يَوْمَ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ سِرَاعًا كَأَنَّهُمْ إِلَىٰ نُصُبٍ يُوفِضُونَ
Pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat, seakan-akan mereka menuju berhala dengan bergegas,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- يَوْمَ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ سِرَاعًا كَأَنَّهُمْ إِلَىٰ نُصُبٍ يُوفِضُونَyawma yakhrujuuna mina l-ajdaatsi siraa'an ka-annahum ilaa nushubin yuufidhuunapada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat, seakan-akan mereka menuju berhala dengan bergegas
Terjemahan per kata (9 kata)
- يَوْمَyawmahari
- يَخْرُجُونَyakhrujuunamereka keluar
- مِنَminadari
- الْأَجْدَاثِl-ajdaatsikubur
- سِرَاعًاsiraa'andengan cepat
- كَأَنَّهُمْka-annahumseakan-akan mereka
- إِلَىٰilaakepada
- نُصُبٍnushubinberhala
- يُوفِضُونَyuufidhuunamereka bergegas
Inti bacaan
Transformasi drastis dari keengganan menjadi ketergesaan: 'pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat, seakan-akan mereka menuju berhala dengan bergegas', ironi bahwa kecepatan yang dulu ditunjukkan menuju objek sesembahan palsu kini berubah menjadi kecepatan menuju momen pertanggungjawaban yang sama sekali berbeda maknanya.
Penjelasan pilihan kata
Dua kata di ayat ini masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an: (نُصُبٍ, nushubin) dan (يُوفِضُونَ, yuufidhuuna). Yang pertama menunjuk sesuatu yang ditegakkan untuk disembah atau dituju, dan terjemahan memakai 'berhala' karena itu pemakaian yang paling dikenal. Yang kedua berarti bergegas dengan cepat, dan ia menutup ayat.
Bentuk (الْأَجْدَاثِ, al-ajdaatsi) muncul di 3 ayat: 36:51, 54:7, dan 70:43. Bentuk (يَخْرُجُونَ, yakhrujuuna) muncul di 3 ayat: 54:7, 59:12, dan 70:43. Dua daftar itu bertemu di 54:7 selain ayat ini. Dan di 54:7 juga muncul kata yang dipakai di 70:44, sehingga satu ayat di surah lain berbagi tiga kata dengan dua ayat penutup surah ini.
Kata (سِرَاعًا, siraa'an) muncul di 2 ayat: 50:44 dan 70:43. Ia berdiri sebagai keterangan keadaan, sehingga bunyinya 'dalam keadaan bergegas'. Terjemahan 'dengan cepat' menahan kedudukan tersebut. Di 50:44 kata yang sama juga dipakai untuk gambaran keluar dari bumi pada hari itu.
Susunan (كَأَنَّهُمْ إِلَىٰ نُصُبٍ, ka-annahum ilaa nushubin) memakai partikel perumpamaan. Jadi bunyinya 'seakan-akan mereka menuju berhala'. Perumpamaan itu tajam: gerakan mereka pada hari kebangkitan disamakan dengan gerakan orang yang bergegas menuju sesembahan. Yang dahulu mereka tuju dengan sukarela kini menjadi bandingan bagi cara mereka digiring.
Ayat ini juga mengambil kembali gambaran bergegas dari 70:36, ketika mereka digambarkan bersegera mendekati sang penyeru. Dua gambaran itu memakai kata yang berbeda tetapi gerakan yang sama, dan keduanya mengapit bagian penutup surah. Yang di sana sukarela dan menuju seorang manusia; yang di sini terpaksa dan menuju perhitungan.
Susunan (يَوْمَ يَخْرُجُونَ, yawma yakhrujuuna) memakai kata untuk hari sebagai keterangan waktu tanpa kata depan. Susunan itu sama dengan pembuka 70:8, yang juga memakai kata untuk hari sebagai keterangan. Dua ayat itu mengapit seluruh surah: yang di 70:8 membuka gambaran tentang hari tersebut, yang di sini membuka gambaran penutupnya. Terjemahan 'pada hari' menahan kedudukan keterangan waktu itu di kedua tempat.
Ada satu perkara lagi yang tidak boleh dilewatkan sebelum ayat ini ditinggalkan. Perlu dicatat pula bahwa kata kerja untuk keluar berbentuk yang menandai perbuatan sedang berlangsung, bukan yang sudah selesai. Jadi bunyinya 'mereka sedang keluar', bukan 'mereka telah keluar'. Bentuk itu menempatkan pembaca di tengah kejadiannya, bukan sesudahnya. Gambaran yang bergerak selalu lebih menekan daripada laporan tentang sesuatu yang sudah usai.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan mereka keluar dari kubur dengan panik pada hari itu. Ayat ini mengambil kembali gambaran bergegas dari 70:36, ketika mereka digambarkan bersegera mendekati sang penyeru. Dua gambaran itu memakai kata yang berbeda tetapi gerakan yang sama, dan keduanya mengapit bagian penutup surah. Yang di sana sukarela dan menuju seorang manusia; yang di sini terpaksa dan menuju perhitungan.
Perumpamaan yang dipakai sangat tajam. Gerakan mereka pada hari kebangkitan disamakan dengan gerakan orang yang bergegas menuju sesembahan. Yang dahulu mereka tuju dengan sukarela kini menjadi bandingan bagi cara mereka digiring. Kata untuk sesembahan itu muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan ia menunjuk sesuatu yang ditegakkan untuk disembah atau dituju.
Ada satu ayat di surah lain yang berbagi banyak dengan dua ayat penutup ini. Kata untuk kubur di sini muncul di 3 ayat, dan kata untuk keluar juga di 3 ayat; dua daftar itu bertemu di 54:7. Dan di 54:7 juga muncul kata yang dipakai di 70:44, sehingga satu ayat berbagi tiga kata dengan dua ayat penutup surah ini. Kesejajaran sedekat itu menandai bahwa gambaran kebangkitan punya perbendaharaan yang tetap di Al-Qur'an, dan surah-surah yang melukiskannya menarik dari sumber kata yang sama.
Dua kata di ayat ini masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan keduanya berada di ayat kedua terakhir surah. Susunan itu sejajar dengan pembuka surah di 70:1, yang juga memuat kata-kata yang tidak berulang di mana pun. Jadi dua ujung surah sama-sama memakai perbendaharaan yang khusus, dan bagian tengahnya justru yang paling banyak berbagi dengan surah lain.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini mengambil kembali gambaran bergegas dari 70:36, ketika mereka digambarkan bersegera mendekati sang penyeru. Dua gambaran memakai kata yang berbeda tetapi gerakan yang sama, dan keduanya mengapit bagian penutup surah. Yang di sana sukarela dan menuju seorang manusia; yang di sini terpaksa dan menuju perhitungan. Gerakan tubuh yang sama bisa berarti dua hal yang bertolak belakang. Yang sama bentuknya belum tentu sama nilainya di hadapan Allah. Nilai sebuah gerakan ditentukan arahnya, bukan kecepatannya.
- Gerakan mereka pada hari kebangkitan disamakan dengan gerakan orang yang bergegas menuju sesembahan. Yang dahulu mereka tuju dengan sukarela kini menjadi bandingan bagi cara mereka digiring. Perumpamaan itu tajam sebab ia memakai kebiasaan mereka sendiri sebagai ukuran. Allah melukiskan akhir mereka dengan gambar yang mereka sendiri ciptakan semasa hidup. Gambar yang kita buat sendiri bisa berbalik menjadi ukuran bagi kita.
- Kata untuk kubur di sini muncul di 3 ayat, dan kata untuk keluar juga di 3 ayat; dua daftar itu bertemu di 54:7. Di 54:7 juga muncul kata yang dipakai di 70:44, sehingga satu ayat berbagi tiga kata dengan dua ayat penutup surah ini. Gambaran kebangkitan punya perbendaharaan yang tetap, dan surah-surah yang melukiskannya menarik dari sumber kata yang sama. Perbendaharaan yang tetap memudahkan pembaca mengenali pokok yang sama di surah berjauhan. Kesamaan kata di surah berjauhan menandai satu penyusun, bukan penyalinan.
- Dua kata di ayat ini masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Yang pertama menunjuk sesuatu yang ditegakkan untuk disembah, yang kedua berarti bergegas dengan cepat. Keduanya berada di ayat kedua terakhir surah. Allah menutup surah ini dengan kata yang tidak dipakai di tempat lain, sama seperti Dia membukanya di 70:1 dengan tiga kata yang juga tak berulang. Dua ujung surah memakai perbendaharaan khusus, sedangkan tengahnya paling banyak berbagi.
- Kata untuk bergegas di ayat ini berdiri sebagai keterangan keadaan, sehingga bunyinya dalam keadaan bergegas. Terjemahan menahan kedudukan tersebut. Yang dilukiskan adalah keadaan mereka pada saat itu, bukan watak yang menyertai mereka. Di 50:44 kata yang sama juga dipakai untuk gambaran keluar dari bumi pada hari yang sama. Keadaan sesaat berbeda dari watak, dan Allah membedakan keduanya lewat bentuk katanya. Bentuk kata menandai apakah sesuatu keadaan sesaat atau watak yang menetap. Membedakan keadaan dari watak menentukan apakah seseorang masih punya jalan berubah.
- Perumpamaan di ayat ini memakai partikel yang menandai kemiripan, bukan kesamaan. Jadi yang dinyatakan bukan mereka menuju berhala, melainkan gerakan mereka menyerupainya. Ketelitian itu menjaga agar ayat tidak dibaca sebagai keterangan tentang tujuan mereka. Adakah kebiasaan yang kita jalani hari ini yang kelak menjadi gambaran bagi cara kita digiring? Kebiasaan yang berjalan tanpa diperiksa akhirnya menjadi bentuk kita sendiri.