Ayat 70:43
يَوْمَ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ سِرَاعًا كَأَنَّهُمْ إِلَىٰ نُصُبٍ يُوفِضُونَ
Pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat, seakan-akan mereka menuju berhala dengan bergegas,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- يَوْمَ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ سِرَاعًا كَأَنَّهُمْ إِلَىٰ نُصُبٍ يُوفِضُونَyawma yakhrujuuna mina l-ajdaatsi siraa'an ka-annahum ilaa nushubin yuufidhuunapada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat, seakan-akan mereka menuju berhala dengan bergegas
Terjemahan per kata (9 kata)
- يَوْمَyawmahari
- يَخْرُجُونَyakhrujuunamereka keluar
- مِنَminadari
- الْأَجْدَاثِl-ajdaatsikubur
- سِرَاعًاsiraa'andengan cepat
- كَأَنَّهُمْka-annahumseakan-akan mereka
- إِلَىٰilaakepada
- نُصُبٍnushubinberhala
- يُوفِضُونَyuufidhuunamereka bergegas
Inti bacaan
Transformasi drastis dari keengganan menjadi ketergesaan: 'pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat, seakan-akan mereka menuju berhala dengan bergegas', ironi bahwa kecepatan yang dulu ditunjukkan menuju objek sesembahan palsu kini berubah menjadi kecepatan menuju momen pertanggungjawaban yang sama sekali berbeda maknanya.
Penjelasan pilihan kata
Dua kata di ayat ini masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an: (نُصُبٍ, nushubin) dan (يُوفِضُونَ, yuufidhuuna). Yang pertama menunjuk sesuatu yang ditegakkan untuk disembah atau dituju, dan terjemahan memakai 'berhala' karena itu pemakaian yang paling dikenal. Yang kedua berarti bergegas dengan cepat, dan ia menutup ayat.
Bentuk (الْأَجْدَاثِ, al-ajdaatsi) muncul di 3 ayat: 36:51, 54:7, dan 70:43. Bentuk (يَخْرُجُونَ, yakhrujuuna) muncul di 3 ayat: 54:7, 59:12, dan 70:43. Dua daftar itu bertemu di 54:7 selain ayat ini. Dan di 54:7 juga muncul kata yang dipakai di 70:44, sehingga satu ayat di surah lain berbagi tiga kata dengan dua ayat penutup surah ini.
Kata (سِرَاعًا, siraa'an) muncul di 2 ayat: 50:44 dan 70:43. Ia berdiri sebagai keterangan keadaan, sehingga bunyinya 'dalam keadaan bergegas'. Terjemahan 'dengan cepat' menahan kedudukan tersebut. Di 50:44 kata yang sama juga dipakai untuk gambaran keluar dari bumi pada hari itu.
Susunan (كَأَنَّهُمْ إِلَىٰ نُصُبٍ, ka-annahum ilaa nushubin) memakai partikel perumpamaan. Jadi bunyinya 'seakan-akan mereka menuju berhala'. Perumpamaan itu tajam: gerakan mereka pada hari kebangkitan disamakan dengan gerakan orang yang bergegas menuju sesembahan. Yang dahulu mereka tuju dengan sukarela kini menjadi bandingan bagi cara mereka digiring.
Ayat ini juga mengambil kembali gambaran bergegas dari 70:36, ketika mereka digambarkan bersegera mendekati sang penyeru. Dua gambaran itu memakai kata yang berbeda tetapi gerakan yang sama, dan keduanya mengapit bagian penutup surah. Yang di sana sukarela dan menuju seorang manusia; yang di sini terpaksa dan menuju perhitungan.
Susunan (يَوْمَ يَخْرُجُونَ, yawma yakhrujuuna) memakai kata untuk hari sebagai keterangan waktu tanpa kata depan. Susunan itu sama dengan pembuka 70:8, yang juga memakai kata untuk hari sebagai keterangan. Dua ayat itu mengapit seluruh surah: yang di 70:8 membuka gambaran tentang hari tersebut, yang di sini membuka gambaran penutupnya. Terjemahan 'pada hari' menahan kedudukan keterangan waktu itu di kedua tempat.
Ada satu perkara lagi yang tidak boleh dilewatkan sebelum ayat ini ditinggalkan. Perlu dicatat pula bahwa kata kerja untuk keluar berbentuk yang menandai perbuatan sedang berlangsung, bukan yang sudah selesai. Jadi bunyinya 'mereka sedang keluar', bukan 'mereka telah keluar'. Bentuk itu menempatkan pembaca di tengah kejadiannya, bukan sesudahnya. Gambaran yang bergerak selalu lebih menekan daripada laporan tentang sesuatu yang sudah usai.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan mereka keluar dari kubur dengan panik pada hari itu. Ayat ini mengambil kembali gambaran bergegas dari 70:36, ketika mereka digambarkan bersegera mendekati sang penyeru. Dua gambaran itu memakai kata yang berbeda tetapi gerakan yang sama, dan keduanya mengapit bagian penutup surah. Yang di sana sukarela dan menuju seorang manusia; yang di sini terpaksa dan menuju perhitungan.
Perumpamaan yang dipakai sangat tajam. Gerakan mereka pada hari kebangkitan disamakan dengan gerakan orang yang bergegas menuju sesembahan. Yang dahulu mereka tuju dengan sukarela kini menjadi bandingan bagi cara mereka digiring. Kata untuk sesembahan itu muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan ia menunjuk sesuatu yang ditegakkan untuk disembah atau dituju.
Ada satu ayat di surah lain yang berbagi banyak dengan dua ayat penutup ini. Kata untuk kubur di sini muncul di 3 ayat, dan kata untuk keluar juga di 3 ayat; dua daftar itu bertemu di 54:7. Dan di 54:7 juga muncul kata yang dipakai di 70:44, sehingga satu ayat berbagi tiga kata dengan dua ayat penutup surah ini. Kesejajaran sedekat itu menandai bahwa gambaran kebangkitan punya perbendaharaan yang tetap di Al-Qur'an, dan surah-surah yang melukiskannya menarik dari sumber kata yang sama.
Dua kata di ayat ini masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan keduanya berada di ayat kedua terakhir surah. Susunan itu sejajar dengan pembuka surah di 70:1, yang juga memuat kata-kata yang tidak berulang di mana pun. Jadi dua ujung surah sama-sama memakai perbendaharaan yang khusus, dan bagian tengahnya justru yang paling banyak berbagi dengan surah lain.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini mengambil kembali gambaran bergegas dari 70:36, ketika mereka digambarkan bersegera mendekati sang penyeru. Dua gambaran memakai kata yang berbeda tetapi gerakan yang sama, dan keduanya mengapit bagian penutup surah. Yang di sana sukarela dan menuju seorang manusia; yang di sini terpaksa dan menuju perhitungan. Gerakan tubuh yang sama bisa berarti dua hal yang bertolak belakang. Yang sama bentuknya belum tentu sama nilainya di hadapan Allah. Nilai sebuah gerakan ditentukan arahnya, bukan kecepatannya.
- Gerakan mereka pada hari kebangkitan disamakan dengan gerakan orang yang bergegas menuju sesembahan. Yang dahulu mereka tuju dengan sukarela kini menjadi bandingan bagi cara mereka digiring. Perumpamaan itu tajam sebab ia memakai kebiasaan mereka sendiri sebagai ukuran. Allah melukiskan akhir mereka dengan gambar yang mereka sendiri ciptakan semasa hidup. Gambar yang kita buat sendiri bisa berbalik menjadi ukuran bagi kita.
- Kata untuk kubur di sini muncul di 3 ayat, dan kata untuk keluar juga di 3 ayat; dua daftar itu bertemu di 54:7. Di 54:7 juga muncul kata yang dipakai di 70:44, sehingga satu ayat berbagi tiga kata dengan dua ayat penutup surah ini. Gambaran kebangkitan punya perbendaharaan yang tetap, dan surah-surah yang melukiskannya menarik dari sumber kata yang sama. Perbendaharaan yang tetap memudahkan pembaca mengenali pokok yang sama di surah berjauhan. Kesamaan kata di surah berjauhan menandai satu penyusun, bukan penyalinan.
- Dua kata di ayat ini masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Yang pertama menunjuk sesuatu yang ditegakkan untuk disembah, yang kedua berarti bergegas dengan cepat. Keduanya berada di ayat kedua terakhir surah. Allah menutup surah ini dengan kata yang tidak dipakai di tempat lain, sama seperti Dia membukanya di 70:1 dengan tiga kata yang juga tak berulang. Dua ujung surah memakai perbendaharaan khusus, sedangkan tengahnya paling banyak berbagi.
- Kata untuk bergegas di ayat ini berdiri sebagai keterangan keadaan, sehingga bunyinya dalam keadaan bergegas. Terjemahan menahan kedudukan tersebut. Yang dilukiskan adalah keadaan mereka pada saat itu, bukan watak yang menyertai mereka. Di 50:44 kata yang sama juga dipakai untuk gambaran keluar dari bumi pada hari yang sama. Keadaan sesaat berbeda dari watak, dan Allah membedakan keduanya lewat bentuk katanya. Bentuk kata menandai apakah sesuatu keadaan sesaat atau watak yang menetap. Membedakan keadaan dari watak menentukan apakah seseorang masih punya jalan berubah.
- Perumpamaan di ayat ini memakai partikel yang menandai kemiripan, bukan kesamaan. Jadi yang dinyatakan bukan mereka menuju berhala, melainkan gerakan mereka menyerupainya. Ketelitian itu menjaga agar ayat tidak dibaca sebagai keterangan tentang tujuan mereka. Adakah kebiasaan yang kita jalani hari ini yang kelak menjadi gambaran bagi cara kita digiring? Kebiasaan yang berjalan tanpa diperiksa akhirnya menjadi bentuk kita sendiri.
Ayat 70:44
خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۚ ذَٰلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ
Pandangan mereka tertunduk, diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌkhaasyi'atan abshaaruhum tarhaquhum dzillatunpandangan mereka tertunduk, diliputi kehinaan
- ذَٰلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَdzaalika l-yawmu lladzii kaanuu yuu'aduunaitulah hari yang diancamkan kepada mereka
Terjemahan per kata (9 kata)
- خَاشِعَةًkhaasyi'atantunduk
- أَبْصَارُهُمْabshaaruhumpenglihatan mereka
- تَرْهَقُهُمْtarhaquhummenutupi mereka
- ذِلَّةٌdzillatunkehinaan
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- الْيَوْمُl-yawmuhari
- الَّذِيlladziiyang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يُوعَدُونَyuu'aduunamereka dijanjikan
Inti bacaan
Penutup dengan gambaran kehinaan yang telah dijanjikan: 'pandangan mereka tertunduk (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka', konfirmasi akhir bahwa peringatan yang telah lama disampaikan bukan ancaman kosong, melainkan kepastian yang akhirnya terwujud persis seperti yang dijanjikan.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(serta)' tidak dipakai. 'Dzaalika l-yawmu' pola dzaalika+nomina definit, diterjemahkan 'itulah hari' sesuai kaidah baku.
Rangkaian (خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ, khaasyi'atan abshaaruhum tarhaquhum dzillatun) muncul di 2 ayat: 68:43 dan 70:44. Empat patah kata berurutan, sama persis. Sesudah itu dua ayat berpisah: yang di sana melanjutkan dengan keterangan tentang seruan sujud yang dahulu mereka tolak, yang di sini melanjutkan dengan pernyataan bahwa itulah hari yang diancamkan.
Bentuk (تَرْهَقُهُمْ, tarhaquhum) muncul di 2 ayat: 68:43 dan 70:44. Ia berakar sama dengan kata yang dipakai di 72:6 dan 72:13 di surah sebelahnya, yang di sana berarti beban yang menutupi. Jadi akar untuk sesuatu yang menindih dipakai di dua surah berdekatan dengan bentuk yang berbeda.
Kata (ذِلَّةٌ, dzillatun) muncul di 4 ayat: 10:26, 10:27, 68:43, dan 70:44. Menariknya, di 10:26 kata itu muncul dalam kalimat tentang orang berbuat baik yang wajahnya tidak diliputi kehinaan. Jadi kata yang sama dipakai untuk menyatakan ketiadaannya pada satu golongan dan kehadirannya pada golongan lain.
Rangkaian (ذَٰلِكَ الْيَوْمُ, dzaalika al-yawmu) memakai kata penunjuk diikuti kata benda berpenanda tertentu. Bentuk (الْيَوْمُ, al-yawmu) dalam bentuk ini muncul di 2 ayat: 70:44 dan 78:39. Di 78:39 susunan yang sama berbunyi 'itulah hari yang hak'. Jadi dua surah memakai susunan penunjuk yang sama untuk menutup dengan penegasan tentang hari tersebut.
Ayat ini menutup surah dengan menjawab pembukanya. Di 70:1 seseorang meminta azab yang pasti terjadi; di sini disebut bahwa itulah hari yang diancamkan kepada mereka. Permintaan di ayat pertama dijawab di ayat terakhir, terpisah empat puluh tiga ayat. Dan kata untuk yang diancamkan di penutup ini sama dengan kata di 70:42, sehingga dua ayat terakhir surah berakhir dengan kata yang sama, satu-satunya pengulangan penutup ayat di surah ini.
Susunan (خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ, khaasyi'atan abshaaruhum) memajukan kata sifat sebelum yang disifatinya. Pemajuan seperti itu menandai penekanan pada keadaannya, bukan pada pemiliknya. Bunyi harfiahnya kira-kira 'tertunduk pandangan mereka'. Terjemahan Indonesia menempatkannya mengikuti urutan yang wajar dibaca, dan penekanan itu sedikit larut. Yang hilang adalah kesan bahwa yang pertama tertangkap mata adalah ketertundukannya, baru sesudah itu siapa pemiliknya.
Ada satu hal lagi yang layak dicatat di sini. Perlu ditambahkan bahwa ayat ini tidak menyebut siapa yang mengancam. Bentuk kata kerja terakhirnya pasif, sehingga bunyinya 'yang diancamkan kepada mereka'. Susunan tanpa pelaku itu sudah dipakai di 70:25 dan di beberapa tempat lain di surah ini, dan setiap kali ia muncul di kalimat tentang akibat, bukan tentang kuasa. Jadi surah ini tertib: pelakunya disebut ketika yang dibicarakan kuasa, dan disamarkan ketika yang dibicarakan hukuman.
Tafsiran
Ayat penutup surah ini menggambarkan kehinaan total pada hari yang telah lama diancamkan. Ayat ini menutup surah dengan menjawab pembukanya. Di 70:1 seseorang meminta azab yang pasti terjadi; di sini disebut bahwa itulah hari yang diancamkan kepada mereka. Permintaan di ayat pertama dijawab di ayat terakhir, terpisah empat puluh tiga ayat, dan jawabannya bukan bantahan melainkan penunjukan.
Empat patah kata pertamanya sama persis dengan 68:43. Sesudah itu dua ayat berpisah: yang di sana melanjutkan dengan keterangan tentang seruan sujud yang dahulu mereka tolak, yang di sini melanjutkan dengan pernyataan tentang hari yang diancamkan. Jadi dua surah memakai gambaran yang sama untuk keadaan mereka, lalu masing-masing menutupnya dengan keterangan yang berlainan. Yang di sana menyebut sebabnya, yang di sini menyebut waktunya.
Ada satu hal yang mudah terlewat. Kata untuk kehinaan di ayat ini muncul di 4 ayat, dan di 10:26 ia muncul dalam kalimat tentang orang berbuat baik yang wajahnya tidak diliputi kehinaan. Jadi kata yang sama dipakai untuk menyatakan ketiadaannya pada satu golongan dan kehadirannya pada golongan lain. Dan kata terakhir surah ini sama dengan kata terakhir 70:42, satu-satunya pengulangan penutup ayat di surah yang 43 dari 44 penutupnya berbeda. Dua ayat yang berakhir sama itu sama-sama menyebut hari yang dijanjikan, dan pengulangan tersebut menutup surah dengan mengunci pokoknya pada satu kata.
Renungan dan Hikmah
- Di 70:1 seseorang meminta azab yang pasti terjadi; di sini disebut bahwa itulah hari yang diancamkan kepada mereka. Permintaan di ayat pertama dijawab di ayat terakhir, terpisah empat puluh tiga ayat. Jawabannya bukan bantahan melainkan penunjukan. Allah menjawab tantangan dengan memperlihatkan, bukan dengan berdebat, dan bentuk jawaban itu membuat seluruh surah menjadi satu lingkaran yang tertutup.
- Empat patah kata pertama ayat ini sama persis dengan 68:43. Sesudah itu dua ayat berpisah: yang di sana melanjutkan dengan keterangan tentang seruan sujud yang dahulu mereka tolak, yang di sini dengan pernyataan tentang hari yang diancamkan. Dua surah memakai gambaran yang sama untuk keadaan mereka, lalu masing-masing menutupnya dengan keterangan berlainan: yang satu menyebut sebabnya, yang lain waktunya. Dua surah menyebut sebab dan waktu secara terpisah, dan keduanya melengkapi gambaran. Dua surah melengkapi gambaran yang sama dari dua sudut yang berbeda. Sebab dan waktu adalah dua keterangan Allah yang saling melengkapi tentang satu hari.
- Kata untuk kehinaan di ayat ini muncul di 4 ayat, dan di 10:26 ia muncul dalam kalimat tentang orang berbuat baik yang wajahnya tidak diliputi kehinaan. Kata yang sama dipakai untuk menyatakan ketiadaannya pada satu golongan dan kehadirannya pada golongan lain. Yang membedakan dua golongan itu bukan jenis kehinaannya, melainkan ada atau tidaknya sama sekali. Di sisi Allah, kehadiran atau ketiadaan lebih menentukan daripada kadarnya.
- Kata terakhir surah ini sama dengan kata terakhir 70:42, satu-satunya pengulangan penutup ayat di surah yang 43 dari 44 penutupnya berbeda. Dua ayat yang berakhir sama itu sama-sama menyebut hari yang dijanjikan. Pengulangan tersebut menutup surah dengan mengunci pokoknya pada satu kata, dan keluarbiasaannya terletak pada betapa jarang surah ini mengulang bunyi. Pengulangan bunyi di surah yang hampir tak pernah mengulang menandai kesengajaan. Kesengajaan Allah paling terlihat pada penyimpangan dari pola yang sudah tetap.
- Kata kerja di tengah ayat berakar sama dengan kata yang dipakai di 72:6 dan 72:13 di surah sebelahnya, yang di sana berarti beban yang menutupi. Akar untuk sesuatu yang menindih dipakai di dua surah berdekatan dengan bentuk yang berbeda. Di surah 72 beban itu bertambah atau lenyap menurut tempat berlindung; di sini ia meliputi tanpa disebut jalan keluarnya. Tempat berlindung yang dipilih menentukan apakah beban bertambah atau lenyap di sisi Allah.
- Rangkaian penunjuk di ayat ini memakai bentuk yang muncul di 2 ayat: 70:44 dan 78:39. Di 78:39 susunan yang sama berbunyi itulah hari yang hak. Dua surah memakai susunan penunjuk yang sama untuk menutup dengan penegasan tentang hari tersebut. Kalau dua surah menutup dengan menunjuk hari yang sama, apa yang sebenarnya diminta dari pembaca selain menoleh ke arah yang ditunjuk? Menoleh ke arah yang ditunjuk menuntut lebih daripada sekadar memahami tunjukannya. Memahami tunjukan Allah tanpa menoleh meninggalkan pembaca di tempat yang sama.