إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا
Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًاinnaa sa-nulqii 'alayka qawlan tsaqiilansesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat
Terjemahan per kata (5 kata)
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- سَنُلْقِيsa-nulqiiKami akan menimpakan
- عَلَيْكَ'alaykaatasmu
- قَوْلًاqawlanperkataan
- ثَقِيلًاtsaqiilanyang berat
Inti bacaan
Pengakuan bobot tanggung jawab wahyu: 'sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat', pengingat bahwa menerima dan menyampaikan wahyu bukan tugas ringan, persiapan mental dan spiritual (bangun malam) sebagai bentuk kesiapan menghadapi tanggung jawab besar tersebut.
Penjelasan pilihan kata
Janji (سَنُلْقِي, sanulqii) tercatat di 2 ayat, yaitu 3:151 dan ayat ini. Ia berarti Kami akan mencampakkan atau menimpakan sesuatu kepada pihak lain.
Perhatikan bahwa yang ditimpakan di dua tempat itu berbeda jauh. Di 3:151 yang ditimpakan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang kufur, sedangkan di sini yang ditimpakan perkataan berat kepada Nabi.
Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan keduanya. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu kata dipakai untuk menakuti penentang dan untuk membebani utusan.
Kata (ثَقِيلًا, tsaqiilan) tercatat di 2 ayat, yaitu ayat ini dan 76:27. Di 76:27 yang disebut berat adalah hari kiamat yang ditinggalkan di belakang oleh orang-orang yang mencintai dunia.
Perhatikan bahwa dua kali pemakaiannya menempel pada benda yang berbeda. Yang satu menempel pada perkataan, yang lain menempel pada hari perhitungan.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa wahyu dan hari perhitungan sama-sama disebut berat dengan satu kata yang sama.
Perhatikan bahwa beratnya disebut sebelum isinya diberitahukan. Ayat ini tidak menerangkan apa isi perkataan itu, dan tidak pula menyebut kapan datangnya.
Keterangan tentang isinya tersebar di ayat-ayat sesudahnya. Yang menyusul justru perintah bersabar di 73:10 dan gambaran hari kiamat di 73:14.
Perhatikan bahwa pembuka penegas (إِنَّا, innaa) tercatat di 154 ayat, di antaranya 2:14, 2:119, dan 2:156. Ia memakai bentuk waktu yang belum terjadi, sehingga bebannya masih akan datang.
Al-Qur'an tidak menandai pemilihan waktu itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa perintah bangun malam datang lebih dulu, dan alasannya baru menyusul di ayat kelima.
Perhatikan bahwa urutan ini menaruh persiapan sebelum beban. Empat ayat pertama mengatur malam dan bacaan, baru sesudah itu bebannya disebut.
Susunan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa latihannya lebih dulu diperintahkan, dan sebabnya disebut kemudian.
Perhatikan bahwa yang berat di sini perkataan, bukan pekerjaan atau perjalanan. Yang disebut bebannya ucapan yang akan diturunkan, bukan tugas jasmani.
Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa bobot yang disebut melekat pada firman, dan bukan pada hal lain di luarnya.
Perhatikan bahwa alasan ibadah malam di surah ini bukan pahala. Yang disebut sebagai sebab justru beban yang akan datang.
Hubungan sebab itu tidak dirinci Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua hal itu diletakkan berurutan, yaitu perintah berlatih lalu pemberitahuan bebannya.
Tafsiran
Ayat ini menjelaskan alasan persiapan: beban wahyu yang berat. Ayat ini menyebut alasan di balik perintah empat ayat sebelumnya, yaitu perkataan berat yang akan ditimpakan kepada Nabi. Janji yang dipakai di sini tercatat di 2 ayat, yaitu 3:151 dan ayat ini.
Yang ditimpakan di dua tempat itu berbeda jauh. Di 3:151 yang ditimpakan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang kufur, sedangkan di sini yang ditimpakan perkataan berat kepada utusan-Nya sendiri. Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan keduanya.
Kata berat di ayat ini tercatat di 2 ayat, yaitu ayat ini dan 76:27. Di 76:27 yang disebut berat adalah hari yang ditinggalkan di belakang oleh orang-orang yang mencintai dunia, sedangkan di sini yang berat adalah wahyu itu sendiri.
Beratnya disebut sebelum isinya diberitahukan. Ayat ini tidak menerangkan apa isi perkataan tersebut dan tidak pula menyebut kapan datangnya, dan yang menyusul justru perintah bersabar di 73:10 serta gambaran hari kiamat di 73:14.
Urutan surah ini menaruh persiapan sebelum beban. Empat ayat pertama mengatur malam dan bacaan, dan baru sesudah itu sebabnya disebut, sehingga latihannya berjalan lebih dulu daripada pemberitahuannya.
Yang berat di sini juga perkataan, bukan pekerjaan atau perjalanan. Bobot yang disebut melekat pada firman yang akan diturunkan, dan Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu lebih jauh.
Renungan dan Hikmah
- Satu kata yang sama dipakai Allah untuk menimpakan rasa takut kepada penentang di 3:151 dan untuk menimpakan perkataan berat kepada utusan-Nya di ayat ini. Kata itu cuma tercatat di dua ayat tersebut di seluruh Al-Qur'an, jadi pemakaiannya berhenti di sana. Yang menerima berbeda, dan yang ditimpakan pun berbeda jauh. Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan keduanya, dan yang bisa dibaca cuma bahwa satu tindakan menyentuh dua pihak yang berlawanan kedudukannya. Jarak antara 3:151 dan ayat ini 70 surah.
- Kata berat di ayat ini cuma dipakai Allah di dua tempat, yaitu di sini dan di 76:27. Di 76:27 yang berat adalah hari perhitungan yang ditinggalkan di belakang oleh orang-orang yang mencintai dunia, sedangkan di sini yang berat adalah wahyu yang diturunkan kepada Nabi. Dua beban itu berdiri di dua sisi yang berbeda, sebab yang satu dipikul dan yang lain dihindari. Apa yang membuat wahyu disebut seberat hari perhitungan?
- Empat ayat pertama surah ini mengatur malam dan bacaan, dan baru di ayat kelima Allah menyebut sebabnya. Perintah datang lebih dulu, sedangkan alasannya menyusul di belakang tanpa kalimat penyambung. Nabi diperintah berlatih sebelum diberi tahu apa yang akan dipikulnya. Al-Qur'an tidak menerangkan urutan itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa persiapannya mendahului pemberitahuan bebannya sejauh empat ayat. Keempat ayat itu berjumlah 18 patah.
- Ayat ini menyebut beratnya perkataan tanpa menerangkan isinya. Allah tidak memberi tahu apa yang akan diturunkan dan tidak pula menyebut kapan datangnya, cuma memberi tahu bobotnya. Keterangan yang menyusul justru berupa perintah bersabar di 73:10 dan gambaran hari kiamat di 73:14, bukan rincian isi wahyunya. Al-Qur'an tidak menutup jarak itu, dan yang tertulis cuma peringatan tentang bobot sebelum muatannya tiba. Jarak dari ayat ini ke 73:14 sembilan baris.
- Ayat ini memakai bentuk waktu yang belum terjadi, sehingga bebannya masih akan datang ketika perintah bangun malam diberikan. Pembuka penegasnya tercatat di 154 ayat di seluruh mushaf, di antaranya 2:14, 2:119, dan 2:156, jadi susunannya sendiri lazim. Allah menempatkan latihan sebelum kedatangan beban itu, bukan sesudahnya. Al-Qur'an tidak menerangkan jarak waktunya, dan yang bisa dibaca cuma bahwa persiapannya dimulai sebelum bebannya tiba.
- Alasan bangun malam di surah ini bukan pahala yang dijanjikan, melainkan beban yang akan datang. Allah menyebut perkataan berat sebagai sebab, dan sebab itu diletakkan sesudah perintahnya di 73:2 sampai 73:4. Ibadah malam di sini berdiri sebagai persiapan menghadapi sesuatu, bukan sebagai imbalan atas sesuatu. Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan itu lebih jauh, dan yang tertulis cuma dua hal yang diletakkan berurutan dalam lima ayat pertama. Ganjaran baru disebut di 73:20, lima belas baris sesudah ayat ini.