فَذَرْهُمْ يَخُوضُوا وَيَلْعَبُوا حَتَّىٰ يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي يُوعَدُونَ
Maka biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main, sampai mereka menjumpai hari mereka yang dijanjikan kepada mereka,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَذَرْهُمْ يَخُوضُوا وَيَلْعَبُوا حَتَّىٰ يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي يُوعَدُونَfa-dzarhum yakhuudhuu wa-yal'abuu hattaa yulaaquu yawmahumu lladzii yuu'aduunamaka biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main, sampai mereka menjumpai hari mereka yang dijanjikan kepada mereka
Terjemahan per kata (8 kata)
- فَذَرْهُمْfa-dzarhummaka biarkanlah mereka
- يَخُوضُواyakhuudhuumereka membicarakan kebatilan
- وَيَلْعَبُواwa-yal'abuudan mereka bermain
- حَتَّىٰhattaasampai
- يُلَاقُواyulaaquumereka menemui
- يَوْمَهُمُyawmahumuhari mereka
- الَّذِيlladziiyang
- يُوعَدُونَyuu'aduunamereka dijanjikan
Inti bacaan
Instruksi pelepasan sementara: 'biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main, sampai mereka menjumpai hari mereka yang dijanjikan', pendekatan strategis membiarkan penolakan berlanjut tanpa perlu konfrontasi berkepanjangan, kepercayaan bahwa kebenaran pada akhirnya akan terbukti dengan sendirinya.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini sama persis huruf demi huruf dengan 43:83. Bukan mirip, melainkan identik sampai harakatnya. Ini ayat kelima di surah ini yang punya kembaran penuh, sesudah empat ayat berurutan yang identik dengan 23:5 sampai 23:8. Bedanya, empat yang pertama berpasangan dengan satu surah yang sama, sedangkan yang ini berpasangan dengan surah lain.
Bentuk (فَذَرْهُمْ, fadzarhum) muncul di 6 ayat: 6:112, 6:137, 23:54, 43:83, 52:45, dan 70:42. Bentuk (وَيَلْعَبُوا, wayal'abuu) muncul di 2 ayat: 43:83 dan 70:42. Bentuk (يُلَاقُوا, yulaaquu) muncul di 3 ayat: 43:83, 52:45, dan 70:42. Bentuk (يَوْمَهُمُ, yawmahumu) juga muncul di 3 ayat yang sama. Jadi empat kata di ayat ini semuanya berbagi dengan 43:83.
Kata (فَذَرْهُمْ, fadzarhum) berbentuk perintah yang berarti biarkanlah mereka. Ia bukan perintah membiarkan dalam arti mengabaikan tugas, melainkan berhenti memaksa. Akhirannya menunjuk pihak kedua tunggal, yaitu sang penerima wahyu. Ini penyebutan ketiga sapaan tunggal di surah ini, sesudah 70:5 dan 70:36, dan ketiganya berada di titik ketika sikap terhadap orang lain sedang ditetapkan.
Ada lapisan lain di ayat ini yang belum tersentuh sama sekali sejauh ini. Dua kata kerja di tengah ayat berdekatan artinya. Yang pertama berarti tenggelam dalam pembicaraan yang sia-sia; yang kedua berarti bermain-main. Keduanya menandai kegiatan yang menghabiskan waktu tanpa menghasilkan apa-apa. Terjemahan 'tenggelam dan bermain-main' menahan dua langkah tersebut, dan gambaran menyelam yang ada di kata pertama sedikit larut.
Bagian berikut ini menyangkut perkara yang belum sempat disinggung di paragraf mana pun. Ayat ini juga memakai kata kerja yang menandai perjumpaan, bukan kedatangan. Bunyinya 'sampai mereka menjumpai hari mereka'. Susunan itu menempatkan mereka sebagai pihak yang bergerak menuju, bukan yang didatangi. Jadi hari itu tidak digambarkan datang kepada mereka; merekalah yang berjalan ke arahnya sambil bermain-main.
Perlu dicatat pula bahwa perintah di ayat ini tidak berarti berhenti menyampaikan. Yang diperintahkan adalah berhenti mendesak, bukan berhenti memberi peringatan. Susunan yang sama muncul di 6:112 dan 6:137, dan di kedua ayat itu perintahnya juga menyusul keterangan tentang penolakan yang sudah berulang. Jadi perintah membiarkan selalu datang sesudah usaha, tidak pernah sebagai pengganti usaha.
Susunan (يَوْمَهُمُ الَّذِي يُوعَدُونَ, yawmahumu alladzii yuu'aduuna) memakai akhiran kepemilikan pada kata untuk hari. Jadi bunyinya 'hari mereka', bukan 'hari itu'. Akhiran tersebut menjadikan hari tersebut milik mereka sendiri, bukan hari asing yang menimpa dari luar. Susunan yang sama diulang di 70:44 dengan bentuk yang sedikit berbeda, dan dua ayat itu berakhir dengan kata yang sama.
Tafsiran
Ayat ini memerintahkan membiarkan orang kafir hingga tiba hari yang dijanjikan. Ayat ini sama persis huruf demi huruf dengan 43:83, dan ia ayat kelima di surah ini yang punya kembaran penuh. Empat yang pertama berpasangan dengan surah 23 secara berurutan; yang ini berpasangan dengan surah lain dan berdiri sendirian. Empat kata di dalamnya semuanya berbagi dengan ayat kembarnya.
Perintahnya berbunyi biarkanlah mereka. Ia bukan perintah membiarkan dalam arti mengabaikan tugas, melainkan berhenti memaksa. Ini penyebutan ketiga sapaan tunggal di surah ini, sesudah perintah bersabar di 70:5 dan keheranan di 70:36. Ketiganya berada di titik ketika sikap terhadap orang lain sedang ditetapkan, dan ketiganya menuntut menahan diri: bersabar, heran tanpa memaksa, lalu membiarkan.
Dua kata kerja di tengah ayat menandai kegiatan yang menghabiskan waktu tanpa menghasilkan apa-apa. Yang pertama berarti tenggelam dalam pembicaraan yang sia-sia; yang kedua berarti bermain-main. Dan kata kerja terakhirnya menandai perjumpaan, bukan kedatangan. Bunyinya sampai mereka menjumpai hari mereka. Susunan itu menempatkan mereka sebagai pihak yang bergerak menuju, bukan yang didatangi. Jadi hari itu tidak digambarkan datang kepada mereka; merekalah yang berjalan ke arahnya sambil bermain-main. Gambaran tersebut menyambung ke 70:43, ketika gerakan bergegas mereka disebut lagi, kali ini bukan menuju sang penyeru melainkan keluar dari kubur.
Renungan dan Hikmah
- Perintahnya berbunyi biarkanlah mereka. Ia bukan perintah membiarkan dalam arti mengabaikan tugas, melainkan berhenti memaksa. Allah menetapkan batas bagi usaha menyampaikan: sampai di titik tertentu, yang tersisa bukan lagi menambah tekanan melainkan menyerahkan. Menahan diri di titik itu menuntut keyakinan yang lebih besar daripada terus mendesak. Berhenti mendesak berbeda dari berhenti peduli, dan Allah hanya memerintahkan yang pertama.
- Ini penyebutan ketiga sapaan tunggal di surah ini, sesudah perintah bersabar di 70:5 dan keheranan di 70:36. Ketiganya berada di titik ketika sikap terhadap orang lain sedang ditetapkan, dan ketiganya menuntut menahan diri: bersabar, heran tanpa memaksa, lalu membiarkan. Tidak satu pun menuntut membalas, dan susunan itu berjalan menaik sampai ke pelepasan. Tiga tuntutan menahan diri dari Allah itu menaik sampai ke pelepasan yang penuh. Menahan diri berkali-kali lebih berat daripada satu kali membalas.
- Kata kerja terakhirnya menandai perjumpaan, bukan kedatangan. Bunyinya sampai mereka menjumpai hari mereka. Susunan itu menempatkan mereka sebagai pihak yang bergerak menuju, bukan yang didatangi. Hari itu tidak digambarkan datang kepada mereka; merekalah yang berjalan ke arahnya sambil bermain-main. Yang berjalan menuju hari yang dijanjikan Allah tak bisa mengaku terkejut saat sampai.
- Ayat ini sama persis huruf demi huruf dengan 43:83, dan ia ayat kelima di surah ini yang punya kembaran penuh. Empat yang pertama berpasangan dengan surah 23 secara berurutan; yang ini berpasangan dengan surah lain dan berdiri sendirian. Surah ini punya lebih banyak ayat berkembar daripada surah mana pun yang sudah digarap sejauh ini. Lima ayat berkembar dalam satu surah menandai cara Allah menyusun yang belum ditemukan di tempat lain. Jumlah kembaran sebanyak itu menandai hubungan antarsurah yang belum selesai ditelusuri.
- Dua kata kerja di tengah ayat menandai kegiatan yang menghabiskan waktu tanpa menghasilkan apa-apa. Yang pertama berarti tenggelam dalam pembicaraan yang sia-sia; yang kedua berarti bermain-main. Allah tidak menyebut kejahatan besar sebagai isi hari-hari mereka, melainkan kesibukan yang kosong. Yang membuat orang kehilangan waktu jarang berupa dosa besar; lebih sering berupa hal yang tidak berarti apa-apa. Kesibukan yang kosong menghabiskan umur tanpa meninggalkan apa pun untuk dipertanggungjawabkan.
- Gambaran mereka berjalan menuju hari itu menyambung ke 70:43, ketika gerakan bergegas mereka disebut lagi, kali ini bukan menuju sang penyeru melainkan keluar dari kubur. Dua ayat berurutan menyusun satu gerakan yang berlanjut. Ke arah mana sebenarnya kesibukan kita hari ini sedang membawa langkah kita, dan sudahkah kita memeriksanya? Arah kesibukan hari ini menentukan apa yang kita jumpai di hadapan Allah nanti. Kesibukan yang tidak diperiksa arahnya menghabiskan umur tanpa menghasilkan bekal.