Ayat 70:11
يُبَصَّرُونَهُمْ ۚ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ
Mereka saling melihat. Orang yang berbuat durhaka itu menginginkan sekiranya dia dapat menebus dari azab hari itu dengan anak-anaknya,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يُبَصَّرُونَهُمْyubashsharuunahummereka saling melihat
- يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِyawaddu l-mujrimu law yaftadii min 'adzaabi yawmi'idzin bi-baniihiorang yang berbuat durhaka itu menginginkan sekiranya dia dapat menebus dari azab hari itu dengan anak-anaknya
Terjemahan per kata (9 kata)
- يُبَصَّرُونَهُمْyubashsharuunahummereka diperlihatkan kepada mereka
- يَوَدُّyawaddumenginginkan
- الْمُجْرِمُl-mujrimupendosa
- لَوْlawsekiranya
- يَفْتَدِيyaftadiimenebus
- مِنْmindari
- عَذَابِ'adzaabiazab
- يَوْمِئِذٍyawmi'idzinpada hari itu
- بِبَنِيهِbi-baniihikepada anak-anaknya
Inti bacaan
Kesaksian visual tanpa bisa saling membantu: 'mereka saling melihat. Orang yang berbuat durhaka itu menginginkan sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya', ironi menyakitkan bahwa melihat orang terdekat tidak lagi membawa penghiburan, melainkan keinginan putus asa untuk mengorbankan mereka demi keselamatan diri sendiri.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(padahal)' dan '(dirinya)' tidak dipakai.
Ayat ini memuat empat kata yang masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an: (يُبَصَّرُونَهُمْ, yubashsharuunahum), (الْمُجْرِمُ, al-mujrimu), (يَفْتَدِي, yaftadii), dan (بِبَنِيهِ, bibaniihi). Dari sepuluh patah kata penyusunnya, empat tidak berulang di mana pun. Ini ayat paling padat kata langka di surah ini.
Bentuk (يُبَصَّرُونَهُمْ, yubashsharuunahum) berbentuk pasif dengan pola yang menandai perbuatan yang dilakukan berulang atau dengan sungguh-sungguh. Bunyi harfiahnya kira-kira 'mereka diperlihatkan kepada mereka'. Jadi bukan mereka saling melihat atas kehendak sendiri, melainkan mereka diperlihatkan. Terjemahan 'mereka saling melihat' memilih bentuk yang wajar dibaca, dan yang larut adalah unsur pasifnya. Ini penting: pertemuan pandangan itu bukan kebetulan, melainkan diadakan.
Kata (الْمُجْرِمُ, al-mujrimu) berbentuk tunggal dan memakai penanda tertentu, padahal bentuk jamaknya jauh lebih sering dipakai di Al-Qur'an. Bentuk tunggal itu membuat gambarannya menyempit ke satu orang, bukan ke sekelompok. Terjemahan 'orang yang berbuat durhaka itu' menahan ketunggalan dan penandanya sekaligus.
Bentuk (يَوَدُّ, yawaddu) muncul di 5 ayat: 2:96, 2:105, 4:42, 15:2, dan 70:11. Ia menandai keinginan yang disertai kasih, bukan sekadar kehendak. Jadi yang digambarkan bukan perhitungan dingin melainkan kerinduan yang putus asa. Bersamanya, (يَوْمِئِذٍ, yawma-idzin) muncul di 2 ayat: 11:66 dan 70:11.
Yang paling perlu dicatat adalah apa yang hendak ditebuskan. Ayat ini menyebut anak-anaknya, lalu 70:12 menambahkan istri dan saudara, lalu 70:13 keluarga yang melindunginya, lalu 70:14 seluruh penduduk bumi. Daftar itu membesar dari yang paling dekat menuju yang paling luas. Bandingkan dengan 80:34 sampai 80:36, yang menyebut daftar orang terdekat dengan urutan yang berlawanan arah: di sana manusia lari dari mereka, di sini ia menyerahkan mereka.
Susunan (لَوْ يَفْتَدِي, law yaftadii) memakai partikel pengandaian yang menandai hal yang tidak akan terjadi. Jadi tawarannya sudah ditolak sebelum diucapkan. Terjemahan 'sekiranya dia dapat menebus' menahan pengandaian itu, dan menghilangkannya akan membuat ayat terbaca seolah tebusan tersebut masih mungkin diterima. Penolakannya sendiri baru dinyatakan terang-terangan di 70:15.
Perlu dicatat pula bahwa yang ditebus disebut dengan huruf yang menandai alat, bukan objek. Bunyinya 'menebus dengan anak-anaknya', bukan 'menebus anak-anaknya'. Perbedaan itu menentukan siapa yang diselamatkan. Yang hendak diselamatkan adalah dirinya sendiri, dan anak-anaknya adalah alat pembayarannya. Terjemahan mempertahankan kedudukan tersebut supaya arah pengorbanannya tidak terbalik.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan keputusasaan orang durhaka yang rela menebus diri dengan anak-anaknya. Ayat ini paling padat kata langka di surah ini: empat dari sepuluh patah kata penyusunnya tidak berulang di mana pun. Kepadatan itu menandai bahwa keadaan yang dilukiskan memang tidak dilukiskan di tempat lain dengan cara yang sama.
Yang paling perlu diperhatikan adalah bentuk pasif pada kata kerja pertama. Bunyi harfiahnya kira-kira mereka diperlihatkan kepada mereka. Jadi bukan mereka saling melihat atas kehendak sendiri, melainkan mereka diperlihatkan. Pertemuan pandangan itu bukan kebetulan, melainkan diadakan. Dan justru di saat mereka dipertemukan itulah keinginan menebus muncul. Kedekatan yang dipulihkan sesaat langsung berubah menjadi bahan tawar-menawar.
Yang hendak ditebuskan disebut bertingkat. Ayat ini menyebut anak-anaknya, lalu 70:12 menambahkan istri dan saudara, lalu 70:13 keluarga yang melindunginya, lalu 70:14 seluruh penduduk bumi. Daftar itu membesar dari yang paling dekat menuju yang paling luas. Bandingkan dengan 80:34 sampai 80:36, yang menyebut daftar orang terdekat dengan urutan yang berlawanan arah: di sana manusia lari dari saudaranya, ibu bapaknya, istri dan anaknya. Dua surah memakai daftar yang hampir sama untuk dua gerakan yang berlawanan, yaitu melarikan diri dari mereka dan menyerahkan mereka. Keduanya sama-sama memutus ikatan, hanya arahnya yang berbeda.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerja pertama di ayat ini berbentuk pasif, dan bunyi harfiahnya kira-kira mereka diperlihatkan kepada mereka. Jadi bukan mereka saling melihat atas kehendak sendiri, melainkan mereka diperlihatkan. Pertemuan pandangan itu bukan kebetulan, melainkan diadakan Allah. Dan justru di saat mereka dipertemukan itulah keinginan menebus muncul, sehingga kedekatan yang dipulihkan sesaat langsung berubah menjadi bahan tawar-menawar. Allah mengadakan pertemuan pandangan itu, dan justru di sanalah tawaran itu lahir.
- Ayat ini menyebut anak-anaknya, lalu 70:12 menambahkan istri dan saudara, lalu 70:13 keluarga yang melindunginya, lalu 70:14 seluruh penduduk bumi. Daftar itu membesar dari yang paling dekat menuju yang paling luas. Allah menyusun tawaran tebusan itu bertingkat, dan tingkatannya memperlihatkan bahwa keputusasaan tidak berhenti pada batas mana pun begitu ia dimulai. Sekali pintu tawar-menawar dibuka, tidak ada lagi harga yang dianggap terlalu mahal.
- Bandingkan dengan 80:34 sampai 80:36, yang menyebut daftar orang terdekat dengan urutan berlawanan arah: di sana manusia lari dari saudaranya, ibu bapaknya, istri dan anaknya. Dua surah memakai daftar yang hampir sama untuk dua gerakan yang berlawanan, yaitu melarikan diri dari mereka dan menyerahkan mereka. Keduanya sama-sama memutus ikatan, hanya arahnya yang berbeda. Dua gerakan berlawanan itu sama-sama berakhir pada terputusnya ikatan di hadapan Allah.
- Kata untuk pelaku di ayat ini berbentuk tunggal dan memakai penanda tertentu, padahal bentuk jamaknya jauh lebih sering dipakai di Al-Qur'an. Bentuk tunggal itu membuat gambarannya menyempit ke satu orang, bukan ke sekelompok. Terjemahan menahan ketunggalan dan penandanya sekaligus. Gambaran yang menyempit ke satu orang lebih sulit dihindari pembaca daripada gambaran tentang golongan. Kita mudah membaca kisah tentang golongan tanpa merasa ikut disebut.
- Kata untuk keinginan di ayat ini muncul di 5 ayat: 2:96, 2:105, 4:42, 15:2, dan 70:11. Ia menandai keinginan yang disertai kasih, bukan sekadar kehendak. Jadi yang digambarkan bukan perhitungan dingin melainkan kerinduan yang putus asa. Yang menyerahkan anak-anaknya di sini bukan orang yang tidak mencintai mereka; justru cintanya itu yang membuat gambarannya terasa memilukan. Allah merekam kerinduan yang putus asa, bukan perhitungan yang dingin.
- Empat kata di ayat ini masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dari sepuluh patah kata penyusunnya. Ini ayat paling padat kata langka di surah ini. Kepadatan itu menandai bahwa keadaan yang dilukiskan memang tidak dilukiskan di tempat lain dengan cara yang sama. Kalau satu keadaan diberi bahasa yang tidak dipinjam dari mana pun, seberapa lama kita berhenti untuk membayangkannya? Perbendaharaan yang khusus menandai keadaan yang tak ada bandingnya di tempat lain.
Ayat 70:12
وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيهِ
Dan istrinya dan saudaranya,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيهِwa-shaahibatihi wa-akhiihidan istrinya dan saudaranya
Terjemahan per kata (2 kata)
- وَصَاحِبَتِهِwa-shaahibatihidan istrinya
- وَأَخِيهِwa-akhiihidan saudaranya
Inti bacaan
Perluasan daftar yang bersedia dikorbankan: 'dan istrinya dan saudaranya', kelanjutan gambaran keputusasaan yang bersedia mengorbankan hubungan terdekat, penekanan pada skala kepanikan yang mengalahkan ikatan emosional terkuat sekalipun.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini hanya dua patah, sama pendeknya dengan 70:7. Kata (وَصَاحِبَتِهِ, washaahibatihi) muncul di 2 ayat: 70:12 dan 80:36. Di 80:36 kata itu berdiri dalam daftar orang yang dilarikan manusia, sedangkan di sini ia berdiri dalam daftar orang yang hendak diserahkan. Dua ayat memakai kata yang sama untuk dua gerakan yang berlawanan.
Masih ada yang belum disebut. Ada lapisan lain di ayat ini yang belum tersentuh sama sekali sejauh ini. Kata dasarnya berarti pendamping, bukan istri dalam arti hukum. Akar yang sama dipakai di 72:3 untuk menyangkal bahwa Allah mengambil pendamping. Jadi satu kata menampung penyangkalan tentang Allah dan penyebutan tentang manusia. Terjemahan 'istrinya' dipakai karena paling wajar dalam bahasa Indonesia, dengan catatan bahwa cakupan aslinya lebih luas.
Kata (وَأَخِيهِ, wa-akhiihi) muncul di 4 ayat: 10:87, 12:87, 12:89, dan 70:12. Menariknya, tiga pemakaian lainnya semuanya berada dalam kisah keluarga: Musa dengan saudaranya, dan Yusuf dengan saudaranya. Hanya di sini kata itu berdiri dalam kalimat tentang penyerahan. Perbedaan pemakaian itu tajam.
Perhatikan juga hal berikut. Susunan ayat ini menumpang seluruhnya pada 70:11. Ia tidak punya kata kerja sendiri, tidak pula penanda waktu. Dua kata yang berdiri di sini disambungkan huruf penyambung ke daftar yang dibuka di ayat sebelumnya. Jadi 70:11 sampai 70:14 sebenarnya satu kalimat panjang yang dipotong menjadi empat nomor, dan tiga nomor terakhir tidak bisa berdiri sendiri sama sekali.
Urutan penyebutannya patut dicermati. Anak disebut lebih dahulu di 70:11, baru istri dan saudara di sini. Urutan itu bergerak dari keturunan menuju pasangan dan sedarah. Bandingkan dengan 80:35 dan 80:36, yang menyebut ibu dan bapak lebih dahulu, baru istri dan anak. Dua surah menyusun daftar yang sama dengan urutan yang berbeda, dan masing-masing urutan menyorot sisi yang berlainan dari ikatan keluarga.
Ada lapisan lain di ayat ini yang belum tersentuh sama sekali sejauh ini. Dua kata di ayat ini sama-sama membawa akhiran kepemilikan yang menunjuk satu orang, yaitu pelaku yang disebut di 70:11. Jadi seluruh daftar ini adalah milik satu orang: istrinya, saudaranya. Akhiran yang berulang itu mengikat daftar tersebut kepada satu pihak, dan mencegahnya terbaca sebagai daftar umum tentang hubungan keluarga.
Bahasa Arab menempatkan keduanya sebagai lanjutan dari alat pembayaran yang disebut di ayat sebelumnya, bukan sebagai objek baru. Kedudukan itu larut dalam terjemahan Indonesia karena kita cukup menuliskan 'dan istrinya dan saudaranya' tanpa penanda kedudukan. Yang hilang adalah kejelasan bahwa keduanya masih berada di dalam tawaran yang sama, bukan memulai kalimat baru.
Tafsiran
Ayat ini memperluas daftar orang terdekat yang rela ditebuskan. Ayat ini hanya dua patah dan tidak bisa berdiri sendiri. Ia tidak punya kata kerja, tidak pula penanda waktu. Dua kata yang ada disambungkan ke daftar yang dibuka di 70:11. Jadi empat ayat berurutan sejak 70:11 sebenarnya satu kalimat panjang yang dipotong menjadi empat nomor, dan tiga nomor terakhir menumpang seluruhnya pada yang pertama.
Kata untuk pendamping di ayat ini muncul di 2 ayat, dan yang satunya lagi, 80:36, berdiri dalam daftar orang yang dilarikan manusia. Di sini ia berdiri dalam daftar orang yang hendak diserahkan. Dua ayat memakai kata yang sama untuk dua gerakan yang berlawanan. Dan akar yang sama dipakai di 72:3 untuk menyangkal bahwa Allah mengambil pendamping, sehingga satu kata menampung penyangkalan tentang Allah dan penyebutan tentang manusia.
Kata untuk saudara di ayat ini muncul di 4 ayat, dan tiga pemakaian lainnya semuanya berada dalam kisah keluarga: Musa dengan saudaranya, dan Yusuf dengan saudaranya. Di ketiga kisah itu saudara adalah pihak yang dicari, dibela, atau dirindukan. Hanya di sini kata tersebut berdiri dalam kalimat tentang penyerahan. Perbedaan pemakaian itu tajam, dan ia memperlihatkan sesuatu tentang apa yang terjadi pada ikatan yang paling kuat ketika seseorang berhadapan dengan akibat perbuatannya sendiri. Yang di dunia dibela mati-matian, di sana ditawarkan sebagai penebus.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini tidak punya kata kerja, tidak pula penanda waktu. Dua kata yang ada disambungkan ke daftar yang dibuka di 70:11. Empat ayat berurutan sejak sana sebenarnya satu kalimat panjang yang dipotong menjadi empat nomor. Membaca ayat ini sendirian akan menyisakan dua nama tanpa kalimat yang menampung keduanya di hadapan Allah. Pemotongan nomor memudahkan rujukan, tetapi ia tidak pernah dimaksudkan sebagai batas makna. Nomor dibuat untuk memudahkan pencarian, bukan untuk memutus kalimat Allah.
- Kata untuk pendamping di ayat ini muncul di 2 ayat, dan yang satunya lagi, 80:36, berdiri dalam daftar orang yang dilarikan manusia. Di sini ia berdiri dalam daftar orang yang hendak diserahkan. Dua ayat memakai kata yang sama untuk dua gerakan yang berlawanan. Allah melukiskan runtuhnya ikatan dari dua arah, dan dua-duanya berakhir pada tempat yang sama. Melarikan diri dan menyerahkan sama-sama meninggalkan orang yang sama di belakang.
- Kata untuk saudara di ayat ini muncul di 4 ayat, dan tiga pemakaian lainnya berada dalam kisah keluarga: Musa dengan saudaranya, dan Yusuf dengan saudaranya. Di ketiga kisah itu saudara adalah pihak yang dicari, dibela, atau dirindukan. Hanya di sini ia berdiri dalam kalimat tentang penyerahan. Yang di dunia dibela mati-matian, di sana ditawarkan sebagai penebus. Yang di dunia dibela mati-matian bisa berubah kedudukan ketika akibat sudah di depan mata.
- Kata dasar untuk pendamping di ayat ini berarti orang yang menemani, bukan istri dalam arti hukum. Akar yang sama dipakai di 72:3 untuk menyangkal bahwa Allah mengambil pendamping. Satu kata menampung penyangkalan tentang Allah dan penyebutan tentang manusia. Yang bagi Allah disangkal karena Dia tidak memerlukan siapa pun, bagi manusia justru menjadi bukti betapa ia memerlukan. Kebutuhan akan pendamping adalah tanda kekurangan, dan itu melekat pada makhluk saja.
- Anak disebut lebih dahulu di 70:11, baru istri dan saudara di sini. Bandingkan dengan 80:35 dan 80:36, yang menyebut ibu dan bapak lebih dahulu, baru istri dan anak. Dua surah menyusun daftar yang sama dengan urutan yang berbeda, dan masing-masing urutan menyorot sisi yang berlainan dari ikatan keluarga. Urutan penyebutan bukan hal kecil. Susunan yang dipilih Allah ikut membentuk gambaran, bukan sekadar memuat isinya.
- Daftar tebusan ini dimulai dari anak, lalu istri, lalu saudara. Yang paling dekat disebut paling dulu, bukan paling akhir. Kalau tawaran dimulai dari yang paling berharga, tidak ada lagi yang tersisa untuk ditawarkan sesudahnya. Adakah sesuatu yang kita anggap tak mungkin kita lepaskan hari ini, yang sebenarnya akan kita lepaskan pertama kali kalau keadaannya cukup mendesak? Tawaran yang dimulai dari yang paling berharga tidak menyisakan apa pun untuk ditawarkan sesudahnya, dan di titik itu tawar-menawar dengan Allah sudah selesai.
Ayat 70:13
وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيهِ
Dan keluarga yang melindunginya,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيهِwa-fashiilatihi llatii tu'wiihidan keluarga yang melindunginya
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَفَصِيلَتِهِwa-fashiilatihidan kerabatnya
- الَّتِيllatiiyang
- تُؤْوِيهِtu'wiihimelindunginya
Inti bacaan
Bahkan sistem dukungan yang paling mendasar pun ditawarkan: 'dan keluarga yang melindunginya', puncak keputusasaan yang bersedia mengorbankan struktur perlindungan paling fundamental, menegaskan betapa beratnya beban yang dihadapi pada momen tersebut.
Penjelasan pilihan kata
Dua kata di ayat pendek ini masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an: (وَفَصِيلَتِهِ, wafashiilatihi) dan (تُؤْوِيهِ, tu'wiihi). Yang pertama menunjuk kerabat terdekat yang seseorang berlindung kepadanya, dari akar yang berarti memisahkan atau memotong. Jadi arti dasarnya adalah kelompok yang terpisah dari kelompok lain karena pertalian darah, bukan sekadar keluarga besar. Terjemahan 'keluarga' dipakai karena paling wajar dibaca, dengan catatan bahwa cakupan aslinya lebih khusus.
Bentuk (تُؤْوِيهِ, tu'wiihi) berasal dari akar yang berarti memberi tempat berteduh. Ia berbentuk perempuan tunggal karena menyesuaikan diri dengan kata sebelumnya, dan bentuknya menandai perbuatan yang berlangsung terus. Jadi bunyinya 'yang terus melindunginya'. Terjemahan 'yang melindunginya' menahan makna dasarnya, sedangkan sifat berkelanjutannya larut.
Susunan kalimatnya masih menumpang pada 70:11, sama seperti 70:12. Ayat ini tidak punya kata kerja utama sendiri dan tidak punya penanda waktu. Tiga kata yang berdiri di sini adalah lanjutan dari alat pembayaran yang disebut di ayat kesebelas. Jadi empat ayat sejak 70:11 seluruhnya satu kalimat, dan ini bagian ketiganya.
Yang paling perlu dicatat adalah keterangan yang menyertainya. Keluarga itu tidak disebut telanjang, melainkan disebut bersama sifatnya: yang melindunginya. Penyebutan sifat itu menambah beban gambarannya. Yang hendak diserahkan bukan sekadar kerabat, melainkan kerabat yang selama ini menjadi tempat berteduh. Terjemahan mempertahankan keterangan tersebut, sebab menghapusnya akan menghilangkan seluruh ironinya.
Urutan tiga ayat ini bergerak rapi dari keturunan, ke pasangan dan sedarah, lalu ke lingkaran pelindung. Masing-masing satu tingkat lebih luas dari sebelumnya, dan masing-masing satu tingkat lebih jauh dari diri. Tetapi arah gerakannya bukan menjauh dari nilai, melainkan menuju pihak yang justru paling banyak berjasa. Yang disebut paling akhir dalam rangkaian ini adalah yang selama hidupnya paling banyak melindungi.
Susunan (الَّتِي تُؤْوِيهِ, allatii tu'wiihi) memakai kata penghubung yang berbentuk perempuan tunggal, menyesuaikan diri dengan kata sebelumnya. Kesesuaian bentuk itu memastikan bahwa yang melindungi adalah keluarga tersebut, bukan pihak lain yang disebut di ayat sebelumnya. Tanpa memperhatikan kesesuaiannya, pembaca bisa mengira yang melindungi adalah istri atau saudara yang disebut di 70:12.
Perlu dicatat pula bahwa ketiga nama di 70:11 sampai 70:13 semuanya membawa akhiran kepemilikan yang menunjuk satu orang yang sama. Anak-anaknya, istrinya, saudaranya, keluarganya. Akhiran yang berulang empat kali itu mengikat seluruh daftar kepada satu pihak. Terjemahan mempertahankan setiap akhiran tersebut, sebab menghilangkannya akan mengubah daftar milik seseorang menjadi daftar umum tentang hubungan keluarga.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan daftar orang terdekat yang rela ditebuskan. Ayat ini melanjutkan daftar tebusan yang dibuka di 70:11, dan yang disebut sekarang adalah lingkaran pelindung. Tetapi keluarga itu tidak disebut telanjang. Ia disebut bersama sifatnya: yang melindunginya. Penyebutan sifat tersebut menambah beban gambarannya, sebab yang hendak diserahkan bukan sekadar kerabat, melainkan kerabat yang selama ini menjadi tempat berteduh.
Kata yang dipakai untuk keluarga di sini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti memisahkan atau memotong, sehingga arti dasarnya adalah kelompok yang terpisah dari kelompok lain karena pertalian darah. Bukan keluarga besar dalam arti luas, melainkan lingkaran terdekat yang seseorang benar-benar bersandar kepadanya. Pilihan kata itu mempersempit gambarannya justru ketika daftarnya sedang melebar.
Urutan tiga ayat sejak 70:11 bergerak rapi: keturunan, lalu pasangan dan sedarah, lalu lingkaran pelindung. Masing-masing satu tingkat lebih luas dan satu tingkat lebih jauh dari diri. Tetapi arah gerakannya bukan menjauh dari nilai, melainkan menuju pihak yang justru paling banyak berjasa. Yang disebut paling akhir dalam rangkaian ini adalah yang selama hidupnya paling banyak melindungi. Dan bentuk kata kerja penyertanya menandai perlindungan yang berlangsung terus, bukan yang pernah terjadi sekali. Jadi yang ditawarkan sebagai bayaran adalah pihak yang perlindungannya tidak pernah berhenti.
Renungan dan Hikmah
- Keluarga di ayat ini tidak disebut telanjang. Ia disebut bersama sifatnya: yang melindunginya. Penyebutan sifat itu menambah beban gambarannya, sebab yang hendak diserahkan bukan sekadar kerabat, melainkan kerabat yang selama ini menjadi tempat berteduh. Allah tidak membiarkan daftar tebusan itu terbaca datar. Satu keterangan tambahan mengubah nama menjadi ironi, dan ironi itu yang membuat ayat ini sulit dilewati begitu saja. Allah menyusun ironi itu lewat satu keterangan, bukan lewat kalimat penilaian.
- Kata untuk keluarga di ayat ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya berarti memisahkan atau memotong. Arti dasarnya adalah kelompok yang terpisah dari kelompok lain karena pertalian darah. Bukan keluarga besar dalam arti luas, melainkan lingkaran terdekat yang seseorang benar-benar bersandar kepadanya. Pilihan kata itu mempersempit gambarannya justru ketika daftarnya sedang melebar keluar. Yang paling dekat dengan diri justru yang paling dulu terpikir untuk dilepaskan.
- Urutan tiga ayat sejak 70:11 bergerak dari keturunan, ke pasangan dan sedarah, lalu ke lingkaran pelindung. Masing-masing satu tingkat lebih luas dan satu tingkat lebih jauh dari diri. Tetapi arah gerakannya bukan menjauh dari nilai, melainkan menuju pihak yang paling banyak berjasa. Yang disebut paling akhir dalam rangkaian ini adalah yang selama hidupnya paling banyak melindungi orang itu. Jasa yang panjang tidak menjamin kedudukan ketika seseorang berhadapan dengan akibatnya sendiri.
- Bentuk kata kerja penyerta di ayat ini menandai perbuatan yang berlangsung terus, bukan yang pernah terjadi sekali. Bunyinya yang terus melindunginya. Jadi yang ditawarkan sebagai bayaran adalah pihak yang perlindungannya tidak pernah berhenti. Allah memilih bentuk yang menekankan kelanjutan, dan pilihan itu membuat penyerahannya terasa sebagai pemutusan sesuatu yang masih berjalan, bukan sesuatu yang sudah selesai. Yang masih berjalan selalu lebih berat dilepas daripada yang sudah berhenti sendiri.
- Ayat ini tidak punya kata kerja utama sendiri dan tidak punya penanda waktu. Tiga kata yang berdiri di sini adalah lanjutan dari alat pembayaran yang disebut di 70:11. Empat ayat sejak sana seluruhnya satu kalimat, dan ini bagian ketiganya. Membacanya sendirian akan menyisakan sebuah nama tanpa perbuatan, dan nomor ayat yang memisahkannya bukan tanda bahwa maknanya juga terpisah. Nomor ayat memisahkan tulisan, bukan memisahkan maksud Allah di dalamnya.
- Kata kerja di ayat ini berasal dari akar yang berarti memberi tempat berteduh. Yang ditawarkan sebagai penebus adalah tempat berteduh orang itu sendiri. Kalau tempat berteduh diserahkan, tidak ada lagi yang tersisa untuk berlindung. Apa yang selama ini menaungi kita, dan apakah kita pernah menimbang bahwa itu pun bisa kita lepaskan kalau rasa takut cukup besar? Naungan yang kita anggap paling kokoh pun punya harga di saat yang tepat.
Ayat 70:14
وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنْجِيهِ
Dan seluruh orang yang di bumi, kemudian itu menyelamatkannya.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنْجِيهِwa-man fii l-ardhi jamii'an tsumma yunjiihidan seluruh orang yang di bumi, kemudian itu menyelamatkannya
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- جَمِيعًاjamii'ansemuanya
- ثُمَّtsummakemudian
- يُنْجِيهِyunjiihimenyelamatkannya
Inti bacaan
Skala pengorbanan yang tak terbatas: 'dan seluruh orang yang di bumi, kemudian (ia berharap) itu menyelamatkannya', puncak absolut dari keinginan menebus diri, bersedia mengorbankan seluruh umat manusia demi keselamatan pribadi, ilustrasi ekstrem tentang instink bertahan hidup yang tak lagi memperhitungkan moralitas.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(ia berharap)' tidak dipakai.
Bentuk (يُنْجِيهِ, yunjiihi) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, di ayat ini. Ia berarti menyelamatkannya, dan akhirannya merujuk orang yang disebut di 70:11. Bentuknya menandai perbuatan yang belum terjadi, sehingga bunyinya 'kemudian itu menyelamatkannya'. Terjemahan menahan bentuk tersebut apa adanya tanpa menambahkan kata harapan, sebab teks tidak menuliskannya.
Kata (جَمِيعًا, jamii'an) muncul di 46 ayat di seluruh Al-Qur'an. Ia berdiri sebagai keterangan yang menegaskan kemenyeluruhan, sehingga bunyinya 'seluruhnya'. Kedudukannya di sini menutup daftar yang dibuka di 70:11. Sesudah anak, istri, saudara, dan keluarga pelindung disebut satu per satu, ayat ini menyapu semuanya sekaligus dengan menyebut seluruh penghuni bumi.
Kata (ثُمَّ, tsumma) di tengah ayat menandai urutan dengan jarak. Ia bukan penyambung biasa. Kehadirannya memisahkan tawaran dari tujuannya, sehingga bunyinya 'dan seluruh orang yang di bumi, kemudian itu menyelamatkannya'. Jeda yang ditandai kata tersebut membuat tujuan penawaran itu terdengar sebagai pikiran yang menyusul, bukan yang mendahului.
Yang paling perlu dicatat adalah apa yang tidak disebut. Teks tidak menyatakan bahwa tebusan itu diterima atau ditolak. Ia berhenti pada keinginan dan tujuannya. Penolakannya baru dinyatakan di 70:15 dengan satu kata pendek. Jeda antara tawaran dan penolakan itu disengaja, dan jeda tersebut memberi ruang bagi pembaca merasakan betapa panjang daftar yang disusun sebelum ia dijatuhkan sekaligus.
Perbandingan panjang empat ayat sejak 70:11 juga bercerita. Yang pertama sepuluh patah, lalu dua patah, lalu tiga patah, lalu enam patah di sini. Daftarnya memendek di tengah lalu memanjang lagi di ujung, dan yang memanjang itu justru bagian yang menyapu segalanya. Bentuk kalimat ikut mengikuti gerak isinya.
Susunan (وَمَنْ فِي الْأَرْضِ, waman fii al-ardhi) memakai kata yang berarti 'siapa', bukan kata yang berarti 'apa'. Bahasa Arab membedakan keduanya: yang pertama untuk yang berakal, yang kedua untuk selainnya. Jadi yang ditawarkan bukan seluruh isi bumi melainkan seluruh penghuninya yang berakal. Terjemahan 'seluruh orang yang di bumi' menahan pembedaan itu, dan memakai kata isi akan memperluasnya melampaui yang tertulis.
Perlu dicatat pula bahwa keterangan kemenyeluruhan di ayat ini berdiri sesudah kata yang diterangkannya, bukan sebelumnya. Kedudukan itu menandai bahwa ia menegaskan, bukan sekadar menghitung. Bunyinya kira-kira 'orang yang di bumi, seluruhnya'. Terjemahan menempatkannya di belakang mengikuti susunan aslinya, sebab memindahkannya ke depan akan mengubah penegasan menjadi keterangan biasa.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan puncak keputusasaan: rela menebus dengan seluruh penduduk bumi. Ayat ini menutup daftar tebusan dengan menyapu semuanya sekaligus. Sesudah anak, istri, saudara, dan keluarga pelindung disebut satu per satu sejak 70:11, di sini disebut seluruh penghuni bumi. Daftar yang tadinya bertingkat kini melompat ke batas yang paling luas, dan lompatan itu menandai bahwa keputusasaannya sudah tidak mengenal ukuran.
Yang paling perlu dicatat adalah apa yang tidak disebut. Teks tidak menyatakan bahwa tebusan itu diterima atau ditolak. Ia berhenti pada keinginan dan tujuannya. Penolakannya baru dinyatakan di 70:15 dengan satu kata pendek. Jeda antara tawaran dan penolakan itu disengaja. Ia memberi ruang bagi pembaca merasakan betapa panjang daftar yang disusun sebelum semuanya dijatuhkan sekaligus.
Kata penyambung di tengah ayat menandai urutan dengan jarak, bukan penyambung biasa. Kehadirannya memisahkan tawaran dari tujuannya, sehingga tujuan itu terdengar sebagai pikiran yang menyusul, bukan yang mendahului. Susunan tersebut menyingkap sesuatu tentang urutan pikiran orang yang putus asa: yang lebih dulu terbayang adalah apa yang bisa diserahkan, dan baru sesudahnya teringat untuk apa semua itu diserahkan. Dan perbandingan panjang empat ayat sejak 70:11 ikut bercerita: sepuluh patah, lalu dua, lalu tiga, lalu enam di sini. Daftarnya memendek di tengah lalu memanjang lagi di ujung, dan yang memanjang justru bagian yang menyapu segalanya.
Renungan dan Hikmah
- Sesudah anak, istri, saudara, dan keluarga pelindung disebut satu per satu sejak 70:11, di sini disebut seluruh penghuni bumi. Daftar yang tadinya bertingkat melompat ke batas paling luas. Lompatan itu menandai bahwa keputusasaannya sudah tidak mengenal ukuran. Allah merekam bagaimana rasa takut yang sudah lepas kendali berhenti membedakan antara yang dekat dan yang jauh, antara yang berjasa dan yang tidak dikenal. Batas yang tadinya jelas menjadi kabur begitu seseorang merasa terdesak.
- Teks tidak menyatakan bahwa tebusan itu diterima atau ditolak. Ia berhenti pada keinginan dan tujuannya. Penolakannya baru dinyatakan di 70:15 dengan satu kata pendek. Jeda antara tawaran dan penolakan itu disengaja Allah. Ia memberi ruang bagi pembaca merasakan betapa panjang daftar yang disusun sebelum semuanya dijatuhkan sekaligus dalam satu kata. Satu kata pendek dari Allah sanggup menjatuhkan daftar sepanjang empat ayat.
- Kata penyambung di tengah ayat menandai urutan dengan jarak. Kehadirannya memisahkan tawaran dari tujuannya, sehingga tujuan itu terdengar sebagai pikiran yang menyusul. Susunan tersebut menyingkap urutan pikiran orang yang putus asa: yang lebih dulu terbayang adalah apa yang bisa diserahkan, dan baru sesudahnya teringat untuk apa semua itu diserahkan. Panik mendahulukan cara, bukan tujuan. Urutan pikiran orang yang terdesak terbalik: alat dulu, baru maksudnya.
- Empat ayat sejak 70:11 berturut-turut sepuluh patah, dua patah, tiga patah, lalu enam patah di sini. Daftarnya memendek di tengah lalu memanjang lagi di ujung, dan yang memanjang justru bagian yang menyapu segalanya. Bentuk kalimat ikut mengikuti gerak isinya. Allah tidak menyusun panjang ayat secara acak; iramanya bagian dari cara gambaran itu sampai kepada pembaca. Panjang pendek ayat bukan hiasan; ia ikut memikul isi yang dibawanya.
- Kata kerja terakhir ayat ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an dan berbentuk yang menandai perbuatan belum terjadi. Terjemahan menahan bentuk tersebut tanpa menambahkan kata harapan, sebab teks tidak menuliskannya. Menambahkan kata seperti berharap akan memindahkan ayat dari laporan menjadi tafsiran. Menahan diri dari melengkapi adalah bagian dari kesetiaan yang paling sering diuji dalam menerjemahkan. Yang tidak tertulis lebih aman dibiarkan kosong daripada diisi tebakan.
- Akhiran pada kata kerja terakhir merujuk orang yang disebut di 70:11, yaitu satu orang. Jadi seluruh penghuni bumi ditawarkan untuk menyelamatkan satu jiwa. Perbandingan antara harga dan yang dibeli sejauh itu bedanya. Kalau harga yang sanggup kita bayangkan sudah setinggi itu, apa sebenarnya yang kita anggap sedang dipertaruhkan pada hari tersebut? Harga yang sanggup dibayangkan seseorang menunjukkan seberapa besar yang ia rasa dipertaruhkan. Ukuran taruhan seseorang terbaca dari harga tertinggi yang berani ia bayangkan.