رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim selain kehancuran.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِrabbi ghfir lii wa-li-waalidayya wa-li-man dakhala baytiya mu'minan wa-li-l-mu'miniina wa-l-mu'minaati'Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan'
  2. وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًاwa-laa tazidi zh-zhaalimiina illaa tabaaran'janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim selain kehancuran'

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. رَبِّrabbiTuhan
  2. اغْفِرْghfirampunilah
  3. لِيliibagiku
  4. وَلِوَالِدَيَّwa-li-waalidayyadan bagi kedua orang tuaku
  5. وَلِمَنْwa-li-mandan bagi siapa
  6. دَخَلَdakhalamasuk
  7. بَيْتِيَbaytiyarumah-Ku
  8. مُؤْمِنًاmu'minanorang beriman
  9. وَلِلْمُؤْمِنِينَwa-li-l-mu'miniinadan bagi orang-orang beriman
  10. وَالْمُؤْمِنَاتِwa-l-mu'minaatidan perempuan-perempuan beriman
  11. وَلَاwa-laadan janganlah
  12. تَزِدِtazidiEngkau menambah
  13. الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim
  14. إِلَّاillaakecuali
  15. تَبَارًاtabaarankebinasaan

Inti bacaan

Doa penutup yang inklusif dan spesifik: 'ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan', cakupan doa yang meluas dari diri sendiri, keluarga, komunitas langsung, hingga seluruh umat beriman, model doa yang seimbang antara kepentingan personal dan solidaritas komunitas yang lebih luas.

Penjelasan pilihan kata

Kutip ganda (dibuka 71:26) ditutup di ayat penutup surah ini.

Ayat penutup ini punya kembaran yang rapat di 14:41. Bentuk (اغْفِرْ, igfir) muncul di 7 ayat: 3:147, 7:151, 14:41, 23:118, 38:35, 59:10, dan 71:28. Bentuk (وَلِوَالِدَيَّ, waliwaalidayya) muncul di 2 ayat: 14:41 dan 71:28. Bentuk (وَلِلْمُؤْمِنِينَ, walilmu'miniina) muncul di 4 ayat: 14:41, 47:19, 63:8, dan 71:28. Tiga daftar itu bertemu di satu titik selain ayat ini, yaitu 14:41. Ayat tersebut adalah doa Ibrahim yang berbunyi ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang beriman. Kerangkanya sama persis dengan kerangka doa Nuh di sini.

Yang ditambahkan Nuh di luar kerangka itu ada dua. Pertama, siapa pun yang memasuki rumahnya dengan beriman. Kedua, penyebutan perempuan yang beriman secara terpisah dari laki-laki. Dan penutupnya berupa permohonan yang berlawanan arah: agar orang zalim tidak ditambah apa pun selain kehancuran. Jadi doa yang kerangkanya sama dikembangkan ke dua arah sekaligus, meluas ke dalam dan menutup ke luar.

Kata (بَيْتِيَ, baytiya) muncul di 3 ayat: 2:125, 22:26, dan 71:28. Dua yang pertama menyebut rumah dengan akhiran yang menunjuk Allah, yaitu Rumah-Ku, dalam kalimat tentang Kabah. Hanya di sini akhirannya menunjuk manusia. Jadi dari tiga pemakaian, dua menunjuk rumah milik Allah dan satu menunjuk rumah milik seorang utusan.

Bentuk (تَزِدِ, tazidi) muncul di 2 ayat: 71:24 dan 71:28, keduanya di surah ini. Dua ayat itu sama-sama menutup doa dengan rumusan yang hampir kembar. Yang berbeda hanya kata terakhirnya: di 71:24 kesesatan, di sini (تَبَارًا, tabaaran) yang muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an dan berarti kehancuran sampai binasa.

Sapaan (رَبِّ, rabbi) di awal ayat adalah yang keempat dan terakhir di surah ini, sesudah 71:5, 71:21, dan 71:26. Dan ayat ini juga menutup kutipan yang dibuka di 71:26, sekaligus menutup seluruh surah. Penutupnya memakai bunyi tanwin fathah, sama seperti dua puluh tiga ayat sebelumnya sejak 71:5.

Susunan (وَلِمَنْ دَخَلَ, waliman dakhala) juga perlu dicermati. Bentuk (وَلِمَنْ, waliman) muncul di 3 ayat: 12:72, 55:46, dan 71:28, sedangkan (دَخَلَ, dakhala) muncul di 2 ayat: 3:37 dan 71:28. Yang menarik, 3:37 juga memuat kata yang dipakai di 71:17 tentang penumbuhan. Jadi satu ayat di surah lain berbagi dua kata langka dengan dua ayat berbeda di surah ini.

Kata (مُؤْمِنًا, mu'minan) berdiri sebagai keterangan keadaan, bukan sebagai sifat bagi orang yang masuk. Jadi bunyinya 'yang memasuki rumahku dalam keadaan beriman', bukan 'orang beriman yang memasuki rumahku'. Perbedaan itu halus tetapi menentukan: yang disyaratkan adalah keadaan pada saat masuk, bukan sebutan yang melekat sebelumnya.

Tafsiran

Ayat penutup surah ini merangkum doa Nuh untuk ampunan diri, orang tua, dan seluruh orang beriman, disertai permohonan kehancuran bagi orang zalim. Ayat penutup surah ini adalah doa yang meluas dan menyempit sekaligus. Ia dibuka dengan permohonan ampun bagi diri sendiri, lalu melebar ke kedua orang tua, lalu ke siapa pun yang memasuki rumahnya dengan beriman, lalu ke seluruh orang beriman laki-laki dan perempuan. Lingkarannya membesar dari satu orang menjadi tak terbatas. Lalu kalimat terakhir menutup ke arah sebaliknya dengan permohonan tentang orang zalim.

Kerangkanya sama persis dengan 14:41, doa Ibrahim yang berbunyi ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang beriman. Tiga rangkaian kata di ayat ini bertemu hanya di ayat itu. Dua nabi yang terpisah jauh mengucapkan doa dengan kerangka yang identik. Yang ditambahkan Nuh ada dua: siapa pun yang memasuki rumahnya dengan beriman, dan penyebutan perempuan yang beriman secara terpisah. Jadi kerangka yang sama dikembangkan, bukan diulang begitu saja.

Yang paling menyentuh adalah penyebutan rumah. Kata untuk rumah dengan akhiran kepemilikan muncul di 3 ayat, dan dua yang pertama menunjuk rumah milik Allah dalam kalimat tentang Kabah. Hanya di sini akhirannya menunjuk manusia. Sesudah seluruh surah menceritakan penolakan yang berlangsung sepanjang siang dan malam, ayat terakhir menyebut rumahnya sendiri sebagai tempat orang beriman masuk. Ukuran keberhasilan yang tersisa bukan jumlah pengikut, melainkan siapa saja yang pernah melewati pintunya dengan membawa iman. Dan penutupnya kembali ke rumusan yang sama dengan 71:24, hanya dengan kata terakhir yang lebih keras. Dua doa terakhir Nuh berakhir dengan bentuk kalimat yang sama, dan surah ini ditutup oleh kata yang muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.

Renungan dan Hikmah

  • Doa ini dibuka dengan permohonan ampun bagi diri sendiri, lalu melebar ke kedua orang tua, ke siapa pun yang memasuki rumahnya dengan beriman, lalu ke seluruh orang beriman. Lingkarannya membesar dari satu orang menjadi tak terbatas. Lalu kalimat terakhir menutup ke arah sebaliknya. Allah merekam doa yang bergerak dua arah dalam satu tarikan, dan bentuk itu memperlihatkan bahwa mendoakan kebaikan dan menerima ketetapan bisa berdiri berdampingan. Allah menerima doa yang di dalamnya ada permohonan kebaikan dan penerimaan atas ketetapan.
  • Tiga rangkaian kata di ayat ini bertemu hanya di 14:41, doa Ibrahim yang berbunyi ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang beriman. Dua nabi yang terpisah jauh mengucapkan doa dengan kerangka yang identik. Yang ditambahkan Nuh ada dua: siapa pun yang memasuki rumahnya dengan beriman, dan penyebutan perempuan yang beriman secara terpisah. Kerangka yang sama dikembangkan, bukan sekadar diulang. Isi doa yang berulang di dua zaman menandakan sumbernya satu, bukan susunan pribadi.
  • Kata untuk rumah dengan akhiran kepemilikan muncul di 3 ayat: 2:125, 22:26, dan 71:28. Dua yang pertama menunjuk rumah milik Allah dalam kalimat tentang Kabah. Hanya di sini akhirannya menunjuk manusia. Sesudah seluruh surah menceritakan penolakan sepanjang siang dan malam, ayat terakhir menyebut rumahnya sendiri sebagai tempat orang beriman masuk. Ukuran yang tersisa bukan jumlah pengikut, melainkan siapa yang pernah melewati pintunya membawa iman. Di sisi Allah, seorang yang benar-benar beriman lebih berarti daripada kerumunan tanpa hati.
  • Nuh menyebut orang beriman laki-laki dan perempuan secara terpisah, sedangkan 14:41 hanya menyebut bentuk yang umum. Penyebutan terpisah itu tambahan yang khas di ayat ini. Allah merekamnya apa adanya, dan terjemahan mempertahankan keduanya. Menyebut secara terpisah menghilangkan kemungkinan salah paham bahwa yang dimaksud hanya sebagian, dan kejelasan seperti itu tidak pernah berlebihan dalam doa. Ketelitian dalam berdoa bukan kerewelan; ia bagian dari kesungguhan.
  • Bentuk kata kerja di penutup ayat muncul di 2 ayat, keduanya di surah ini: 71:24 dan 71:28. Dua ayat sama-sama menutup doa dengan rumusan yang hampir kembar. Yang berbeda hanya kata terakhirnya: di 71:24 kesesatan, di sini kehancuran yang muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Dua doa terakhir Nuh berakhir dengan bentuk kalimat yang sama, dan yang kedua lebih keras daripada yang pertama. Nada yang menguat di doa terakhir menandai bahwa segala cara sudah ditempuh sebelumnya.
  • Sapaan kepada Allah di awal ayat adalah yang keempat dan terakhir di surah ini, sesudah 71:5, 71:21, dan 71:26. Empat kali sapaan yang sama menandai empat kali Nuh berpaling dari manusia kepada Allah. Dan surah ini ditutup oleh kata yang muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dengan bunyi yang sama seperti dua puluh tiga ayat sebelumnya. Kalau seorang yang berseru seumur hidupnya menutup dengan doa, apa yang pantas menutup usaha kita? Surah yang dibuka perintah memberi peringatan ditutup permohonan ampunan.