عَلَىٰ أَنْ نُبَدِّلَ خَيْرًا مِنْهُمْ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ
Untuk mengganti dengan yang lebih baik daripada mereka. Dan Kami tidak dapat dikalahkan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- عَلَىٰ أَنْ نُبَدِّلَ خَيْرًا مِنْهُمْ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ'alaa an nubaddila khayran minhum wa-maa nahnu bi-masbuuqiinauntuk mengganti dengan yang lebih baik daripada mereka; dan Kami tidak dapat dikalahkan
Terjemahan per kata (8 kata)
- عَلَىٰ'alaaatas
- أَنْanuntuk
- نُبَدِّلَnubaddilaKami mengganti
- خَيْرًاkhayrankebaikan
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- نَحْنُnahnuKami
- بِمَسْبُوقِينَbi-masbuuqiinaorang-orang yang didahului
Inti bacaan
Kemampuan penggantian yang tak terbantahkan: 'untuk mengganti (mereka) dengan yang lebih baik daripada mereka; dan Kami tidak dapat dikalahkan', penegasan bahwa penolakan manusia tidak membatasi kemampuan atau rencana yang lebih besar, kekuasaan yang tidak bergantung pada penerimaan makhluk yang diciptakan.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(mereka)' tidak dipakai.
Rangkaian (وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ, wamaa nahnu bimasbuuqiina) muncul di 2 ayat: 56:60 dan 70:41. Kata (بِمَسْبُوقِينَ, bimasbuuqiina) sendiri juga muncul di 2 ayat yang sama. Di 56:60 rangkaian itu berdiri sesudah pernyataan bahwa Allah menentukan kematian di antara manusia. Jadi dua ayat memakai kalimat yang sama untuk dua pokok yang berdekatan: yang di sana tentang kematian, yang di sini tentang penggantian.
Bentuk (نُبَدِّلَ, nubaddila) muncul di 2 ayat: 56:61 dan 70:41. Menariknya, dua ayat yang memuat dua kata langka di ayat ini adalah 56:60 dan 56:61, yaitu dua ayat berurutan. Jadi seluruh perbendaharaan khas ayat ini berasal dari sepasang ayat berurutan di surah lain, sedangkan di sini keduanya dipadatkan menjadi satu ayat.
Kata (بِمَسْبُوقِينَ, bimasbuuqiina) berbentuk pelaku pasif jamak dari akar yang berarti mendahului. Jadi bunyinya 'yang didahului', yaitu pihak yang kalah cepat. Terjemahan 'tidak dapat dikalahkan' menahan maknanya, dan gambaran perlombaan yang ada di akarnya sedikit larut. Huruf pertamanya adalah penambah yang menguatkan penyangkalan, bukan kata depan biasa.
Kata (خَيْرًا, khayran) berbentuk pembanding tanpa penanda, sehingga bunyinya 'yang lebih baik'. Objek penggantiannya tidak disebut secara penuh; teks hanya menyebut 'lebih baik daripada mereka'. Draf awal menambahkan keterangan di dalam kurung, dan tambahan itu tidak dipakai sebab kata gantinya sudah cukup jelas dari rangkaian sebelumnya.
Ayat ini melengkapi sumpah yang dibuka di 70:40. Dua ayat itu satu kalimat, dan isi sumpahnya adalah kuasa mengganti. Yang menarik, kuasa yang disumpahkan bukan kuasa membinasakan melainkan kuasa mengganti dengan yang lebih baik. Susunan tersebut menahan ancaman pada tingkat yang tidak menyebut kehancuran, dan kehancuran itu baru muncul di gambaran 70:43 dan 70:44.
Susunan (عَلَىٰ أَنْ نُبَدِّلَ, 'alaa an nubaddila) memakai kata depan yang menandai atas apa kuasa itu berlaku. Jadi bunyinya 'berkuasa untuk mengganti'. Kata depan tersebut mengikat isi sumpah di ayat ini kepada pernyataan kuasa di 70:40, dan tanpa pengikat itu dua ayat akan terbaca sebagai dua pernyataan yang berdiri sendiri.
Ada lapisan lain di ayat ini yang belum tersentuh sama sekali sejauh ini. Perlu dicatat pula bahwa kata kerja untuk mengganti berpola yang menandai penggantian menyeluruh, bukan penukaran sebagian. Jadi yang disebut bukan memperbaiki mereka melainkan menggantikan mereka dengan pihak lain. Terjemahan 'mengganti' menahan sisi penggantian penuh itu, dan menerjemahkannya sebagai mengubah akan melunakkan ancaman yang sengaja dibuat tegas.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan kuasa Allah mengganti mereka dengan yang lebih baik. Ayat ini melengkapi sumpah yang dibuka di 70:40. Dua ayat itu satu kalimat, dan isi sumpahnya adalah kuasa mengganti. Yang menarik, kuasa yang disumpahkan bukan kuasa membinasakan melainkan kuasa mengganti dengan yang lebih baik. Susunan tersebut menahan ancaman pada tingkat yang tidak menyebut kehancuran.
Perbandingan dengan surah 56 memperlihatkan sesuatu yang rapi. Dua kata langka di ayat ini masing-masing muncul di 56:60 dan 56:61, yaitu dua ayat berurutan. Jadi seluruh perbendaharaan khas ayat ini berasal dari sepasang ayat berurutan di surah lain, sedangkan di sini keduanya dipadatkan menjadi satu ayat. Di sana pokoknya kematian yang ditentukan dan penggantian bentuk; di sini penggantian orang dengan yang lebih baik. Dua pokok itu berdekatan tanpa persis sama.
Kata terakhirnya berbentuk pelaku pasif jamak dari akar yang berarti mendahului. Bunyinya yang didahului, yaitu pihak yang kalah cepat. Terjemahan menahan maknanya, dan gambaran perlombaan yang ada di akarnya sedikit larut. Yang dinyatakan bukan sekadar bahwa Allah kuat, melainkan bahwa tidak ada yang bisa mendahului-Nya. Gambaran itu menempatkan penolakan mereka sebagai usaha yang berlomba melawan waktu, dan usaha semacam itu selalu kalah sebelum dimulai.
Renungan dan Hikmah
- Isi sumpah yang dibuka di 70:40 adalah kuasa mengganti. Yang disumpahkan bukan kuasa membinasakan melainkan kuasa mengganti dengan yang lebih baik. Susunan tersebut menahan ancaman pada tingkat yang tidak menyebut kehancuran. Allah menyatakan kuasa-Nya lewat kemampuan mengadakan, bukan lewat kemampuan meniadakan, dan bentuk itu jauh lebih menusuk bagi yang merasa dirinya diperlukan. Merasa diri diperlukan adalah bentuk kesombongan yang paling sulit dikenali sendiri. Yang merasa tak tergantikan biasanya yang paling terguncang mendengar ayat ini.
- Dua kata langka di ayat ini masing-masing muncul di 56:60 dan 56:61, yaitu dua ayat berurutan. Seluruh perbendaharaan khas ayat ini berasal dari sepasang ayat berurutan di surah lain, sedangkan di sini keduanya dipadatkan menjadi satu ayat. Al-Qur'an memakai bahan yang sama dengan kerapatan yang berbeda di tempat yang berbeda. Kerapatan yang berbeda menandai penekanan yang berbeda pula di tiap tempat.
- Kata terakhirnya berbentuk pelaku pasif jamak dari akar yang berarti mendahului. Bunyinya yang didahului, yaitu pihak yang kalah cepat. Yang dinyatakan bukan sekadar bahwa Allah kuat, melainkan bahwa tidak ada yang bisa mendahului-Nya. Gambaran itu menempatkan penolakan mereka sebagai usaha yang berlomba melawan waktu, dan usaha semacam itu kalah sebelum dimulai. Waktu yang ditetapkan Allah tidak bisa didahului oleh kecepatan siapa pun.
- Kata untuk yang lebih baik berbentuk pembanding tanpa penanda. Objek penggantiannya tidak disebut secara penuh; teks hanya menyebut lebih baik daripada mereka. Draf awal menambahkan keterangan di dalam kurung, dan tambahan itu tidak dipakai. Kekosongan tersebut membuat ancamannya lebih terasa: yang akan menggantikan tidak perlu disebut, sebab yang penting adalah bahwa penggantian itu mungkin. Yang penting bukan siapa penggantinya, melainkan bahwa penggantian itu mungkin bagi Allah. Kemungkinan penggantian sudah cukup meruntuhkan rasa aman yang dibangun di atas kedudukan.
- Ayat ini melengkapi sumpah yang dibuka di 70:40, dan dua ayat itu satu kalimat. Membaca salah satunya sendirian akan menyisakan sumpah tanpa isi atau isi tanpa sumpah. Pemotongan nomor jatuh di tengah pernyataan, dan susunan seperti itu berulang beberapa kali di surah ini. Batas nomor tidak pernah dimaksudkan sebagai batas kalimat oleh Allah. Kalimat Allah kadang melewati batas nomor, dan pembacaan per nomor memotongnya.
- Gambaran yang tersimpan di akar kata penutupnya adalah perlombaan. Yang disangkal adalah kemungkinan Allah didahului oleh siapa pun. Penolakan mereka karena itu terbaca sebagai usaha berlomba yang hasilnya sudah pasti. Apa yang selama ini kita kejar dengan tergesa, dan apakah kita pernah menimbang siapa yang sebenarnya sedang kita dahului? Ketergesaan kita jarang kita periksa siapa sebenarnya yang hendak kita dahului. Ketergesaan yang tidak diperiksa arahnya hanya mempercepat sampainya ke tempat yang salah.