وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا
Dan bersabarlah atas apa yang mereka katakan, dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًاwa-shbir 'alaa maa yaquuluuna wa-hjurhum hajran jamiilandan bersabarlah atas apa yang mereka katakan, dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَاصْبِرْwa-shbirdan bersabarlah
- عَلَىٰ'alaaatas
- مَاmaaapa yang
- يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
- وَاهْجُرْهُمْwa-hjurhumdan tinggalkanlah mereka
- هَجْرًاhajrandengan kata-kata kasar
- جَمِيلًاjamiilanyang baik
Inti bacaan
Strategi menghadapi penolakan dengan bermartabat: 'bersabarlah atas apa yang mereka katakan, dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik', kombinasi ketahanan (sabar) dan keanggunan (cara yang baik) dalam merespons kritik atau ejekan, model menghadapi permusuhan tanpa kehilangan integritas.
Penjelasan pilihan kata
Perintah (وَاصْبِرْ, washbir) tercatat di 7 ayat, yaitu 10:109, 11:115, 16:127, 18:28, 31:17, 52:48, dan ayat ini. Ia menyuruh bersabar.
Perhatikan bahwa enam pemakaian lainnya tersebar di enam surah yang berbeda. Di 52:48 perintahnya bersabar menunggu putusan Tuhan, dan di 16:127 disertai keterangan bahwa kesabaran itu cuma dengan pertolongan Allah.
Al-Qur'an tidak menandai sebaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa perintah bersabar dalam bentuk ini dipakai tujuh kali, dan satu di antaranya di surah ini.
Perintah (وَاهْجُرْهُمْ, wahjurhum) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan tempatnya ayat ini. Penguatnya (هَجْرًا, hajran) juga muncul 1 kali di seluruh mushaf.
Perhatikan bahwa susunan penguat itu sama dengan yang dipakai di 73:4 dan 73:8. Tiga perintah di surah ini dikuatkan dengan cara mengulang bunyi dasarnya.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga perintah dengan susunan yang sama berdiri di 73:4, 73:8, dan ayat ini.
Kata (جَمِيلًا, jamiilan) tercatat di 4 ayat, yaitu 33:28, 33:49, 70:5, dan ayat ini. Di 33:28 dan 33:49 yang disebut baik adalah cara menceraikan, dan di 70:5 cara bersabar.
Perhatikan bahwa empat pemakaiannya semuanya menyangkut cara berpisah atau cara menahan diri. Tidak satu pun dipakai untuk memuji rupa atau benda.
Sebaran itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa (جَمِيلًا, jamiilan) selalu menempel pada sikap, bukan pada tampilan.
Perhatikan bahwa ayat ini menyuruh menjauh, bukan membalas. Yang diperintahkan meninggalkan mereka dengan cara yang baik.
Batas perintah itu tidak dirinci di sini. Yang bisa dibaca cuma bahwa menjauhnya harus dengan cara baik, dan cara baik itu tidak diuraikan.
Perhatikan bahwa ayat ini muncul sesudah rangkaian perintah ibadah. Sesudah malam, bacaan, penyebutan nama, dan bersandar, yang diatur berikutnya sikap terhadap orang lain.
Perpindahan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa surah ini bergerak dari hubungan dengan Allah ke hubungan dengan manusia.
Perhatikan bahwa yang disebut di sini apa yang mereka katakan, bukan apa yang mereka lakukan. Gangguan yang dihadapi berupa ucapan.
Pembatasan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa jawaban atas ucapan diperintahkan berupa kesabaran dan menjauh, bukan ucapan balasan.
Perhatikan bahwa perintah ini datang tepat sebelum ancaman di 73:11 sampai 73:13. Yang disuruh menahan diri manusia, sedangkan yang menangani pembalasan Allah sendiri.
Pembagian tugas itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua hal itu berdiri berurutan, yaitu perintah menahan diri lalu ancaman yang menyusul.
Tafsiran
Ayat ini menyerukan kesabaran menghadapi penolakan. Ayat ini menyuruh bersabar atas ucapan mereka dan meninggalkan mereka dengan cara yang baik. Perintah bersabar dalam bentuk ini tercatat di 7 ayat, yaitu 10:109, 11:115, 16:127, 18:28, 31:17, 52:48, dan ayat ini.
Enam pemakaian lainnya tersebar di enam surah yang berbeda. Di 52:48 perintahnya bersabar menunggu putusan Tuhan, dan di 16:127 disertai keterangan bahwa kesabaran itu cuma bisa dengan pertolongan Allah.
Perintah meninggalkan mereka muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan penguatnya juga muncul 1 kali. Susunan penguat itu sama dengan yang dipakai di 73:4 dan 73:8, sehingga tiga perintah di surah ini dikuatkan dengan cara yang sama.
Kata yang berarti baik di ayat ini tercatat di 4 ayat, yaitu 33:28, 33:49, 70:5, dan ayat ini. Di 33:28 dan 33:49 yang disebut baik adalah cara menceraikan, dan di 70:5 cara bersabar, jadi keempatnya menyangkut cara berpisah atau menahan diri.
Ayat ini menyuruh menjauh, bukan membalas, dan batas cara baiknya tidak diuraikan. Yang dihadapi juga berupa ucapan, bukan perbuatan, sehingga jawabannya pun bukan ucapan balasan.
Sesudah malam, bacaan, penyebutan nama, dan perintah bersandar, yang diatur berikutnya adalah sikap terhadap orang lain. Surah ini bergerak dari hubungan dengan Allah ke hubungan dengan manusia.
Renungan dan Hikmah
- Perintah bersabar dalam bentuk yang dipakai di ayat ini tercatat di 7 ayat, yaitu 10:109, 11:115, 16:127, 18:28, 31:17, 52:48, dan 73:10. Enam di antaranya berdiri di enam surah yang berbeda, sehingga perintah ini tidak menumpuk di satu tempat. Di 16:127 Allah menambahkan bahwa kesabaran itu cuma bisa dengan pertolongan-Nya, dan di 52:48 yang ditunggu adalah putusan Tuhan. Al-Qur'an tidak menandai sebaran itu, dan yang bisa dibaca cuma ketujuh tempatnya. Enam surah lain memuatnya, dan surah ini yang ketujuh.
- Yang diperintahkan Allah di ayat ini menjauh, bukan membalas. Gangguan yang dihadapi juga berupa ucapan, sebab yang disebut apa yang mereka katakan, bukan apa yang mereka lakukan. Jawaban atas ucapan itu diperintahkan berupa kesabaran dan menjauh, bukan ucapan balasan. Batas cara baiknya sendiri tidak diuraikan di ayat mana pun dalam surah ini, sedangkan 73:11 justru menyerahkan urusan itu kepada Allah. Apa yang membedakan menjauh dengan cara baik dari menjauh karena marah?
- Perintah meninggalkan di ayat ini dikuatkan dengan mengulang bunyi dasarnya, dan dua bentuk yang dipakai masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Susunan yang sama sudah dipakai Allah di 73:4 untuk perintah membaca dan di 73:8 untuk perintah menyendiri. Tiga perintah berpola sama karena itu berdiri di satu surah dengan jarak beberapa ayat. Al-Qur'an tidak menyatakan kesamaan itu, dan yang bisa dibaca cuma ketiga tempatnya. Jarak antara 73:4 dan 73:10 enam baris.
- Kata yang berarti baik di ayat ini cuma tercatat di 4 ayat, yaitu 33:28, 33:49, 70:5, dan 73:10. Di 33:28 dan 33:49 yang disebut baik adalah cara menceraikan, dan di 70:5 cara bersabar menghadapi keadaan. Keempat pemakaiannya menyangkut cara berpisah atau cara menahan diri, dan tidak satu pun dipakai Allah untuk memuji rupa atau benda. Al-Qur'an tidak menandai sebaran itu, dan yang bisa dibaca cuma keempat tempatnya. Dua di antaranya berdiri di surah 33 yang sama.
- Sembilan ayat pertama surah ini mengatur hubungan dengan Allah, yaitu malam, bacaan, penyebutan nama, dan tempat bersandar. Ayat ini yang pertama mengatur hubungan dengan manusia, yaitu sikap terhadap orang yang mengucapkan sesuatu yang menyakitkan. Perpindahan itu terjadi tanpa kalimat penyambung, dan sesudahnya surah ini masuk ke ancaman bagi para pendusta di 73:11. Al-Qur'an tidak menerangkan urutan tersebut. Sepuluh ayat pertama surah ini berjumlah 59 patah.
- Perintah bersabar di ayat ini datang tepat sebelum Allah menyebut para pendusta dan siksaan yang menanti mereka di 73:11 sampai 73:13. Yang disuruh menahan diri manusia, sedangkan yang menangani pembalasan Allah sendiri. Dua urusan itu diletakkan berdampingan dalam ayat-ayat berurutan tanpa penjelasan tambahan. Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa perintah menahan diri berdiri sebelum ancamannya. Tiga ayat ancaman itu berjumlah 15 patah.