يُبَصَّرُونَهُمْ ۚ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ

Mereka saling melihat. Orang yang berbuat durhaka itu menginginkan sekiranya dia dapat menebus dari azab hari itu dengan anak-anaknya,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يُبَصَّرُونَهُمْyubashsharuunahummereka saling melihat
  2. يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِyawaddu l-mujrimu law yaftadii min 'adzaabi yawmi'idzin bi-baniihiorang yang berbuat durhaka itu menginginkan sekiranya dia dapat menebus dari azab hari itu dengan anak-anaknya

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. يُبَصَّرُونَهُمْyubashsharuunahummereka diperlihatkan kepada mereka
  2. يَوَدُّyawaddumenginginkan
  3. الْمُجْرِمُl-mujrimupendosa
  4. لَوْlawsekiranya
  5. يَفْتَدِيyaftadiimenebus
  6. مِنْmindari
  7. عَذَابِ'adzaabiazab
  8. يَوْمِئِذٍyawmi'idzinpada hari itu
  9. بِبَنِيهِbi-baniihikepada anak-anaknya

Inti bacaan

Kesaksian visual tanpa bisa saling membantu: 'mereka saling melihat. Orang yang berbuat durhaka itu menginginkan sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya', ironi menyakitkan bahwa melihat orang terdekat tidak lagi membawa penghiburan, melainkan keinginan putus asa untuk mengorbankan mereka demi keselamatan diri sendiri.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(padahal)' dan '(dirinya)' tidak dipakai.

Ayat ini memuat empat kata yang masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an: (يُبَصَّرُونَهُمْ, yubashsharuunahum), (الْمُجْرِمُ, al-mujrimu), (يَفْتَدِي, yaftadii), dan (بِبَنِيهِ, bibaniihi). Dari sepuluh patah kata penyusunnya, empat tidak berulang di mana pun. Ini ayat paling padat kata langka di surah ini.

Bentuk (يُبَصَّرُونَهُمْ, yubashsharuunahum) berbentuk pasif dengan pola yang menandai perbuatan yang dilakukan berulang atau dengan sungguh-sungguh. Bunyi harfiahnya kira-kira 'mereka diperlihatkan kepada mereka'. Jadi bukan mereka saling melihat atas kehendak sendiri, melainkan mereka diperlihatkan. Terjemahan 'mereka saling melihat' memilih bentuk yang wajar dibaca, dan yang larut adalah unsur pasifnya. Ini penting: pertemuan pandangan itu bukan kebetulan, melainkan diadakan.

Kata (الْمُجْرِمُ, al-mujrimu) berbentuk tunggal dan memakai penanda tertentu, padahal bentuk jamaknya jauh lebih sering dipakai di Al-Qur'an. Bentuk tunggal itu membuat gambarannya menyempit ke satu orang, bukan ke sekelompok. Terjemahan 'orang yang berbuat durhaka itu' menahan ketunggalan dan penandanya sekaligus.

Bentuk (يَوَدُّ, yawaddu) muncul di 5 ayat: 2:96, 2:105, 4:42, 15:2, dan 70:11. Ia menandai keinginan yang disertai kasih, bukan sekadar kehendak. Jadi yang digambarkan bukan perhitungan dingin melainkan kerinduan yang putus asa. Bersamanya, (يَوْمِئِذٍ, yawma-idzin) muncul di 2 ayat: 11:66 dan 70:11.

Yang paling perlu dicatat adalah apa yang hendak ditebuskan. Ayat ini menyebut anak-anaknya, lalu 70:12 menambahkan istri dan saudara, lalu 70:13 keluarga yang melindunginya, lalu 70:14 seluruh penduduk bumi. Daftar itu membesar dari yang paling dekat menuju yang paling luas. Bandingkan dengan 80:34 sampai 80:36, yang menyebut daftar orang terdekat dengan urutan yang berlawanan arah: di sana manusia lari dari mereka, di sini ia menyerahkan mereka.

Susunan (لَوْ يَفْتَدِي, law yaftadii) memakai partikel pengandaian yang menandai hal yang tidak akan terjadi. Jadi tawarannya sudah ditolak sebelum diucapkan. Terjemahan 'sekiranya dia dapat menebus' menahan pengandaian itu, dan menghilangkannya akan membuat ayat terbaca seolah tebusan tersebut masih mungkin diterima. Penolakannya sendiri baru dinyatakan terang-terangan di 70:15.

Perlu dicatat pula bahwa yang ditebus disebut dengan huruf yang menandai alat, bukan objek. Bunyinya 'menebus dengan anak-anaknya', bukan 'menebus anak-anaknya'. Perbedaan itu menentukan siapa yang diselamatkan. Yang hendak diselamatkan adalah dirinya sendiri, dan anak-anaknya adalah alat pembayarannya. Terjemahan mempertahankan kedudukan tersebut supaya arah pengorbanannya tidak terbalik.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan keputusasaan orang durhaka yang rela menebus diri dengan anak-anaknya. Ayat ini paling padat kata langka di surah ini: empat dari sepuluh patah kata penyusunnya tidak berulang di mana pun. Kepadatan itu menandai bahwa keadaan yang dilukiskan memang tidak dilukiskan di tempat lain dengan cara yang sama.

Yang paling perlu diperhatikan adalah bentuk pasif pada kata kerja pertama. Bunyi harfiahnya kira-kira mereka diperlihatkan kepada mereka. Jadi bukan mereka saling melihat atas kehendak sendiri, melainkan mereka diperlihatkan. Pertemuan pandangan itu bukan kebetulan, melainkan diadakan. Dan justru di saat mereka dipertemukan itulah keinginan menebus muncul. Kedekatan yang dipulihkan sesaat langsung berubah menjadi bahan tawar-menawar.

Yang hendak ditebuskan disebut bertingkat. Ayat ini menyebut anak-anaknya, lalu 70:12 menambahkan istri dan saudara, lalu 70:13 keluarga yang melindunginya, lalu 70:14 seluruh penduduk bumi. Daftar itu membesar dari yang paling dekat menuju yang paling luas. Bandingkan dengan 80:34 sampai 80:36, yang menyebut daftar orang terdekat dengan urutan yang berlawanan arah: di sana manusia lari dari saudaranya, ibu bapaknya, istri dan anaknya. Dua surah memakai daftar yang hampir sama untuk dua gerakan yang berlawanan, yaitu melarikan diri dari mereka dan menyerahkan mereka. Keduanya sama-sama memutus ikatan, hanya arahnya yang berbeda.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kerja pertama di ayat ini berbentuk pasif, dan bunyi harfiahnya kira-kira mereka diperlihatkan kepada mereka. Jadi bukan mereka saling melihat atas kehendak sendiri, melainkan mereka diperlihatkan. Pertemuan pandangan itu bukan kebetulan, melainkan diadakan Allah. Dan justru di saat mereka dipertemukan itulah keinginan menebus muncul, sehingga kedekatan yang dipulihkan sesaat langsung berubah menjadi bahan tawar-menawar. Allah mengadakan pertemuan pandangan itu, dan justru di sanalah tawaran itu lahir.
  • Ayat ini menyebut anak-anaknya, lalu 70:12 menambahkan istri dan saudara, lalu 70:13 keluarga yang melindunginya, lalu 70:14 seluruh penduduk bumi. Daftar itu membesar dari yang paling dekat menuju yang paling luas. Allah menyusun tawaran tebusan itu bertingkat, dan tingkatannya memperlihatkan bahwa keputusasaan tidak berhenti pada batas mana pun begitu ia dimulai. Sekali pintu tawar-menawar dibuka, tidak ada lagi harga yang dianggap terlalu mahal.
  • Bandingkan dengan 80:34 sampai 80:36, yang menyebut daftar orang terdekat dengan urutan berlawanan arah: di sana manusia lari dari saudaranya, ibu bapaknya, istri dan anaknya. Dua surah memakai daftar yang hampir sama untuk dua gerakan yang berlawanan, yaitu melarikan diri dari mereka dan menyerahkan mereka. Keduanya sama-sama memutus ikatan, hanya arahnya yang berbeda. Dua gerakan berlawanan itu sama-sama berakhir pada terputusnya ikatan di hadapan Allah.
  • Kata untuk pelaku di ayat ini berbentuk tunggal dan memakai penanda tertentu, padahal bentuk jamaknya jauh lebih sering dipakai di Al-Qur'an. Bentuk tunggal itu membuat gambarannya menyempit ke satu orang, bukan ke sekelompok. Terjemahan menahan ketunggalan dan penandanya sekaligus. Gambaran yang menyempit ke satu orang lebih sulit dihindari pembaca daripada gambaran tentang golongan. Kita mudah membaca kisah tentang golongan tanpa merasa ikut disebut.
  • Kata untuk keinginan di ayat ini muncul di 5 ayat: 2:96, 2:105, 4:42, 15:2, dan 70:11. Ia menandai keinginan yang disertai kasih, bukan sekadar kehendak. Jadi yang digambarkan bukan perhitungan dingin melainkan kerinduan yang putus asa. Yang menyerahkan anak-anaknya di sini bukan orang yang tidak mencintai mereka; justru cintanya itu yang membuat gambarannya terasa memilukan. Allah merekam kerinduan yang putus asa, bukan perhitungan yang dingin.
  • Empat kata di ayat ini masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dari sepuluh patah kata penyusunnya. Ini ayat paling padat kata langka di surah ini. Kepadatan itu menandai bahwa keadaan yang dilukiskan memang tidak dilukiskan di tempat lain dengan cara yang sama. Kalau satu keadaan diberi bahasa yang tidak dipinjam dari mana pun, seberapa lama kita berhenti untuk membayangkannya? Perbendaharaan yang khusus menandai keadaan yang tak ada bandingnya di tempat lain.