وَطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَعَذَابًا أَلِيمًا

Dan makanan yang menyumbat kerongkongan, dan azab yang pedih,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَعَذَابًا أَلِيمًاwa-tha'aaman dzaa ghushshatin wa-'adzaaban aliimandan makanan yang menyumbat kerongkongan, dan azab yang pedih

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَطَعَامًاwa-tha'aamandan makanan
  2. ذَاdzaayang
  3. غُصَّةٍghushshatinyang menyumbat
  4. وَعَذَابًاwa-'adzaabandan azab
  5. أَلِيمًاaliimanyang pedih

Inti bacaan

Detail siksaan yang spesifik: 'dan makanan yang menyumbat kerongkongan, dan azab yang pedih', deskripsi konkret yang menegaskan keseriusan konsekuensi, bukan ancaman abstrak tanpa substansi.

Penjelasan pilihan kata

Sebutan (وَطَعَامًا, wa tha'aaman) dalam bentuk ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan tempatnya ayat ini. Ia berarti dan makanan.

Perhatikan bahwa (غُصَّةٍ, gushshatin) juga muncul 1 kali di seluruh mushaf. Ia menunjuk sesuatu yang menyangkut di kerongkongan dan tidak bisa ditelan.

Sebutan (وَعَذَابًا, wa 'adzaaban) dalam bentuk ini pun muncul 1 kali. Jadi dari lima patah ayat ini, tiga patah tidak dipakai di ayat lain mana pun.

Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga ayat berurutan di surah ini, yaitu 73:11 sampai 73:13, membawa sembilan kata sekali pakai dari lima belas patahnya.

Kata (أَلِيمًا, aliiman) tercatat di 14 ayat, di antaranya 4:18, 4:138, dan 4:161. Ia berarti pedih, dan hampir selalu menempel pada azab.

Perhatikan bahwa penutup (أَلِيمًا, aliiman) di ayat ini justru kata yang lazim. Empat patah sebelumnya jarang atau tidak berulang, sedangkan patah terakhirnya sering dipakai.

Perbedaan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa ayat ini bergerak dari kata yang tidak berulang ke kata yang biasa.

Perhatikan bahwa makanan disebut di antara daftar siksa. Di 73:12 yang disebut belenggu dan api, dan di sini yang disebut makanan dan azab.

Urutan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa daftarnya bergerak dari alat pengikat ke alat penyiksa yang masuk ke dalam tubuh.

Perhatikan bahwa yang menyiksa di sini justru makanan. Benda yang biasanya menghidupkan dipakai sebagai alat siksa.

Pembalikan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa makanannya digambarkan menyangkut di kerongkongan.

Perhatikan bahwa ayat ini lima patah. Ia satu patah lebih panjang daripada 73:12 dan tiga patah lebih pendek daripada 73:14.

Kenaikan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga ayat ancaman di surah ini makin panjang satu demi satu.

Perhatikan bahwa keempat macam siksa disebut tanpa satu pun keterangan waktu. Al-Qur'an belum menyebut kapan semua itu terjadi sampai ayat berikutnya.

Waktunya baru diberikan di 73:14. Ayat itu membuka dengan penanda hari, dan barulah gambaran harinya diuraikan.

Perhatikan bahwa surah ini menyebut empat macam siksa dalam dua ayat. Dua di 73:12 dan dua di ayat ini, tanpa satu pun kalimat penghubung di antaranya.

Jumlah itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa daftarnya berhenti di empat, dan sesudahnya yang disebut justru waktunya.

Perhatikan bahwa tidak satu pun dari empat macam itu diulang lagi di surah ini. Sesudah ayat ini surah 73 tidak kembali ke gambaran siksa sampai penutupnya.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan rincian azab bagi para pendusta. Ayat ini melanjutkan daftar siksa dengan menyebut makanan yang menyumbat kerongkongan dan azab yang pedih. Tiga dari lima patahnya masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.

Tiga ayat berurutan di surah ini, yaitu 73:11 sampai 73:13, membawa sembilan kata sekali pakai dari lima belas patahnya. Al-Qur'an tidak menandai kepadatan tersebut, dan yang bisa dibaca cuma sebaran kesembilan kata itu.

Penutup ayat ini justru kata yang lazim, sebab ia tercatat di 14 ayat, di antaranya 4:18, 4:138, dan 4:161. Empat patah sebelumnya jarang atau tidak berulang, sedangkan patah terakhirnya sering dipakai.

Makanan disebut di antara daftar siksa. Di 73:12 yang disebut belenggu dan api, sedangkan di sini yang disebut makanan dan azab, sehingga daftarnya bergerak dari alat pengikat ke alat yang masuk ke dalam tubuh.

Yang menyiksa di sini justru makanan, yaitu benda yang biasanya menghidupkan. Al-Qur'an tidak menyatakan pembalikan itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa makanannya menyangkut di kerongkongan.

Ayat ini lima patah, satu patah lebih panjang daripada 73:12. Keempat macam siksa juga disebut tanpa keterangan waktu, dan waktunya baru diberikan di 73:14. Sesudah ayat ini surah 73 tidak kembali lagi ke gambaran siksa sampai penutupnya.

Renungan dan Hikmah

  • Yang menyiksa di ayat ini justru makanan, yaitu benda yang biasanya menghidupkan. Allah menyebutnya menyangkut di kerongkongan, sehingga ia tidak bisa ditelan dan tidak bisa dikeluarkan. Kata yang dipakai untuk sumbatan itu muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Al-Qur'an tidak menyatakan pembalikan itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa alat hidup dipakai sebagai alat siksa. Ayat 73:12 sebelumnya menyebut siksa yang mengikat dan membakar dari luar.
  • Tiga ayat berurutan di surah ini, yaitu 73:11 sampai 73:13, membawa sembilan kata yang masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ketiga ayat itu bersama-sama cuma lima belas patah, jadi hampir dua pertiganya tidak berulang di ayat lain mana pun. Bagian surah yang paling padat kata sekali pakai justru bagian ancamannya. Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu, dan yang bisa dibaca cuma sebarannya. Sepuluh ayat pertama surah ini memuat tiga belas kata semacam itu, jadi sebarannya jauh lebih renggang di sana.
  • Empat patah pertama ayat ini jarang atau tidak berulang, sedangkan patah terakhirnya tercatat di 14 ayat di seluruh mushaf, di antaranya 4:18, 4:138, dan 4:161. Ayat ini karena itu bergerak dari kata yang tidak berulang ke kata yang biasa dipakai Allah untuk azab. Penutupnya yang lazim membuat ancaman ini bersambung dengan ancaman di banyak surah lain. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu, dan yang bisa dibaca cuma sebaran masing-masing kata. Ayat 73:13 satu dari empat belas tempat itu, dan yang tiga belas lainnya berdiri di luar surah ini, tersebar di banyak surah yang berbeda.
  • Ayat 73:12 menyebut dua macam siksa, dan ayat ini menambah dua macam lagi. Allah menyusun daftarnya baris demi baris, dari alat yang mengikat dan membakar ke alat yang masuk ke dalam tubuh. Keempatnya disebut tanpa satu pun keterangan waktu, dan waktunya baru diberikan di 73:14. Al-Qur'an tidak menerangkan urutan itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa daftarnya bergerak dari luar tubuh ke dalam tubuh. Dua ayat itu bersama-sama cuma sembilan patah.
  • Empat macam siksa di 73:12 dan 73:13 disebut Allah tanpa keterangan waktu sama sekali. Penanda hari baru muncul di 73:14 yang membuka dengan gambaran bumi dan gunung berguncang. Dua ayat ancaman karena itu berdiri lebih dulu, dan latar waktunya menyusul di belakang berupa penanda hari, bukan tanggal. Kapan sebuah ancaman terasa lebih berat, ketika waktunya disebut atau ketika waktunya ditahan?
  • Ayat ini lima patah, satu patah lebih panjang daripada 73:12 yang empat patah, sedangkan 73:14 sesudahnya delapan patah. Tiga ayat ancaman di surah ini karena itu makin panjang satu demi satu. Pola yang sama sudah terlihat di tiga ayat pertama surah ini, yang juga naik selangkah demi selangkah. Allah tidak menandai kenaikan itu, dan yang bisa dibaca cuma jumlah patah di tiap ayatnya. Ayat 73:12 sampai 73:14 berjumlah 17 patah.