وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
Dan orang-orang yang memelihara amanat dan janji mereka,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَwa-lladziina hum li-amaanaatihim wa-'ahdihim raa'uunadan orang-orang yang memelihara amanat dan janji mereka
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- هُمْhummereka
- لِأَمَانَاتِهِمْli-amaanaatihimterhadap amanat mereka
- وَعَهْدِهِمْwa-'ahdihimdan janji mereka
- رَاعُونَraa'uunaorang-orang yang memelihara
Inti bacaan
Integritas dalam kepercayaan yang diberikan: 'orang-orang yang memelihara amanat dan janji mereka', komitmen terhadap kewajiban yang dipercayakan, baik berupa tanggung jawab konkret (amanat) maupun kesepakatan verbal (janji), keduanya dijaga dengan kesungguhan yang sama.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini sama persis huruf demi huruf dengan 23:8, dan ia menutup blok empat ayat berurutan yang identik dengan 23:5 sampai 23:8. Blok sepanjang itu adalah yang terpanjang yang ditemukan antara dua surah dalam proyek ini. Tiga kata di dalamnya masing-masing muncul di 2 ayat saja: (لِأَمَانَاتِهِمْ, li-amaanaatihim), (وَعَهْدِهِمْ, wa'ahdihim), dan (رَاعُونَ, raa'uuna). Ketiganya hanya muncul di 23:8 dan 70:32.
Sebelum melangkah ke ayat berikutnya, satu perkara lagi perlu diletakkan di sini. Kata pertama berbentuk jamak, sehingga bunyinya 'amanat-amanat mereka'. Kata kedua berbentuk tunggal, sehingga bunyinya 'janji mereka'. Perbedaan bilangan itu ada di teks aslinya dan dipertahankan dalam terjemahan. Amanat bisa banyak dan berbeda-beda; janji disebut tunggal, seolah semua janji dihitung sebagai satu perkara yang utuh.
Kata (رَاعُونَ, raa'uuna) berbentuk pelaku jamak dari akar yang berarti menggembalakan. Arti dasarnya adalah menjaga dengan mengawasi terus-menerus, seperti penggembala yang tidak melepaskan pandangan dari ternaknya. Terjemahan 'memelihara' menahan sisi penjagaan itu, dan gambaran penggembalaannya larut. Yang hilang adalah kesan bahwa penjagaan tersebut menuntut kehadiran terus-menerus, bukan pemeriksaan sesekali.
Ada lapisan lain di ayat ini yang belum tersentuh sama sekali sejauh ini. Huruf pertama pada kata untuk amanat menandai sasaran, jadi bunyinya 'terhadap amanat-amanat mereka'. Susunan yang sama dipakai di 70:29 untuk penjagaan kehormatan diri. Dua butir dalam daftar ini memakai susunan sasaran yang sejajar, dan keduanya menyangkut sesuatu yang dititipkan: yang satu tubuh, yang lain kepercayaan orang lain.
Sifat keenam ini yang pertama menyangkut hubungan dengan orang lain secara langsung. Butir sebelumnya menyangkut salat, harta, pengakuan, rasa takut, dan kehormatan diri. Amanat dan janji hanya ada kalau ada pihak kedua. Jadi daftar ini bergerak dari hubungan dengan Allah, ke hubungan dengan diri sendiri, lalu ke hubungan dengan sesama, dan butir berikutnya di 70:33 melanjutkan arah itu.
Susunan pembuka ayat ini sama persis dengan pembuka 70:26, 70:27, 70:29, dan 70:33, yaitu penyambung diikuti kata penghubung dan kata ganti. Lima butir memakai bentuk yang seragam, sedangkan butir pertama di 70:23 tanpa penyambung dan butir terakhir di 70:34 dengan penyambung tetapi tanpa kata penghubung yang sama. Keseragaman di tengah dan perbedaan di dua ujung itu memperkuat kesan bahwa daftarnya memang diapit, bukan sekadar berderet.
Perlu ditambahkan bahwa terjemahan mempertahankan urutan amanat sebelum janji, sesuai teks aslinya. Urutan itu bergerak dari yang dititipkan orang lain kepada kita menuju yang kita ikatkan sendiri. Amanat datang dari luar; janji lahir dari mulut kita sendiri. Menukar urutannya akan mengubah arah gerak kalimat dari menerima menuju mengikatkan diri.
Tafsiran
Ayat ini menambahkan sifat keenam: memelihara amanat dan janji. Ayat ini menutup blok empat ayat berurutan yang identik dengan 23:5 sampai 23:8. Blok sepanjang itu adalah yang terpanjang yang ditemukan antara dua surah dalam proyek ini, dan tiga kata di dalamnya hanya muncul di dua ayat tersebut. Jadi seluruh perbendaharaan ayat ini terkurung di dalam pasangannya sendiri.
Perbedaan bilangan antara dua kata pertamanya patut diperhatikan. Yang satu berbentuk jamak, sehingga bunyinya amanat-amanat mereka; yang lain berbentuk tunggal, sehingga bunyinya janji mereka. Perbedaan itu ada di teks aslinya dan dipertahankan dalam terjemahan. Amanat bisa banyak dan berbeda-beda, sedangkan janji disebut tunggal, seolah semua janji dihitung sebagai satu perkara yang utuh. Yang melanggar satu janji karena itu tidak sekadar mengurangi sebagian, melainkan menyentuh keseluruhannya.
Kata kerjanya berbentuk pelaku jamak dari akar yang berarti menggembalakan. Arti dasarnya menjaga dengan mengawasi terus-menerus, seperti penggembala yang tidak melepaskan pandangan dari ternaknya. Terjemahan menahan sisi penjagaannya, dan gambaran penggembalaannya larut. Yang hilang adalah kesan bahwa penjagaan tersebut menuntut kehadiran terus-menerus, bukan pemeriksaan sesekali. Dan sifat keenam ini yang pertama menyangkut hubungan dengan orang lain secara langsung, sebab amanat dan janji hanya ada kalau ada pihak kedua. Daftar ini bergerak dari hubungan dengan Allah, ke hubungan dengan diri sendiri, lalu ke hubungan dengan sesama.
Renungan dan Hikmah
- Yang satu berbentuk jamak, sehingga bunyinya amanat-amanat mereka; yang lain berbentuk tunggal, sehingga bunyinya janji mereka. Perbedaan itu ada di teks aslinya dan dipertahankan. Amanat bisa banyak dan berbeda-beda, sedangkan janji disebut tunggal, seolah semua janji dihitung sebagai satu perkara utuh. Yang melanggar satu janji tidak sekadar mengurangi sebagian, melainkan menyentuh keseluruhannya. Satu janji yang dilanggar menyentuh keseluruhan, bukan hanya bagian yang dilanggar. Yang utuh tidak bisa rusak sebagian; ia rusak atau tidak sama sekali.
- Kata kerjanya berbentuk pelaku jamak dari akar yang berarti menggembalakan. Arti dasarnya menjaga dengan mengawasi terus-menerus, seperti penggembala yang tidak melepaskan pandangan dari ternaknya. Terjemahan menahan sisi penjagaannya, dan gambaran penggembalaannya larut. Yang hilang adalah kesan bahwa penjagaan itu menuntut kehadiran terus-menerus, bukan pemeriksaan sesekali ketika teringat. Penjagaan yang menuntut kehadiran terus-menerus tidak bisa diwakilkan kepada niat baik. Niat baik tanpa kehadiran terus-menerus tidak cukup untuk menjaga titipan Allah.
- Sifat keenam ini yang pertama menyangkut hubungan dengan orang lain secara langsung. Butir sebelumnya menyangkut salat, harta, pengakuan, rasa takut, dan kehormatan diri. Amanat dan janji hanya ada kalau ada pihak kedua. Daftar ini bergerak dari hubungan dengan Allah, ke hubungan dengan diri sendiri, lalu ke hubungan dengan sesama, dan urutannya tidak pernah melompat. Urutan dari Allah bergerak selapis demi selapis tanpa pernah melompati tahapnya. Tahap yang dilompati membuat pembaca kehilangan alasan mengapa urutannya begitu.
- Tiga kata di ayat ini masing-masing muncul di 2 ayat saja, dan ketiganya hanya muncul di 23:8 dan 70:32. Seluruh perbendaharaan ayat ini terkurung di dalam pasangannya sendiri. Kelangkaan yang berlipat seperti itu menandai bahwa susunannya memang dirancang untuk berdiri di dua tempat tersebut, bukan sebagai kalimat yang kebetulan berulang. Kosakata yang terkurung di satu pasangan menandai rancangan, bukan kebetulan.
- Huruf pertama pada kata untuk amanat menandai sasaran, jadi bunyinya terhadap amanat-amanat mereka. Susunan yang sama dipakai di 70:29 untuk penjagaan kehormatan diri. Dua butir dalam daftar ini memakai susunan sasaran yang sejajar, dan keduanya menyangkut sesuatu yang dititipkan: yang satu tubuh, yang lain kepercayaan orang lain. Keduanya sama-sama bukan milik penuh yang menjaganya. Titipan menuntut penjagaan; milik penuh cukup dengan kehendak pemiliknya.
- Ayat ini menutup blok empat ayat berurutan yang identik dengan 23:5 sampai 23:8, blok terpanjang yang ditemukan antara dua surah dalam proyek ini. Empat kalimat yang sama persis berdiri di dua tempat dengan bingkai yang berbeda. Kalau Allah mengulang empat ayat sekaligus tanpa mengubah satu huruf pun, apa yang sebenarnya hendak ditunjukkan selain bahwa isinya tidak bergantung pada tempatnya? Isi yang tidak berubah oleh tempatnya menandakan sumbernya yang satu. Kalimat yang sama di dua tempat menandai satu sumber, bukan dua penyusun.