia terdiri atas huruf penguat ditambah sebutan yang berarti pengingat. Akarnya sudah dipakai dua kali sebelumnya di surah ini: di 69:12 untuk peristiwa pengangkutan yang dijadikan pengingat, dan di 69:42 untuk teguran bahwa sedikit sekali yang mau mengingat.
Tiga pemakaian itu menyusun satu alur. Mula-mula sebuah peristiwa dijadikan pengingat, lalu ditegur bahwa hanya sedikit yang mau mengingat, dan akhirnya dinyatakan bahwa bacaan ini sendiri adalah pengingat. Jadi yang tadinya satu kejadian melebar menjadi seluruh bacaan, dan akar yang sama mengikat ketiganya dari awal sampai akhir surah.
Kata (لِلْمُتَّقِينَ, lil-muttaqiina) muncul di 18 ayat di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu yang menjaga diri dari yang membahayakannya di sisi Allah. Sasaran manfaatnya dibatasi, padahal bacaannya sampai kepada semua orang. Jadi yang membatasi bukan penyampaiannya melainkan kesediaan menerimanya.
Satu lapis lagi perlu dibuka. Susunan pembukanya memakai penegas ditambah huruf penguat pada kata berikutnya. Bunyinya sesungguhnya ia benar-benar pengingat. Dua penguat dalam satu kalimat pendek menandai bahwa yang dinyatakan sedang berhadapan dengan penolakan. Susunan yang sama sudah dipakai di 69:40, dan akan dipakai lagi di 69:50 dan 69:51.
Empat ayat penutup surah ini, yaitu 69:48 sampai 69:51, semuanya dibuka dengan penegas yang sama. Tiga di antaranya memakai kata ganti yang menunjuk bacaan ini, dan satu memakai kata ganti pihak pertama. Jadi ada empat pernyataan berturut-turut yang semuanya ditegaskan dengan cara yang sama, dan pengulangan sekuat itu menutup surah dengan nada yang tidak menyisakan keraguan.
Bagian berikut ini menyangkut perkara yang belum sempat disinggung di paragraf mana pun. Kata gantinya sendiri tidak menyebut apa yang dimaksud. Yang dipakai hanya kata ganti orang ketiga tunggal. Terjemahan menambahkan keterangan di dalam kurung untuk menunjuk bacaan ini, dan tanda kurung itu jujur menandai bahwa penjelasannya bukan bagian dari teks. Yang menentukan artinya adalah rangkaian ayat sebelumnya, terutama 69:43.
Perlu dicatat bahwa yang disebut di sini adalah manfaat, sedangkan 69:50 menyebut akibat sebaliknya. Dua ayat itu berpasangan: bagi yang bertakwa ia pengingat, bagi yang menolak ia penyesalan. Bahan yang sama menghasilkan dua akibat yang berlawanan, dan yang membedakan bukan bahannya melainkan yang menerimanya.
Bandingkan pula dengan letak ayat ini di dalam surahnya. Ia datang tepat sesudah rangkaian pembelaan yang panjang, dari 69:38 sampai 69:47. Sesudah membuktikan dari mana bacaan ini berasal, barulah dinyatakan untuk apa ia diturunkan. Urutan itu masuk akal: asal-usul dibereskan lebih dulu, kegunaan menyusul kemudian, sebab menyebut kegunaan sesuatu yang asalnya masih diragukan tidak akan menggerakkan siapa pun.
Perhatikan pula bahwa yang disebut bukan hukum, bukan aturan, dan bukan perintah, melainkan pengingat. Seluruh surah ini memang tidak memuat satu pun aturan yang harus dikerjakan. Yang ada hanya kisah, gambaran, dan pembelaan. Jadi penyebutan diri sebagai pengingat itu sesuai betul dengan isi surahnya sendiri, dan sebuah bacaan yang menamai dirinya dengan tepat sudah memberi petunjuk tentang cara membacanya.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan fungsi wahyu sebagai peringatan bagi orang bertakwa. Ayat ini membuka empat pernyataan penutup surah. Dari 69:48 sampai 69:51, semuanya dibuka dengan penegas yang sama, tiga di antaranya memakai kata ganti yang menunjuk bacaan ini dan satu memakai kata ganti pihak pertama. Empat pernyataan berturut-turut yang semuanya ditegaskan dengan cara yang sama menutup surah dengan nada yang tidak menyisakan keraguan.
Kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya sudah dipakai dua kali sebelumnya di surah ini: di 69:12 untuk peristiwa pengangkutan yang dijadikan pengingat, dan di 69:42 untuk teguran bahwa sedikit sekali yang mau mengingat. Tiga pemakaian itu menyusun satu alur. Mula-mula sebuah peristiwa dijadikan pengingat, lalu ditegur bahwa hanya sedikit yang mau mengingat, dan akhirnya dinyatakan bahwa bacaan ini sendiri adalah pengingat. Yang tadinya satu kejadian melebar menjadi seluruh bacaan, dan akar yang sama mengikat ketiganya dari awal sampai akhir surah.
Sasaran manfaatnya dibatasi kepada golongan yang menjaga diri, dan sebutan itu muncul di 18 ayat di seluruh Al-Qur'an. Bacaannya sampai kepada semua orang, jadi yang membatasi bukan penyampaiannya melainkan kesediaan menerimanya. Yang disebut di sini pun manfaat, sedangkan 69:50 menyebut akibat sebaliknya. Dua ayat itu berpasangan: bagi yang bertakwa ia pengingat, bagi yang menolak ia penyesalan. Bahan yang sama menghasilkan dua akibat yang berlawanan, dan yang membedakan bukan bahannya melainkan yang menerimanya.
Renungan dan Hikmah
- Akar kata kedua di ayat ini sudah dipakai di 69:12 untuk peristiwa yang dijadikan pengingat, dan di 69:42 untuk teguran bahwa sedikit sekali yang mau mengingat. Tiga pemakaian itu menyusun satu alur, dari satu kejadian melebar menjadi seluruh bacaan. Allah mengikat awal dan akhir surah dengan satu akar, dan ikatan itu bekerja tanpa satu kalimat penghubung pun. Susunan yang mengikat awal dan akhir memperlihatkan bahwa surah ini satu bangunan, bukan kumpulan bagian yang berdiri sendiri.
- Sasaran manfaat di ayat ini dibatasi kepada golongan yang menjaga diri, dan sebutan itu muncul di 18 ayat di seluruh Al-Qur'an. Bacaannya sampai kepada semua orang, jadi yang membatasi bukan penyampaian Allah melainkan kesediaan menerimanya. Pintu yang sama terbuka bagi semua, dan yang berbeda hanyalah siapa yang melangkah masuk. Yang menentukan bukan besarnya pemberian melainkan kesiapan yang menerimanya, dan itu berlaku pada banyak hal selain bacaan ini.
- Yang disebut di ayat ini adalah manfaat, sedangkan 69:50 menyebut akibat sebaliknya. Dua ayat itu berpasangan: bagi yang bertakwa ia pengingat, bagi yang menolak ia penyesalan. Bahan yang sama menghasilkan dua akibat yang berlawanan, dan yang membedakan bukan bahannya melainkan yang menerimanya. Allah menurunkan satu bacaan, dan hasilnya bergantung pada wadah yang menampungnya. Bahan yang sama menghasilkan dua akibat yang berlawanan, dan itu berarti pemeriksaan yang sesungguhnya ada pada diri kita sendiri.
- Dari 69:48 sampai 69:51, semua ayat dibuka dengan penegas yang sama. Empat pernyataan berturut-turut yang semuanya ditegaskan dengan cara yang sama menutup surah dengan nada yang tidak menyisakan keraguan. Allah memilih mengakhiri dengan penegasan bertubi, bukan dengan kesimpulan yang tenang, dan pilihan itu sepadan dengan berat perkaranya. Nada penutup yang bertubi menandai bahwa yang disampaikan bukan perkara yang boleh dilewatkan begitu saja.
- Susunan pembuka ayat ini memakai penegas ditambah huruf penguat pada kata berikutnya, sehingga bunyinya sesungguhnya ia benar-benar pengingat. Dua penguat dalam satu kalimat pendek menandai bahwa yang dinyatakan sedang berhadapan dengan penolakan. Susunan yang sama sudah dipakai di 69:40, dan Allah memakainya lagi di dua ayat berikutnya. Penguat dipakai di tempat yang diperkirakan akan ditolak, dan letaknya sendiri sudah menjadi keterangan tentang keadaan pendengarnya.
- Kata ganti di ayat ini tidak menyebut apa yang dimaksud; yang dipakai hanya kata ganti orang ketiga tunggal. Terjemahan menambahkan keterangan di dalam kurung, dan yang menentukan artinya adalah rangkaian ayat sebelumnya, terutama 69:43. Kalau memahami satu kata ganti saja menuntut membaca lima ayat ke belakang, seberapa jauh kita harus membaca sebelum merasa sudah mengerti? Membaca satu ayat tanpa rangkaiannya sering menghasilkan pengertian yang terasa lengkap padahal belum utuh.