قُلْ إِنِّي لَا أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا رَشَدًا

Katakanlah, “Sesungguhnya aku tidak menguasai mudarat dan tidak kebaikan bagi kalian.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. قُلْ إِنِّي لَا أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا رَشَدًاqul innii laa amliku lakum darran wa-laa rashadankatakanlah, 'sesungguhnya aku tidak menguasai mudarat dan tidak kebaikan bagi kalian'
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-w-l, m-l-k, d-r-r, r-sh-d): laa amliku lakum darran wa laa rashadan diterjemahkan 'aku tak menguasai mudarat & kebaikan bagi kalian' (akar m-l-k + akar d-r-r + akar r-sh-d, peran-disangkal: Nabi tak berkuasa memberi manfaat/mudarat, itu milik Allah, cf. 7:188, 10:49). Selaras.

Aplikasi

Pengakuan keterbatasan kekuasaan personal: 'sesungguhnya aku tidak menguasai mudarat dan tidak (pula) kebaikan bagi kalian', kerendahan hati yang eksplisit tentang batas kemampuan penyampai pesan, bukan klaim kekuatan supernatural pribadi.