وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا

Mereka berkata, ‘Jangan sekali-kali kalian meninggalkan tuhan-tuhan kalian, dan jangan pula sekali-kali kalian meninggalkan Wadd, Suwa', Yaguts, Ya'uq, dan Nasr.’

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًاwa-qaaluu laa tadzarunna aalihatakum wa-laa tadzarunna waddan wa-laa suwaa'an wa-laa yaghuutsa wa-ya'uuqa wa-nasranmereka berkata, 'jangan sekali-kali kalian meninggalkan tuhan-tuhan kalian, dan jangan pula sekali-kali kalian meninggalkan Wadd, Suwa', Yaguts, Ya'uq, dan Nasr'
Catatan pilihan kata (ringkas)

WADD = NAMA BERHALA (transliterasi tetap), jangkar medan makna: berhala 'yang disayang'; 2MP diterjemahkan kalian. Konvensi wdd: waduud diterjemahkan 'penyayang' (takrif 'Sang Penyayang' 85:14); mawaddah/wudd diterjemahkan 'rasa sayang'; yuwaadduuna diterjemahkan 'saling menyayangi'; wadda (ingin) diterjemahkan passthrough (cabang keinginan); Wadd 71:23=nama. Registri kolisi kasih: pengasih=rahiim, penyayang=waduud, iba=ra'uuf, rahmat=rahmah, cinta=h-b-b (belum dibedah), sayang=w-d-d. Lih.. habiib, sadiiq)'; waduud (glos ilahi) = 'The LOVING towards his servants (IAmb), or towards those who obey (Bayd): or He who is BELOVED in the hearts of his saints (IAth)', dua arah fa'uul; verba wadda juga = 'ingin' (cabang keinginan; KBBI 'mawadah' n Ar: 'kasih sayang yang disertai KEINGINAN KUAT, kedekatan, dan keterikatan yang mendalam').

Aplikasi

Daftar spesifik berhala yang dipertahankan: 'jangan sekali-kali kalian meninggalkan tuhan-tuhan kalian dan jangan pula sekali-kali kalian meninggalkan Wadd, Suwa', Yaguts, Ya'uq, dan Nasr', penyebutan nama-nama konkret menunjukkan bahwa penolakan bukan abstrak melainkan terikat pada objek pemujaan spesifik yang mengakar dalam tradisi mereka.