فَمَالِ الَّذِينَ كَفَرُوا قِبَلَكَ مُهْطِعِينَ

Maka mengapa orang-orang yang kufur itu bersegera ke arahmu,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَمَالِ الَّذِينَ كَفَرُوا قِبَلَكَ مُهْطِعِينَfa-maali lladziina kafaruu qibalaka muhthi'iinamaka mengapa orang-orang yang kufur itu bersegera ke arahmu

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. فَمَالِfa-maalimaka mengapa
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. كَفَرُواkafaruukufur
  4. قِبَلَكَqibalakasebelum engkau
  5. مُهْطِعِينَmuhthi'iinadengan tergesa-gesa

Inti bacaan

Pertanyaan konfrontatif tentang perilaku aneh: 'mengapa orang-orang yang kufur itu bersegera ke arahmu', keheranan terhadap ketertarikan yang tidak konsisten dengan penolakan mereka, perilaku yang tampak kontradiktif antara sikap dan tindakan.

Penjelasan pilihan kata

Kata (قِبَلَكَ, qibalaka) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, di ayat ini. Ia berarti ke arahmu atau di hadapanmu, dari akar yang berkaitan dengan menghadap. Akhirannya menunjuk pihak kedua tunggal, yaitu sang penerima wahyu. Ini penyebutan kedua dan terakhir sapaan tunggal di surah ini, sesudah perintah bersabar di 70:5. Dua-duanya berada di titik ketika perlakuan orang lain terhadapnya sedang dibicarakan.

Bentuk (فَمَالِ, famaali) muncul di 2 ayat: 4:78 dan 70:36. Ia gabungan huruf penyambung dengan susunan pertanyaan yang menyatakan keheranan. Bunyi harfiahnya kira-kira 'maka apa yang terjadi pada orang-orang itu'. Terjemahan 'maka mengapa' menahan nada teguran tersebut. Susunan yang sama sudah dipakai di 70:13 dalam bentuk yang sedikit berbeda, sehingga surah ini memakai bentuk pertanyaan penuh keheranan dua kali.

Bentuk (مُهْطِعِينَ, muhthi'iina) muncul di 3 ayat: 14:43, 54:8, dan 70:36. Ia berbentuk pelaku jamak dari akar yang berarti bergegas dengan leher terjulur. Di 14:43 dan 54:8 kata itu dipakai untuk gambaran orang pada Hari Kiamat yang bergegas menuju penyeru. Hanya di sini ia dipakai untuk gambaran di dunia. Jadi gerakan yang di dua ayat lain menggambarkan kepanikan di hari itu, di sini menggambarkan sikap mereka sekarang.

Perbandingan tersebut menyimpan teguran yang tidak dinyatakan langsung. Mereka bergegas mengerumuni dengan gerakan yang sama seperti gerakan orang yang kelak digiring. Yang mereka lakukan sekarang dengan sukarela adalah yang kelak mereka lakukan karena terpaksa.

Ayat ini membuka bagian baru dan membalik arah surah. Sesudah empat belas ayat menyebut sifat orang yang dikecualikan dan balasannya, nada berpindah mendadak ke pertanyaan tentang orang yang kufur. Perpindahan itu tanpa jeda, sama seperti perpindahan di 70:19. Dan bagian baru ini berjalan sampai ujung surah di 70:44.

Susunan (مُهْطِعِينَ, muhthi'iina) berdiri sebagai keterangan keadaan, bukan sebagai sifat yang melekat. Jadi bunyinya 'dalam keadaan bergegas', bukan 'orang-orang yang bergegas'. Kedudukan itu menandai bahwa yang dipersoalkan adalah keadaan mereka pada saat itu, bukan watak yang menyertai mereka sepanjang waktu. Terjemahan 'bersegera ke arahmu' menahan kedudukan keterangan tersebut.

Perlu dicatat pula bahwa ayat ini tidak menyebut apa yang mereka cari. Mereka digambarkan bergegas mendekat, tetapi tujuannya tidak disebutkan. Kekosongan itu dipertahankan dalam terjemahan. Menambahkan keterangan tentang maksud mereka berarti mengisi ruang yang sengaja dibiarkan kosong, dan ruang tersebut justru yang membuat gambarannya terasa janggal sebagaimana mestinya.

Tafsiran

Ayat ini menghadirkan pertanyaan retoris tentang orang kafir yang berkerumun mengelilingi Nabi. Ayat ini membuka bagian baru dan membalik arah surah. Sesudah empat belas ayat menyebut sifat orang yang dikecualikan dan balasannya, nada berpindah mendadak ke pertanyaan tentang orang yang kufur. Perpindahan itu tanpa jeda, sama seperti perpindahan di 70:19, dan bagian baru ini berjalan sampai ujung surah di 70:44.

Bentuk pertanyaannya menyatakan keheranan, bukan permintaan keterangan. Bunyi harfiahnya kira-kira maka apa yang terjadi pada orang-orang itu. Susunan tersebut dipakai ketika si penanya sudah tahu tidak ada jawaban yang masuk akal, dan fungsinya menyodorkan cermin. Bentuk yang sama sudah dipakai di 70:13 dengan susunan yang sedikit berbeda, sehingga surah ini memakai pertanyaan penuh keheranan dua kali.

Yang paling menarik adalah kata yang melukiskan gerakan mereka. Ia muncul di 3 ayat, dan di 14:43 serta 54:8 dipakai untuk gambaran orang pada Hari Kiamat yang bergegas menuju penyeru. Hanya di sini ia dipakai untuk gambaran di dunia. Jadi gerakan yang di dua ayat lain menggambarkan kepanikan di hari itu, di sini menggambarkan sikap mereka sekarang. Perbandingan tersebut menyimpan teguran yang tidak dinyatakan langsung: mereka bergegas mengerumuni dengan gerakan yang sama seperti gerakan orang yang kelak digiring. Yang mereka lakukan sekarang dengan sukarela adalah yang kelak mereka lakukan karena terpaksa. Dan gambaran itu akan diambil lagi di 70:43, ketika mereka digambarkan keluar dari kubur dengan bergegas.

Renungan dan Hikmah

  • Kata yang melukiskan gerakan mereka muncul di 3 ayat, dan di 14:43 serta 54:8 dipakai untuk gambaran orang pada Hari Kiamat yang bergegas menuju penyeru. Hanya di sini ia dipakai untuk gambaran di dunia. Yang mereka lakukan sekarang dengan sukarela adalah yang kelak mereka lakukan karena terpaksa. Teguran itu tidak dinyatakan langsung; ia tersimpan dalam pilihan kata. Teguran yang tersimpan dalam pilihan kata lebih lama tinggal daripada yang diucapkan terang.
  • Bentuk pertanyaannya menyatakan keheranan, bukan permintaan keterangan. Bunyi harfiahnya kira-kira maka apa yang terjadi pada orang-orang itu. Susunan tersebut dipakai ketika si penanya sudah tahu tidak ada jawaban yang masuk akal. Bentuk yang sama sudah dipakai di 70:13, sehingga surah ini memakai pertanyaan penuh keheranan dua kali, dan keduanya menegur tanpa menuduh. Pertanyaan Allah menegur tanpa menuduh, dan itu menyisakan ruang untuk berbalik. Ruang untuk berbalik selalu disisakan selama pintunya belum ditutup.
  • Sesudah empat belas ayat menyebut sifat orang yang dikecualikan dan balasannya, nada berpindah mendadak ke pertanyaan tentang orang yang kufur. Perpindahan itu tanpa jeda, sama seperti di 70:19, dan bagian baru ini berjalan sampai ujung surah. Allah memindahkan sorotan tanpa memberi aba-aba, dan pembaca yang lengah bisa mengira ayat ini masih bagian dari daftar sebelumnya. Perpindahan yang tidak diberi aba-aba menuntut pembaca tetap terjaga sampai akhir.
  • Akhiran pada kata pertama menunjuk pihak kedua tunggal, yaitu sang penerima wahyu. Ini penyebutan kedua dan terakhir sapaan tunggal di surah ini, sesudah perintah bersabar di 70:5. Dua-duanya berada di titik ketika perlakuan orang lain terhadapnya sedang dibicarakan. Yang pertama memberi perintah, yang kedua memberi keheranan, dan keduanya menyangkut cara menghadapi kerumunan. Dua sapaan itu sama-sama menyangkut cara menghadapi kerumunan yang mengelilinginya. Kerumunan yang mengelilingi seseorang menuntut sikap, bukan sekadar kesabaran.
  • Kata untuk gerakan mereka berbentuk pelaku jamak dari akar yang berarti bergegas dengan leher terjulur. Gambarannya sangat jasmani dan sangat khas. Allah memilih kata yang membuat sikap mereka terbayang sebagai gerakan tubuh, bukan sebagai sikap batin. Yang bisa dilihat mata lebih sulit dibantah daripada yang hanya bisa disimpulkan dari perkataan. Gerakan tubuh mengungkap lebih jujur daripada penjelasan yang disusun kemudian.
  • Gerakan bergegas di ayat ini akan muncul lagi di 70:43, ketika mereka digambarkan keluar dari kubur dengan bergegas. Dua gambaran itu mengapit bagian penutup surah. Yang di sini sukarela, yang di sana terpaksa. Ke arah mana sebenarnya kita sedang bergegas hari ini, dan apakah arah itu yang akan kita tempuh juga ketika tidak ada lagi pilihan? Dua gambaran bergegas itu mengapit bagian penutup surah dari dua sisi. Arah kita bergegas hari ini menentukan arah yang tersisa ketika pilihan habis.