وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيهِ

Dan keluarga yang melindunginya,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيهِwa-fashiilatihi llatii tu'wiihidan keluarga yang melindunginya

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَفَصِيلَتِهِwa-fashiilatihidan kerabatnya
  2. الَّتِيllatiiyang
  3. تُؤْوِيهِtu'wiihimelindunginya

Inti bacaan

Bahkan sistem dukungan yang paling mendasar pun ditawarkan: 'dan keluarga yang melindunginya', puncak keputusasaan yang bersedia mengorbankan struktur perlindungan paling fundamental, menegaskan betapa beratnya beban yang dihadapi pada momen tersebut.

Penjelasan pilihan kata

Dua kata di ayat pendek ini masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an: (وَفَصِيلَتِهِ, wafashiilatihi) dan (تُؤْوِيهِ, tu'wiihi). Yang pertama menunjuk kerabat terdekat yang seseorang berlindung kepadanya, dari akar yang berarti memisahkan atau memotong. Jadi arti dasarnya adalah kelompok yang terpisah dari kelompok lain karena pertalian darah, bukan sekadar keluarga besar. Terjemahan 'keluarga' dipakai karena paling wajar dibaca, dengan catatan bahwa cakupan aslinya lebih khusus.

Bentuk (تُؤْوِيهِ, tu'wiihi) berasal dari akar yang berarti memberi tempat berteduh. Ia berbentuk perempuan tunggal karena menyesuaikan diri dengan kata sebelumnya, dan bentuknya menandai perbuatan yang berlangsung terus. Jadi bunyinya 'yang terus melindunginya'. Terjemahan 'yang melindunginya' menahan makna dasarnya, sedangkan sifat berkelanjutannya larut.

Susunan kalimatnya masih menumpang pada 70:11, sama seperti 70:12. Ayat ini tidak punya kata kerja utama sendiri dan tidak punya penanda waktu. Tiga kata yang berdiri di sini adalah lanjutan dari alat pembayaran yang disebut di ayat kesebelas. Jadi empat ayat sejak 70:11 seluruhnya satu kalimat, dan ini bagian ketiganya.

Yang paling perlu dicatat adalah keterangan yang menyertainya. Keluarga itu tidak disebut telanjang, melainkan disebut bersama sifatnya: yang melindunginya. Penyebutan sifat itu menambah beban gambarannya. Yang hendak diserahkan bukan sekadar kerabat, melainkan kerabat yang selama ini menjadi tempat berteduh. Terjemahan mempertahankan keterangan tersebut, sebab menghapusnya akan menghilangkan seluruh ironinya.

Urutan tiga ayat ini bergerak rapi dari keturunan, ke pasangan dan sedarah, lalu ke lingkaran pelindung. Masing-masing satu tingkat lebih luas dari sebelumnya, dan masing-masing satu tingkat lebih jauh dari diri. Tetapi arah gerakannya bukan menjauh dari nilai, melainkan menuju pihak yang justru paling banyak berjasa. Yang disebut paling akhir dalam rangkaian ini adalah yang selama hidupnya paling banyak melindungi.

Susunan (الَّتِي تُؤْوِيهِ, allatii tu'wiihi) memakai kata penghubung yang berbentuk perempuan tunggal, menyesuaikan diri dengan kata sebelumnya. Kesesuaian bentuk itu memastikan bahwa yang melindungi adalah keluarga tersebut, bukan pihak lain yang disebut di ayat sebelumnya. Tanpa memperhatikan kesesuaiannya, pembaca bisa mengira yang melindungi adalah istri atau saudara yang disebut di 70:12.

Perlu dicatat pula bahwa ketiga nama di 70:11 sampai 70:13 semuanya membawa akhiran kepemilikan yang menunjuk satu orang yang sama. Anak-anaknya, istrinya, saudaranya, keluarganya. Akhiran yang berulang empat kali itu mengikat seluruh daftar kepada satu pihak. Terjemahan mempertahankan setiap akhiran tersebut, sebab menghilangkannya akan mengubah daftar milik seseorang menjadi daftar umum tentang hubungan keluarga.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan daftar orang terdekat yang rela ditebuskan. Ayat ini melanjutkan daftar tebusan yang dibuka di 70:11, dan yang disebut sekarang adalah lingkaran pelindung. Tetapi keluarga itu tidak disebut telanjang. Ia disebut bersama sifatnya: yang melindunginya. Penyebutan sifat tersebut menambah beban gambarannya, sebab yang hendak diserahkan bukan sekadar kerabat, melainkan kerabat yang selama ini menjadi tempat berteduh.

Kata yang dipakai untuk keluarga di sini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti memisahkan atau memotong, sehingga arti dasarnya adalah kelompok yang terpisah dari kelompok lain karena pertalian darah. Bukan keluarga besar dalam arti luas, melainkan lingkaran terdekat yang seseorang benar-benar bersandar kepadanya. Pilihan kata itu mempersempit gambarannya justru ketika daftarnya sedang melebar.

Urutan tiga ayat sejak 70:11 bergerak rapi: keturunan, lalu pasangan dan sedarah, lalu lingkaran pelindung. Masing-masing satu tingkat lebih luas dan satu tingkat lebih jauh dari diri. Tetapi arah gerakannya bukan menjauh dari nilai, melainkan menuju pihak yang justru paling banyak berjasa. Yang disebut paling akhir dalam rangkaian ini adalah yang selama hidupnya paling banyak melindungi. Dan bentuk kata kerja penyertanya menandai perlindungan yang berlangsung terus, bukan yang pernah terjadi sekali. Jadi yang ditawarkan sebagai bayaran adalah pihak yang perlindungannya tidak pernah berhenti.

Renungan dan Hikmah

  • Keluarga di ayat ini tidak disebut telanjang. Ia disebut bersama sifatnya: yang melindunginya. Penyebutan sifat itu menambah beban gambarannya, sebab yang hendak diserahkan bukan sekadar kerabat, melainkan kerabat yang selama ini menjadi tempat berteduh. Allah tidak membiarkan daftar tebusan itu terbaca datar. Satu keterangan tambahan mengubah nama menjadi ironi, dan ironi itu yang membuat ayat ini sulit dilewati begitu saja. Allah menyusun ironi itu lewat satu keterangan, bukan lewat kalimat penilaian.
  • Kata untuk keluarga di ayat ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya berarti memisahkan atau memotong. Arti dasarnya adalah kelompok yang terpisah dari kelompok lain karena pertalian darah. Bukan keluarga besar dalam arti luas, melainkan lingkaran terdekat yang seseorang benar-benar bersandar kepadanya. Pilihan kata itu mempersempit gambarannya justru ketika daftarnya sedang melebar keluar. Yang paling dekat dengan diri justru yang paling dulu terpikir untuk dilepaskan.
  • Urutan tiga ayat sejak 70:11 bergerak dari keturunan, ke pasangan dan sedarah, lalu ke lingkaran pelindung. Masing-masing satu tingkat lebih luas dan satu tingkat lebih jauh dari diri. Tetapi arah gerakannya bukan menjauh dari nilai, melainkan menuju pihak yang paling banyak berjasa. Yang disebut paling akhir dalam rangkaian ini adalah yang selama hidupnya paling banyak melindungi orang itu. Jasa yang panjang tidak menjamin kedudukan ketika seseorang berhadapan dengan akibatnya sendiri.
  • Bentuk kata kerja penyerta di ayat ini menandai perbuatan yang berlangsung terus, bukan yang pernah terjadi sekali. Bunyinya yang terus melindunginya. Jadi yang ditawarkan sebagai bayaran adalah pihak yang perlindungannya tidak pernah berhenti. Allah memilih bentuk yang menekankan kelanjutan, dan pilihan itu membuat penyerahannya terasa sebagai pemutusan sesuatu yang masih berjalan, bukan sesuatu yang sudah selesai. Yang masih berjalan selalu lebih berat dilepas daripada yang sudah berhenti sendiri.
  • Ayat ini tidak punya kata kerja utama sendiri dan tidak punya penanda waktu. Tiga kata yang berdiri di sini adalah lanjutan dari alat pembayaran yang disebut di 70:11. Empat ayat sejak sana seluruhnya satu kalimat, dan ini bagian ketiganya. Membacanya sendirian akan menyisakan sebuah nama tanpa perbuatan, dan nomor ayat yang memisahkannya bukan tanda bahwa maknanya juga terpisah. Nomor ayat memisahkan tulisan, bukan memisahkan maksud Allah di dalamnya.
  • Kata kerja di ayat ini berasal dari akar yang berarti memberi tempat berteduh. Yang ditawarkan sebagai penebus adalah tempat berteduh orang itu sendiri. Kalau tempat berteduh diserahkan, tidak ada lagi yang tersisa untuk berlindung. Apa yang selama ini menaungi kita, dan apakah kita pernah menimbang bahwa itu pun bisa kita lepaskan kalau rasa takut cukup besar? Naungan yang kita anggap paling kokoh pun punya harga di saat yang tepat.