لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ
Bagi peminta dan yang tidak meminta,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِli-s-saa'ili wa-l-mahruumibagi peminta dan yang tidak meminta
Terjemahan per kata (2 kata)
- لِلسَّائِلِli-s-saa'ilibagi peminta
- وَالْمَحْرُومِwa-l-mahruumidan orang yang tak berpunya
Inti bacaan
Hak yang diakui bagi kedua kategori: 'bagi peminta dan yang tidak meminta', pengakuan bahwa kedermawanan harus menjangkau bukan hanya yang secara aktif meminta bantuan, tetapi juga yang menahan diri dari meminta karena harga diri atau ketidaktahuan, kepekaan yang melampaui respons pasif terhadap permintaan eksplisit.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini hanya dua patah, dan keduanya muncul di 2 ayat yang sama: (لِلسَّائِلِ, lis-saa-ili) dan (وَالْمَحْرُومِ, wal-mahruumi) sama-sama muncul di 51:19 dan 70:25. Jadi seluruh ayat ini berpasangan dengan satu ayat lain di seluruh Al-Qur'an. Bedanya, di 51:19 kedua kata itu berada dalam satu ayat bersama keterangan tentang harta, sedangkan di sini surah memecahnya menjadi dua ayat.
Sebelum melangkah ke ayat berikutnya, satu perkara lagi perlu diletakkan di sini. Kata pertama berakar sama dengan kata kerja pembuka surah di 70:1. Di sana ia berarti orang yang meminta azab; di sini orang yang meminta pemberian. Satu akar, dua jenis permintaan yang sangat berbeda. Dan dua-duanya berbentuk pelaku dengan pola yang sama. Kesejajaran bentuk itu tidak dinyatakan Al-Qur'an secara terbuka, tetapi pembaca yang menelusuri akarnya akan menemukan dua ujung surah ini terhubung lewat kata yang sama.
Ada satu hal lagi yang layak dicatat di sini. Masih tersisa satu perkara yang belum diletakkan pada tempatnya sejauh ini. Kata kedua berbentuk pelaku pasif dari akar yang berarti terhalang atau tercegah. Jadi bunyinya 'yang dihalangi', yaitu orang yang tidak memperoleh bagian. Terjemahan 'yang tidak meminta' memilih satu pembacaan yang lazim, dengan catatan bahwa bentuk aslinya menekankan keadaan terhalang, bukan pilihan untuk diam. Perbedaan itu penting: yang satu tidak meminta karena menahan diri, yang lain tidak memperoleh karena tercegah.
Ada lapisan lain di ayat ini yang belum tersentuh sama sekali sejauh ini. Dua kata di ayat ini menyusun dua jenis orang yang berhak: yang datang meminta dan yang tidak datang. Susunan itu menutup celah yang paling sering terjadi dalam pemberian. Yang mudah diingat adalah yang meminta, sebab ia hadir di depan mata. Yang tidak meminta mudah terlewat justru karena ia tidak terlihat. Dengan menyebut keduanya, ayat ini menuntut pemberian yang mencari, bukan yang menunggu.
Perlu dicatat bahwa ayat ini tidak menyebut kadar, tidak pula menyebut cara. Yang disebut hanya penerimanya. Kadarnya sudah disebut di 70:24 sebagai bagian yang ukurannya diketahui, dan caranya tidak disebut sama sekali. Susunan itu memusatkan perhatian pada siapa yang berhak, bukan pada bagaimana menyerahkannya.
Ada satu perkara lagi yang tidak boleh dilewatkan sebelum ayat ini ditinggalkan. Dua kata di ayat ini sama-sama memakai penanda tertentu. Jadi bunyinya 'bagi peminta itu dan yang terhalang itu', bukan 'bagi seorang peminta'. Penanda tersebut menandai golongan yang sudah dikenal, bukan orang tertentu. Terjemahan memakai bentuk yang wajar dibaca dalam bahasa Indonesia, dan penanda golongan itu larut. Yang hilang adalah kesan bahwa keduanya memang golongan yang seharusnya sudah dikenali pemilik harta.
Tafsiran
Ayat ini merinci penerima bagian harta itu: peminta dan yang tidak meminta. Ayat ini menyebut dua jenis orang yang berhak, dan susunannya menutup celah yang paling sering terjadi dalam pemberian. Yang mudah diingat adalah yang meminta, sebab ia hadir di depan mata. Yang tidak meminta mudah terlewat justru karena ia tidak terlihat. Dengan menyebut keduanya, ayat ini menuntut pemberian yang mencari, bukan yang menunggu.
Kata kedua berbentuk pelaku pasif dari akar yang berarti terhalang atau tercegah. Bunyinya yang dihalangi, yaitu orang yang tidak memperoleh bagian. Terjemahan memilih satu pembacaan yang lazim, dengan catatan bahwa bentuk aslinya menekankan keadaan terhalang, bukan pilihan untuk diam. Perbedaan itu menentukan: yang satu tidak meminta karena menahan diri, yang lain tidak memperoleh karena tercegah oleh keadaan.
Ada hubungan yang halus dengan pembuka surah. Kata pertama di ayat ini berakar sama dengan kata kerja di 70:1. Di sana ia berarti orang yang meminta azab; di sini orang yang meminta pemberian. Satu akar, dua jenis permintaan yang sangat berbeda, dan dua-duanya berbentuk pelaku dengan pola yang sama. Kesejajaran itu tidak dinyatakan secara terbuka, tetapi ia menghubungkan dua ujung surah lewat kata yang sama. Yang di awal meminta sesuatu yang seharusnya ditakuti; yang di sini meminta sesuatu yang memang haknya. Dan seluruh ayat ini berpasangan dengan 51:19, yang memuat kedua kata tersebut dalam satu ayat bersama keterangan tentang harta, sedangkan surah ini memecahnya menjadi dua.
Renungan dan Hikmah
- Dua kata di ayat ini menyusun dua jenis orang yang berhak: yang datang meminta dan yang tidak datang. Yang mudah diingat adalah yang meminta, sebab ia hadir di depan mata. Yang tidak meminta mudah terlewat justru karena ia tidak terlihat. Dengan menyebut keduanya, Allah menuntut pemberian yang mencari, bukan yang menunggu. Kebaikan yang hanya menjawab yang datang belum menjangkau separuh yang berhak. Yang berhak tidak selalu bersuara, dan yang bersuara tidak selalu paling berhak. Menunggu diminta membuat sebagian hak tidak pernah sampai ke pemiliknya.
- Kata kedua berbentuk pelaku pasif dari akar yang berarti terhalang atau tercegah. Bunyinya yang dihalangi, yaitu orang yang tidak memperoleh bagian. Terjemahan memilih pembacaan yang lazim, dengan catatan bahwa bentuk aslinya menekankan keadaan terhalang. Perbedaannya menentukan: yang satu tidak meminta karena menahan diri, yang lain tidak memperoleh karena keadaan mencegahnya. Keadaan yang mencegah seseorang meminta sering lebih berat daripada kebutuhannya.
- Kata pertama di ayat ini berakar sama dengan kata kerja di 70:1. Di sana ia berarti orang yang meminta azab; di sini orang yang meminta pemberian. Satu akar, dua jenis permintaan yang sangat berbeda, dan keduanya berbentuk pelaku dengan pola yang sama. Yang di awal meminta sesuatu yang seharusnya ditakuti; yang di sini meminta sesuatu yang memang haknya. Bentuk kata yang sama di dua ujung surah mengikat keduanya tanpa perlu dinyatakan. Dua ujung surah yang terhubung lewat satu akar mengikat seluruh isinya.
- Ayat ini tidak menyebut kadar, tidak pula menyebut cara. Yang disebut hanya penerimanya. Kadarnya sudah disebut di 70:24 sebagai bagian yang ukurannya diketahui, dan caranya tidak disebut sama sekali. Allah memusatkan perhatian pada siapa yang berhak, bukan pada bagaimana menyerahkannya. Perdebatan tentang cara sering menjadi alasan untuk menunda yang sebenarnya sudah jelas sasarannya.
- Seluruh ayat ini berpasangan dengan 51:19, yang memuat kedua kata tersebut dalam satu ayat bersama keterangan tentang harta. Surah ini memecahnya menjadi dua, sehingga penerimanya mendapat ayat tersendiri. Cara membagi kalimat ikut menentukan apa yang paling menonjol. Memberi ayat sendiri kepada pihak yang menerima menaikkan kedudukannya dari keterangan tambahan menjadi pokok yang berdiri sendiri. Kedudukan sebuah pokok naik ketika ia diberi ruang sendiri, bukan diselipkan. Ruang tersendiri adalah cara paling sederhana untuk meninggikan kedudukan sesuatu.
- Ayat ini hanya dua patah, dan masing-masing kata menampung satu golongan penerima. Tidak ada kata penghubung selain satu huruf, tidak ada keterangan tambahan. Allah menyebut yang berhak dengan kalimat sependek mungkin. Sudahkah kita menghitung berapa banyak orang di sekitar kita yang termasuk golongan kedua, yang tidak pernah meminta dan karena itu tidak pernah kita ingat? Yang tidak pernah meminta biasanya juga tidak pernah masuk hitungan kita.