وَأَنَّهُ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا
Dan bahwa ketika hamba Allah berdiri menyeru-Nya, mereka hampir-hampir berdesakan mengerumuninya.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَأَنَّهُ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًاwa-annahu lammaa qaama abdu llaahi yad'uuhu kaaduu yakuunuuna alayhi libadandan bahwa ketika hamba Allah berdiri menyeru-Nya, mereka hampir-hampir berdesakan mengerumuninya
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-w-m, '-b-d, a-l-h, d-'-w, k-w-d, k-w-n, l-b-d): qaama abd allaah yad'uuhu diterjemahkan 'hamba Allah berdiri menyeru-Nya' (akar q-w-m + akar '-b-d + akar d-'-w, Nabi='abd Allah yang menyeru (da'aa) Allah; salat=menyeru-terarah, sepola kerangka s-l-w); kaaduu yakuunuuna alayhi libadan diterjemahkan 'hampir berdesakan mengerumuninya' (akar l-b-d). Selaras.
Aplikasi
Reaksi berlebihan terhadap ibadah murni: 'ketika hamba Allah berdiri menyeru-Nya, mereka hampir-hampir berdesakan mengerumuninya', gambaran ketertarikan intens (baik positif maupun mengganggu) terhadap tindakan ibadah yang tulus, pengakuan bahwa komitmen spiritual yang jelas bisa menarik perhatian besar dari sekitarnya.