وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا
Dan bahwa di antara kami ada yang saleh dan di antara kami ada yang selain itu; kami menempuh jalan-jalan yang berbeda-beda,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَwa-annaa minnaa sh-shaalihuuna wa-minnaa duuna dzaalika'dan bahwa di antara kami ada yang saleh dan di antara kami ada yang selain itu'
- كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًاkunnaa tharaa'iqa qidadan'kami menempuh jalan-jalan yang berbeda-beda'
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَأَنَّاwa-annaadan bahwa kami
- مِنَّاminnaadari kami
- الصَّالِحُونَsh-shaalihuunaorang-orang saleh
- وَمِنَّاwa-minnaadan di antara kami
- دُونَduunaselain
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- كُنَّاkunnaakami adalah
- طَرَائِقَtharaa'iqajalan-jalan
- قِدَدًاqidadanberbeda-beda
Inti bacaan
Keragaman internal yang diakui: 'di antara kami ada yang saleh dan di antara kami ada yang selain itu; kami menempuh jalan-jalan yang berbeda-beda', pengakuan bahwa keragaman moral bukan eksklusif manusia, setiap komunitas (termasuk jin) memiliki spektrum pilihan yang berbeda-beda di antara anggotanya.
Penjelasan pilihan kata
'Dzaalika' dikonfirmasi morfologi sebagai objek preposisi, diterjemahkan 'itu'.
Susunan ayat ini punya kembaran yang mengejutkan. Kata (الصَّالِحُونَ, ash-shaalihuuna) muncul di 3 ayat: 7:168, 21:105, dan 72:11. Kata (دُونَ, duuna) dalam bentuk ini muncul di 8 ayat: 4:48, 4:116, 7:168, 21:82, 32:21, 37:86, 52:47, dan 72:11. Dua daftar itu bertemu di satu titik selain ayat ini, yaitu 7:168. Dan di 7:168 kalimatnya berbunyi 'di antara mereka ada yang saleh, dan ada yang tidak demikian', susunan yang nyaris kembar dengan ayat ini. Bedanya, di sana yang dibicarakan adalah manusia di bumi, di sini jin tentang kalangan mereka sendiri.
Kata (طَرَائِقَ, tharaa-iqa) muncul di 2 ayat: 23:17 dan 72:11. Ia bentuk jamak dari kata yang berarti jalan atau lapisan. Di 23:17 kata itu dipakai untuk tujuh lapis di atas manusia, sesuatu yang tersusun rapi dan teratur. Di sini ia dipakai untuk jalan hidup yang tercerai-berai. Kata yang sama menampung keteraturan dan kekacauan; yang membedakan adalah kata yang mengikutinya.
Penutup ayat, (قِدَدًا, qidadan), muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, di ayat ini. Akarnya berkaitan dengan memotong memanjang, seperti kulit yang dibelah menjadi jalur-jalur. Gambarannya bukan sekadar 'berbeda-beda', melainkan terbelah menjadi potongan yang terpisah satu sama lain. Terjemahan 'yang berbeda-beda' dipakai karena paling wajar dibaca, dengan catatan bahwa aslinya membawa gambaran pembelahan yang lebih tajam.
Bentuk (وَمِنَّا, waminnaa) muncul di 2 ayat: 72:11 dan 72:14, keduanya di surah ini. Dalam ayat ini ia muncul dua kali berturutan, membelah kalangan mereka menjadi dua bagian. Di 72:14 pola yang sama diulang, tetapi dengan sebutan yang berbeda untuk kedua bagiannya. Pengulangan susunan yang sama dengan isi yang berbeda itu memberi kesan sedang menghitung dari dua sudut: sekali menurut perilaku, sekali menurut kedudukan di hadapan Allah.
Yang tidak boleh dilewatkan adalah bagian kedua kalimat itu. Teks tidak menyebutkan lawan dari 'yang saleh' dengan nama. Ia hanya berkata 'yang selain itu'. Menyebut satu golongan dengan nama dan golongan lain hanya sebagai 'selain itu' adalah cara berbicara yang menahan diri. Terjemahan mempertahankan kekaburan itu dan tidak menggantinya dengan 'yang jahat', sebab teks memang tidak menuliskannya.
Satu catatan tentang kalimat penutupnya. Bentuk (كُنَّا, kunnaa) di sana menandai keadaan yang berlangsung di masa lampau, sehingga terjemahannya 'kami menempuh', bukan 'kami menempuh sekarang'. Kalimat itu berdiri tanpa penghubung dengan kalimat sebelumnya, sebuah susunan yang dalam bahasa Arab dipakai untuk menjelaskan atau merangkum yang baru saja disebut. Jadi bagian akhir ayat ini bukan keterangan baru, melainkan ringkasan atas pembagian yang barusan dinyatakan.
Tafsiran
Ayat ini mencatat keberagaman jalan di antara golongan jin. Ayat ini menolak satu kebiasaan berpikir yang sangat umum, yaitu menilai seluruh kelompok dari satu contoh. Mereka menyatakan bahwa di kalangan mereka ada yang saleh dan ada yang tidak. Pengakuan itu datang dari dalam, bukan dari pengamat luar. Dan yang mengakuinya adalah pihak yang biasanya dipandang sebagai satu blok tanpa perbedaan.
Kesejajarannya dengan 7:168 patut diperhatikan. Ayat itu berbicara tentang manusia di bumi dengan susunan yang nyaris sama: ada yang saleh, ada yang tidak demikian. Dua jenis makhluk yang berbeda ternyata digambarkan dengan kalimat yang hampir kembar. Ini melanjutkan apa yang sudah dinyatakan di 72:7, ketika dugaan jin dan dugaan manusia disamakan. Surah ini berulang kali menempatkan dua jenis makhluk itu dalam kedudukan yang sejajar di hadapan Allah, tanpa memberi keistimewaan kepada yang mana pun.
Ada kehati-hatian dalam cara mereka menyebut golongan yang kedua. Yang saleh disebut dengan nama, sedangkan lawannya hanya disebut 'yang selain itu'. Mereka tidak menempelkan label. Cara berbicara seperti ini melindungi dari kesombongan yang biasanya menyusup ketika seseorang membagi kelompok menjadi baik dan buruk. Di 72:14 pembagian yang sama diulang, kali ini dengan sebutan yang lebih tegas untuk kedua sisinya, dan penutupnya di 72:15 menyebutkan akibat yang menanti. Jadi surah ini bergerak dari pembagian yang berhati-hati menuju keterangan yang terang, dan urutan itu sendiri mengajarkan sesuatu tentang kapan sebuah penilaian layak diucapkan.
Renungan dan Hikmah
- Mereka menyatakan bahwa di kalangan mereka ada yang saleh dan ada yang tidak. Pengakuan itu datang dari dalam, bukan dari pengamat luar, dan datang dari pihak yang biasanya dipandang sebagai satu blok tanpa perbedaan. Allah merekamnya sebagai bagian dari kesaksian yang benar. Menilai seluruh kelompok dari satu contoh adalah jalan pintas berpikir yang murah dan sering keliru. Mengapa kita begitu mudah menerima pembagian borongan tentang kelompok lain, padahal kita menolaknya mentah-mentah ketika dikenakan pada kelompok kita sendiri?
- Dua kata langka dalam ayat ini bertemu lagi hanya di 7:168, ayat yang berbunyi di antara mereka ada yang saleh dan ada yang tidak demikian. Susunannya nyaris kembar, tetapi yang dibicarakan di sana adalah manusia di bumi. Allah memakai kalimat yang hampir sama untuk dua jenis makhluk yang berbeda. Ini melanjutkan apa yang sudah dinyatakan di 72:7. Surah ini berulang kali menempatkan keduanya sejajar di hadapan Allah, tanpa keistimewaan bagi yang mana pun.
- Yang saleh disebut dengan nama, sedangkan lawannya hanya disebut yang selain itu. Mereka tidak menempelkan sebutan buruk. Terjemahan mempertahankan kekaburan itu dan tidak menggantinya dengan yang jahat, sebab teks memang tidak menuliskannya. Cara berbicara seperti ini melindungi dari kesombongan yang biasa menyusup ketika seseorang membagi orang menjadi baik dan buruk. Menyebut kebaikan dengan terang dan keburukan dengan hemat adalah adab yang sering hilang dari perdebatan tentang agama.
- Kata untuk jalan di ayat ini muncul di 2 ayat saja, yaitu 23:17 dan 72:11. Di ayat yang satu ia menunjuk tujuh lapis yang tersusun rapi di atas manusia. Di ayat ini ia menunjuk jalan hidup yang tercerai-berai. Kata yang sama menampung keteraturan ciptaan Allah dan kekacauan pilihan makhluk. Yang membedakan bukan kata itu, melainkan siapa yang menyusunnya. Yang disusun Allah tertata; yang disusun makhluk atas kehendak sendiri sering berakhir terbelah.
- Kata penutup ayat ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berkaitan dengan memotong memanjang, seperti kulit yang dibelah menjadi jalur-jalur terpisah. Gambarannya lebih tajam daripada sekadar berbeda-beda. Perbedaan bisa hidup berdampingan, sedangkan terbelah berarti terputus. Allah memilih kata yang membawa gambaran pemisahan, bukan keragaman. Perbedaan jalan yang dimaksud di sini bukan kekayaan yang patut dirayakan, melainkan keretakan yang dilaporkan apa adanya.
- Penanda pembagian di ayat ini muncul di 2 ayat, yaitu 72:11 dan 72:14, keduanya di surah ini. Di sini ia membelah menurut perilaku, yaitu saleh dan selain itu. Di sana ia membelah menurut kedudukan di hadapan Allah, yaitu berserah diri dan menyimpang. Dua pembagian atas kalangan yang sama, dengan ukuran yang berbeda. Susunan itu mengingatkan bahwa satu kelompok bisa dipetakan dengan lebih dari satu ukuran, dan ukuran yang dipilih menentukan siapa yang tampak di mana.