وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

Dan bahwa ada beberapa lelaki dari manusia yang berlindung kepada beberapa lelaki dari jin, sehingga mereka menambah bagi mereka kesesatan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًاwa-annahu kaana rijaalun mina l-insi ya'uudzuuna bi-rijaalin mina l-jinni fa-zaaduuhum rahaqan'dan bahwa ada beberapa lelaki dari manusia yang berlindung kepada beberapa lelaki dari jin, sehingga mereka menambah bagi mereka kesesatan'

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَأَنَّهُwa-annahudan sesungguhnya Dia
  2. كَانَkaanaada
  3. رِجَالٌrijaalunpara lelaki
  4. مِنَminadari
  5. الْإِنْسِl-insimanusia
  6. يَعُوذُونَya'uudzuunamereka meminta perlindungan
  7. بِرِجَالٍbi-rijaalindengan orang-orang
  8. مِنَminadari
  9. الْجِنِّl-jinnijin
  10. فَزَادُوهُمْfa-zaaduuhummaka mereka menambah bagi mereka
  11. رَهَقًاrahaqankesulitan

Inti bacaan

Ketergantungan yang memperburuk kondisi: 'ada beberapa lelaki dari manusia yang berlindung kepada beberapa lelaki dari jin, sehingga mereka menambah bagi mereka kesesatan', peringatan bahwa mencari perlindungan dari sumber yang salah bukan hanya gagal melindungi, tetapi justru memperparah masalah yang dihadapi.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini memuat tiga kata yang masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dari sebelas patah kata yang menyusunnya. Ketiganya adalah (يَعُوذُونَ, ya'uudzuuna), (بِرِجَالٍ, birijaalin), dan (فَزَادُوهُمْ, fazaaduuhum). Kepadatan seperti itu tidak biasa. Ia menandai bahwa keadaan yang dilukiskan di sini memang tidak dilukiskan di tempat lain dengan cara yang sama, sehingga tidak ada kalimat pembanding yang bisa dipakai untuk memudahkan pembacaan.

Bentuk (يَعُوذُونَ, ya'uudzuuna) berakar pada perbuatan berlindung, dan akar yang sama dipakai dalam kalimat meminta perlindungan kepada Allah yang dikenal luas. Di sini akar itu dipakai untuk perbuatan yang sebaliknya: berlindung bukan kepada Allah. Polanya menandai perbuatan yang berlangsung terus, bukan sekali jadi. Terjemahan 'berlindung' menahan makna dasarnya, sedangkan sifat berulangnya tersimpan dalam bentuk kata kerjanya.

Kata (بِرِجَالٍ, birijaalin) menarik karena bentuknya tidak tentu. Dalam bahasa Arab, kata tanpa penanda 'itu' atau 'yang dikenal' menunjuk sesuatu yang tidak ditentukan. Karena itu terjemahannya 'beberapa lelaki', bukan 'para lelaki'. Pasangannya di awal kalimat, (رِجَالٌ, rijaalun), juga tidak tentu, dan bentuk itu muncul di 6 ayat: 7:46, 9:108, 24:37, 33:23, 48:25, dan 72:6. Di lima ayat lainnya kata itu dipakai untuk memuji manusia yang teguh. Hanya di sini ia dipakai dalam kalimat tentang kekeliruan.

Yang paling perlu dijaga adalah (فَزَادُوهُمْ, fazaaduuhum). Kata kerjanya berarti 'mereka menambah bagi mereka'. Ada dua pihak berbeda dalam satu kata: pelaku jamak dan penerima jamak. Susunan itu tidak boleh dilipat menjadi satu. Terjemahan 'sehingga mereka menambah bagi mereka' terdengar berulang dalam bahasa Indonesia, tetapi justru itu yang tertulis, dan pengulangan kata ganti inilah yang menyimpan gambaran hubungan dua arah yang saling merugikan.

Penutup ayat, (رَهَقًا, rahaqan), muncul di 2 ayat: 72:6 dan 72:13, keduanya di surah ini. Kata itu menandai sesuatu yang menutupi dan menindih, seperti beban yang menutup pandangan. Ia bukan 'dosa' dan bukan 'sesat' dalam arti yang biasa. Di 72:13 ia muncul lagi sebagai hal yang tidak perlu ditakuti oleh orang yang beriman kepada Tuhannya. Jadi satu kata yang sama menutup dua ayat dengan hasil yang berlawanan: di sini ia bertambah karena salah tempat berlindung, di sana ia lenyap karena benar tempat berlindung.

Perlu dicatat pula bahwa yang disebut sebagai pelaku di awal ayat adalah manusia, bukan jin. Susunan kalimatnya menempatkan manusia sebagai pihak yang mendatangi dan jin sebagai pihak yang didatangi. Urutan itu tidak boleh dibalik dalam terjemahan. Kalimat ini bukan laporan tentang jin yang mendatangi manusia untuk menggoda, melainkan tentang manusia yang datang sendiri mencari perlindungan. Kesalahan arah dalam menerjemahkan susunan seperti ini akan memindahkan tanggung jawab dari pihak yang memulai kepada pihak yang didatangi.

Tafsiran

Ayat ini mencatat godaan yang terjadi antara manusia dan jin. Ayat ini melukiskan hubungan yang dikira menguntungkan padahal merugikan dua-duanya. Manusia mencari perlindungan kepada pihak yang tak terlihat, dan pihak yang didatangi itu justru menambah beban mereka. Yang dicari adalah rasa aman, yang didapat adalah tindihan. Kata penutupnya menandai sesuatu yang menutupi, bukan yang melegakan.

Perhatikan bahwa kesaksian ini datang dari pihak yang didatangi. Bukan manusia yang mengeluh telah tertipu, melainkan jin sendiri yang mengakui bahwa kedatangan itu berakhir dengan tambahan beban. Kesaksian dari pihak yang seharusnya diuntungkan selalu lebih telak daripada keluhan dari pihak yang dirugikan. Ini melanjutkan pola yang sudah muncul di 72:3, ketika mereka sendiri yang menyatakan Allah tidak berpasangan. Dua kali dalam surah pendek ini, pihak yang dijadikan sandaran menolak kedudukan itu dengan mulut mereka sendiri.

Ada satu hal yang mudah terlewat. Kata kerja penutupnya berbentuk jamak untuk pelaku dan jamak untuk penerima, sehingga bunyinya 'mereka menambah bagi mereka'. Susunan itu menyimpan gambaran hubungan yang berputar. Yang datang menjadi bertambah bebannya, dan yang didatangi ikut terseret dalam kekeliruan yang sama. Tidak ada yang keluar sebagai pemenang. Di 72:13 kata penutup yang sama muncul lagi, kali ini sebagai hal yang tidak perlu ditakuti oleh yang beriman kepada Tuhannya. Perbandingan dua ayat itu menyusun jawaban yang utuh: beban bertambah ketika perlindungan dicari pada yang tidak menguasai apa-apa, dan beban itu hilang ketika perlindungan dicari pada Yang menguasai segalanya.

Renungan dan Hikmah

  • Yang dicari dalam perbuatan ini adalah rasa aman, tetapi yang diperoleh adalah tindihan. Kata penutup ayat menandai sesuatu yang menutupi pandangan, bukan yang melegakan. Perlindungan yang dicari pada pihak yang tidak menguasai apa pun tidak berhenti pada gagal menolong; ia menambah beban baru. Allah menyebut akibatnya, bukan hanya kesalahannya. Banyak jalan pintas dalam hidup bekerja begini. Ia menjanjikan kelegaan cepat, lalu meninggalkan tanggungan yang lebih berat daripada masalah yang semula hendak dihindari.
  • Kata kerja di ayat ini berakar pada perbuatan berlindung, akar yang sama dengan kalimat meminta perlindungan kepada Allah yang dikenal luas. Yang berbeda bukan perbuatannya, melainkan kepada siapa perbuatan itu ditujukan. Ini menunjukkan bahwa naluri mencari perlindungan bukan cacat. Allah menciptakan manusia memang membutuhkan tempat bersandar. Yang menentukan selamat atau celaka adalah alamatnya. Naluri yang sama bisa membawa orang kepada Allah atau menjauhkannya, tergantung ke mana ia diarahkan ketika rasa takut datang.
  • Yang mengakui bahwa hubungan itu berakhir buruk bukan manusia yang tertipu, melainkan jin yang didatangi. Pengakuan dari pihak yang seharusnya diuntungkan jauh lebih telak daripada keluhan pihak yang dirugikan. Pola ini sudah muncul di 72:3, ketika mereka sendiri menyatakan Allah tidak berpasangan. Dua kali dalam surah pendek ini, yang dijadikan sandaran menolak kedudukan itu. Kalau yang dituju saja berkata jangan menuju kepadaku, apa lagi yang tersisa untuk diperdebatkan?
  • Ayat ini memuat tiga kata yang masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dari sebelas patah kata penyusunnya. Kepadatan seperti itu jarang. Artinya keadaan yang dilukiskan di sini tidak dilukiskan di tempat lain dengan cara yang sama, sehingga tidak ada ayat pembanding yang bisa meringankan pembacaan. Allah memilih kata-kata yang khusus untuk keadaan yang khusus. Membaca ayat semacam ini menuntut kesabaran, sebab tidak ada jalan pintas lewat ayat lain yang bunyinya mirip.
  • Kata kerja penutup ayat ini memuat pelaku jamak sekaligus penerima jamak, sehingga bunyinya mereka menambah bagi mereka. Terjemahan yang setia terdengar berulang dalam bahasa Indonesia, dan justru pengulangan itu yang menyimpan gambaran hubungan berputar. Yang datang bertambah bebannya, yang didatangi ikut terseret. Allah melukiskan kerusakan yang mengenai kedua belah pihak sekaligus. Dalam hubungan yang dibangun di atas kekeliruan, biasanya memang tidak ada yang benar-benar keluar sebagai pemenang.
  • Kata penutup ayat ini muncul di 2 ayat saja, yaitu 72:6 dan 72:13. Di sini ia bertambah karena perlindungan dicari pada tempat yang salah. Di sana ia lenyap karena perlindungan dicari pada Tuhan yang benar. Kata yang sama menutup dua ayat dengan hasil yang berkebalikan. Susunan itu bukan kebetulan. Allah menempatkan penawarnya di dalam surah yang sama, hanya tujuh ayat kemudian, seolah menunjukkan bahwa jalan keluarnya tidak pernah jauh dari tempat masalahnya disebut.