ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًا
Kemudian Dia mengembalikan kalian ke dalamnya dan mengeluarkan kalian dengan sebenar-benarnya.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًاtsumma yu'iidukum fiihaa wa-yukhrijukum ikhraajankemudian Dia mengembalikan kalian ke dalamnya dan mengeluarkan kalian dengan sebenar-benarnya
Terjemahan per kata (5 kata)
- ثُمَّtsummakemudian
- يُعِيدُكُمْyu'iidukummengembalikan kalian
- فِيهَاfiihaake dalamnya
- وَيُخْرِجُكُمْwa-yukhrijukumdan Dia mengeluarkan kalian
- إِخْرَاجًاikhraajanpengusiran
Inti bacaan
Siklus kembali dan keluar: 'kemudian Dia mengembalikan kalian ke dalamnya dan mengeluarkan kalian dengan sebenar-benarnya', pola kematian-kembali-ke-tanah dan kebangkitan yang membentuk siklus lengkap, argumen konsisten tentang kemampuan menciptakan kembali berdasarkan pola yang sudah terbukti dalam siklus kehidupan.
Penjelasan pilihan kata
Tiga kata di ayat ini masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an: (يُعِيدُكُمْ, yu'iidukum), (وَيُخْرِجُكُمْ, wayukhrijukum), dan (إِخْرَاجًا, ikhraajan). Dari lima patah kata penyusunnya, tiga tidak berulang di mana pun. Ini menempatkan ayat ini di jajaran paling padat kata langka di surah ini bersama 71:9 dan 71:27.
Bentuk (يُعِيدُكُمْ, yu'iidukum) berarti mengembalikan, dari akar yang berkaitan dengan kembali ke keadaan semula. Sasarannya disebut dengan akhiran yang berarti 'ke dalamnya', dan yang dirujuk adalah bumi yang disebut di 71:17. Jadi ayat ini menyambung langsung ke ayat sebelumnya dan tidak bisa dibaca sendirian. Yang dikembalikan bukan ke tempat, melainkan ke bahan asal, sesuai pilihan kata kerja di 71:17 yang memakai gambaran tumbuhan.
Bentuk (وَيُخْرِجُكُمْ, wayukhrijukum) berarti mengeluarkan, dan ia diikuti bentukan benda dari akar yang sama sebagai penguat. Susunan itu cara penekanan yang sudah dipakai di 71:7, 71:9, dan 71:17. Empat kali dalam satu surah, dan ini yang keempat. Bunyi harfiahnya kira-kira 'mengeluarkan kalian dengan pengeluaran'. Terjemahan 'dengan sebenar-benarnya' memakai ungkapan penguat yang wajar dalam bahasa Indonesia, dan bentuk pengulangannya larut.
Perlu dicatat bahwa ketiga tahap disebut dengan gambaran yang sama, yaitu gambaran tumbuhan. Ditumbuhkan di 71:17, dikembalikan ke tanah di sini, lalu dikeluarkan lagi. Yang terakhir itu persis yang terjadi pada benih: ia masuk ke tanah, lenyap dari pandangan, lalu keluar kembali dalam bentuk yang berbeda. Kebangkitan dilukiskan tanpa satu kata pun yang khusus tentang kebangkitan.
Kata (ثُمَّ, tsumma) di awal ayat menandai urutan dengan jarak, sama seperti di 71:8 dan 71:9. Ia bukan 'lalu' yang langsung menyusul. Di sini jarak yang ditandainya adalah seluruh umur manusia. Satu kata penghubung menampung rentang dari saat seseorang tumbuh sampai saat ia dikembalikan, dan terjemahan 'kemudian' menahan jarak itu tanpa mengukurnya.
Perlu dicatat bahwa ketiga perbuatan di dua ayat ini, yaitu di 71:17 dan 71:18, semuanya memakai akhiran yang menunjuk 'kalian'. Bukan manusia pada umumnya, bukan pula generasi terdahulu, melainkan mereka yang sedang mendengar. Ketiga tahap itu dinyatakan sebagai perjalanan yang sedang mereka jalani sendiri, bukan sebagai keterangan tentang orang lain. Akhiran yang berulang tiga kali itulah yang menjadikan argumen tersebut tidak bisa dialihkan.
Susunan penutupnya juga sejajar dengan 71:17. Dua ayat berurutan sama-sama diakhiri bentuk penguat dari akar kata kerjanya sendiri. Yang satu menutup penumbuhan, yang lain menutup pengeluaran. Dua ujung dari satu siklus diberi bentuk penekanan yang identik, dan kesejajaran itu mengikat keduanya sebagai sepasang yang tidak boleh dibaca terpisah.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan siklus hidup-mati-kebangkitan manusia dari dan ke bumi. Ayat ini menyelesaikan gambaran yang dimulai di 71:17. Tiga tahap disebut berurutan: ditumbuhkan, dikembalikan, dikeluarkan. Seluruhnya memakai gambaran yang sama, yaitu gambaran tumbuhan. Dan yang paling menarik, kebangkitan dilukiskan tanpa satu kata pun yang khusus tentang kebangkitan. Yang dipakai adalah kata untuk mengeluarkan, kata yang sehari-hari dipakai untuk apa saja.
Gambarannya persis yang terjadi pada benih. Ia masuk ke tanah, lenyap dari pandangan, lalu keluar kembali dalam bentuk yang berbeda. Orang yang pernah menanam tidak perlu diyakinkan bahwa sesuatu yang hilang di dalam tanah bisa muncul kembali. Argumen tentang kebangkitan di sini tidak berbentuk bantahan atau ancaman; ia berbentuk pengingat tentang sesuatu yang sudah mereka saksikan setiap musim.
Tiga kata di ayat ini masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dari lima patah kata penyusunnya. Kepadatan itu menempatkannya di jajaran paling padat di surah ini bersama 71:9 dan 71:27. Dan kata kerja terakhirnya diikuti kata benda dari akar yang sama sebagai penguat, susunan yang sudah dipakai di 71:7, 71:9, dan 71:17. Ini yang keempat dalam satu surah. Empat kali cara penekanan yang sama dipakai, dan keempatnya menandai sesuatu yang dilakukan sampai batasnya: penyombongan yang penuh, kerahasiaan yang penuh, penumbuhan yang penuh, dan sekarang pengeluaran yang penuh. Yang terakhir itu yang paling menentukan, sebab ia menyangkut apa yang menanti sesudah semuanya selesai.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini melukiskan pengeluaran kembali dari bumi tanpa satu pun kata yang khusus tentang kebangkitan. Yang dipakai adalah kata untuk mengeluarkan, kata yang sehari-hari dipakai untuk apa saja. Allah menjelaskan hal yang paling sulit dipercaya dengan kata yang paling biasa. Menghindari istilah yang berat justru membuat gagasannya lebih mudah masuk, sebab pendengar tidak lebih dulu memasang penolakan terhadap istilahnya. Allah memilih kata yang tidak lebih dulu memancing bantahan pendengarnya.
- Gambarannya persis yang terjadi pada benih: masuk ke tanah, lenyap dari pandangan, lalu keluar kembali dalam bentuk yang berbeda. Orang yang pernah menanam tidak perlu diyakinkan bahwa sesuatu yang hilang di dalam tanah bisa muncul kembali. Argumen Allah di sini bukan bantahan atau ancaman, melainkan pengingat tentang sesuatu yang sudah mereka saksikan sendiri berulang kali. Yang gaib dijelaskan lewat yang terlihat berulang setiap musim tanam.
- Sasaran kata kerja pertama disebut dengan akhiran yang berarti ke dalamnya, dan yang dirujuk adalah bumi di 71:17. Karena di sana bumi disebut sebagai bahan, bukan tempat, maka pengembalian di sini berarti kembali menjadi bahan. Ayat ini menyambung langsung ke ayat sebelumnya dan tidak bisa dibaca sendirian. Gambaran di ayat ini seluruhnya bergantung pada satu pilihan kata di ayat sebelumnya. Membaca keduanya bersama adalah syarat, bukan pilihan.
- Kata kerja terakhir diikuti kata benda dari akar yang sama sebagai penguat, susunan yang sudah dipakai di 71:7, 71:9, dan 71:17. Ini yang keempat dalam satu surah. Keempatnya menandai sesuatu yang dilakukan sampai batasnya: penyombongan yang penuh, kerahasiaan yang penuh, penumbuhan yang penuh, dan pengeluaran yang penuh. Yang terakhir paling menentukan, sebab ia menyangkut apa yang menanti sesudah semuanya selesai. Allah memakai bentuk penekanan yang sama untuk empat hal yang sangat berbeda beratnya.
- Kata di awal ayat menandai urutan dengan jarak, sama seperti di 71:8 dan 71:9. Di sini jarak yang ditandainya adalah seluruh umur manusia. Satu kata penghubung menampung rentang dari saat seseorang tumbuh sampai saat ia dikembalikan. Terjemahan menahan jarak itu tanpa mengukurnya. Seluruh hidup yang terasa panjang bagi yang menjalaninya diringkas Allah menjadi satu kata sambung. Rentang sepanjang itu diringkas Allah menjadi satu penghubung saja.
- Dari lima patah kata penyusun ayat ini, tiga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kepadatan itu menempatkannya di jajaran paling padat di surah ini bersama 71:9 dan 71:27. Tidak ada ayat pembanding yang bisa dipinjam untuk memastikan nuansanya. Kalau siklus hidup dan mati saja diberi bahasa yang tidak dipakai di tempat lain, seberapa sering kita membacanya dengan perhatian yang sepadan? Perhatian yang kita berikan pada satu ayat jarang sebanding dengan yang dikandungnya.